Category Archives: UFO

Satelit Rusia Deteksi Sinyal Radio Misterius Milik UFO Alien


Tanggal 15 Mei 2015 lalu, teleskop RATAN-600 di Zelenchukskaya, Rusia mendeteksi sebuah sinyal aneh. Sinyal yang kemudian diperbincangkan oleh para ilmuwan dan publik di media sosial itu memicu spekulasi bahwa sinyal itu berasal dari alien.

Sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam misi pencarian kehidupan maju di luar angkasa pun bergegas melakukan upaya konfirmasi. Mereka berupaya mengungkap apakah sinyal yang berasal dari sistem bintang HD 164595 itu memang dari alien atau dari bumi.

“Sinyal dari HD 164595 ini menarik, sebab datang dari bintang mirip matahari, dan jika memang artifisial, kekuatannya cukup besar untuk bisa dianggap sebagai sinyal dari peradaban yang lebih tinggi dari manusia,” kata Douglas Vakoch, presiden program Messaging Extraterrestrial Intelligence (METI) kepada CNN, Rabu (31/8/2016).

Jika terbukti sinyal itu dari alien, maka pencarian akan saudara manusia di luar bumi selama lebih dari setengah abad bisa dibilang membuahkan hasil. Puluhan tahun lalu, ilmuwan telah mengirim sekaligus berburu sinyal dari luar angkasa, berharap mendapatkan pertanda adanya kehidupan asing.

Paul Gilster dari Tau Zero Foundation mengatakan, jika sinyal itu memang berasal dari makhluk luar angkasa, maka peradaban itu pasti sudah sangat maju sehingga bisa menggunakan energi dari bintangnya sendiri, disebut peradaban Type II dalam skala Kardachev, sebuah skala untuk menggambarkan kemajuan peradaban. Manusia sekarang masih Type I.

Untuk mengonfirmasi sinyal yang ditangkap teleskop rusia itu, ilmuwan mengaktifkan instrumen Allen Telescope Arraymilik Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) Institute dan Green Bank Telescope yang dipakai Breakthrough Listen Project.

Sayangnya, untuk sementara manusia harus gigit jari. Breakthrough Listen Project tak menangkap sinyal apapun. “Kami tak menemukan adanya emisi apapun dari HD 164595. Transien tunggal pada dasarnya sulit dikonfirmasi atau diingkari, memerlukan studi lanjutan,” demikian laporan tim.

Tim peneliti SETI juga tak mendeteksi apapun dari sistem bintang tersebut. “Mungkin alien sedang liburan sekarang,” canda Seth Shostak, astronom senior yang terlibat misi SETI, sebuah misi pencarian kehidupan luar angkasa yang dipelopori Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Belakangan, seperti diwartakan National Geographic, Rabu, Russian Academy of Science menyatakan bahwa sinyal yang dideteksi oleh teleskopnya kemungkinan besar berasal dari Bumi. Potensi teleskop menangkap sinyal palsu dari bumi memang ada. Manusia masih harus mencari dengan teliti kemungkinan keberadaan alien.

Iklan

Misteri UFO Dibuka Oleh Pemerintah Amerika Serikat


Sebuah dokumen CIA terbaru yang sudah dinyatakan bukan rahasia lagi memastikan bahwa Area 51 di Nevada memang benar ada. Namun para teorisi konspirasi akan kecewa karena CIA tak mengungkapkan ada bukti makhluk ruang angkasa yang mendarat di gurun pasir Nevada itu.

Area 51 sudah lama menjadi subjek film-film fiksi ilmiah dan cerita-cerita mengenai UFO yang menyebutkan pemerintah AS merahasiakan rapat-rapat situs di barat daya kota Las Vegas itu untuk menyembunyikan bukti mendaratnya makhluk ruang angkasa di Bumi.

Alih-alih mengungkap benda asing terbang, dokumen yang dirilis CIA Kamis waktu setempat itu malah mengungkapkan sejarah yang tak begitu sensasional mengenai Area 51, yaitu uji terbang untuk pesawat mata-mata U-2 di era Perang Dingin. CIA menyebut-nyebut “Insiden Roswell” yang terkenal itu, manakala sebuah balon cuaca jatuh di New Mexico pada 1947.

Orang-orang yang mempercayai keberadaan UFO berkeyakinan benda jatuh di New Mexico itu adalah pesawat makhluk ruang angkasa yang jatuh ke Bumi. Mereka juga yakin hanggar Area 51 adalah tempat disimpannya jasad makhluk ruang angkasa.

