Monthly Archives: Juli 2012

Siswa SMA Negeri 5 Kota Madiun Ciptakan Baterai Listrik Tenaga Air


Umumnya listrik diperoleh dari perubahan energi kinetik melalui generator. Energi kinetik untuk menggerakkan generator bisa diperoleh dari uap yang dihasilkan dari pembakaran sumber energi fosil seperti minyak, batubara, dan gas. Energi kinetik untuk menggerakkan generator juga bisa bersumber dari aliran air atau udara.

Namun sumber energi fosil yang digunakan untuk listrik menimbulkan polusi dan energinya terbatas atau tidak dapat diperbarui (unrenewable). Maka dari itu dibutuhkan sumber energi alternatif lain yang cadangannya lebih besar dan tidak berdampak polusi. Salah satunya adalah air. Air yang dimanfaatkan sebagai elektrolit atau penghantar bisa mengalirkan arus listrik dari ion yang terdapat pada logam seperti seng (Zu) dan tembaga (Cu).

Di Jawa Timur, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Kota Madiun berhasil menciptakan sumber energi listrik dari proses elektrokimia antara air, seng, dan tembaga. Rangkaian atau perangkat energi listrik itu disebut dengan baterai air.

Salah satu siswa SMA Negeri 5 Kota Madiun, Emlirisda, mengatakan karya yang diciptakan bersama teman-temannya itu bermula dari ide untuk mendapatkan sumber energi listrik alternatif selain dari energi fosil. Selain itu, diharapkan karya mereka juga tepat guna dan ramah lingkungan. Lalu muncul ide memanfaatkan air sebagai penghantar ion yang mengandung listrik dari logam jenis seng dan tembaga. “Rangkaiannya terdiri dari seng, tembaga, kabel, penjepit, pipa penyaring, lem, dan bola lampu,” ujar siswa kelas XII IPA 1 ini pada Tempo, Sabtu, 28 Juli 2012.

Seng dan tembaga merupakan dua jenis logam dengan beda potensial atau tegangan yang tinggi dibanding logam lain. Cara kerja baterai air ini dimulai dari lempengan atau sel seng dan tembaga yang direndam dalam sebuah tempat berisi air. Lempengan seng dan logam ditata sejajar atau berhadapan dan tidak boleh bersentuhan atau berhimpitan.

Dalam proses ini, seng berfungsi sebagai elektroda negatif dan tembaga adalah elektroda positif. “Larutan ion negatif pada seng akan berpindah atau tertarik ke tembaga yang berkutub positif melalui perantara air sebagai elektrolit (penghantar),” ucap Emlirisda.

Sehingga muncul larutan ion yang mengandung energi listrik. Energi listrik yang timbul itu dialirkan melalui kabel berarus positif dan negatif yang dipasang pada tiap lempengan seng dan tembaga. Dari situ, energi listrik dalam kabel dialirkan ke bola lampu hingga memancarkan cahaya.

Sementara itu, lem digunakan untuk merekatkan rangkaian kabel dan pipa penyaring yang berfungsi sebagai sirkulasi air jika air dibuat mengalir. Sedangkan klip penjepit kabel digunakan untuk menyambungkan aliran listrik dari rangkaian kabel pada lempengan ke rangkaian kabel yang menuju lampu.

Eksperimen baterai air karya siswa ini dilakukan dengan menggunakan masing-masing enam lempengan atau enam sel seng dan tembaga. “Hasilnya, satu selnya (lempengan seng dan tembaga) mengandung daya listrik 0,9 volt,” ucap siswa lain, Vitara Hardinia.

Sehingga enam sel akan menghasilkan tegangan listrik 5,4 volt. Tegangan 5,4 volt itu dihasilkan jika tanpa beban atau tanpa dihubungan dengan lampu. “Kalau menggunakan beban (lampu menyala), total menghasilkan tegangan 2,4 volt,” ucap siswa kelas XII IPA 2 ini.

Jika butuh tegangan listrik yang lebih besar, maka cukup menambah jumlah lempengan atau sel seng dan tembaga dalam rangkaian. Cahaya yang timbul dari energi listrik dengan menggunakan masing-masing enam lempeng seng dan tembaga itu teruji tahan satu bulan tanpa mati.

Penggunaan baterai air oleh siswa setempat pertam kali digunakan di bidang pertanian. Cahaya yang dihasilkan dari listrik baterai air jadi perangkap serangga hama. Terapan baterai air model ini disebut dengan Water Electric Light Trap (WELT) atau perangkap cahaya listrik dari air. Sebagai perangkap, lampu yang menyala dengan listrik baterai air diletakkan di atas alat penggorengan sebagai tempat untuk mengumpulkan serangga. “Serangga bersayap akan tertarik dengan cahaya sehingga terkumpul dan jatuh kesini (alat penggorengan),” Vitara menjelaskan.

Penelitian mereka ini telah dibukukan dalam karya ilmiah dan mendapat juara III karya tulis ilmiah tingkat SMA dalam Lomba Inovasi Teknologi Lingkungan (LITL) pada Maret 2012 yang diselenggarakan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Karya tulis ilmiahnya berjudul “Baterai Air Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Water Electric Light Trap Pengendali Hama Non Pestisida”. Baterai air ini juga pernah dipertontonkan dalam pameran teknologi tepat guna nasional di Yogyakarta pada 22-26 September 2010.

