Monthly Archives: September 2015

Orang Dengan Status Sosial Tinggi Tidak Suka Teh Manis


Perkara obesitas atau penyakit diabetes sering kali dihubungkan dengan pola diet yang salah, kurang gerak dan konsumsi gula berlebih. Penelitian terbaru yang dibuat oleh The Grocer, perusahaan retail menyimpulkan ternyata berapa banyak gula yang kita campurkan ke minuman kita sangat berhubungan dengan status sosial ekonomi manusia.

Mengutip dari Independent, ternyata masyarakat dengan pendapatan lebih rendah dua kali lebih mungkin menggunakan dua atau lebih porsi gula ke dalam teh mereka dibandingkan dengan mereka yang punya pendapatan lebih besar. Cara orang menyajikan teh memang menggambarkan banyak tentang selera pribadi seseorang. Namun penelitian terbaru itu membuktikan semakin banyak seseorang mencampurkan gula ke dalam minuman mereka semakin menggambarkan status sosial ekonomi mereka.

Secara rinci disebutkan orang dari kelompok status sosial DE yang digambarkan sebagai kelompok orang “dengan jenis pekerjaan yang sedikit membutuhkan keterampilan khusus atau menengah, kelompok pengangguran dan berpendidikan rendah,” dua kali lebih mungkin memasukkan gula sebanyak dua sendok atau lebih ke dalam minuman teh mereka.

Sementara kelompok masyarakat AB yang digolongkan sebagai “ masyarakat dengan kemampuan manajerial, administratif, dan pekerjaan profesional menengah hingga tinggi,” cenderung menghindari gula atau bahkan juga suka minum teh tanpa gula.

Lebih dari sepertiga masyarakat dari golongan ekonomi sosial DE dipastikan menambahkan gula dalam minuman teh mereka. Sementara hanya 26 persen dari kelompok masyarakat menengah atas yang menambahkan gula dalam teh mereka.

Yorkshire adalah area di Inggris dengan jumlah peminum teh di Inggris. Uniknya orang Yorkshire lebih memilih campuran susu dan menghindari gula hingga 42 persen. Sementara orang-orang di area timur laut Inggris tergolong pengguna gula paling banyak dengan 21 persen peserta penelitian mengatakan menambah teh mereka dengan susu, plus dua sendok atau lebih gula dalam teh mereka.

Namun meski pilihan mengonsumsi teh sangat beragam di dunia ini, di Inggris khususnya teh masih jadi minuman panas paling populer. Sekitar 44 persen penduduk mengatakan masih rajin minum teh, bahkan lebih banyak dari jenis minuman lainnya.

Iklan

Pria Yang Kurang Jantan Diatas Ranjang Cenderung Kasar Pada Wanita


Laki-laki yang mereka kurang maskulin dan cepat ejakulasi, dan dia merasa stres akan hal tersebut, cenderung suka melakukan perilaku kekerasan terhadap wanita, bawahan dan anak sebagai bentuk kompensasi terhadap performa buruknya diatas ranjang, berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan, laki-laki tersebut lebih mungkin melakukan kekerasan dibandingkan dengan laki-laki yang maskulin dan mampu memuaskan pasangannya ditempat tidur.

Dengan kata lain, perilaku kekerasan terjadi ketika seorang lelaki ketakutan serta meyakini bahwa semua wanita memandang rendah dirinya karena mengetahui dirinya cepat ejakulasi, lalu merasa tertekan tentang hal tersebut. Bentuk kompensasi lain adalah dengan suka selingkuh untuk membuktikan walau dirinya kurang macho ternyata masih banyak wanita yang ingin berhubungan intim dengan mereka. Para peneliti menyebut hal tersebut sebagai ‘stres karena ketidaksesuaian norma-norma maskulinitas’. Secara umum, lelaki cenderung mengalami risiko kesehatan buruk dan cedera lebih tinggi. Sebagian karena laki-laki lebih mungkin terlibat dalam perilaku berisiko tinggi seperti seks bebas.

Jika dibandingkan dengan perempuan, lelaki memiliki tingkat yang tinggi untuk penggunaan zat berbahaya, pesta minuman keras, kenekatan, mengemudi dengan agresif, membawa senjata, dan perilaku kekerasan. Dan salah satu alasan tak sehat melakukan perilaku penuh risiko tersebut mungkin terkait dengan ‘stres karena perbedaan maskulinitas’, menurut Reidy dan rekan penulisnya.

Dia menambahkan, banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan perilaku kekerasan dan tindakan berisiko. Namun, tak ada satu satu hal yang bisa sepenuhnya menjelaskan perilaku atau penyebab perilaku tersebut. Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Injury Prevention, Reidy merekrut sekitar 600 laki-laki berusia 18 sampai 50 tahun melalui situs pengumpulan data online Mechanical Turk.