Namun menurut CIA, kerahasiaan Area 51 bukan tentang makhluk asing namun untuk menyembunyikan sebuah pesawat jenis baru, dari incaran Uni Soviet. Pesawat mata-mata U-2 dirancang untuk menyusup ke Uni Soviet di atas ketinggian terbang yang tinggi, dan pengembangannya adalah amat rahasia.

Pada April 1955, CIA memilih gurun Nevada sebagai medan percobaan terbang yang dalam peta disebut Area 51. Tes terbang U-2 dilakukan di atas ketinggian melebihi batas terbang pesawat komersial atau pesawat militer lainnya.

Pada 1950-an, pesawat-pesawat komersial hanya bisa terbang antara 10.000 sampai 20.000 kaki, sedangkan pesawat tempur seperti B-47 bisa mencapai ketinggian 40.000 kaki. Sementara U-2 bisa terbang di atas 60.000 kaki, dan sejak itu muncul llaporan mengenai adanya obyek-obyek asing yang terbang di atas gurun Nevada.

CIA menyebutkan tes terbang U-2 ini menciptakan efek yang tak diperkirakan, yaitu semakin banyaknya laporan mengenai objek terbang asing (UFO). Laporan mengenai UFO sering berasal dari para pilot pesawat komersial pada pagi hari, ketika sayap berwarna perak dari pesawat U-2 memantulkan cahaya matahari. Pesawat mata-mata itu terlihat seperti objek berapi di ketinggian langit.

“Di masa itu, tak ada orang yang percaya penerbangan berawak bisa dilakukan di atas ketinggian 60.000 kaki, sehingga tak seorang pun yang mengira ada obyek yang terbang begitu tinggi di langit,” papar dokumen CIA itu.

Para pilot pesawat komersial dan para pengamat di lapangan lalu menyurati satu unit Angkatan Udara AS di Dayton, Ohio, yang bertugas menyelidiki penampakan-penampakan seperti itu. Demi menghindari tereskposnya program ultra-rahasia U-2, para perwira Angkatan Udara lalu menjelaskan bahwa penampakan-penampakan itu semata adalah gejala alam, padahal mereka mengetahui pasti itu adalah akibat U-2.

U-2 inilah yang mendasari lebih dari separuh total laporan penampakan UFO atau piring terbang, selama akhir 195-an dan 1960-an.

Laporan setebal 400 halaman yang dijuduli “Central Intelligence Agency and Overhead reconnaissance: The U-2 and Oxcart Programs, 1954-1974” ini dirilis sebagai tuntutan UU Kebebasan Informasi. Laporan ini berdurasi dampai tahun 2005, dari Arsip Keamanan Nasional di Universitas George Washington.

Lokasi Area 51 sudah menjadi rahasia umum selama bertahun-tahun, namun dokumen pemerintah yang baru saja dirilis tak begitu banyak mengungkapkannya. Pesawat-pesawat siluman lainnya yang dikembangkan di Area 51 adalah SR-71 Blackbird, F-117A dan bomber B-2, demikian AFP.

Penampakan UFO Di Langit Gunung Kidul Dilhat Ratusan Warga Sambipitu


Sebuah benda asing berbentuk kotak yang memancarkan sinar terang tampak melayang di langit Gunung Kidul, Yogyakarta. Benda asing atau unidentified flying object (UFO) tersebut dilihat oleh sejumlah warga Sambipitu, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Rabu (20/07/2011) malam.

Salah satu saksi mata, Supriyanto (30), mengisahkan, saat berada di dalam rumah menonton televisi, ia mendengar suara riuh dari luar samping rumahnya. Karena penasaran, ia mendatangi asal suara tersebut dan mendapati sejumlah warga melihat ke arah langit.

“Saya kaget karena ada benda besar berbentuk kotak yang tampak mengeluarkan cahaya, tetapi tidak bersuara,” katanya.
Sementara itu, saksi lain, Sujarwo (41), menuturkan, ia melihat benda asing itu melayang di atas langit perkampungan saat perjalanan pulang dari shalat isya. Benda itu terlihat kurang dari tiga menit.

“Saya takut mau mengambil gambar benda tersebut dari HP saya dan bergegas masuk rumah. Hanya ada beberapa orang saja yang masih ada di luar, menyaksikan benda asing tersebut menghilang tanpa suara,” imbuhnya.

