Monthly Archives: Agustus 2012

Apakah Virus Dibuat dan Disebarkan Oleh Pembuat Antivirus?


Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Kalau dilihat dari sisi bisnis dimana produsen antivirus mendapatkan keuntungan finansial dari melindungi komputer-komputer dari infeksi virus tentunya banyak orang akan berpikir bahwa produsen antivirus lah yang berkepentingan menyebarkan virus supaya dagangannya laku.

Kira-kira begitu yang sering dipikirkan oleh para pengguna komputer yang mungkin terpengaruh oleh intrik-intrik di sinetron atau telenovela. Untungnya para pasien yang berobat ke klinik 24 jam tidak banyak yang memiliki pemikiran seperti ini, karena kalau tidak bisa-bisa banyak dokter yang dipukuli karena dianggap menyebarkan penyakit supaya ia mendapatkan pasien.

Dalam menjawab pertanyaan seperti ini pun sebenarnya kami mengalami dilema, kalau dijawab iya kami bisa langsung didatangi oleh pihak berwajib karena menyebarkan virus adalah perbuatan melanggar hukum dan tidak boleh dilakukan oleh warga negara yang baik.

Sebaliknya, kalau dijawab tidak, mungkin penanya akan berpikir dalam hatinya : “Hare gene mana ada maling ngaku!”.

Supaya obyektif, kita bisa melihat fakta pembuat virus Top yang berhasil ditangkap oleh pihak berwajib di dunia (sayangnya di Indonesia yang tertangkap justru bukan pembuat virus, tetapi pembobol server KPU yang sebenarnya berbaik hati ingin menunjukkan kelemahan dalam sistem server KPU).

5 pembuat virus Top dunia yang tertangkap oleh pihak berwajib ini tidak ada satupun yang memiliki hubungan dengan pembuat antivirus dan produsen antivirus sama sekali tidak memberikan penghargaan atau dukungan kepada para pembuat virus ini.

1. David L. Smith yang membuat virus Melissa di tahun 1999 berhasil ditangkap oleh FBI dan dihukum 20 bulan penjara dan denda US $ 5.000 oleh pengadilan dan tidak terbukti memiliki hubungan apapun dengan produsen antivirus.

2. Onel De Guzman, programmer Filipina yang membuat virus Lovebug (I Love You) sebagai tesis akhirnya (yang ternyata ditolak).

3. Jan De Wit, pembuat virus Annakournikova di tahun 2001 merupakan anak muda berumur 20 tahun yang langsung menyerahkan dirinya kepada pihak berwajib setelah terkejut mengetahui besarnya dampak dan kerugian yang diakibatkan oleh virus buatannya.

Lucunya, penghargaan terhadap Jan De Wit justru datang dari walikota “Sneek”, daerah tempat Jon De Wit tinggal di Belanda dan ia mendapatkan tawaran pekerjaan dan penghargaan. Sebaliknya, produsen antivirus seperti Sophos justru menentang penghargaan terhadap Jon De Wit.

4. Sven Jaschan, pembuat virus Sasser dan Netsky yang mengakibatkan kelumpuhan pada banyak sistem perbankan di dunia (pembuat virus ini kemungkinan besar terinspirasi oleh Skynet dari film Terminator).

Adalah bocah jenius asal jerman yang ternyata menyesal melihat besarnya kerusakan yang diakibatkan oleh virus buatannyadan teridentifikasi justru ketika sedang menyebarkan virus lain dari rumah orangtuanya yang bertujuan mereduksi kerusakan yang diakibatkan oleh virus ciptaannya.

5. Simon Vallor yang menciptakan virus Gokar, Redesi-B dan Admire yang menyebar tahun 2001 merupakan pengangguran dan berhasil ditangkap di tahun 2003 dan harus menghitung hari di bui selama 20 bulan penjara.

Dalam kenyataannya, banyak pembuat virus yang sangat membenci pembuat antivirus karena menganggap bahwa pembuat antivirus menghalangi atau menghancurkan hasil karya mereka dan hal ini terlihat jelas seperti pada aksi virus seperti Sality yang melakukan blokir akses ke situs antivirus pada semua komputer yang diinfeksinya.