Namun, bukan berarti juga semua orang yang merasa ‘kurang jantan’ akan menjadi kasar, kata Dominic Rey, dokter yang juga penulis senior penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta. “Kata kuncinya adalah ‘stres’,” katanya seperti dilansir dari laman Reuters. “Penting untuk paham bahwa itu adalah kombinasi dari dua hal.”

Para peserta disurvei tentang persepsi diri yang berkaitan dengan peran gender. Lalu para peneliti menilai apakah lelaki yang mengalami stres psikologis percaya bahwa orang lain merasa diri mereka kurang maskulin. Untuk laki-laki stres dengan keyakinan tersebut, tim peneliti juga melihat apakah stres tersebut diwujudkan dalam perilaku berisiko atau kekerasan.

Peserta yang mencetak nilai tinggi untuk perbedaan persepsi diri dan stres dilaporkan memiliki tingkat kekerasan 348 persen lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan ‘stres karena ketidaksesuaian persepsi maskulinitas’ yang rendah. “Jika maskulinitas seseorang terancam dalam berbagai cara, seringkali tanggapan mereka adalah mencoba menunjukkan maskulinitas secara berlebihan dengan cara lain,” kata Tristan Bridges, sosiolog di Universitas Brockport State di New York.

Spesifikasi Sukhoi Su-35 Milik TNI AU


Rencana Pemerintah Indonesia untuk mengganti armada pesawat tempur F-5E Tiger milik TNI AU yang dianggap sudah berumur kini kian mengerucut ke satu pilihan. Setelah sempat didekati oleh konsorsium Eropa yang menawarkan jet tempur Eurofighter Typhoon serta pabrikan Swedia SAAB yang langsung menghadirkan JAS 39 Gripen-nya di Bandara Halim Perdanakusuma, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengindikasikan pilihan pemerintah jatuh ke penempur Rusia, Sukhoi Su-35.

Seperti apa kecanggihan pesawat tempur rancangan Sukhoi dan dibangun oleh IPTN-nya Rusia, Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association (KnAAPO), ini? Apa yang menjadikannya unggul dari kontestan lain calon pengganti F-5E Tiger?

Sukhoi mengembangkan Su-35 berdasarkan pesawat tempur generasi sebelumnya, Su-27 yang juga telah dimiliki oleh TNI-AU. Pengembangan Su-35 lebih dititikberatkan pada pengembangan airframe (rangka), elektronika sensor, dan avionik pesawat. Di bidang airframe, Sukhoi mendesain Su-35 agar rangkanya lebih kuat sehingga memiliki umur yang lebih panjang dibanding generasi Su- sebelumnya. Selain itu, dengan rangka yang lebih kokoh, Su-35 bisa diajak bermanuver lebih ekstrem lagi.

Sukhoi mengklaim rangka umur Su-35 bisa bertahan selama 6.000 jam, setara dengan 30 tahun operasi. Sementara itu, waktu antar-servis (between-repairs period) juga diklaim meningkat hingga 1.500 jam atau setara dengan 10 tahun operasi. Radar cross-section (RCS) yang diklaim lebih kecil oleh Sukhoi dalam generasi Su-35. Materi komposit yang lebih ringan dipilih untuk mengurangi bobot pesawat hingga 20 persen dari generasi sebelumnya. Garis bidang pesawat juga telah dimodifikasi sehingga mengurangi bidang pantulan radar (RCS/radar cross section).

Sementara itu, intake (corong masuk udara) mesin didesain lebih besar agar memberi suplai aliran udara yang lebih baik. Perbedaan lain, flaperon (sayap penggerak pesawat) dibuat lebih besar dan tidak memiliki canard (sayap kecil di moncong pesawat), seperti Su-30MKI. Rem udara (airbrake) yang sebelumnya terpasang di punggung Su-27 kini juga dihilangkan. Fungsi airbrake tersebut digantikan dengan active rudder yang terdapat di kedua sirip tegak pesawat.

Su-35 yang oleh NATO diberi julukan Flanker E tersebut oleh Sukhoi dikategorikan sebagai pesawat tempur generasi 4++. Artinya, ini merupakan versi penyempurnaan dari generasi 4 sebelumnya (Su-27), tetapi memiliki fitur layaknya pesawat tempur generasi 5. Oleh Angkatan Udara Rusia, Su-35 dijadikan sebagai tulang punggung hingga nanti pesawat tempur siluman (stealth) generasi berikutnya, yaitu PAK-FA, resmi dioperasikan.