Kemunculan benda asing tersebut sampai saat ini masih menjadi pembicaraan hangat warga setempat. Diajeng, warga Kerobokan, Bali, heran ada cahaya terang, tetapi tak begitu menyilaukan, di atas lahan sawah yang ia lalui sepulang kerja pada 19 Mei 2011 lalu sekitar pukul 22.00. Ia pun tetap berbelok ke rumahnya yang jaraknya hanya beberapa meter dari sawah itu.

Tak disangka, Diajeng bertemu lagi dengan cahaya itu di lokasi yang sama dan pada waktu yang sama, 2 Juni 2011. “Ya, cahaya itu dekat sekali dan berhenti. Saya merasa itu UFO karena daerah menuju rumah saya sangat minim lampu jalan. Terang, tetapi soft, tak terlalu menyilaukan,” katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu (8/6/2011) petang.

Ia pun menggambarkan bahwa bentuknya bulat dengan pinggir lingkaran terang, tetapi di sekelilingnya terdapat cincin-cincin yang berputar-putar. Baginya itu indah. Karenanya, ia pun sontak menelepon dua pembantunya dan seorang keponakannya. Sayangnya, baterai telepon genggamnya tak bersahabat alias mati. Alat perekam lainnya pun tak ada.

Namun, Lasni, pembantunya, memiliki telepon genggam dengan kemampuan foto 2 megapiksel. Hasilnya lumayan karena jika diperbesar, bentuk benda itu bisa terlihat.

“Benda itu berhenti lama di atas sawah itu. Sayang, di sini sepi tetangga. Jadi, bagaimana mau panggil mereka,” ujar Diajeng.

Sementara itu, keponakan dan dua pembantunya menjadi takut. Mereka takut didatangi makhluk aneh jika benar itu adalah UFO.

Diajeng sempat bingung. Ia takut mengarang cerita atas apa yang dilihatnya. Namun, ia percaya fenomena itu ada. “Semoga saja UFO itu datang lagi dan diam lebih lama ya…,” ucapnya sambil tersipu

Jejak UFO Crop Circle Muncul Di Persawahan Sleman Yogyakarta


Jejak UFO Di Areal Persawahan Yogyakarta

Jejak UFO Di Areal Persawahan Yogyakarta

Ditemukannya pola lingkaran raksasa di areal persawahan wilayah Berbah, Sleman, Yogyakarta, Minggu (23/1/2011), menarik perhatian para pemerhati fenomena unidentified flying object (UFO). Jejak semacam itu selama ini sering disebut crop circle yang dikait-kaitkan dengan perbuatan makhluk asing atau alien.

Crop circle selama ini sering ditemui di berbagai negara. Laporan-laporan mencengangkan sering disampaikan dari daerah Amerika Latin. Ukurannya bisa sangat besar mencapai puluhan hingga ratusan meter.

“Dengan ukurannya yang sangat besar sulit dibilang kalau bentuk-bentuk raksasa semacam itu dibuat manusia. Jadi bisa diambil kesimpulan, ada makhluk lain yang membuatnya,” kata Dudi Sudibyo, pengamat penerbangan yang juga pemerhati UFO, saat dihubungi Kompas.com, Minggu malam.

Meski demikian, ia tak memungkiri bahwa crop circle bisa jadi juga dibuat manusia. Apalagi, yang di Yogyakarta ukurannya tidak sebesar crop circle di Amerika Latin yang ukurannya mencapai puluhan hingga ratusan meter.

“Pendekatan ilmiah tetap harus dikedepankan. Saya kira masyarakat tak bisa mengabaikannya begitu saja. Perlu diteliti lebih lanjut,” kata Dudi.

Ia mengatakan, pihak-pihak yang tertarik meneliti sebaiknya segera mendokumentasikannya seperti mengambil gambar secara rinci, mengukur dimensinya, termasuk menginvestigasi bagaimana crop circle itu dapat muncul di lokasi tersebut.

Crop Circle Adisucipto Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Crop Circle Adisucipto Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Ada sejumlah ahli yang sebelumnya telah mencoba merekonstruksi pembuatan crop circle tersebut. Menurutnya, hal itu memang bukan hal mustahil meskipun harus dengan perhitungan matematika yang cermat.