Baterai air ini ternyata juga ramah lingkungan. Selain menghasilkan listrik, bekas air yang digunakan bisa dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. “Bekas airnya mengandung seng yang dibutuhkan tanaman agar lebih kuat,” ucap Vitara.

Guru pembina Fisika SMA Negeri 5 Kota Madiun Imam Zuhri mengatakan baterai air ini sederhana, bisa dibuat siapa saja, dan dimanfaatkan dimana saja selama ada sumber air. “Air ada dimana-mana dan cara kerjanya tidak rumit,” tuturnya.

Menurutnya, segala sesuatu yang mengandung air termasuk tanaman bisa menimbulkan energi listrik melalui proses elektrokimia. Siswa setempat juga pernah menciptakan energi listrik serupa dengan tanaman kaktus sebagai elektrolit atau penghantar. “Dibanding menggunakan kaktus, energi yang dihasilkan dengan media air lebih tahan lama,” Imam menegaskan. Sebab kadar asam pada kaktus bisa menimbulkan korosi atau karat pada logam sehingga mempengaruhi tingkat kualitas ionisasi logam terutama seng.

Tsunami Tertua Di Indonesia Terjadi Di Pulau Ambon dan Seram dan Menewaskan 2.322 orang


Lonceng-lonceng di Kastel Victoria di Leitimor, Ambon, berdentang sendiri. Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Tak lama kemudian air laut datang dengan suara bergemuruh.

Demikian penggalan catatan naturalis Georg Everhard Rumphius tentang gempa dahsyat disusul tsunami yang melanda Pulau Ambon dan Seram pada 17 Februari 1674. Catatan itu dibuat Rumphius pada 1675 dan jadi satu-satunya naskah yang diterbitkannya semasa hidup.

Kastel Victoria di Leitimor itu kini ada dalam kompleks Benteng Victoria, Ambon. Lokasi benteng ini persis di seberang Kantor Gubernur Provinsi Maluku. Saat ini benteng itu dijadikan kompleks perkantoran dan perumahan Komando Daerah Militer XVI/Pattimura.

Catatan Rumphius itu sejauh ini merupakan dokumentasi lengkap tertua yang dibuat tentang gempa dan air laut naik (istilah tsunami belum dikenal saat itu) di Nusantara. Sebelumnya, bahkan hingga ratusan tahun kemudian, kisah tsunami di Nusantara lebih kerap disebutkan dalam cerita lisan.

Awalnya, naskah ini disimpan di Perpustakaan Kerajaan Belanda di Den Haag dalam kategori anonim. Baru pada tahun 1871 ditetapkan bahwa laporan itu dibuat Rumphius. Pada tahun 1998, catatan itu diterbitkan kembali atas transkripsi W Buijze.

MJ Sirks PhD, profesor genetika dari Universitas Groningen dalam tulisan Rumphius, the Blind Seer of Amboina menyatakan, Rumphius begitu terikat dengan Ambon karena selama hampir 50 tahun dia tinggal di sana dan mengalami tragedi sekaligus kebahagiaan dalam pekerjaannya.

Penyaksi buta

Kisah perjalanan Rumphius memang penuh tragedi. Dia menghabiskan masa mudanya di Hanau, Jerman, tempat ayahnya, August Rumpf, menjadi arsitek terkenal. Namun, itu tidak menghalangi ketertarikan Rumphius untuk menjadi petualang. Ia berharap untuk melihat dunia yang lebih besar dari Hanau.

Rumphius pun meminta gurunya, Count Ludwig von Solms Grifenstein-Braunfels, untuk didaftarkan sebagai tentara Republik Venesia.

Namun, setelah naik ke kapal di Holland, bagian barat Belanda, ia sadar telah ditipu. Rumphius ternyata justru dimasukkan menjadi tentara West Indies Company (WIC). Awalnya dia memang akan dikirim sebagai prajurit ke Venesia, namun kapal itu mengubah haluan dan membawa para prajurit itu ke Brasil.

Di tengah jalan, kapal Swarte Raef, yang membawa Rumphius, diserang kapal Portugis. Rumphius kemudian dibawa ke Portugis. Di sana ia dan teman- teman prajuritnya dilatih untuk menjadi tentara Portugis.

Periode ini menjadi titik balik kehidupan Rumphius. Di Portugis, keinginan bertualangnya tersalurkan ke arah lain. Ia mendengar begitu banyak cerita luar biasa tentang dunia timur, dunia tumbuhan yang aneh, dan hewan-hewan asing yang juga aneh. Semua itu membuat keinginan Rumphius untuk menjelajah kian besar.

Setelah meninggalkan Portugis pada 1648 atau 1649, Rumphius kembali ke Hanau. Pada akhir 1652, ia mendaftarkan diri sebagai tentara East Indies Company (EIC). Pada Juni 1653, dia pun mendarat di Batavia dan pada 8 November ia pergi ke Pulau Ambon.

Menjadi tentara ternyata tidak memuaskannya. Gubernur Ambon saat itu, Jacob Hustaerdt, kemudian memberinya tugas sipil. Pada 1662 Rumphius resmi menjadi menjadi pegawai perdagangan di perusahaan EIC.

