Monthly Archives: September 2008

Para Astronom Salah Mencari Kehidupan Alien Dipusat Galaksi


Para astronom yang mencari berbagai tata surya yang mampu mendukung kehidupan boleh jadi mencari di tempat yang salah, demikian menurut pengkajian baru yang menyimpulkan matahari kita kurang memenuhi syarat sebagai tempat asal-usul kehidupan di galaksi.

Para peneliti di Universitas Washington di Seattle, Universitas Central Lancashire di Inggris dan Hamilton serta Universitas McMaster di Ontario membangun sebuah model komputer yang mensimulasikan gerakan bintang-bntang di galaksi Bima Sakti pada sembilan miliar tahun silam.

Simulasi tersebut, yang memerlukan waktu 10.000 jam bagi komputer untuk beroperasi, menemukan bahwa bintang-bintang tak berada di orbit yang sama di sekitar sebuah pusat galaksi, sebagaimana diyakini, namun bermigrasi dari pusat itu ke lengan spiralnya atau bagian luarnya.

Pojok galaksi kita diperkirakan mempunyai campuran unsur penting yang tepat dan kondisi yang memungkinkan tumbuhnya kehidupan.

Karena itu, para astronom yang mengandalkan posisi matahari kita sebagai titik tolak dalam pencarian mereka bagi kawasan galaksi tempat berbagai unsur yang diperlukan kehidupan diyakini ada, harus memperluas pencarian mereka.

“Menurut pendapat lama posisi kita di galaksi statis, bahwa sebuah bintang dalam posisi yang sama dalam piringan galaktika saat bintang tersebut terbentuk,” kata James Wadsley dari Universitas McMaster kepada AFP.

“Gambaran itu kini telah sedikit berubah,” ujarnya.

Tepian galaksi

Dalam tataran praktis, ini membuat pekerjaan menemukan berbagai tata surya seperti tata surya kita sendiri menjadi lebih sulit, karena kawasan yang dapat dihuni jauh lebih cair, dan bahkan dapat berada lebih jauh lagi di “bagian paling tepi galaksi,” kata Wadsley.

“Sampai saat ini, para astronom belum pernah berpikir pentingnya melihat jauh ke luar ketimbang dari posisi matahari kita di galaksi untuk mencari tata surya yang dapat didiami,” katanya.

Blok-blok pembangun kehidupan diperkirakan terutama sekali ditemukan di pusat galaksi yang ekplosif dan keras serta dalam jumlah yang lebih sedikit bergerak menjauhi pusatnya.

“Namun demikian, jika kita menoleh lebih jauh pada galaksi itu, kini kita boleh jadi akan menemukan berbagai tata surya yang dapat didiami di bagian paling tepi galaksi,” katanya.

Pengkajian sebelumnya tak mampu menjelaskan migrasi bintang-bintang karena gerakan mereka sangat halus dan tak kentara, jelasnya.

Dengan mengamati sebuah galaksi selama satu miliar tahun, gerakan-gerakan ini dan kekuatan yang berada di belakang menjadi lebih jelas.

Penemuan itu disiarkan dalam edisi terbaru Astrophysical Journal Letters

Mahluk Renik Tahan Terhadap Radiasi Tingkat Tinggi


Radiasi elektromagnetik yang dipancarkan Matahari berbahaya jika terpapar langsung ke tubuh manusia. Namun, beberapa jenis hewan mungkin tahan. Misalnya, hewan renik yang sering disebut beruang air (Tardigrada).

Menurut laporan yang dilansir jurnal Current Biology terbaru, beruang air merupakan hewan pertama yang terbukti tahan hidup dalam ruangan hampa dan terpapar langsung radiasi Matahari di luar angkasa. Beruang air merupakan hewan multisel (bersel banyak), tak bertulang belakang, dan berukuran sekitar satu milimeter. Hewan tersebut hidup di hampir semua sudut ekosistem di belahan dunia.

Sejak lama hewan tersebut diketahui memiliki ketahanan tinggi terhadap lingkungan yang kering. Tubuhnya tahan meskipun kehilangan air hampir 100 persen. Saat mengalami dehidrasi seperti itu, beruang kutub akan melakukan dormansi (tidur panjang) sehingga metabolisme berhenti untuk sementara waktu. Pada kondisi dormansi tersebut, hewan ini menyesuaikan struktur selnya sampai tersedia kembali air dan kembali aktif.

Setahun lalu, Ingemar Jonsson, seorang pakar ekologi dari Universitas Kristianstad Swedia, membawa 3.000 ekor organisme renik tersebut dalam perjalanan 12 hari ke luar angkasa. Tujuannya mempelajari peluangnya hidup di lingkungan ekstrem luar angkasa.