Namun, sampai sekarang crop circle yang pernah ditemukan tetap saja menjadi misteri karena tak ada yang mengaku membuatnya. Nah, bagaimana dengan crop circle di Yogyakarta, akankah tetap menjadi misteri?

Karena ukurannya cukup besar, pola aneh di areal persawahan Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, baru bisa disaksikan dengan utuh dari puncak bukit di dekatnya yang disebut warga Gunung Suru. Bukit ini terletak di utara areal persawahan tempat ditemukannya pola teratur yang biasa disebut crop circle.

Belum diukur pasti ukuran pola berbentuk lingkaran dan garis-garis memanjang itu. Namun, dilihat sekilas bisa mencapai puluhan meter. Sejak Minggu (23/1/2011) pagi, puluhan warga menaiki bukit itu untuk melihatnya. Meski hujan turun dan jalan ke puncak bukit sangat licin, tidak membuat antusiasme warga untuk melihat fenomena ini menurun.

“Apakah ada UFO mendarat di sini? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas ini adalah kebesaran Allah. Mungkin Allah memperingatkan manusia untuk menjaga alamnya,” kata Syamsul Bahri (37). Lelaki itu adalah warga Beloran, Madurejo, Prambanan, Sleman, dan datang hanya untuk melihat fenomena itu dari puncak Gunung Suru.

Pola geometris yang tiba-tiba muncul di areal persawahan Desa Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, memang mengundang berbagai tafsiran. Jauhari (34), warga Kebondalem, Madurejo, Prambanan, Sleman, mengaitkannya dengan fenomena unidentified flying object (UFO).

UFO memang kerap dihubungkan dengan munculnya pola geometris di sejumlah negara. Entah benar atau tidak, Jauhari mengaku takjub menyaksikan peristiwa langka di persawahan yang terletak tak jauh dari Bandara Internasional Adisucipto ini.

Sekeluarga Melihat 10 UFO Melintas Diatas Rumah Di Selandia Baru


Sebuah keluarga di Christchurch, New Zealand mengaku melihat konvoi Unidentified Flying Object (UFO) yang melintas di atas rumah mereka. Mereka yakin betul benda terbang yang melintas itu adalah UFO, mereka juga mengklaim memiliki foto-foto UFO tersebut.

Satu anggota keluarga tersebut, Jeannine Mander mengatakan konvoi UFO itu terdiri dari 10 piring terbang. “Sangat terang, warnanya oranye, cahayanya berkedip-kedip,” kata Mander seperti dikutip dari laman 3news.co.nz, Kamis (23/12). UFO ini, kata Mander, melintas Rabu lalu sekitar pukul 10 malam.

Mander bukan satu-satunya orang yang melihat konvoi UFO itu, dia bersama tetannga dan beberapa anggota keluarganya ikut menyaksikan UFO tersebut. “Aku memang percaya kita bukan satu-satunya mahluk hidup, ada sesuatu di luar angkasa sana,” katanya.

Militer Selandia Baru kemarin merilis ratusan laporan rahasia soal penampakan yang diklaim sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) dan perjumpaan dengan alien. Dokumen bertanggal 1954 hingga 2009 itu dirilis di bawah hukum keterbukaan informasi setelah Departemen Pertahanan Selandia Baru menghapus materi nama-nama dan identitas lainnya.

Dalam dokumen setebal 2.000 halaman, masyarakat, personel militer, dan pilot-pilot komersial mengaku berjumpa dengan makhluk luar angkasa, mayoritas melibatkan sinar-sinar yang bergerak di langit.

Satu yang paling komprehensif adalah dua sinar aneh di Kota Kaikoura di South Island pada 1978, yang ditangkap seorang kru televisi dalam pesawat di area itu. Insiden ini menjadi berita utama dunia, tapi laporan kontemporer Angkatan Udara menemukan hal itu bisa dijelaskan sebagai fenomena alam semacam cahaya dari kapal-kapal yang terpantul ke awan atau pemandangan tidak biasa dari planet Venus.

Menurut Mander apa yang dia lihat sangat mirip dengan apa yang direkam di Kaikoura pada 1978. Dia sangat yakin apa yang dia lihat adalah UFO.