Pada saat itu juga Rumphius mulai mempelajari hewan dan tumbuhan di Ambon secara sistematis. Selama bertahun-tahun ia mendedikasikan waktu luangnya untuk belajar dan menulis tentang flora dan fauna Ambon.

Rumphius kemudian menjadi pimpinan di Hitu, sebuah daerah di pesisir utara Jazirah Leihitu di bagian utara Pulau Ambon. Di sana ia tinggal bersama keluarganya. Setelah dibebastugaskan dari perusahaan, Rumphius menemukan kebahagiaan dengan meneliti alam.

Namun, pada tahun 1770 Rumphius mengalami tragedi tragis. Dia kehilangan penglihatannya, tanpa ada penjelasan penyebabnya. Kebutaan yang dialami tidak menghalanginya untuk melanjutkan penelitiannya tentang flora dan fauna Ambon.

Dalam ilmu alam, Rumphius menghasilkan tiga kerja besar: Amboinsch Kruidboek, Amboinsch Rariteitkamer, dan Amboinsch Dierboek.

Kruidboek atau ”Herbarium Amboinense” dipandang sebagai karya terbesar Rumphius. ”Di antara tulisan-tulisan itu ada tulisan Rumphius lain yang kurang penting. Akibatnya, Tuan-tuan yang Mulia, ia tidak terlalu merekomendasikannya. Ada yang Amboinsche-Rariteitkamer, yang terdiri dari tiga buku, dan masih ada buku lain, Land-, Lugt-en Zeegedierten dari kepulauan ini…” (dari surat Gubernur Ambon ke Gubernur Jenderal di Batavia pada 20 Mei 1697).

Pada 1679 dan 1680, Gubernur Ambon memberikan asisten yang bernama Daniel Crul untuk membantu kerja Rumphius. Anak Rumphius, Paulus Augustus, juga membantu, setidaknya dari 1686. Rumphius menghasilkan banyak sekali karya sehingga Gubernur Ambon Dirck de Haes menulis, ”Pekerjaan sepertinya telah selesai, dan saat ini ada 1.720 bab termasuk 12 buku.”

Namun, tragedi rupanya tidak menjauh dari Rumphius. Dalam kebakaran besar di Ambon, pada 11 Januari 1670, buku, koleksi, dan manuskrip Rumphius turut hancur. Untungnya sebagian buku utama bisa diselamatkan, namun gambar-gambar yang dibuat Rumphius sebelum tahun 1670 turut dimakan api.

Tragedi terbesar

Bagi Rumphius, tragedi terbesar yang dialaminya terjadi pada 1674, ketika gempa dan gelora tsunami melanda. Bukan hanya karena petaka itu menewaskan 2.322 orang di Pulau Ambon dan Seram, tetapi juga menewaskan istri Rumphius dan salah satu anak perempuannya.

Hila, di dekat Hitu, disebut Rumphius sebagai daerah yang paling menderita. ”Begitu gempa mulai menggoyang, seluruh garnisun, kecuali beberapa orang yang terperangkap di atas (benteng), mundur ke lapangan di bawah benteng, menyangka mereka akan lebih aman. Akan tetapi, sayang sekali tidak seorang pun menduga bahwa air akan naik tiba-tiba ke beranda benteng (Amsterdam),” tulis Rumphius.

Air itu sedemikian tinggi hingga melampaui atap rumah dan menyapu bersih desa. Batuan koral terdampar jauh dari pantai. Sebanyak 1.461 orang tewas di Hila.

Sedangkan di Hitu, menurut Rumphius, air laut naik hingga setinggi 3 meter dan menyeret rumah-rumah kompeni. Sedikitnya 36 orang tewas.

Dengan rinci Rumphius mengisahkan kondisi desa-desa di Ambon dan Seram yang hancur akibat peristiwa itu. Sedikitnya ada 11 desa yang dideskripsikan Rumphius.

Desa-desa itu terentang di sepanjang pesisir utara Jazirah Leihitu, mulai dari Larike di ujung barat hingga Tial di ujung timur. Di Pulau Seram yang tercatat adalah tempat-tempat di daerah Huamual, seperti Tanjung Sial dan Luhu. Catatan lain juga berasal dari Oma di selatan Pulau Haruku dan Pulau Nusa Laut.

Dalam khazanah mitigasi bencana, catatan Rumphius ini merupakan warisan penting karena memberi kesaksian bahwa Nusantara memiliki riwayat gempa dan tsunami yang sangat panjang. Jauh sebelum tsunami dahsyat melanda Aceh pada 26 Desember 2004, Rumphius telah menuliskan tentang bencana sejenis di bagian timur Nusantara.

Sayangnya, catatan rinci Rumphius itu tak banyak diketahui masyarakat Ambon dan Seram. Nama Rumphius bahkan tidak begitu dikenal.

”Tidak banyak yang tahu tsunami yang katanya dicatat Rumphius. Kalau gempa di sini memang sering terasa, tapi masyarakat tidak lari ke bukit, malah diam di tempat,” kata Damri Lating (49), warga Hila.

Hal senada diungkapkan Said Lumaela (52), warga Kaitetu, desa yang bersebelahan dengan Hila. ”Pernah dengar tentang Rumphius, tetapi tidak tahu itu soal apa,” katanya.

