Monthly Archives: Agustus 2013

Panduan Lengkap Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD)


Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD) merupakan salah satu cara untuk melakukan penurunan berat badan. OCD dikenalkan oleh mentalist ternama Indonesia, Deddy Corbuzier. Diet ini memakai metode puasa tapi masih diizinkan untuk minum air putih selama puasa yang terpenting tidak mengonsumsi asupan kalori.

OCD memiliki waktu makan yang berbeda-beda atau disebut ‘jendela makan’ dalam e-book yang ditulis oleh pria 36 tahun itu. Jendela makan adalah waktu Anda boleh menyantap makanan. Keempat tingkat OCD dimulai dari 16 jam puasa, 18 jam, 20 jam, hingga akhirnya 24 jam atau sehari satu kali. Bingung bagaimana bisa tidak makan seharian? Apa artinya tubuh akan lemas?

Puasa 24 jam dalam OCD berarti Anda hanya boleh makan sekali dalam sehari. Misalnya, Anda baru makan pukul 10 pagi. Jika sudah memasuki tahap 24 jam berarti Anda baru menyantap makanan kembali pukul 10 pagi esok harinya. Meskipun hanya makan sekali, bukan berarti Anda menjadi rakus.

Waktu untuk memulai makan Anda yang menentukan. Akan tetapi, bukan makan pagi hari. “Ingat bukan menjadi rakus, bukan makan pagi dan selama puasa Anda boleh minum apa pun yang tidak berkalori,” tulis Deddy dalam e-book berjudul ‘OCD’ yang sudah diluncurkannya sejak lima minggu lalu.

Banyak orang menganggap bahwa puasa 24 jam akan menyebabkan pusing atau maag kambuh. Itu tidak akan terjadi saat menjalani diet OCD dengan puasa 24 jam. Ingat, Anda masih bisa meminum air putih sebanyak mungkin saat puasa OCD untuk menambah cairan dalam tubuh. Jika Anda sudah bisa mencapai tingkat 24 jam, otomatis tubuh sudah beradaptasi.

“Maag terjadi ketika asupan makan pertama dan asupan makan kedua terlalu jauh. Kalau nggak makan pagi dulu nggak akan maag. Saya maag akut dan OCD 24 jam setiap hari, tidak apa-apa. Tidak akan pusing juga. Pusing itu terjadi ketika tidak ada asupan air,” jelas Deddy kepada wolipop di Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).

Puasa 24 jam bisa diterapkan di tengah-tengah minggu sebanyak dua kali. Akan tetapi, saat baru mulai coba dulu satu kali seminggu yang bisa dikombinasikan dengan jendela makan. Dalam e-book ‘OCD’ yang dirilis melalui situs ready for fit, Deddy mencontohkan, jika Anda baru makan pukul 11 kemudian baru makan 11 keesokan harinya lalu masuk ke jendela makan, entah yang makan hanya 8 jam, 6 jam, atau 4 jam. Anda disarankan mengombinasikan yang 4 jam untuk mendapatkan hasil maksimal. Jadi, setelah puasa 24 jam, Anda boleh makan selama 4 jam esok harinya.

Deddy menyarankan, agar bisa konsisten menjalani diet ini, sebaiknya fokus dengan program yang sedang dijalani. Pikirkan bahwa Anda sedang menjalani diet OCD dan seminggu lagi berat badan akan turun. Lakukan itu setiap hari sampai terbiasa. Semua tergantung bagaimana Anda berpikir.

“Kalau Anda mau melakukan ini dan mind set Anda mau melakukan ini Anda akan beradaptasi. Beda dengan mau cari makanan ternyata nggak ada makanan. Otak Anda memerintahkan harus makan tapi nggak ada makanan, stres. Kalau otak Anda mengatakan, saya nggak boleh makan, jadi beda,” tutup pembawa acara Hitam-Putih di Trans7 itu.

Mentalist ternama, Deddy Corbuzier, mengenalkan program penurunan berat badan dengan nama Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD). Diet tersebut menggunakan metode puasa dengan aturan ‘jendela makan’ atau waktu makan. Deddy sudah merilis buku ‘OCD’ sekitar lima minggu lalu. Ia terinspirasi dari supir sewaan mobil yang ditemuinya lima tahun lalu saat ke Hongkong.

Pria 36 tahun itu berbagi pengalaman mengenai peluncuran buku elektroniknya tersebut dengan wolipop. Sekitar empat bulan lalu Deddy berusaha diet untuk mendapatkan tubuh yang bagus karena tuntutan pekerjaannya di bidang entertainment. Biasanya ia selalu makan nasi merah enam kali sehari dengan tambahan dada ayam.