Bajaj Kalah Rebutan Paten Busi Dengan Honda Di Mahmakah Agung


Mahkamah Agung (MA) akhirnya membeberkan siapa pemenang hak paten 2 busi pada mesin 1 silinder sepeda motor. Ternyata perusahaan sepeda motor asal India ini harus gigit jari sebab MA menyatakan hak paten ini milik Honda.

“Menolak permohonan kasasi Bajaj Auto Limited,” demikian pengumuman panitera MA, Kamis (30/8/2012).

Putusan ini diketok pada 15 Agustus 2012 lalu oleh 3 hakim agung yaitu ketua majelis hakim Muhammad Taufik dengan hakim anggota Djafni Djamal dan Takdir Rahmadi. Perkara nomor 802 K/PDT.SUS/2011 ini dipaniterai oleh Retno Kusrini.

Putusan kasasi ini menguatkan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Dalam sidang di PN Jakpus, majelis menolak gugatan karena Bajaj terlambat mengajukan gugatan yaitu pihak Bajaj hanya terlambat 1 hari mengajukan gugatan dari batas maksimal 3 bulan setelah keputusan Komisi Banding Merek.

Majelis PN Jakpus tidak berani menilai sebetulnya mesin dua busi dalam 1 silinder ini siapa yang pertama kali menemukan.

Versi Ditjen HAKI sistem ini telah dipatenkan di Amerika Serikat atas nama Honda Giken Kogyo Kabushiki Kaisha dengan penemu Minoru Matsuda pada 1985. Lantas oleh Honda didaftarkan di Indonesia pada 28 April 2006, namun dalih ini dimentahkan oleh Bajaj.

Bajaj merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1926, bergerak di berbagai sektor industri seperti kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga dengan berbasis pada ilmu pengetahuan yang telah beroperasi di lebih dari 50 negara antara lain Amerika Latin dan Afrika.

Peneliti Temukan Bahwa Banjir Badang Di Padang Pernah Terjadi Pada Masa Purba


Tim peneliti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menemukan adanya tanda banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 24 Juli 2012 dan membuat ribuan jiwa mengungsi, pernah terjadi sebelumnya dengan rentang waktu lebih dari dua generasi.

Tim yang diturunkan selama dua hari, 28-29 Juli 2012, memperoleh fakta itu berdasarkan penelitian terhadap salah satu rumah di bantaran aliran sungai Limau Manis yang diterjang banjir bandang.

“Terdapat endapan banjir purba di dasar pondasinya. Bahkan di sekitar areal persawahan yang dilewati banjir menunjukkan adanya endapan tanah purba,” kata Salahuddin, anggota tim peneliti UGM, Selasa 14 Agustus 2012.

Salahuddin menjelaskan, kehadiran tanah purba itu mengidikasikan periode banjir dalam rentang waktu yang sangat lama. Diduga kuat, banjir bandang yang menghanyutkan ratusan rumah itu terjadi akibat bendungan alam di aliran sungai Limau Manis yang ada di bukit barisan. “Dugaan kami, sungai limau manis mengalami pembendungan alam akibat erosi,” katanya.

Dari hasil pengamatan di lapangan, Salahuddin menambahkan, banjir bandang sungai itu membawa sedimen beragam ukuran, mulai dari lempung hingga bongkah berdiameter puluhan sentimeter.

Limau Manis memiliki morfologi cekungan yang unik di bagian hulu dengan karakter melebar yang menyerupai ‘sendok’. Diameternya sekitar dua kilometer yang kemudian menyempit menuju ke arah hilir. Karakter morfologi seperti ini dikontrol oleh variasi batuan yang mudah tererosi di suatu tempat membentuk cekungan luas, yang diselingi oleh batuan resisten yang membentuk lembah sempit.

Penyempitan lembah aliran sungai rawan terhadap pembendungan alami, di mana material permukaan seperti tanah, batuan, dan batang pepohonan, mampu membentuk bendung alam di bagian yang sempit, yang pada akhirnya akan menimbulkan pengumpulan massa air di bagian hulu.