Cara Membiakkan Kapang Penisilin


Impor obat antibiotik amoksisilin turunan beta-laktam berbahan baku kapang penisilin tahun 2008 tercatat 1.020.928 kilogram. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melakukan riset pembiakan kapang penisilin untuk memutus rantai ketergantungan impor bahan baku antibiotik ini.

”Pembuatan fermentor penisilin skala percontohan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serpong mencapai 2.500 liter satu kali siklus hingga maksimal 10 hari. Dukungan teknologi sudah siap untuk menuju produksi massal industri,” kata Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Bambang Marwoto, Kamis (28/6), di Jakarta.

Kapang penisilin merupakan bahan baku amoksisilin. Antibiotik yang termasuk obat esensial ini banyak digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Kepala Program Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT Hardaning Pranamuda menuturkan, di Amerika Serikat amoksisilin masuk dalam 10 besar obat resep generik. Produksi bahan baku amoksisilin membuka peluang untuk pengembangan produksi antibiotik lain.

Resistensi atau ketahanan bakteri terhadap amoksisilin mungkin saja terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Tetapi, bukan berarti industrinya akan terhenti. ”Produksi amoksisilin menjadi model untuk pengembangan jenis-jenis antibiotik lain menyesuaikan kebutuhan,” kata Bambang.

Kandungan lokal

Sumber pembiakan penisilin, menurut Bambang, banyak terdapat di sekitar kita. Unsurnya meliputi karbon, nitrogen, dan mineral. Untuk pembuatan antibiotik amoksisilin diperkirakan kandungan lokalnya sampai 80 persen.

Untuk memperoleh karbon, digunakan gula atau tepung- tepungan yang dihidrolisis. Unsur nitrogen didapatkan dari kacang-kacangan. Mineral diperoleh dari bahan pangan yang biasa kita konsumsi.

Penisilin sebagai pembunuh bakteri pada awalnya ditemukan Alexander Fleming tahun 1928. Kapang penisilin umumnya tumbuh sebagai benang-benang jamur roti.

Penisilin yang diperoleh dalam metabolisme kapang itu berupa Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum. Pembiakan lebih lanjut dilakukan untuk memperoleh Penisilin G dan Penisilin V yang siap untuk proses pembentukan 6-Amino penicillanic acid (6-APA).

”Selanjutnya, 6-APA direaksikan secara kimiawi dengan dane salt (salah satu jenis garam) untuk memperoleh amoksisilin,” kata Bambang.

Rantai produksi dalam skala pilot plant (pabrik percontohan) itu tidak hanya dikerjakan BPPT. BPPT menangani proses fermentasi untuk memproduksi penisilin G. Penggunaan penisilin G untuk memproduksi senyawa perantara 6-APA dikerjakan Institut Teknologi Bandung (ITB), sekaligus pada proses kimiawi dengan dane salt sampai menghasilkan amoksisilin hidrat.

Berikutnya, terlibat Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) pada proses akhir menuju produksi amoksisilin.

”Dari sejumlah konsorsium lembaga riset itu, sebetulnya kita sudah siap membangun industri antibiotik amoksisilin dengan kandungan lokal yang optimal,” kata Bambang.

Generasi pertama

Amoksisilin merupakan antibiotik generasi pertama yang diresepkan sebagai obat generik. Beberapa antibiotik generasi pertama lain adalah ampicilin, dicloxacillin, cloxacillin, dan oxacillin.

Antibiotik generasi kedua melalui proses yang lebih rumit, tidak lagi melalui proses pembentukan 6-APA. Beberapa antibiotik generasi kedua yang ada di pasaran adalah cephradinie, cefadroxil, cephalexin, cefroxadine, dan cefprozil.

Harga antibiotik generasi lebih baru tentu saja mahal. Saat ini, antibiotik generasi ketiga sudah dihasilkan. Hal itu antara lain antibiotik cefoxitin dan cefmetazole, yang tergolong mahal di pasaran.

Hardaning mengatakan, kekayaan biodiversitas di Indonesia sangat menunjang penemuan jenis-jenis kapang lain untuk memproduksi antibiotik. Pada masanya nanti, suatu jenis antibiotik tidak dapat digunakan lagi ketika bakteri yang ingin dibunuh ternyata memiliki kekebalan terhadap antimikroba tersebut.

Karena itu, sudah saatnya kegiatan riset pembuatan antibiotik direalisasikan menjadi sebuah industri yang bisa berkelanjutan.

Terumbu Karang Di Raja Ampat Miliki Potensi Antibiotik Super


Perairan Raja Ampat memendam potensi antibiotik ampuh yang mampu melawan bakteri patogen dan bakteri yang telah resisten dengan antibiotik yang sudah beredar saat ini.

Chelzie Crenna Darusallam dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengungkapkan hal tersebut dalam seminar setengah hari bertema bioteknologi kelautan di Gedung Eijkman, Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Chelzie meneliti keragaman mikroorganisme yang bersimbiosis dengan invertebrata seperti karang lunak, karang batu, spons dan siput laut. Riset sebenarnya tidak hanya dilakukan di perairan Raja Ampat, tetapi juga di Karimunjawa.

“Hasil penelitian, kami menemukan 10 mikroba di Raja Ampat dan 10 mikroba di wilayah Karimunjawa berpotensi menghasilkan senyawa antibiotik,” kata Chelzie yang menuturkan bahwa kebanyakan bakteri yang ditemukan termasuk golonga Bacillus (berbentuk batang).