Merasa butuh perubahan, Deddy mencoba diet yang terinspirasi dari supir sewaan mobil yang pernah ia temui ketika ke Hong Kong pada 2008. Supir yang ditemui Deddy merupakan mantan biarawan shaolin dari Cina. Usianya sekitar 70 tahun tapi dengan perawakan wajah sekitar 40 tahun. “So i asked him how can he achieved that? And he shared me a secret. Sebuah rahasia yang menurut saya saat itu tidak masuk di akal namun menarik. Ide ini saya pelajari dari dia selama empat hari berturut-turut,” tulis Deddy dalam e-book-nya.

Setelah mencoba resep tersebut, ternyata hasilnya diluar dugaan. Berat badannya turun drastis serta lingkar pinggangnya mengecil tiga ukuran. “Seumur hidup lemak saya nggak pernah dibawah 10, sekarang lemak saya 20 atau 18, saat ini bisa 8 atau 9. Lemak saya 8% kayak binaraga. Makannya apa? Sate kulit, nikmat banget hidup saya tapi jangan rakus,” tutur Deddy semangat saat berbincang dengan wolipop di Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013).

Pembawa acara Hitam-Putih itu merasa perlu menyebarluaskan ilmu diet yang didapatnya itu. Kemudian ia mencoba menulis ulasan dan mengirimkannya ke sebuah majalah. Sayang, tulisan Deddy ditolak dengan alasan bahwa diet tersebut tidak benar.

Tidak puas melihat hal itu, ia tidak kehabisan akal. Mentalist sekaligus pelatih bela diri itu menyebarkan ulasan yang telah ditulisnya kepada teman-teman sesama aktris. Ternyata diet OCD juga membuahkan hasil. Lingkar pinggang mereka mengecil dan berat badannya turun.

“Ada Vicky Shu, Titi Rajo Bintang, Olla Ramlan, Chico Jerikho, boleh tanya ke mereka. Chico makannya berantakan, dulu dia makannya dada ayam, direbus, diminum, sekarang bisa makan apa saja. Sekarang turun 8 kg itu sekitar sebulan. Dia ambil yang 4 jam,” ujarnya semangat.

Awalnya Deddy tidak berniat menulis buku mengenai diet OCD. Namun pria keturunan Tionghoa itu belum puas kalau tidak disebarluaskan ke masyarakat. Akhirnya ia datang ke beberapa dokter untuk konsultasi. Kemudian beberapa dokter kepercayaannya setuju bila ilmu diet ini diberitahukan kepada khalayak, salah satunya Ketua Anti Ageing di Indonesia dan Eropa, Dr. Freddy Wilmana.

Dengan percaya diri, Deddy mulai menulis sebanyak 30 lembar dalam bentuk buku elektronik atau e-book. Tulisan itu ia selesaikan selama empat hari dan segera merilisnya melalui website yang dibuatnya sendiri yaitu ready for fit. Dalam waktu satu setengah bulan, e-book OCD kini sudah menembus angka 7 juta download. Angka fantastis itu membuat para penerbit ingin menerbitkan bukunya.

“Per detik ini sudah lebih dari 7 juta download. Kalau 7 juta dibagi dua orang sudah 14 juta orang baca. Toko buku nyerang saya untuk menerbitkan buku ini. Saya mau diterbitin tapi tetap edisi freenya bisa di download. Jadi fair dong, kalau mau beli bukunya ya beli saja, tapi ilmunya harus diberikan secara gratis” urai Deddy.

Deddy terus meng-update e-booknya hingga kini mencapai 76 halaman. Pasca meluncurkan buku, ia pun tak jarang mendapat ‘serangan’ dari beberapa ahli nutrisi atau penjual suplemen yang mengatakan bahwa diet tersebut tidak benar. Ia mengaku tidak ambil pusing mengenai hal itu, justru ‘serangan’ dari berbagai pihak luar menjadi saran yang bagus untuk bukunya.

“Saat ini sudah versi terakhir. Terus di-update karena masukan ini, ada orang yang bilang kalau perempuan bisa gini-gini, saya riset lagi ke dokter, jadi bagus ini orang-orang yang menyerang saya,” tutup pria yang akan mengadakan seminar mengenai OCD pada September mendatang.