“Ketinggian air hulu kritis, bendungan alam tersebut dapat saja runtuh oleh kekuatan gravitasi yang bekerja pada massa air yang besar, dan memicu terjadinya banjir bandang di bagian hilir aliran sungai,” kata dia.

Adapun Faisal Fathani, anggota tim peneliti lainnya, mengatakan kegiatan mitigasi dapat dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Di antaranya, penataan alur sungai, penataan daerah hulu, dan penerapan sistem peringatan dini.

“Penataan normalisasi sungai dilakukan dengan mempertahankan sempadan sungai, fungsi badan sungai, mengamankan tebing sungai dari bahaya longsor,” katanya. Sedangkan pembuatan tanggul atau bangunan lain sebagai perlindungan terhadap elevasi muka air tinggi juga diperlukan.

Penataan alur sungai dan pengaturan tata ruang, kata Fathani, mendesak dilakukan terutama terhadap areal persawahan dan pemukiman yang berada di sekitar aliran Sungai Limau Manis. Sementara penataan daerah hulu dilakukan melalui pengawasan ketat kegiatan penebangan (logging) di sekitar daerah tangkapan.

Di samping itu, wacana pembangunan waduk pengendali banjir di daerah hulu sungai-sungai di Kota Padang juga sudah berkembang sejak beberapa tahun terakhir perlu segera direalisasikan. “Waduk ini, di samping berfungsi sebagai pengendali banjir, juga dapat difungsikan sebagai sumber air bersih, pembangkit listrik dan objek wisata,” katanya.

Penerapan sistem peringatan dini banjir bandang pun menurtnya dapat dilakukan dengan menempatkan alat pemantau di bagian hulu dan instrumen peringatan dini kepada warga masyarakat di bagian hilir sungai.

Alat pemantau yang dapat digunakan adalah ARR (Automatic Rainfall Recorder) dan AWLR (Automatic Water Level Recorder) berupa ultrasonic sensor dan sistem pendulum yang ditempatkan di daerah hulu. “Sistem ini telah banyak dikembangkan dan digunakan di beberapa daerah bencana di Indonesia, salah satunya pada aliran sungai vulkanik di Gunung Merapi untuk memantau datangnya aliran lahar dingin,” kata dia.

Capung Putih Indonesia Menang Kompetisi Di Jepang


Komunitas Indonesia Dragonfly Society (IDS) memenangkan kompetisi foto dalam Kongres capung sedunia (International Congres of Odontology) di Jepang awal Agustus lalu. Capung putih yang dinilai unik dan langka memenangkan Indonesia dalam kompetisi foto tersebut.

“Juri menilai capung putih ini sulit didapat karena langka dan unik. Kalau terbang sangat cepat. Sulit mendapatkan foto capung putih,” kata delegasi Indonesia, Tabitha Makitan kepada Tempo, Rabu, 15 Agustus 2012.

Indonesia menyisihkan Venezuela dan Taiwan yang mengirimkan puluhan karya foto capung di negara mereka. Adapun peserta kongres dari 15 negara antara lain Inggris, Jerman, Taiwan, Spanyol, Cina, Amerika, dan Prancis.

Tabitha mengaku mendapatkan capung putih di wilayah Getas, Sleman, Yogyakarta. Bersama komunitas capung dari Malang, pusat IDS berdiri, mereka berburu capung. Capung putih itu mereka peroleh melalui pengamatan yang lama. Menggunakan kamera D-90, capung putih berhasil mereka jepret dengan perjuangan keras.

Bernadeta Putri, anggota IDS yang juga mahasiswi Fakultas MIPA jurusan Biologi, mengatakan capung putih hanya muncul dua jam saja, ketika hari menjelang gelap. “Munculnya hanya pukul 16.00 sampai jam setengah enam sore,” ujarnya.

Capung putih ini unik lantaran terbang sangat cepat dan mondar mandir, berbeda dengan capung kebanyakan. Bernadeta menduga capung itu hanya tebang menjelang malam karena kemampuan matanya tak mampu melihat waktu siang.