“Temuan kami memastikan bahwa ruang hampa yang menyebabkan dehidrasi ekstrem dan radiasi kosmis bukan masalah bagi beruang air,” ujar Jonsson. Namun, radiasi ultraviolet Matahari tetap merusak sel-sel tubuh hewan tersebut walaupun sebagian di antaranya tetap dapat bertahan hidup.

Jonsson menduga beruang air tetap mengalami kerusakan DNA saat terpapar radiasi tersebut. Hanya saja, gen yang dimilikinya mungkin memiliki kemampuan memperbaiki bagian tubuh yang rusak dengan cepat. Mungkin terdapat molekul khusus yang mengatur pemulihan tersebut.

Jika benar demikian, penelitian terhadap beruang air akan memberikan informasi berharga untuk mengembangkan pengobatan terhadap penyakit-penyakit turunan. Pada riset selanjutnya, para ilmuwan ditantang untuk mengetahui mekanisme di balik kemampuan beruang kutub mengatasi radiasi.

“Pengetahuan apa pun mengenai pemulihan kerusakan genetika merupakan pusat ilmu kedokteran,” ujar Jonsson. Terapi radiasi untuk pengobatan kanker saat ini masih menghadapi masalah karena sel-sel yang sehat ikut berisiko rusak karena terpapar.

Semut Mars Ditemukan Di Amazon


Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

“Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di dalam tanah muncul di awal evolusi,” ujar Rabeling. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun, saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis. Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam keragaman hayati serangga, khususnya semut.

Ada Setan di Kutub Utara Planet Mars


Wahana ruang angkasa Phoenix Mars Lander yang saat ini masih aktif di permukaan Mars merekam fenomena unik yang disebut debu setan di dekat kutub utara planet tersebut. Kamera Phoenix mengabadikan enam kali peristiwa debu setan selama seminggu lalu.

Baru kali ini debu setan terlihat di dekat kutub utara Mars. Selama ini gerakan debu yang membentuk tornado itu telah beberapa kali terekam dari satelit-satelit yang pernah mengelilingi Mars.

Debu setan mirip dengan pusaran angin yang sering terjadi di permukaan Bumi. Fenomena tersebut diperkirakan terjadi saat permukaan Mars dihangatkan sinar Matahari. Suhu hangat di permukaan mengalir ke lapisan udara di atasnya sehingga mendorong debu ke atas dalam gerakan spiral.

“Akan sangat menarik mengamatinya dalam beberapa hari dan minggu ke depan untuk melihat apakah terdapat banyak debu setan atau fenomena tersebut hanya di tempat-tempat tertentu,” ujar Mark Lemmon, ilmuwan dari Universitas Texas A&M.

Masing-masing debu setan yang terekam berdiameter antara 2 dan 5 meter. Ukuranya masih jauh lebih kecil daripada debu setan yang pernah direkam wahana penjelajah Spirit di dekat ekuator Mars.

“Kami jelas melihat debu setan, tetapi seberapa sering kami tak tahu,” ujar Leslie Tampari, ilmuwan dari Laboratorium Propulsi Jet NASA yang terlibat dalam penelitian misi Phoenix. Peristiwa tersebut bisa jadi langka, bisa jadi tidak.

Debu Bintang Menunjukan Adanya Tabrakan Antar Planet


Massa debu yang mengambang di sekitar sistem bintang binary di kejauhan menunjukkan bahwa dua planet seperti-Bumi saling menghancurkan dalam suatu benturan keras, demikian laporan beberapa peneliti AS, Jumat.

“Itu seakan-akan Bumi dan Venus saling bertabrakkan,” kata Benjamin Nuckerman, astronom di University of California, Los Angeles (UCLA), yang melakukan studi tersebut, dalam satu pernyataan.

“Para astronom tak pernah menyaksikan sesuatu yang seperti ini sebelumnya; tampaknya tabrakan besar yang menimbulkan bencana dapat terjadi di satu sistem planet yang sepenuhnya matang.”

Tim dari UCLA, Tennessee State University dan California Institute of Technology itu, yang menulis di Astrophysical Journal, menyatakan kelompok tersebut melihat debu yang mengorbit satu bintang yang dikenal sebagai BD+20 307, sejauh 300 juta tahun-cahaya dari Bumi, di konstelasi Aries.

Satu tahun-cahaya adalah jarak tempuh cahaya dalam perjalanan selama setahun, atau sekitar 9,5 triliun kilometer. Jadi, pada dasarnya, pengamatan itu melihat ke masa 300 juta tahun silam.