Minyak Zaitun Untuk Makan Sebaiknya Tidak Dipakai Menggoreng


Kini, Anda bisa menemui banyak varian minyak goreng di pasaran. Misalnya, minyak sayur, minyak sawit, minyak canola, minyak biji bunga matahari, sampai minyak zaitun.

“Minyak canola, biji bunga matahari, dan zaitun memang diklaim lebih sehat dibanding yang lain,” jelas Chef Arnold Poernomo, saat peluncuran Fiesta Seafood di fX, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2013) lalu.

Semua jenis minyak ini dibedakan dari bahan baku utama pembuatannya. Karena bahan bakunya yang berbeda ini, beda minyak jadi beda titik didih dan titik terbakarnya (burning point). Secara tak langsung, hal ini menyebabkan minyak jadi punya fungsinya masing-masing.

“Meski sama-sama minyak untuk makanan, tapi tidak semuanya bisa dipakai untuk menggoreng. Khususnya untuk menggoreng deep fried,” jelasnya.

Ia menambahkan, semua jenis minyak ini bisa digunakan untuk menumis. Karena saat menumis panasnya tidak terlalu tinggi, dan prosesnya hanya berlangsung sebentar.

Namun minyak zaitun sebaiknya tidak digunakan untuk menggoreng dengan teknik deep fried (menggoreng dengan minyak banyak dan panas). Sekalipun dianggap paling sehat, namun minyak zaitun memiliki burning point yang lebih rendah dibanding minyak goreng lainnya. Jadi, ketika terus-menerus dipanaskan akan mudah terbakar dan mengubah rantai molekul di dalamnya. Ini akan membuat minyak tak lagi aman untuk kesehatan.

Selain itu, minyak yang cepat terbakar ini akan membuat makanan cepat gosong, padahal bagian dalamnya belum matang.

“Minyak canola dan biji bunga matahari masih bisa dipakai untuk deep fried,” tutupnya.

Air Berhasil Ditemukan Dibawah Permukaan Bulan


Sekian lama, manusia percaya bahwa Bulan adalah lingkungan yang kering dan tak memiliki air. Kini, pandangan tersebut dibantah oleh penemuan terbaru. Ilmuwan menemukan adanya air magmatik, air yang berasal dari bagian dalam Bulan dan muncul ke permukaan.

Bukti keberadaan air magmatik tersebut ditemukan dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang ada di wahana milik India, Chandrayaan-1. Rachel Klima, pakar geologi keplanetan dari John Hopkins University memublikasikan temuan itu di jurnal Nature Geoscience.

Keberhasilan pengungkapan air magmatik di Bulan dimulai dari hasil penelitian lima tahun lalu. Saat itu, ilmuwan mengungkap bahwa interior Bulan tidak sekering dugaan. Lalu, ilmuwan juga berhasil menemukan air berupa lapisan tipis yang diduga berasal dari angin Matahari yang menumbuk permukaan Bulan.

Memang, penelitian tersebut tidak langsung memberi tanda keberadaan air magmatik. Namun, dari temuan itu, ilmuwan bisa mengidentifikasi tipe batuan di kawah Bulan bernama Bullialdus. Identifikasi membantu memecahkan asal muasal air.

Menurut ilmuwan, tipe batuan di kawah itu disebut norite. Batuan tersebut biasanya mengkristal dan terjebak saat magma keluar dari bagian dalam. Ilmuwan lewat penelitian selanjutnya mengungkap bahwa jenis batuan ini tak cuma ditemukan di kawah Bullialdus.

Dalam risetnya, Klima menganalisis lingkungan kawah Bullialdus dengan bantuan Moon Mineralogy Mapper. Terungkap bahwa kawah itu punya kandungan hidroksil lebih banyak dari lingkungannya. Hidroksil ialah molekul yang terdiri atas satu atom oksigen dan satu atom hidrogen, komponen penyusun air.

Menurut ilmuwan, wilayah kawah Bullialdus bukan merupakan wilayah yang terpapar angin Matahari. Jadi, bila ada air di tempat itu, asalnya bukan dari tumbukan angin Matahari dan permukaan Bulan. Diduga kuat, hidroksil merupakan bukti adanya air magmatik.

Diberitakan Universe Today, keberadaan air magmatik ini menyuguhkan informasi baru akan proses vulkanik dan komposisi internal Bulan. Pemahaman akan hal tersebut akan membantu mengetahui proses pembentukan Bulan serta perubahan proses magmatik.Bukti-bukti terbaru mengindikasikan kandungan air di Bulan. Para ilmuwan menemukan jejak air dari sampel tanah Bulan yang dibawa pulang misi Apollo empat dekade lalu.