Gambar UFO Tertangkap Kamera Di Blok M Melayang Diatas Pakubuwono Residence


Sebuah benda terbang asing atau unidentified flying objects (UFO) melayang di atas sebuah apartemen di Jalan Pakubuwono atau dekat Blok M, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

Benda yang diduga UFO alias piring terbang itu dipotret seorang warga yang menolak identitasnya dicantumkan. Foto tersebut diterima Warta Kota melalui Facebook, Kamis (15/10).

Menurut pemotret, obyek tersebut tidak sengaja tertangkap kamera. Saat itu dia sebenarnya sedang memotret bangunan apartemen di Jalan Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dari dalam mobil.

Ketika hasil jepretan diamati dengan teliti, ternyata ada benda asing yang melayang di atas apartemen itu. Ketika citra benda asing itu diperbesar, benda itu tampak seperti piring dengan sejumlah jendela di bagian bawah, mirip piring terbang dalam film fiksi ilmiah buatan Hollywood.

Namun, saat Warta Kota menelitinya, foto ini ternyata tak ada metadatanya. Hingga semalam belum ada keterangan resmi mengenai keaslian foto tersebut. Mungkinkah benda itu benar-benar UFO yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai benda terbang yang aneh (beta)?

Semalam, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun mengatakan baru tahu mengenai rumor penampakan UFO di Jakarta itu dari media massa. Namun, Salatun juga mengatakan bahwa penampakan benda-benda asing luar angkasa memang sulit untuk diidentifikasi.

”Penampakan benda-benda seperti itu memang sulit dikenali. Hal itu bergantung situasi yang memungkinkan, dia dapat terdeteksi atau tidak, misalnya tertangkap secara tak sengaja dalam bentuk visual seperti yang sering terjadi selama ini,” katanya.

”Selama ini, jika ada laporan soal benda-benda asing, kami langsung menyelidiki kebenarannya, seperti dugaan jatuhnya meteor di Bone, Sulawesi, pekan silam. Dalam kejadian-kejadian seperti itu, masyarakat umumnya tidak memberikan laporan resmi ke Lapan dan beritanya hanya beredar di media,” kata Adi.

Sementara itu, Muhammad Irvan, aktivis Ufonesia (komunitas pengamat UFO), mengaku belum melihat foto tersebut. Menurut dia, selama 2009, laporan tentang beta-UFO lebih sedikit dibanding tahun 2008. ”Laporan terakhir datang dari Bandung, tepatnya di Dago. Tapi itu belum bisa kami duga sebagai UFO, kami masih ragu,” ujarnya dalam perbincangan dengan Warta Kota, semalam.

Irvan mengatakan, untuk menentukan sebuah benda asing di angkasa sebagai UFO, perlu dilakukan pengamatan lebih jauh. Pasalnya, bisa saja benda tersebut adalah pesawat atau bias cahaya matahari.

”Pertama harus dilihat foto atau videonya. Yang paling dasar adalah pengamatan dengan mata orang awam dan dari pemikiran awam, apakah itu benar-benar obyek (UFO) atau debu di lensa kamera,” paparnya.

Jika benda aneh itu patut diduga UFO, temuan tersebut akan dibahas oleh sesama peneliti ufologi. Irvan juga mengatakan, jika saksi mata pada kasus UFO Blok M lebih dari satu orang, maka investigasi lebih lanjut bisa dilakukan.

Sebelumnya pada Kamis (8/10) siang, warga Bone, Sulawesi Selatan, dikejutkan dengan ledakan di angkasa yang didahului oleh cahaya api yang bergerak dengan cepat dan meninggalkan asap tebal.

Warga sempat menduga cahaya dan ledakan itu berasal dari pesawat Sukhoi TNI AU yang meledak di udara. Namun, pihak TNI AU membantah dan menyatakan tidak ada pesawat Sukhoi yang melintasi Bone pada hari itu.

Diculik UFO

Nur Agustinus, aktivis Komunitas Beta-UFO, beberapa waktu lalu menyatakan bahwa penampakan UFO kerap terjadi di tiga kota, yakni Jakarta, Bandung, dan Cirebon. Oleh karena itu, Komunitas Beta-UFO menyebut ketiga daerah itu dengan istilah Segitiga UFO di Indonesia.

Pada tahun 2000, Beta-UFO menerima laporan dari Cirebon tentang seorang bocah berusia enam tahun yang diculik UFO. Bocah itu terpisah dari teman-temannya saat beranjak pulang setelah bermain-main di kebun tebu. Belakangan, bocah yang namanya dirahasiakan itu mengaku diajak main oleh lima makhluk aneh yang badannya bersisik.