Kokpit
Su-35 memiliki konsep kokpit dengan kendali (control colum) utama di tengah dan memiliki kursi lontar zero-zero K-36D-3.5E buatan Zvesda. Tipe zero-zero berarti pilot bisa eject dari pesawat meski berada dalam kondisi diam (zero speed zero altitude). Joystick dan throttle pesawat juga telah menganut konsep HOTAS (Hands on Throttle and Stick), artinya lokasi semua tombol kendali yang dibutuhkan bisa diakses di dua batang kendali tersebut, termasuk mengganti tampilan layar, memilih menu, mengaktifkan persenjataan dan sebagainya. Dengan menganut konsep tersebut, pilot diharapkan tetap siaga karena kedua tangannya tetap memegang stick kendali pesawat. Selain kemampuan HOTAS, helm yang dipakai pilot juga dilengkapi dengan teknologi HMS (helmet mounted sight), layar kecil untuk menampilkan informasi penting di depan kaca helm.

Dari segi antarmuka, Su-35 memiliki konsep all-glass cockpit dengan layar LCD digital modern. Di dalam kokpit terdapat dua layar LCD dengan ukuran masing-masing 22,5 x 30 cm resolusi 1.400 x 1.050 piksel yang menampilkan berbagai informasi. LCD ini berfungsi untuk menerima, memproses, dan mentransmisikan data dalam berbagai format, entah itu grafis, angka, tampilan TV, dan sebagainya. LCD juga bisa digunakan untuk mengirim sinyal video dalam format digital ke unit video recording jika dibutuhkan.

Sementara itu, bagian HUD (head up display), atau layar kecil di atas dashboard, juga memiliki ukuran yang lebar, dengan bidang pandang 30 x 20 derajat. Sistem-sistem yang lain di dalam kokpit itu termasuk sistem navigasi satelit dan radio, peta digital, sistem optik dan elektronik untuk misi pengintaian, serta sistem komunikasi digital. Pesawat juga memiliki dua buah antena radio UHF dan VHF, sistem coding suara dan radio, serta sistem Link-16 untuk bertukar data antar-pesawat.

Semua sistem tersebut dilayani oleh dua komputer utama yang memproses dan mentransmisikan data ke pilot dalam kondisi krusial sehingga membantu mengurangi beban kerja pilot.

Sistem radar
Walau memiliki airframe dan avionik baru, Su-35 tetap menggunakan radar seperti yang dipakai dalam Su-27. Radar buatan Irbis ini menganut desain PESA (Passive Electronic Scanning Array). Berbeda dengan metode AESA (Active Electronic Scanning Array), PESA hanya membutuhkan satu rumah sensor dan antena untuk memancarkan dan menerima sinyal. Sensor radar bisa dibelokkan 120 derajat secara horizontal dan 60 derajat secara vertikal. Semua relatif terhadap sumbu utama pesawat. Sensor bisa dibelokkan hingga 120 derajat ke atas atau bawah dengan kontrol elektronik dan tambahan mekanikal jika dibutuhkan.

Mata Irbis ini tergolong tajam. Sensornya bisa menjejak permukaan seluas 3 meter persegi dari jarak 400 km, atau 0,01 meter persegi dari jarak 90 km. Sementara itu, target darat bisa diidentifikasi sejauh 200 km. Yang mengagumkan, radar Irbis bisa memantau dan mengikuti 30 target udara secara simultan dan bisa mengunci dan menembak 8 sasaran sekaligus dengan misil udara-udara aktif, atau dua target dengan misil udara-udara semi-aktif.

Jumah target yang bisa dilacak dan dikunci oleh radar Irbis dalam Su-35. Sementara itu, untuk target darat, radar Irbis bisa mengunci empat target darat dan mengunci dan menembak dua target sekaligus. Semua itu bisa dilakukan tanpa meninggalkan monitor ruang udara. Artinya, radar bisa memonitor dan melacak target di udara dan di darat yang telah diidentifikasi sebelumnya, sembari mencari target lain secara bersamaan.

IRST
“Mata” lain yang dimiliki Su-35, seperti generasi sebelumnya, adalah IRST (Infra-Red Sighting and Tracking). Unit ini bisa dikenali dari tonjolan bulat yang biasanya terpasang di depan kaca kokpit. KnAAPO IRST yang berada di depan kaca kanopi Su-35. IRST milik Su-35 berguna untuk mendeteksi target secara pasif melalui panas yang dipancarkan target tersebut. Varian IRST yang dipakai Su-35 adalah OLS-35 yang bisa mendeteksi target udara lewat panas yang dipancarkannya dari jarak 50 km saat berhadap-hadapan (head-on) dan 90 km di kuadran belakang.