Jejak air diketahui dari kandungan zat kimia yang mudah menguap di dalam butiran-butiran kaca berwarna-warni dari sampel tanah Bulan. Kerikil semacam ini biasanya terbentuk dari tetesan lava yang membeku saat menerobos ke permukaan. Kerikil-kerikil kaca tersebut diperkirakan terbentuk dari percikan lava saat terjadi letusan vulkanik sekitar 3 miliar tahun lalu.

Sekitar 95 persen kandungan air mungkin menguap ke ruang angkasa. Kadar air di dalam kerikil kaca tersebut hanya sekitar 46 ppm (bagian per mil) atau jauh lebih kecil daripada mineral serupa di Bumi.
“Saya pikir jika beruntung kita segera melihatnya. Tapi seperti kebanyakan orang, saya juga berpikir bahwa peluangnya kecil,” ujar Alberto Saal, pakar geokimia dari Universitas Brown. Ia dan timnya melaporkan temuan tersebut dalam jurnal Nature terbaru.

Untuk mengungkap misteri air di Bulan, NASA telah menyiapkan pengiriman satelit LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) tahun ini. Satelit tersebut akan mengamati kutub-kutub Bulan di samping melakukan survei pendahuluan untuk mempersipakan misi pendaratan manusia ke Bulan pada satu dekade ke depan.

Selain itu, pencarian air juga menjadi salah satu fokus misi LCROSS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) yang akan diluncurkan tahun 2009. LCROSS akan menghunjamkan dua instrumen yang dibawanya ke permukaan Bulan untuk mendapatkan sampel lebih dalam.

Limbah Ikan Mampu Mengawetkan Daging Ayam


Riset yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) menghasilkan temuan bahwa kitosan, produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan, dapat mengatasi adanya bakteri pada daging ayam.

“Penelitian kami mengkaji pengaruh kitosan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi tertentu terhadap laju mortalitas (kematian) bakteri Staphylococcus aureus, E. Coli, dan Salmonella dengan sampel daging ayam bagian paha dan dada,” kata Rizal Eko Kurniawan, juru bicara mahasiswa peneliti itu melalui Humas IPB di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Rizal Eko Kurniawan melakukan penelitian tersebut bersama sejawatnya Metrizal Abdi Taufik, dan Fitriah Idris.

Ia menjelaskan bahwa kitosan merupakan produk turunan dari polimer kitin, yaitu produk samping atau limbah dari pengolahan industri perikanan, khususnya udang dan rajungan.

Penelitian itu, katanya, mengacu pada Bacteriological Analytical Manual, Food and Drug Administration, AOAC Internasional.

Daging ayam, katanya, merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer di masyarakat karena memiliki kandungan sumber protein hewani yang baik.

Namun, dari segi keamanan pangan, katanya, mikroba patogen seperti Salmonella, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya kontaminasi pada daging ayam selama proses mempersiapkan daging.

“Cemaran mikroba dalam bahan pangan asal hewan serta olahannya menjadi masalah yang menjadi perhatian utama dari konsumen,” katanya.

Menurut dia, ide penggunaan kitosan ini merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P) yang dikembangkan dan dimanfaatkan kembali agar penelitian terkait kitosan ini dapat bermanfaat.

Lulusan IT Kebanyakan Tidak Siap Kerja Karena Banyak Dosen Tidak Punya Pengalaman Kerja


Pakar Teknologi Informasi dari ITB, Budi Rahardjo. menyatakan banyak lulusan program IT tak siap menghadapi dunia kerja.

“Mereka tidak siap karena memang ada kesenjangan materi yang diajarkan di kampus dan apa yang dibutuhkan di industri,” kata Budi di Jakarta, Kamis.

Budi menjelaskan banyak dosen yang sebenarnya tidak mengerti kebutuhan industri sehingga tak bisa memberikan materi yang diperlukan dalam dunia kerja.

“Kebanyakan dosen lulus langsung jadi dosen, mereka belum pernah mencoba sendiri bekerja di dunia industri, selain itu soft skill sulit diajarkan di kampus karena keterbatasan waktu,” katanya.

Budi menyarankan mahasiswa untuk memanfaatkan program magang di perusahaan-perusahaan selama kuliah sehingga saat lulus mereka memiliki bekal talenta memadai.