Menurut si bocah, dia hanya sebentar bermain-main dengan kelima makhluk aneh tersebut. Namun, keluarganya kalang kabut lantaran si bocah dua minggu menghilang. Nur Agustinus juga mencatat bahwa UFO biasanya muncul saat Bumi sedang mengalami fenomena alam, seperti gempa, gunung meletus, dan badai.

Di situsnya, Komunitas Beta-UFO menyatakan bahwa selama tahun 2007 ada 32 laporan penampakan beta-UFO di Indonesia yang 11 di antaranya terjadi di wilayah Jabodetabek. Sebagian di antaranya tidak berupa berkas cahaya. Sementara itu, sepanjang 2008 tercatat ada 34 laporan tentang penampakan beta-UFO dari seluruh Indonesia dan 13 di antaranya terjadi di wilayah Jabodetabek.

Pada Januari 2006, Yudi, warga Pondokgede, Bekasi, mengaku melihat lima berkas cahaya di angkasa. Saat itu, Yudi sedang bersantai bersama keluarganya. Pengalaman yang sama dialami Riyogarta Luwiyana, warga Bintaro, Tangerang, seperti tertuang di blognya.

Pada 26 Maret 2006, saat dalam perjalanan ke sebuah rumah makan di Bintaro, Riyogarta dan istri melihat benda aneh di langit. Benda tersebut memiliki ekor pendek warna hijau dan bekerlap-kerlip.

Sementara itu, pada Desember 2008, seorang warga Petukangan, Jakarta Selatan, merekam sejumlah titik cahaya di langit yang berpindah-pindah dengan cepat. Rekaman video tersebut dikirim dan disiarkan di sebuah stasiun televisi. Menanggapi rekaman ini, peneliti Lapan, Sri Loka Prabotosari, menyatakan belum bisa memastikan benda asing tersebut.

Jufri (38), warga Petukangan, mengaku merekam fenomena tersebut dan mengunggahnya ke YouTube. Jufri mengaku menyaksikan fenomena ganjil itu bersama teman-temannya. Saat itu, mereka sedang membakar sate di pelataran rumah ketika sejumlah berkas cahaya dalam formasi tertentu bergerak di angkasa.

Militer Inggris Tidak Mau Tahu Soal UFO


Kebenaran, dan mungkin UFO, ada di luar sana, tetapi pihak militer Inggris tak mau dengar lagi. Departemen Pertahanan Inggris diam-diam telah mematikan saluran hotline UFO miliknya sebagai upaya pengurangan biaya, dan pihaknya tak lagi menginvestigasi segala penglihatan aneh. Para veteran dari investigasi yang lebih mirip serial X-Files ini mengatakan bahwa keputusan tersebut akan menghentikan usaha untuk memecahkan misteri terbesar sepanjang sejarah.

Orang-orang Inggris yang berpendapat telah melihat piring terbang tak akan lagi bisa mendapat bantuan dari kesatuan bersenjata milik kerajaan.

Penutupan jalur hotline dan e-mail yang dilakukan minggu ini, dan juga pernyataan bahwa “pelaporan penglihatan UFO tak akan lagi ditanggapi atau diperiksa”, telah membuat marah banyak orang Inggris yang berpikir bahwa penelitian semacam ini sangat diperlukan.

“Menurutku, itu langkah yang bodoh karena bisa mengancam keamanan nasional,” kata Roy Lake, pendiri dari grup penelitian UFO London.

“Kita menanggapi hal ini dengan serius. Kita tahu bahwa kadang penglihatan tersebut hanya merupakan fenomena alam, tapi mungkin ada juga yang bukan. Dan saya rasa sebenarnya pemerintah tahu betul apa yang terjadi di ‘atas’ sana, tapi mereka menutupinya,” sambungnya.

Hotline itu telah beroperasi, walau tersendat-sendat, sejak 1959. Itu lebih lama dari masa tayang Doctor Who, yaitu serial televisi di Inggris tentang perang melawan alien dan perjalanan antar-waktu.

Pihak militer tak mau mengambil posisi tentang ada atau tidaknya UFO, tetapi telah menyimpulkan bahwa selama 50 tahun tak satu pun dari 12.000 laporan penglihatan UFO terbukti merupakan ancaman keamanan nasional. “Tak satu pun dari ribuan laporan penglihatan UFO yang muncul selama bertahun-tahun ini bisa membuktikan adanya makhluk luar angkasa,” katanya.