Sistem ini juga bisa mengukur jarak target dengan pesawat hingga 20 km dan target darat sejauh 30 km. IRST milik Su-35 bisa memonitor dan mengikuti empat target udara yang berbeda dan mengarahkan misil berpemandu laser ke arah sasaran.

Mesin
Saat ini, Su-35 mengusung dua mesin turbofan Saturn 117S (AL-41A) yang merupakan modifikasi dari mesin sebelumnya, AL-31. Nantinya, Su-35 bakal mendapatkan pasokan mesin baru, yaitu AL-41F dengan kemampuan super-cruise dengan daya thrust 15.000 kg. Untuk saat ini, mesin AL-41A yang dipakai di generasi awal memiliki kipas (fan) dan turbin (high pressure/low pressure) yang baru serta sistem kontrol digital di dalamnya. Modernisasi ini diklaim oleh Sukhoi bisa meningkatkan thrust hingga 16 persen, atau sekitar 14.500 kgf. Dalam mode maximum burner-free, thrust yang dihasilkan mencapai 8.800 kgf.

Jika dibandingkan dengan mesin AL-31F yang diapakai Su-27 saat ini, kemampuannya meningkat 2 hingga 2,7 kali. Sebagai contoh, masa between-repair period akan meningkat dari sebelumnya 500 hingga 1.000 jam (periode operasi sebelum overhaul pertama adalah 1.500 jam). Periode overhaul mesin yang telah dimodifikasi akan meningkat menjadi antara 1.500 hingga 4.000 jam.

Su-35 memiliki 12 weapon station yang berada di sayap, wingtip, dan badan pesawat. Persenjataan Su-35 mampu menggotong cukup banyak arsenal dalam sekali angkut. Ini adalah tuntutan sebagai pesawat multi-peran (multi-role). Di kedua sayapnya, terdapat enam cantelan misil dan dua wingtip rail yang ada di ujung sayap. Selain itu, masih ada pula dua cantelan di bawah masing-masing mesin dan dua lagi di perut pesawat sehingga total Su-35 memiliki 12 hard point yang bisa dipasangi dengan berbagai jenis misil udara-udara, udara-darat, atau sistem reconnaisance untuk misi mata-mata atau penyusupan.

Su-35 saat ini kompatibel dengan berbagai macam persenjataan. Daftarnya mencakup 4 jenis roket, 7 jenis misil, dan 4 jenis bom berbeda. Ditambah dengan sebuah kanon 30 mm GSh-301 di “pundak” kanan pesawat yang bisa memuntahkan 150 butir peluru dalam satu menit.

Daftar performa dan spesifikasi Su-35:
Panjang: 21,9 m
Bentang sayap: 15,3 m
Tinggi: 5,9 m

Bobot takeoff maksimal: 34.500 kg

Jumlah mesin: 2 Saturn 117S dengan TVC (Thrust Vector Control)
Daya dorong: 14.500 kg

Payload:
Tangki bahan bakar internal: 11.500 kg
Persenjataan: 8.000 kg

Daya jelajah:
Sea level (normal): 1.580 km
In-altitude (lebih tinggi): 3.600 km
Dengan dua tangki ksternal PTB-2000: 4.500 km

Ketinggian maksimum: 59.000 kaki (sekitar 18.000 m)

Rasio Thrust to weight:
Maximum load: 0,84:1
Normal load: 1,14:1

Akselerasi:
600 km per jam-1.100 km per jam: 13,8 detik
1.000 km per jam-1.300 km per jam: 8 detik

Kecepatan menanjak: 55.100 feet per menit, atau setara 280 m per detik

Kecepatan:
Maksimum: Mach 2,25
Super-cruise dengan mesin AL-41F: Mach 1,6
Sea level: 1.400 km per jam

G load: 9G
Jarak yang dibutuhkan untuk takeoff/landing: 400-450 m/650 m

Mahasiswa IPB Temukan Cara Pembuatan Gula Rendah Kalori Dari Ampas Singkong


Empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan pembuatan gula rendah kalori dari limbah singkong. Penemuan ini membuat mereka dianugerahi medali emas oleh WIFFA setelah bersaing dengan beberapa negara di Asia dan Eropa yang dilaksanakan di Macau, Hongkong, beberapa waktu lalu.

Keempat mahasiswa ini adalah Galih Nugraha (22) asal Tasikmalaya, Putri Vionita (21) asal Banyuwangi, Faraouq (22) asal Cilacap dan Abdul Aziz (22) asal Boyolali. Keempat mahasiswa ini pun mewakili Indonesia di kancah internasional dan membuat kagum mata dunia setelah berhasil dengan penemuannya dari limbah yang biasa dibuang oleh masyarakat Indonesia.