“Kerja sama industri dan perguruan tinggi harus ditingkatkan dalam mengadakan program internship agar mahasiswa nantinya punya kesempatan mengenal lapangan sebelum lulus,” kata dia.

Audio Bioharmonic System Tingkatkan Hasil Panen Bawang Putih


Universitas Negeri Yogyakarta memberikan pelatihan “audio bioharmonic system” kepada petani bawang di Desa Tirtomulyo, Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk meningkatkan hasil panen komoditas itu.

“Audio Bioharmonic System adalah cara pemupukan daun dengan pengabutan larutan pupuk yang mengandung trace mineral yang digabungkan serentak bersama gelombang suara berfrekuensi tinggi,” kata instruktur pelatihan Nur Kadarisman di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, konsep kerja teknologi ini adalah penyemprotan nutrisi yang berupa pupuk daun dengan memakai bantuan pemasangan generator penghasil gelombang suara.

“Keduanya digabungkan sehingga menjadi dua aktivitas yang bekerja sinergis, harmonis, dan saling mendukung sehingga mampu meningkatkan efisiensi fotosintesis,” kata dosen Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA UNY itu.

Ia mengatakan, “Audio Bioharmonic System” berawal dari mitos yang berkembang di masyarakat bahwa apabila tanaman yang sedang mereka kerjakan terdapat suara-suara binatang seperti jangkrik, orong-orong, kinjeng tangis, dan garengpung hasil panennya akan berlimpah.

Berdasarkan penelitian berjudul “Spektrum Bunyi Binatang Alamiah Sebagai Local Genius untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tanaman Holtikultura” menunjukkan hasil yang mengembirakan karena dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas beberapa tanaman holtikultura.

“Penelitian tersebut menggunakan teknologi gelombang suara jangkrik, kinjeng tangis, dan garengpung untuk menyuburkan tanaman menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi antara 3.500 Hz hingga 5.000 Hz dan dipadu nutrisi organik melalui daun,” katanya.

Dosen Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas MIPA UNY Agus Purwanto mengatakan, “Audio Bioharmonic System” dapat mempercepat pertumbuhan tanaman baik tinggi maupun diameter batang serta meningkatkan produktivitas hasil panen.

Menurut dia, dari pengamatan peneliti terhadap tanaman bawang dan kentang di Pegunungan Dieng dengan kebun seluas 15 hektare, pertumbuhan diameter tanaman dan produktivitasnya bisa meningkat 150-200 persen.

“Setelah diadakan pelatihan `Audio Bioharmonic System`, mahasiswa KKN PPM UNY akan mendampingi para petani selama dua bulan untuk menerapkannya pada lahan mereka,” katanya.

Lumba Lumba Ternyata Memanggil Temannya Dengan Nama


Tim peneliti dari University of St Andrew di Skotlandia menemukan bukti bahwa lumba-lumba saling memanggil dengan “nama”, menggunakan siulan unik untuk mengidentifikasi satu sama lain.

Menurut hasil riset yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, mamalia laut itu saling memanggil dengan siulan berbeda dan merespon ketika mendengar siulan yang menjadi “nama” mereka.

Dr Vincent Janik dari Unit Penelitian Mamalia University of St Andrew, mengatakan lumba-lumba hidup di lingkungan tiga dimensi dan butuh hidup bersama dalam sebuah kelompok.

“Binatang ini hidup di lingkungan yang membuat mereka butuh sistem sangat efisien untuk saling berhubungan,” katanya seperti dilansir laman BBC.

Para ilmuwan meneliti siulan lumba-lumba dengan merekam suara sekelompok lumba-lumba dan menangkap siulan masing-masing hewan itu lalu memutar ulang siulan dengan pengeras suara kedap air.

“Kami memutar siulan penanda hewan-hewan itu dalam kelompok dan memainkan siulan lain dalam repertoar mereka dan kemudian ada siulan penanda dari populasi yang berbeda,” katanya.

Peneliti menemukan bahwa setiap individu lumba-lumba hanya merespon panggilan terhadap mereka dan membalasnya dengan siulan.

Tim peneliti yakin lumba-lumba berlaku seperti manusia: ketika mereka mendengar nama mereka dipanggil, mereka menjawab.

“Mereka tidak bisa melihat satu sama lain, tidak bisa menggunakan bau di dalam air, yang merupakan indera penting mamalia untuk pengenalan. Mereka juga tidak sering bersama dalam satu tempat, jadi mereka tidak punya sarang untuk kembali,” kata Janik.