Referensi mengenai capung putih itu sendiri sulit mereka peroleh. Kalaupun ada satu jurnal yang memuat capung putih, informasinya sangat minim. Karena kemenangan inilah, dia bersama komunitas capung Indonesia berinisiatif melakukan penelitian capung putih. Hasil penelitian capung putih akan dibawa ke kongres capung sedunia pada Juni 2013 di Jerman.

Batu Apung Seluas Israel Ditemukan Mengambang di Pasifik


Ada pemandangan unik yang dijumpai tentara Angkatan Laut Selandia Baru di perairan Pasifik Selatan, Kamis pekan lalu. Mereka melihat kumpulan batu apung raksasa, berukuran lebih luas dari negara Israel, mengambang di perairan tersebut.

Petugas di kapal Royal New Zealand Air Force melihat kumpulan batu itu mengapung di barat daya Pulau Raoul. “Ukurannya sangat mengejutkan, panjangnya mencapai 482 kilometer dan lebar lebih dari 48 kilometer,” demikian pernyataan Angkatan Laut.

Letnan Tim Oscar dari Angkatan Laut Australia menggambarkan batu apung raksasa itu sebagai benda paling aneh yang ada di lautan. “Hal teraneh yang pernah saya lihat dalam 18 tahun di laut,” kata dia kepada Australian Associated Press, seperti dikutip Livescience, Senin 13 Agustus 2012.

Oscar mengatakan batu apung itu tampak melayang dua kaki di atas gelombang laut jika dilihat dari kejauhan. “Warnanya putih cemerlang dan tampak menyala, seperti tepian sebuah bongkahan es,” ujar perwira yang turut menyaksikan penampakan batu apung tersebut.

Batu apung terbentuk ketika lava dari gunung berapi mendingin secara cepat. Gas yang terperangkap dalam lava menciptakan pori-pori di bebatuan, yang memungkinkannya mengapung di permukaan air.

Penelitian terbaru menunjukkan batu apung memainkan peran penting dalam evolusi kehidupan di Bumi. Sebab, ibarat “pulau mengambang”, batu apung raksasa ini dapat melintasi lautan sembari mengangkut hewan, tumbuhan, bahkan koloni mikroba melintasi hambatan geografis berupa perairan luas.

Angkatan Laut Selandia Baru mengatakan para ilmuwan percaya bahwa bongkahan batu apung raksasa di lepas pantai negara itu kemungkinan besar dimuntahkan ke permukaan oleh sebuah gunung berapi bawah laut. “Mungkin gunung bawah laut Monowai, yang telah aktif sepanjang punggungan Kermadec,” ujar mereka.

Sementara para pejabat Selandia Baru menyatakan fenomena ini tidak ada kaitannya dengan letusan gunung Mout Tongariro di negara itu, awal pekan lalu. Letusan tersebut cukup besar, mengirim abu vulkanik setinggi 6.100 meter ke udara.

Sekelompok peneliti dari GNS Science–sebuah lembaga milik pemerintah–langsung meluncur ke lokasi penemuan batu apung. Mereka menempuh perjalanan terdekat menumpang kapal militer lainnya untuk segera mengumpulkan sampel dari batu apung. “Sampel-sampel ini akan dianalisis untuk menentukan dari mana batu-batu itu berasal,” ujar mereka.

Kupu-kupu di Fukushima Alami Mutasi Genetik Karena Paparan Radioaktif Reaktor Nuklir


Para ilmuwan menemukan mutasi bentuk sayap, antena, serta kaki pada kupu-kupu yang dikumpulkan setelah insiden kegagalan fungsi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I menyusul gempa dan tsunami di Sendai, Jepang, tahun 2011.

Manurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, para peneliti menemukan hubungan antara mutasi kupu-kupu dan materi radioaktif dalam serangkaian percobaan laboratorium.

Dua bulan setelah kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011, tim peneliti Jepang mengumpulkan 144 kupu-kupu dewasa jenis Zizeeria maha dari 10 lokasi di Jepang, termasuk daerah Fukushima.