Galih Nugraha, salah seorang mahasiswa penemu gula rendah kalori dari limbah singkong itu mengatakan, awalnya mereka menilai banyaknya limbah singkong yang dibuang oleh para warga umumnya sudah tak bermanfaat dan akan mudah didapatkan jika dipakai bahan baku. Setelah melakukan beberapa riset dan penelitian, mereka pun berhasil membuat gula dari limbah singkong tersebut. Karena dalam limbah singkong itu terdapat kandungan glukosa yang sangat banyak.

“Kami awalnya melihat limbah singkong akan mudah didapatkan untuk bahan baku. Setelah kami melakukan penelitian, ditemukan kandunga glukosa dan bisa dibuat gula beku rendah kalori,” kata Galih, di rumahnya di Tasikmalaya bersama rekannya, Selasa (15/9/2015).

Galih yang merupakan salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian IPB ini pun menunjukkan pembuatan gula rendah kalorinya yang sangat sederhana tersebut. Tak seorang pun menyangka bahwa limbah kulit singkong bisa dijadikan gula rendah kalori selain dari tebu. Temuan ini pun membuat mereka ditunjuk untuk mewakili Indonesia di mata dunia sebagai inovator atas beberapa temuan oleh beberapa negara.

“Kami pun tak menyangka kalau temuan kami bisa membawa nama harum Indonesia di mata dunia,” kata Galih.

Mahasiswa penemu gula rendah kalori dari limbah singkong lainnya, Putri Vionita (21) asal Banyuwangi menuturkan, pembuatan gula rendah kalori dari singkong ini sangat mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Kulit singkong dibersihkan dan dicuci hingga bersih kemudian direndam beberapa jam.

Kemudian, hasil pencucian digiling memakai Blender sampai halus dan didiamkan selama dua hari. Kemudian kulit singkong yang telah didiamkan dimasak dengan diberi enzim. Setelah proses pemasakan akan langsung menjadi gula dan didinginkan di lemari es sampai membeku dan bisa langsung dikonsumsi.

“Prosesnya sederhana dan mungkin sekali bisa diproduksi pasar. Ongkosnya pun sangat murah. Harapan kami kalau penemuan ini bisa diproduksi pasar tak usah impor gula lagi dari luar negeri,” tambah Putri.

Harapan para mahasiswa inovatif ini pun sangat terbuka lebar untuk pengurangan impor gula oleh Indonesia jika diproduksi secara masal. Pasalnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai penghasil singkong di dunia.

Permukaan Pluto Kompleks Seperti Bumi Membuat Para Ahli Bingung


Permukaan Pluto begitu kompleks sehingga para ilmuwan tidak yakin bagaimana hal itu terjadi. Mereka mengatakan hal itu setelah gambar dari New Horizons menunjukkan lanskap yang sangat kompleks. Gambar-gambar itu menunjukkan bahwa planet kerdil itu kemungkinan memiliki ladang-ladang bukit pasir yang luas, arus es nitrogen massif, dan lembah yang terbentuk saat berbagai material mengalir di permukaannya.

Kompleksitas itu mengejutkan para ilmuwan. Mereka menilai lanskap itu tidak seharusnya ada, karena atmosfer Pluto sangat tipis. “Pluto menunjukkan keragaman bentang alam dan kompleksitas proses yang menyaingi apa yang telah kita lihat di tata surya,” kata penyelidik New Horizons Alan Stern dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Independent, Jumat, 11 September 2015.

“Jika seorang seniman menggambar Pluto ini sebelum terbang lintas New Horizons, saya mungkin akan menyebutnya berlebihan – tapi ini adalah yang sebenarnya ada.” Sekarang para ilmuwan mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan kompleksitas menakjubkan dari fitur Pluto itu. “Melihat bukit pasir di Pluto akan benar-benar liar, karena atmosfer Pluto saat ini sangat tipis,” ujar William B. McKinnon, bagian dari tim Geologi, Geofisika dan Pencitraan New Horizons dalam sebuah pernyataan.

“Entah Pluto memiliki atmosfer yang lebih tebal di masa lalu, atau beberapa proses yang kita belum tahu sedang bekerja. Ini adalah teka-teki. ” Para ilmuwan juga terkejut mendapati kabut di atmosfer Pluto memiliki lebih banyak lapisan dari yang mereka tahu. Lapisan itu menciptakan semacam efek senja, yang berarti bahwa ia menyala saat matahari terbenam dan memberi semacam visibilitas yang tidak pernah diperkirakan.