Selain mampu melawan bakteri patogen, Chelzie mengungkapkan bahwa bakteri yang ditemukan terbukti mampu melawan bakteri lain yang telah resisten pada antibiotik (MDR Strain).

“Hal ini cukup penting karena ini berarti bahwa muikroorganisme yang kita peroleh punya kemampuan untuk memproduksi anti agent yang lebih powerful dari antibiotik yang ada saat ini,” jelas Chelzie.

Mikroba Sangat Potensial

Dalam simbiosis antara mikroba dengan invertebrata, antibiotik bisa dihasilkan oleh salah satu atau peran keduanya. Riset membuktikan, kemampuan invertebrata menghasilkan antibiotik sebagian besar disebabkan oleh mikroba yang bersimbiosis dengannya.

Ocky Karna Radjasa, pakar mikrobiologi laut dari Departemen Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro mengungkapkan bahwa meski ada invertebrata yang bisa menghasilkan senyawa antibiotik, mikroba lebih potensial.

“Menghasilkan antibiotik dari mikroba lebih ramah lingkungan. Selain itu kalau kita menghasilkan dari invertebrata, kita butuh lahan dan potensial muncul adanya konflik kepentingan,” jelas Ocky.

Produksi antibiotik memanfaatkan invertebrata juga tidak ekonomis. Pertumbuhan invertebrata sangat lambat, setahun hanya 1 – 2 cm. Dengan demikian, pemanenan butuh waktu lama.

“Selain itu, sehebat apapun pertumbuhannya, yang dihasilkan sedikit, hanya 1 gram per satu ton. Kalau orang bisa menumbuhkan dengan cepat dan senyawanya banyak itu bagus, tapi sementara ini yang visible itu mikroba,” papar Ocky.

Menurut Ocky, Indonesia kaya akan mikroba laut yang bisa menghasilkan senyawa berharga. Penggalian potensi mikroba laut adalah salah satu cara memanfaatkan sumber daya alam untuk mendatangkan keuntungan.

“Dalam penelitian di Raja Ampat kemarin saja, 80 persen spons yang kita temukan belum teridentifikasi. Jadi, ini baru. Kalau jenisnya baru, maka mikroba dan senyawanya juga baru. Ini potensi luar biasa,” urai Ocky.

Indonesia bisa berupaya untuk mengidentifikasi senyawa yang dihasilkan suatu mikroba, memahami fungsinya serta mematenkannya. Temuan yang telah dipatenkan bisa ditawarkan ke perusahaan farmasi untuk diproduksi. Indonesia pun mendulang uang dari paten.

“Kita harus bergegas agar kekayaan ini tidak diambil orang asing,” kata Ocky. Menurut Ocky, kekayaan Indonesia terancam dibajak lewat praktek biopiracy. Sampel jaringan biota Indonesia mudah diambil, disimpan, diidentifikasi gennya dan diperdagangkan.

Potensi yang ada sekaligus menegaskan perlunya upaya konservasi pada perairan Indonesia. “Kita juga harus bergegas menyelamatkan Wakatobi, Raja Ampat, Komodo dan Karimunjawa,” katanya.

Operasi Vagina Semakin Trend dan Makin Banyak Diminati Oleh Wanita


Sebuah film animasi yang bertujuan untuk mendorong perdebatan tentang munculnya fenomena semakin banyak wanita yang menginginkan ‘vagina sempurna’ telah diluncurkan.

Film yang diberi judul ‘Centrefold’ tersebut didanai oleh Wellcome Trust dan mengisahkan tentang tiga wanita yang mendiskusikan bagaimana prosedur labiaplasty, operasi peremajaan labia (bibir vagina) bagian dalam akan mempengaruhi kehidupan mereka.

Tahun lalu lebih dari 2.000 operasi labiaplasty telah disponsori oleh National Health Service (NHS) Inggris dan dalam lima tahun belakangan telah terjadi peningkatan permintaan hingga lima kali lipat.

Para pakar percaya bahwa jumlah totalnya cenderung lebih tinggi jika mempertimbangkan layanan operasi yang disediakan sektor swasta dimana sekali operasi akan menghabiskan biaya sebesar 3.000 poundsterling.

Meski permintaan terhadap operasi labiaplasty meningkat, namun NHS mengaku tak memiliki panduan khusus terkait ukuran dan bentuk normal organ reproduksi wanita tersebut.

Masalahnya, peneliti mengaku sedikit informasi yang diketahui tentang dampak jangka dari operasi tersebut, termasuk informasi tentang kekhawatiran kepada wanita yang tidak mendapatkan dukungan psikologis yang memadai sebelum menjalani operasi.

Oleh karena itu, Dr. Lih-Mei Liao, seorang psikolog konsultan klinis dari University College London Hospitals mengatakan bahwa wanita yang menginginkan labiaplasty membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mendiskusikan kekhawatirannya sebelum menjalani operasi tersebut.

“Kekhawatiran terhadap labia-nya merupakan sesuatu yang berkaitan dengan kondisi psikologis. Ketika seorang wanita mengaku khawatir dengan labia-nya, dokter bedah mungkin hanya mendengar kata ‘labia’ dan mengoperasinya, namun sebaliknya saya mendengar kata ‘khawatir’,” terang Liao.