Juru bicara Departemen Pertahanan mengatakan tak ada nilainya bagi pertahanan untuk memeriksa laporan UFO. Menurutnya, menutup jalur pelayanan UFO akan menghemat sekitar 44.000 poundsterling per tahun dan tak akan menambah ancaman yang dihadapi Inggris. Ia menambahkan bahwa hasil penghematan itu bisa untuk menolong pasukan Inggris di Afganistan. Dan tak ada yang akan kehilangan pekerjaan karena penutupan jalur layanan UFO ini, yang mana selama bertahun-tahun telah menghasilkan banyak gambaran imajinatif tentang perjumpaan dengan alien.

Sebagian orang berpendapat bahwa keputusan ini mengorbankan misteri dan romantisme demi logika keuangan tak berperasaan. Nick Pope, yang telah membantu militer Inggris untuk memeriksa penglihatan UFO selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa keputusan itu salah. “Sayang sekali (keputusan itu), ini akan mengakhiri riset yang telah berjalan lebih dari 50 tahun tentang misteri terbesar di sejarah kita,” katanya.

Pope mengatakan bahwa keputusan itu juga akan merugikan keamanan nasional Inggris. Ia mengatakan bahwa bila pilot maskapai penerbangan komersial dan para ahli lainnya tak lagi melaporkan aktivitas yang aneh, maka negara itu akan lebih rentan terhadap aktivitas teroris dan mata-mata.

“Itu salah satu pelajaran yang bisa diambil dari tragedi 9/11, yaitu ancaman datangnya pesawat yang transpondernya dimatikan,” katanya.

Dalam ceramah pada tahun 1996, pakar fisika Inggris ternama, Stephen Hawking, tak mengacuhkan teori UFO yang berisi makhluk luar angkasa. “Saya rasa menemui peradaban yang lebih maju, pada tahap kita sekarang, akan seperti kejadian orang Indian yang bertemu Columbus. Saya rasa bangsa Indian tak diuntungkan dari pertemuan itu.”

Hawking juga mengatakan bahwa ia cenderung berpikir bahwa memang ada mahluk luar angkasa yang cerdas, tetapi kita telah dilewatkan dan ia menyesali pemberhentian dana federal untuk proyek SETI di Amerika yang mendengarkan tanda-tanda dari peradaban alien.

Angkatan Udara Amerika mengaku tidak lagi memeriksa penglihatan UFO sejak 1996, yaitu ketika proyek “Blue Book” diberhentikan, yang mana telah memeriksa lebih dari 12.600 kasus penglihatan UFO—termasuk 700 penglihatan yang tak pernah bisa dijelaskan.

Namun, Canada masih memeriksa laporan UFO, kata seorang juru bicara Departemen Pertahanan Inggris. Selama bertahun-tahun, investigasi dari militer Inggris telah menghasilkan ribuan dokumen rahasia, yang mana banyak yang telah diterbitkan oleh Arsip Nasional setelah dicabut status rahasianya.

Beberapa penglihatan UFO sepertinya menakjubkan, seperti pada tahun 1984, beberapa pengendali lalu lintas udara melaporkan bahwa mereka melihat suatu pesawat yang tak teridentifikasi mendarat di bandara kecil lalu lepas landas dengan kecepatan yang mengagumkan. Namun, ada juga laporan yang sepertinya hasil dari kebanyakan minum bir di bar. Beberapa orang mengaku telah diculik alien dan menawarkan sketsa rupa alien.

Diterbitkannya dokumen UFO menunjukkan bahwa militer Inggris telah menghabiskan cukup banyak sumber daya untuk mempertanyakan adanya kehidupan di luar angkasa. Pendapat publik Inggris juga sepertinya terpecah mengenai layak atau tidaknya pemberian waktu dan dana untuk investigasi UFO.

Andrew MacDonald, petugas perencanaan dan pembangunan Manchester, mengatakan bahwa pemberhentian program UFO itu masuk akal karena penelitian setengah abadnya tak menghasilkan apa-apa.

“Saya tak itu,” katanya tentang adanya alien, “Kalau hotline itu telah ada selama 50 tahun dan tak menemukan apa-apa dan kita juga tak menemukan ancaman lainnya, maka sudah saatnya kita berhenti mencari.”