Akhir pekan lalu, New Horizons mulai mengirimkan gambar ke bumi setelah terbang lintas pada bulan Juli. Proses ini akan memakan waktu satu tahun untuk semua gambar. Gambar-gambar baru telah memungkinkan tim New Horizons untuk melihat Pluto dengan lebih detail dari sebelumnya, dengan resolusi setinggi 400 meter per pixel.

Kisah Ayam Yang Mampu Hidup 18 Bulan Tanpa Kepala Akibat Di Pancung


Tujuh belas tahun yang lalu, seorang petani memenggal kepala seekor ayam di Colorado AS, dan hewan itu menolak untuk mati. Mike, sebutan unggas itu, bertahan hingga 18 bulan dan menjadi terkenal. Tetapi bagaimana dia hidup tanpa kepala dalam waktu yang cukup lama? Pada 10 September 1945 Lloyd Olsen dan istrinya Clara memotong ayam-ayam, di lahan pertanian mereka di Fruita, Colorado. Olsen yang memenggal kepala unggas-unggasnya, istrinya kemudian membersihkannya. Tetapi salah satu dari 40 atau 50 ekor ayam yang dikapak oleh Olsen pada hari itu tidak berperilaku seperti yang lain.

Kisah Ayam yang Hidup Tanpa Kepala Selama 18 Bulan

“Mereka jatuh pada akhirnya. Tetapi satu di antaranya masih hidup, bangun dan berjalan-jalan,” jelas cicit pasangan tersebut, Troy Waters, di sebuah peternakan miliknya di Fruita. Ayam tersebut menendang dan berlari, dan tidak mau diam. Ayam itu ditempatkan di sebuah kotak tua yang digunakan untuk penyimpanan apel di lahan pertanian dan sebuah obor dinyalakan pada malam hari, dan ketika Lloyd Olsen bangun pada hari berikutnya, dia melihat, “ayam itu masih hidup,” jelas Waters.

“Ini sebuah cerita aneh dalam keluarga kami,” jelas Christa Waters, istri Troy. Waters mendengar cerita tersebut ketika masih anak-anak, saat itu kakek buyutnya yang sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur tinggal bersama keluarganya. Kamar Troy dan kakek buyutnya berdampingan, dan pria tua itu, terkadang tidak tidur, dan akan berbicara sampai berjam-jam. “Dia membawa ayam potong ke kota untuk menjualnya ke pasar daging,” jelas Waters.

“Dia membawa ayam jantan itu bersamanya – dan saat itu dia masih menggunakan kuda dan kereta. Dia melemparnya ke dalam kereta, membawa ayam itu dan mulai mengajak orang untuk bertaruh dengan bir atau benda lainnya, tentang bahwa dia memiliki ayam tanpa kepala yang masih hidup.”

Kabar mengenai ayam ajaib tanpa kepala itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut di sekitar Fruita. Bahkan koran lokal menugaskan seorang reporter untuk mewawancarai Olsen, dan dua pekan kemudian seorang promotor pertunjukkan yang bernama Hope Wade datang dari Salt Lake City, Utah yang berjarak sekitar 300 mil atau sekitar 482 km dari Colorado. Dia mengajukan penawaran yang sederhana: membawa ayam tersebut ke dalam arena pertunjukan – sehingga mereka dapat menghasilkan uang.

“Pada masa 1940an, mereka memiliki lahan pertanian dan tengah mengalami kesulitan,” jelas Waters. “Lloyd mengatakan, ‘Kami dapat melakukannya juga.” Pertama mereka mengunjungi Salt Lake City dan Universitas Utah, di mana ayam itu ditaruh di sebuah aki yang digunakan untuk uji coba. Kemudian rumor pun menyebar bahwa para ahli sains di universitas itu melakukan operasi menanggalkan kepala banyak ayam untuk mengetahui apakah mereka masih dapat hidup.

Di sinilah Life Magazine datang untuk menulis tentang Mike yang Ajaib Si Ayam Tanpa Kepala – julukan yang diberikan oleh Hope Wade. Kemudian Lloyd, Clara dan Mike mulai berkeliling AS. Mereka kemudian mengunjungi California dan Arizona, dan Hope Wade membawa Mike dalam tur ke bagian tenggara AS, sementara Olsens dan istrinya kembali ke lahan pertanian mereka untuk panen. Perjalanan unggas ini didokumentasikan dengan teliti oleh Clara dalam sebuah buku yang disimpan dengan baik oleh Waters hingga hari ini.

Lloyd Olsen dan istrinya Clara mendapatkan surat yang berisi kritikan. Orang-orang di seluruh negara menulis surat – seluruhnya mencapai 40 atau 50 – dan tidak semuanya bernada positif. Salah satunya membandingkan Olsens dengan Nazi, sementara seseorang dari Alaska meminta mereka untuk menukar paha Mike dengan sebuah kaki kayu. Sebagian besar surat itu ditujukan kepada “Pemilik ayam tanpa kepala di Colorado,” karena tidak menemukan jalan ke lahan pertanian keluarga ini.