“Jika ada kehidupan di masing-masing planet, tabrakan besar akan menghapuskan apa saja dalam waktu satu menit: peristiwa yang akhirnya menimbulkan kepunahan,” kata Gregory Henry dari Tennessee State University, seperti dikutip Reuters.

BD+20 307 tampaknya terdiri atas dua bintang, keduanya memiliki ukuran, temperatur dan massa yang sama dengan Matahari-nya Bumi. Kedua planet memutar inti massa bersamanya setiap 3,5 hari atau lebih.

“Tubrukan planet di BD+20 307 itu tak diamati secara langsung, diduga akibat dari banyaknya partikel debu yang mengorbit pasangannya dalam jarak yang kurang lebih sama dengan jarak Bumi dan Venus dari Matahari kita,” kata Hentry.

“Jika debu ini memang menunjuk kepada kehadiran planet yang berhubungan dengan Bumi, maka ini merupakan contoh pertama yang diketahui mengenai planet dengan massa apa pun yang mengorbit di sekitar binta binary yang dekat.”

Pada Juli 2005, tim tersebut melaporkan kelompok itu telah melihat sistem tersebut, yang saat itu diduga terdiri atas satu bintang saja. Sistem tersebut dikelilingi oleh debu mengorbit yang lebih hangat dibandingkan dengan binta lain seperti-Matahari bagi ahli astronomi.

“Ini menimbulkan dua pertanyaan yang sangat menarik,” kata Frncis Fekel dari Tennessee State University. “Bagaimana orbit planet menjadi kehilangan kestabilan dalam sistem matang yang dingin semacam itu? Dapatkan tabrakan semacam itu terjadi di sistem tatasurya kita?

Yahoo Mengubah Tampilan Halaman Muka dan Tandatangan Kesepakatan Dengan Google


Sejumlah pengunjung website Yahoo akan dipilih secara acak untuk membantu raksasa web itu mendesain ulang halaman utamanya.

Mereka yang dipilih akan memberikan tanggapan mengenai cara-cara berbeda dimana informasi dan aplikasi-aplikasi dapat disajikan kepada pengujung reguler Yahoo.

Perusahaan itu berharap perbaikan ulang akan meningkatkan jumlah pengunjung dan menaikkan pendapatan iklan.

Yahoo mengklaim bahwa halaman utama webnya yang paling banyak dikunjungi orang, dengan angka traffick lebih dari 300 juta pengunjung setiap bulannya.

Perubahan besar halaman utama web Yahoo pernah dilakukan pada Mei 2006 saat mereka menambahkan elemen-eleman yang mempersilakan orang memilih apa yang ingin mereka tampilkan saat mereka berkunjung.

Tetapi, kata wakil presiden direktur senior Yahoo Tapan Bhat, perbaikan tahun ini akan lebih jauh. Perubahan diarahkan untuk membangun tools (sarana) personalisasi yang memungkinkan pengguna layanan My Yahoo menempatkan apa yang dimilikinya di halaman utama.

“Banyak orang suka suka My Yahoo tetapi mereka tidak ingin melakukan sesuatu yang serius (pekerjaan),” kata Bhat kepada sebuah media London.

Desain ulang ini akan memperlihatkan kesemrawutan dalam halaman utama terkurangi dengan sebuah campuran konten statik dan customisable (bisa diubah-ubah).

Citra Naik

“Ini tentang membuat sebuah dashboard (ruang pengaturan) untuk sesuatu yang kamu pedulikan tentang seputar web ini,” kata dia.

Guna membantu orang menemukan konten dan aplikasi ekstra yang relevan, Yahoo sedang merencanakan untuk menggunakan in-house technology yang membantu menampilkan berita-berita populer mengenai hal itu.

Sementara para editor Yahoo mengkompilasi (menyusun) berita-berita itu, sebuah mesin optimisasi konten merekomendasikan yang lain yang juga ingin dibaca pembaca.

Pengunjung homepage Yahoo akan bisa menambahkan program-program add-on untuk sebuah aplikasi bar yang memberikan akses kepada semula layanan, seperti e-mail, situs jejaring sosial dan portal video yang sering mereka kunjungi.

User membutuhkan semacam sarana filter (penyaring), kata Bhat, karena banyak informasi di web membuat orang merasa tidak nyaman dan menghentikan upayanya untuk tahu lebih jauh atau menemukan layanan baru yang dianggap lebih bermanfaat.

Yahoo juga berencana memasukkan produk program-program kecil dalam aplikasi untuk memberi akses orang ke layanan-layanan lain.