Dengan membandingkan mutasi pada kupu-kupu yang dikumpulkan dari lokasi yang berbeda, tim peneliti menemukan bahwa daerah dengan paparan radiasi paling tinggi menjadi tempat berkembangbiak kupu-kupu dengan sayap lebih kecil dan mata yang tidak tumbuh baik.

“Serangga dipercaya sangat tahan radiasi. Dalam hal ini hasil penelitian kami tak terduga,” kata pemimpin peneliti Joji Otaki dari University of the Ryukyus, Okinawa, seperti dikutip laman BBC.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Otaki membiakkan kupu-kupu di laboratorium yang berjarak 1.750 kilometer dari lokasi peristiwa Fukushima di mana paparan radiasi buatan sulit dideteksi.

Dari pembiakan kupu-kupu itu, para peneliti mengetahui beberapa kelainan yang tidak ditemukan pada generasi kupu-kupu yang sebelumnya dikumpulkan dari Fukushima seperti kelainan bentuk antena yang digunakan serangga untuk mengeksplorasi lingkungan dan mencari pasangan.

Namun penemuan dari penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa radionuklida yang terlepas pada peristiwa Fukushima masih mempengaruhi perkembangan binatang, bahkan setelah residu radiasi di lingkungan tak ada lagi.

Penemuan tim peneliti Jepang ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa burung dan kupu-kupu merupakan alat penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari kontaminasi radioaktif di lingkungan.

Ilmuwan Amerika Serikat Temukan Dua Piramida Di Mesir Karena Meneliti Gambar Google Earth


Seorang ilmuwan asal Amerika Serikat telah menemukan dua situs yang diduga piramida di Mesir setelah menghabiskan sepuluh tahun mempelajarinya di Google Earth.

Arkeolog bernama Angela Micol itu telah menandai dua lokasi yang berjarak 90 mil di pinggir sungai Nil. Kedua lokasi yang ditandai itu menunjukkan dua bentuk gundukan yang tidak biasa.

Salah satu situs tampak seperti sebuah plato berbentuk segitiga dengan lebar 620 kaki (sekitar 190 meter persegi), atau tiga kali luas ukuran Piramida Giza.

Micol yang berbasis di North Carolina, AS, kini berencana mengunjungi situs itu untuk memastikan apakah itu benar lokasi piramida kuno.

Lokasi pertama berada di pinggir sungai Nil bagian atas Mesir, berjarak 12 mill dari kota Abu Sidhum, lapor Daily Mail.

Bila plato yang ditemukan ternyata adalah benar piramida kuno, maka ini akan menjadi piramida terbesar yang pernah ditemukan di dunia.

“Berdasarkan penilaian terhadap formasi tersebut dari jarak dekat, gundukan itu tampaknya memiliki puncak yang rata dan segitiga sama sisi yang mencurigakan karena seharusnya sudah tergerus karena waktu,” ungkap Micol.

Situs kedua, berjarak 90 mil ke arah utara, memiliki bentuk persegi dengan luas sekitar 40 meter persegi.

“Di situs kedua ini ada puncak berbentuk persegi berbeda yang menurut saya tidak biasa untuk sebuah gundukan dengan ukuran tersebut. Bentuknya pun seperti piramida saat terlihat dari atas,” pungkas Micol.

Micol mengatakan dia juga menemukan tiga gundukan kecil lain yang mirip garis diagonal pada piramida Plato Giza.

Dua situs itu memang tampak tak lazim karena banyak yang mengetahui bahwa piramida dibangun di sekitar Kairo, sementara situs yang ditemukan Micol terletak jauh di sebelah selatan Mesir.

Penemuan benda arkeologi ini bukanlah yang pertama, karena sebelumnya ahli sejarah Mesir dari Amerika, Dr. Sarah Pancak, menemukan 17 piramida yang diduga hilang, melalui mesin pencarian Google Earth.

Micol mengaku kini menggunakan Google Earth untuk menemukan kemungkinan ada kota bawah air di Semenanjung Yucatan, Meksiko.