Setelah melakukan tur, Olsens membawa Mike Si Ayam Tanpa Kepala ke Phoenix, Arizona, ketika bencana menghampiri mereka pada musim semi 1947. “Di sanalah hewan itu mati – di Phoenix,” jelas Waters. Mike diberi pakan cair dan air yang dimasukan secara langsung ke dalam tenggorokannya. Mereka juga membersihkan lendir dari dalam kerongkongannya. Mereka memberi makanan dengan alat penyemprot dan membersihkan kerongkonganya dengan sebuah alat suntik.

Pada malam ketika Mike mati, mereka terbangun di kamar penginapan mereka oleh suara seperti burung tercekik. Ketika mereka mencoba mencari alat suntik, Mike sudah mati. ‘Selama setahun setelah Mike mati, (Olsen) mengaku telah menjual ayam itu kepada seorang pria di bisnis pertunjukan,” kata Waters.

“Tetapi beberapa tahun sebelum dia (Olsen) meninggal dia akhirnya mengakui kepada saya bahwa ayam itu mati dipangkuannya. Saya pikir dia tidak pernah mau mengakui bahwa dia mengacaukan keadaan dan membiarkan unggas itu tewas di pangkuannya.” Olsen tidak akan pernah mengatakan apa yang dia lakukan dengan ayam mati itu.

“Saya berani bertaruh dia membuangnya di padang pasir di wilayah sekitar sini dan Phoenix, di pinggir jalan, atau bahkan mungkin telah dimakan oleh anjing hutan,” kata Waters. Kartu pos yang bergambar Mike Ajaib si Ayam Tanpa Kepala. Tetapi bagaimana ayam itu dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama? Sesuatu yang mengejutkan Dr Tom Smulders, seorang ahli ayam di pada Pusat Perilaku dan Evolusi di Universitas Newcastle, adalah si ayam tidak mengalami pendarahan sampai mati. Faktanya bahwa ayam itu dapat terus hidup tanpa kepala, dan Smulders menemukan penjelasan yang mudah untuk situasi ini.

Bagi seorang manusia kehilangan kepala juga kehilangan otak. Bagi seekor ayam, itu sedikit berbeda. “Anda akan takjub bagaimana otak kecil ini berada di bagian depan kepala seekor ayam,” kata Smulders. Terkonsentrasi pada bagian belakang tengkorak, di belakang mata, jelas dia. Laporan menunjukkan bahwa paruh, wajah, mata dan telinga Mike hilang karena dikampak. Tetapi Smulders memperkirakan 80% dari massa otaknya- dan hampir semua yang mengkontrol tubuh ayam itu, termasuk detak jantung, bernapas, rasa lapar dan pencernaan – masih ada.

Ini menunjukkan saat Mike bertahan karena seluruh sistem otaknya masih berada di tubuhnya. Dalam sains disebut batang otak yang menjadi bagian dari seluruh otak. ‘Sebagian besar otak unggas seperti yang kita ketahui dapat disebut sebagai batang otak,” kata Smulders. “Nama yang telah diberikan untuk sebagian otak unggas pada 1800an ketika seluruh indikasi menunjukkan kesamaan dengan otak mamalia yang secara fakta adalah salah.”

Mengapa orang yang berupaya untuk ‘menciptakan’ Mike tetapi tidak berhasil ? dan sulit untuk mendapatkan penjelasannya. Potongannya terlihat sama dengan kasus Mike, dan tampak di lokasi yang sama, dan darah yang membeku dengan cepat mencegah terjadinya pendarahan hingga mati. Troy Waters berdiri di samping patung Mike di Fruita, Colorado yang menggelar festival untuk Mike. Troy Waters menduga kakek buyutnya berupaya untuk mengulangi kesuksesannya dengan berupaya memenggal ayam beberapa kali.

Tentunya, yang lain tidak bertahan hidup. Seorang tetangga yang tinggal di sekitar pertanian yang akan membeli ayam dalam lelang di dekat Grand Junction, Colorado, menjelaskan dia berhenti dan menawarkan enam pak bir untuk Olsen, serta mendorongnya untuk menjelaskan bagaimana dia memotong Mike. “Saya ingat (dia) mengatakan kepada saya, tertawa, dan dia mendapatkan bir dari tiap orang setiap pekan karena para tetangga yakin dia menjadi sangat kaya karena ayam ini,” kata Waters.