Opini-opini mengenai bagaimana mengubah homepage Yahoo akan didapatkan dari pengguna yang dipilih secara acak dari Inggris, Prancis, India, dan Amerika Serikat. Ketika ujicoba selesai dalam beberapa bulan mendatang, semua pengguna Yahoo akan bisa memilih di tampilan baru.

Bhat mengatakan, perbaikan juga akan membantu mendapatkan lebih banyak uang dari home page Yahoo.

Pengaturan ketat konten dalam halaman-halaman personal membutuhkan upaya-upaya dari pengguna, kata dia.

“Yang diinginkan pengiklan adalah perhatian,” katanya. “Mereka ingin perhatian kamu sesuai konteks.”

Perbaikan halaman utama ini merupakan bagian dari sebuah rencana terbesar untuk membantu raksasa web ini mengembalikan masa depannya.

Pada Januari lalu Microsoft mengajukan penawaran untuk membeli Yahoo seharga 44,6 juta dolar dalam sebuah upaya menciptakan raksasa web yang bisa mengalahkan kredibilitas Google.

Yahoo menolak tawaran itu bahkan setelah dinaikkan menjadi 47,5 juta dolar dan Microsoft mengakhiri negoisasi pada Mei lalu.

Dalam Juni Yahoo menandatangani sebuah kesepakatan dengan Google untuk menggunakan
teknologi periklanan raksasa mesin pencari itu.

Indonesia Masih Harus Diawasi Dunia Soal Kejahatan Cyber Dunia Maya


Berkat lahirnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, status Indonesia dalam dunia internasional diturunkan dari priority watch country atau negara yang mendapat prioritas diawasi menjadi berstatus watch country atau negara yang harus diawasi.

”Dulu, Indonesia mendapat status negara yang mendapat prioritas diawasi karena angka kejahatan cyber-nya sangat tinggi,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Telematika, Departemen Komunikasi dan Informatika Cahyana Ahmadjayadi di Bandung, Selasa (16/9). Di mengatakan hal itu di sela-sela acara Sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di Bandung.

Menurut Cahyana, pada dasarnya seluruh aktivitas internet dapat dilacak. Sebab, pelaku pasti menggunakan komputer atau costumer premises equipment (CPE) yang terhubung dengan jaringan internet. ”Nah, Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini mengatur tentang ketentuan dan sanksi cyber crime,” ujarnya.

Undang-undang ini, antara lain, menjelaskan pengertian dan akibat hukum sertifikasi elektronik dan sistem elektronik, transaksi elektronik, nama domain, dan tanda tangan elektronik.

Undang-undang ini memiliki kekuatan yuridiksi ekstrateritorial. ”Artinya, siapa pun yang melanggar hukum, baik dia berada di dalam maupun luar Indonesia tetapi merugikan kepentingan Indonesia dapat dijerat dengan undang-undang ini,” ujar Cahyana.

Tertipu iklan

Pada kesempatan tersebut, Kepala Unit Informasi Teknologi dan Cyber Crime Bareskrim Polri Kombes Petrus R Golose mengatakan, dulu banyak negara yang mengeluh kepada Pemerintah Indonesia karena warganya menjadi korban kejahatan elektronik yang dilakukan warga Indonesia. Umumnya, mereka tertipu dengan iklan atau transaksi palsu via internet.

Kebanyakan, korban penipuan tersebut berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, dan Malaysia. ”Jika sudah demikian, bukan cuma warga yang dirugikan, tetapi reputasi Indonesia juga jatuh di mata internasional,” kata Petrus.

Jenis kejahatan lain yang dikeluhkan adalah carding, yakni menggunakan kartu kredit orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Kartu kredit ini biasanya hasil penggandaan dari kartu asli.

Modus kejahatan yang dilakukan adalah pelaku biasanya mengambil uang dalam jumlah kecil, tetapi berulang-ulang agar pemiliknya tidak menyadari. Namun, banyak juga modus lain, seperti transaksi pembelian barang dengan kartu kredit dan transaksi dilakukan saat toko sedang ramai atau hampir tutup.

Di sisi lain, lanjut Golose, banyak juga orang Indonesia yang mengaku tertipu transaksi melalui internet. ”Banyak yang sudah menstranfer uang, ternyata perusahaan yang menawarkan barang itu fiktif,” kata Petrus R Golose.

Oleh karena sifatnya mendunia dan ekstra yuridiksi, kata Golose, Indonesia kemudian bekerja sama dengan beberapa negara lain, seperti Australia, untuk membendung kejahatan cyber ini.

”Melalui kerja sama ini, pelaku dan lokasinya bisa lebih mudah dilacak dan diambil tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.