“Sulit jika operasi semacam ini dikatakan sebagai solusi utama. Hal ini tentu akan membuat wanita yang akan menjalani operasi ini mengalami kesulitan psikologis untuk menghadapi apa yang sedang terjadi. Psikolog pun tak menilai operasi sebagai solusi yang jelas untuk mengatasi hal ini,” lanjutnya seperti dilansir dari newkerala, Kamis (26/7/2012).

Untuk menanggapi kekhawatiran semacam ini, British Association of Aesthetic Plastic Surgeons meminta pemindaian psikologis terhadap calon pasien berbagai bedah kecantikan. Dalam laporan terbarunya dikatakan bahwa pengecekan kondisi psikologis secara rutin hanya dilakukan oleh kurang dari 35 persen klinik bedah kecantikan di seluruh Inggris.

Dr. Liao percaya bahwa kecemasan atau ketidakpuasan wanita terkait bagian terpenting dalam hidupnya itu bisa jadi menunjukkan kekhawatirannya terhadap imej tubuhnya. “Operasi boleh saja dilakukan, tapi prosedur ini harus dilihat sebagai solusi ekstrim,” katanya.

Seorang konsultan ginekolog Dr. Sarah Creighton mengaku pernah menjumpai gadis berusia 11 tahun yang menginginkan prosedur operasi itu di kliniknya.

Creighton menemukan meski presentase wanita yang memang memiliki labia abnormal cukup kecil namun dalam sebagian besar kasus yang ada malah banyak wanita yang menginginkan labia berukuran normal, pungkasnya.

Vagina perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan dan terciptanya kualitas kehidupan seksual yang baik. Anda perlu mengetahui masalah-masalah yang sering terjadi pada vagina dan cara mengatasinya.

Berikut 8 masalah yang sering terjadi pada vagina, seperti dilansir dari womenshealthmag, Kamis (7/6/2012) antara lain:

1. Infeksi ragi pada vagina

Ragi adalah jamur yang hidup di vagina dalam jumlah yang sedikit, tetapi akan menimbulkan infeksi jika jamur tersebut berkembang dalam jumlah yang berlebihan. Ketika Anda memakai celana dalam atau pakaian renang yang hanya berupa tali, akan menggesek vagina ketika Anda bergerak.

Gesekan tersebut akan menyebabkan luka kecil di kulit halus sekitar vulva dan klitoris yang akan menciptakan akses bagi mikroba. Jamur akan berkembang pada luka tersebut dan menyebabkan infeksi ragi.

Gunakan celana dalam dari bahan kain yang membuat vagina Anda dapat bernapas dan lebih kering, sehingga bakteri tidak dapat tumbuh dengan mudah.

2. Anda tidak mendapatkan menstruasi setelah minum pil KB

Hormon yang digunakan dalam pil KB dapat mengganggu kinerja alami tubuh seperti proses ovulasi dan menstruasi. Anda akan mendapatkan menstruasi lagi setelah beberapa waktu menghentikan penggunaan pil KB.

Tidak adanya periode menstruasi atau menstruasi yang tidak teratur dikenal dengan sebutan amenore. Jika Anda masih belum mendapatkan haid dalam waktu 3 bulan, hentikan pemakaian pil KB dan berkonsultasilah dengan dokter kandungan. Amenore dapat menjadi gejala dari masalah kesehatan lainnya.

3. Anda merasa ada benjolan kecil berisi cairan yang tumbuh di vagina

Hal ini disebabkan karena tersumbatnya kelenjar bartholin. Kelenjar bartholin berupa dua buah organ di bawah kulit vagina yang seukuran kacang yang berperan dalam proses lubrikasi vagina. Jika kelenjar ini tersumbat, sekresi cairan pelumas terjebak dan menyebabkan tumbuhnya benjolan kecil yang lembut, licin dan membengkak di dekat lubang vagina.

Bartholin yang tersumbat biasanya jinak dan tidak memerlukan pengobatan. Anda mungkin dapat mengatasinya dengan mandi air hangat selama 20 menit dua atau tiga kali sehari.

Jika benjolan menjadi menyakitkan atau ukurannya bertambah besar, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan prosedur marsupialization. Prosedur ini termasuk pengeringan benjolan, kemudian menjahit dinding benjolan pada kulit luar untuk membuat saluran baru. Pengobatan dengan cara ini akan sembuh dalam waktu sekitar satu bulan.

4. Vagina yang kering

Kekeringan vagina dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk dehidrasi, minum obat tertentu (antihistamin), perawatan yang salah, penipisan jaringan mukosa dan perubahan kadar hormon selama menopause. Vagina yang kering akan menyebabkan rasa nyeri ketika penetrasi.

Gunakan pelumas untuk mengatasi kekeringan pada vagina. Pilih pelumas berbahan dasar air karena lebih aman jika digunakan bersama dengan kondom.

Pelumas berbasis minyak dapat merusak integritas kondom. Hindari juga menggunakan pelumas yang berwarna, beraroma, dan memiliki rasa karena dapat memicu infeksi jamur dan akhirnya dapat memperburuk kekeringan.

5. Anda menularkan jamur pada vagina ke penis pasangan

Hal ini memang jarang terjadi, tetapi seorang pria dapat mengembangkan gejala kemerahan, gatal, atau rasa tidak nyaman setelah berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi.