“Sangat kaya” merupakan sebuah opini tentang keluarga Olsen yang menyebar di Friuta. Tetapi menurut Waters, anggapan itu sangat berlebihan. “Dia hanya mendapatkan sedikit uang darinya,” kata Waters. Dia membeli sebuah pemotong rumput yang digunakan untuk lahan pertanian dan dua traktor, untuk menggantikan kuda dan bagal. Dan juga – yang sedikit mewah – sebuah truk pickupChevrolet 1946.

Waters pernah bertanya kepada Lloyd Olsen apakah dia merasa senang. “Dia mengatakan , ‘oh ya, Saya memiliki kesempatan untuk berkeliling dan melihat sebagian negara ini yang mungkin tak pernah saya lihat. Saya dapat membangun dan mendapatkan alat pertanian.”

“Dia masih bertani dalam sisa hidupnya, untuk hidup”. Apa yang terjadi ketika kepala seekor ayam dipotong?
Memenggal memutuskan otak dari seluruh bagian tubuh, tetapi sirkuit sumsum tulang belakang masih mendapatkan oksigen dalam jangka pendek. anpa masukan dari otak sirkuit ini akan bertindak spontan. “Sel urat syarat mulai aktif, kaki-kaki mulai bergerak,” kata Dr Tom Smulders dari Universitas Newcastle.

Biasanya ayam akan jatuh ketika ini terjadi, tetapi dalam sebuah kasus yang langka, sel urat syarat ini akan memicu gerakan untuk berlari.”Ayam ini akan berlari untuk sementara waktu,” kata Smulders.
“Tetapi tidak untuk 18 bulan, tetapi sekitar 15 menit atau lebih”.

Flu Lebih Cepat Menular Dari Saudara Daripada Dari Ibu


Penelitian terbaru terhadap 1.306 bayi menemukan bahwa batuk rejan pada bayi saat ini lebih sering ditularkan oleh saudara kandung dibanding oleh ibu si bayi. Padahal semula diduga para ibulah yang paling sering menularkan batuk rejan akibat kedekatannya dengan anak-anak yang masih bayi. Hingga pada 2008, banyak peneliti curiga bahwa bukan ibu sumber utama penularan batuk rejan pada bayi.

“Mengetahui darimana mereka tertular penyakit itu adalah hal penting, jadi kita bisa mencari pendekatan pencegahan dan pengobatan yang sesuai,” kata Tami Scoff dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat. Menurut CDC, batuk rejan dapat menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian bagi bayi.

Penyakit ini lebih dikenal dengan istilah resmi, Pertusis. Dulu, sang ibu dikenal sebagai orang yang paling mungkin menularkan infeksi Pertusis kepada anaknya. Dalam studi baru ini, para peneliti menggunakan data antara tahun 2006 dan 2013 dari 1.306 bayi di tujuh negara bagian, seperempat dari mereka berumur kurang dari dua bulan.

Mereka meneliti dengan cara menanyakan siapa yang mengidap batuk rejan ini antara satu sampai tiga bulan sebelum bayi-bayi itu memulai batuknya. Dengan hal ini, para peneliti dapat mengetahui apa dan siapa sumber infeksi atas 44 persen bayi itu.

Hasilnya adalah, saudara kandung mereka lah yang paling mungkin menularkan batuk rejan ini, dengan persentase 36 persen, dibandingkan dengan para ibu, yakni 21 persen dan para ayah hanya mencapai 10 persen.

Para peneliti itu kemudian menulis dalam jurnal Pediatrics bahwa perubahan ini tidaklah mengejutkan. Pasalnya, batuk rejan pada saat ini menjadi hal yang sering terjadi kepada anak-anak. Hal ini diakibatkan proteksi versi vaksin batuk rejan terbaru yang melemah dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi masuk akal bahwa kita melihat transisi dari ibu ke saudara kandung sebagai sumber infeksi,” kata Skoff kepada Reuters Health. Penelitian ini, menurutnya, menunjukkan bahwa meskipun orang-orang disekitar bayi itu telah divaksinasi, hal itu tidak akan menghalangi batuk rejan untuk menular.

Malahan, ia menyarankan bagi para wanita untuk mendapatkan vaksinasi batuk rejan ketika sedang mengandung, agar antibodinya dapat diturunkan ke janin. Antibodi itu akan dapat memproteksi bayi tersebut hingga ia cukup dewasa untuk divaksinasi.

“Kalian bisa memberikan proteksi langsung kepada ibu dan bayinya,” ujar Skoff. “Terdapat beberapa data di Inggris yang menunjukkan bahwa vaksinasi pada saat kehamilan sangat efektif. Data itu sangat menjanjikan, maka dari itu kita menggunakan strategi ini.”