Pria dapat berisiko jika tidak minum antibiotik, memiliki diabetes, sistem kekebalan tubuhnya terganggu atau jika pria tidak disunat. Kulit penis menciptakan lingkungan yang lembab dan kondusif untuk pertumbuhan jamur.

Obat anti jamur dapat digunakan untuk mengobati kondisi tersebut, tapi sebaiknya Anda menunda berhubungan seks sampai gejalanya benar-benar hilang. Dengan begitu, Anda akan mengurangi risiko saling menginfeksi satu sama lain.

6. Vagina yang sakit ketika berhubungan seks karena posisi rahim yang miring

Posisi seks tertentu bisa lebih menyakitkan daripada yang lain jika posisi rahim Anda dalam keadaan miring. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui apakah rahim Anda miring atau tidak.

Rahim yang terlalu miring akan lebih menyakitkan ketika Anda berhubungan seks. Posisi seks seperti wanita yang berada di atas, dapat mengurangi rasa tidak nyaman tersebut.

7. Ada rasa panas ketika buang air kecil setelah berhubungan intim

Ada beberapa hal yang menyebabkan sensasi panas ketika buang air kecil setelah berhubungan initim, seperti gesekan yang terlalu kuat pada vagina yang kering. Atasi dengan berendam dalam air hangat setelah berhubungan seks. Gunakan pelumas saat berhubungan seks untuk mencegah hal ini terjadi lagi.

Hal ini juga dapat disebabkan karena infeksi pada saluran kemih atau vagina. Periksakan kondisi Anda ke dokter, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik. Anda dapat mencegah infeksi kandung kemih dengan buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seks.

8. Anda mencium bau amis dan merasa gatal pada vagina ketika berhubungan seks

Penyebabnya bisa jadi karena keseimbangan normal bakteri pada vagina terganggu karena peningkatan jumlah bakteri berbahaya. Bacterial vaginosis dapat dipicu karena gonta-ganti pasangan seks.

Gejala lain termasuk keputihan, gatal dan sensasi terbakar. Jika tidak diobati, bacterial vaginosis dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti kelahiran prematur, infeksi postpartum, penyakit radang panggul, dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi HIV.

Sementara kondisi ini dapat diobati sendiri seperti perawatan dengan antibiotik metronidazole atau clindamycin. Wanita yang pernah mengalami kelahiran prematur atau bayi berat lahir rendah harus diperiksa untuk mengetahui apakah ada gejala bacterial vaginosis.

Untuk mengembalikan kemesraan dengan pasangan dan kehidupan seksualnya, orang-orang rela melakukan segala cara, bahkan meski harus merogoh kocek dalam-dalam. Salah satu metode untuk mengembalikan kenikmatan bercinta itu didapatkan dari vaginoplasty atau operasi vagina.

Vaginoplasty cepat populer di kalangan profesional wanita di Singapura, bahkan para wanita ini bersedia untuk menghabiskan biaya antara 10,000-60,000 Ringgit Malaysia (sekitar 29.500.000-177.000.000 Rupiah) untuk mendapatkannya.

Sin Chew Daily pun mengutip pernyataan seorang wanita bernama Ho (42) yang mengaku telah menjalani prosedur tersebut untuk menghidupkan kembali kehidupan seksnya. Operasinya sukses dan menurutnya hal itu telah membuka “dunia yang sepenuhnya baru” baginya.

Vaginoplasty merupakan operasi estetika untuk memperbaiki cacat dan kelainan serta mengembalikan kondisi vagina ke bentuk semula atau seperti perawan kembali. Operasi ini biasanya dilakukan para wanita yang telah melahirkan karena adanya kekhawatiran bahwa organ intimnya melebar, longgar dan kehilangan “daya cengkeramnya” sehingga saat berhubungan intim dengan suami pun jadi tak memuaskan lagi.

Ada pula labiaplasty yang paling umum dilakukan oleh para wanita untuk mengurangi ukuran lipatan kulit di sekitar vaginanya.

Sebelumnya, labiaplasty dilakukan oleh dokter kandungan tetapi belakangan banyak wanita yang lebih memilih pergi ke dokter bedah kosmetik karena operasi ini dilihat sebagai prosedur kosmetik.

“Sebagian besar pasien yang memilih melakukan prosedur ini merupakan kalangan profesional, baik lajang maupun menikah,” komentar ahli bedah kosmetik Dr. Chua Jun Jin seperti dilansir dari zeenews, Jumat (22/6/2012)

Dia juga mengatakan bahwa jumlah wanita yang menjalani labiaplasty di Amerika Serikat, Inggris dan Australia juga telah mengalami peningkatan selama 15 tahun terakhir.

Gigitan Kutu Dapat Membantu Orang Jadi Vegetarian


Kutu nampaknya adalah binatang kecil yang tak berdaya. Tapi hati-hati bagi para pecinta daging, sebab gigitan kutu dapat membuatnya menjadi vegetarian. Air liur dari kutu yang masuk lewat gigitan kecil ke dalam luka dapat memicu reaksi alergi terhadap daging.

Kutu yang membuat orang jadi vegetarian ini adalah kutu Lone Star dan banyak ditemui di Amerika Serikat bagian tenggara. Gigitan kutu ini menimbulkan gangguan yang disebut delayed anaphylactic, reaksi alergi yang berisiko mengancam nyawa dan baru muncul beberapa jam setelah terpapar zat pemicu alergi. Alergi ini hanya terjadi ketika memakan daging seperti sapi, babi atau domba.

Gejala yang ditimbulkan dimulai dari gatal yang muncul di lapisan kulit luar kemudian masuk lebih dalam. Selanjutnya terjadi pembengkakan, iritasi usus, penyempitan saluran napas, detak jantung yang kacau dan penurunan tekanan darah secara drastis.

Penyakit ini ditemukan oleh Susan Wolver, MD dan Diane Sun, MD dari Virginia Commonwealth University. Kedua peneliti ini menganalisis kasus dari 3 orang pasien. Hasilnya menemukan bahwa reaksi alergi terhadap daging yang terjadi disebabkan oleh munculnya antibodi yang diproduksi dalam darah untuk merespon gigitan kutu.

Delayed anaphylactic ini merupakan reaksi alergi terhadap karbohidrat. Temuan yang dimuat Journal of General Internal Medicine ini juga merupakan yang pertama kalinya membuktikan bahwa reaksi alergi dapat terjadi 6- 8 jam setelah terpapar bahan pemicu alergi. Sebelumnya, ilmuwan hanya memahami bahwa reaksi alergi muncul begitu sistem antibodi tubuh terpapar alergen atau zat pemicu alergi.

Ketika seseorang digigit kutu Lone Star dan kemudian makan daging, maka sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin untuk menanggapi senyawa karbohidrat dalam daging sehingga memicu gatal-gatal.

“Di tempat di mana kutu Lone Star menjadi wabah, misalnya di Amerika Serikat bagian tenggara, dokter harus menyadari sindrom baru ini ketika menemui kasus alergi. Pedoman yang ada saat ini adalah menyarankan pasien untuk menghindari semua produk daging mamalia seperti sapi, babi, domba dan rusa,” kata Susan Wolver seperti dilansir Medical Daily, Rabu (25/7/2012).

Untuk mencegah terjadinya reaksi alergi, cara paling tepat adalah menghindari zat-zat pemicu alergi. Jika alerginya disebabkan oleh daging, maka cara tebaik adalah tidak mengkonsumsi daging. Dalam kasus gigitan Lone Star ini, akibat yang ditimbulkan cukup mengerikan sebab dapat mengubah seseorang menjadi vegetarian seumur hidup.

Selain Kopi Kini Air Laut Juga Mulai Banyak Mengandung Kafein


Kafein semestinya hanya ditemukan pada kopi, berbagai produk makanan dan minuman, namun zat adiktif dalam level tinggi ternyata juga terdapat dalam air laut. Peningkatan kadar kafein di beberapa situs di lepas pantai Oregon di Samudra Pasifik membuat penasaran para ilmuwan Amerika.

Keberadaan kafein di lautan diyakini datang dari luapan saluran pembuangan dan tangki septik. Konsentrasi kafein yang tinggi dikhawatirkan berdampak buruk bagi kehidupan satwa laut.

“Manusia yang mengonsumsi minuman berkafein merasakan efek biologis. Tidak terlalu mengejutkan bila kafein juga akan mempengaruhi hewan,” kata pemimpin penelitian Elise Granek, Senin 23 Juli 2012. Penelitiannya terhadap kerang pasang surut menunjukkan bahwa kafein kadar rendah pun berpengaruh pada kehidupan satwa laut.

Paparan kafein tinggi juga ditemukan dalam badan air lainnya di seluruh dunia, termasuk Laut Utara, Laut Tengah, Puget Sound, Boston Harbor, dan Teluk Sarasota di Florida.

Pada musim semi 2010, Granek dan Rodriguez del Rey mengumpulkan dan menganalisis sampel air dari 14 lokasi pantai dan tujuh badan air yang berdekatan sepanjang utara Astoria dan selatan Brookings. Kini, penelitian terbaru menemukan kandungan kafein tinggi di dekat Carl Washburne State Park dan Cape Lookout, yang jauh dari sumber polusi. Namun kafein pada kadar rendah justru ditemukan di dekat pusat populasi besar, seperti Astoria, Warrenton dan Teluk Coos.

Granek dan rekan-rekannya percaya tingginya kadar kafein di Pasifik disebabkan oleh gaya hidup penduduk Amerika yang obsesif dengan secangkir kopi setiap hari. Ini masuk akal karena kafein tidak bisa ditemukan dalam air secara alami.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengolahan air limbah cukup efektif menyaring kafein, namun tingginya air hujan dan aliran air selokan membilas kontaminan itu ke laut. Temuan ini juga menunjukkan bahwa septik tank, seperti jenis yang digunakan di taman kota, kurang efektif menampung polusi .

“Penelitian kami menunjukkan bahwa, berlawanan dengan prediksi kita, instalasi pengolahan limbah bukan sumber utama kafein untuk perairan pantai,” kata Granek. “Sistem pembuangan limbah langsung mungkin menjadi penyumbang terbesar kontaminan di perairan pantai Oregon.”

Ditemukannya kafein pada air laut mungkin juga merupakan sinyal polusi anthropogenik tambahan, seperti pestisida, obat-obatan dan kontaminan lain.