Category Archives: Transportasi

Daftar Mobil Yang Paling Sedikit Bermasalah Atau Bandel Di Indonesia


JD Power telah mengukur kualitas mobil-mobil baru di Indonesia yang mengalami peningkatan melalui Indonesia Initial Quality StudySM 2015 (IQS). Rata-rata masalahnya turun dari tahun ke tahun. Bahkan, kualitasnya naik 5 persen jika dibandingkan tahun lalu. Lantas, mobil apa yang paling jarang dikeluhkan pada masa awal kepemilikan konsumen?

JD Power membuat klasifikasi menjadi beberapa segmen. Toyota menerima dua model penghargaan, yakni untuk Agya, kendaraan segmen entry compact, dengan angka 59 masalah per 100 kendaraan (59 PP100) dan Rush pada segmen entry SUV dengan angka 53 PP100. Mitsubishi Pajero Sport (37 PP100) mendapatkan peringkat tertinggi pada segmen SUV, sedangkan Honda Mobilio (80 PP100) mendapatkan peringkat tertinggi pada segmen entry MPV. Sementara itu, Nissan Grand Livina (53 PP100) mendapatkan peringkat tertinggi pada segmen MPV.

Indonesia Initial Quality Study (IQS) 2015 didasarkan pada evaluasi dari 2.902 pemilik kendaraan yang baru membeli kendaraan mereka antara September 2014 dan Agustus 2015. Studi ini meliputi 11 merek kendaraan berbeda, termasuk 41 model kendaraan penumpang dan utilitas yang berbeda. Studi dilaksanakan antara Mei dan November 2015.

Temuan penting
Dari penelitian itu, ada beberapa temuan penting JD Power, antara lain:
1. Pemilik kendaraan SUV melaporkan jumlah masalah yang paling sedikit (42 PP100), sedangkan pemilik entry MPV melaporkan jumlah masalah tertinggi (87 PP100).

2. Dua masalah yang paling sering dilaporkan ada pada kategori interior kendaraan, yakni karpet sering tergeser dari tempatnya (3,5 PP100) dan karpet renggang atau tidak pas (2,8 PP100).

3. Tujuh dari 10 masalah yang sering dilaporkan pada 2015 masih sama dari tahun 2014. Empat dari masalah ini berhubungan dengan pengalaman berkendara, dan tiga lainnya berhubungan dengan ventilasi dan pendingin udara.

4. Hampir dua pertiga (65 persen) dari pemilik kendaraan yang senang dengan kualitas kendaraan mereka (memberikan rating 8 hingga 10 pada skala poin 10) mengatakan, mereka ”pasti akan” merekomendasikan kendaraan mereka kepada teman dan keluarga. Sementara itu, hanya 36 persen dari mereka yang kecewa (rating dari 1 hingga 7) mengatakan hal yang sama.

Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mengemudikan Mobil Diesel


Mudik ke kampung halaman pasti identik dengan perjalanan panjang dan lama serta macet parah. Kondisi kendaraan atau mobil harus benar-benar prima agar perjalanan tidak terganggu. Lalu, bagaimana jika mudik dengan menggunakan mobil bermesin diesel? Pengguna mobil diesel, ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan seputar kondisi kendaraan. Terlebih bila ingin melakukan perjalanan mudik. Pada dasarnya, perawatan mobil diesel lebih sederhana daripada bensin.

“Khusus mesin diesel sebelum jalan jauh perlu melakukan pengecekan filter udara dan saringan bahan bakar, bila sudah kotor langsung ganti dengan yang baru,” ujar Logistic and Production General Manager PT Kia Mobil Indonesia Arifani Perbowo, saat berbincang awal Juli lalu.

Salah satu cara mengenali mobil diesel bermasalah, kata Arifani, bisa dirasakan melalui kesan tarikan gas yang berat serta asap gas buang yang terlampau tebal. Perhatikan! Kalau sudah mengalami kondisi ini, segera pergi ke bengkel dan lakukan pengecekan. Selain akibat saringan udara dan bensin yang kotor, gejala ini juga bisa terjadi karena injektor tidak bersih.

“Untuk mesin diesel modern yang sudah banyak digunakan model-model baru, biasanya sudah dilengkapi dengan turbo. Untuk menjaga tarikan kendaraan tetap prima, biasakan setiap servis berkala, minta mekanik untuk memeriksa kondisi injektor, apalagi untuk mobil dengan jarak tempuh lebih dari 40.000 km. Kalau kotor minta bersihkan dengan injector cleaner saja,” ucap pria yang akrab disapa Ape ini.

Faktor lain yang paling berpengaruh dalam perjalanan mengendarai mobil diesel adalah mencari lokasi SPBU yang tepat di jalan. Maklum, pemerataan kualitas bahan bakar diesel belum terlaksana dengan baik di Indonesia. Nah, guna mengurangi risiko mengonsumsi solar buruk, ada cara mudah untuk melakukannya. “Mungkin sedikit susah mencarinya, tapi usahakan mencari pom bensin yang ramai saat melintasi kota besar, dan supaya mobil tetap prima saat akan melakukan perjalanan balik ke Jakarta cek lagi kondisinya,” ucap Ape.

Mari Menghitung Waktu Terlama Kita Dapat Mengemudi Berdasarkan Ketahanan Tubuh


Mengemudi lama untuk perjalanan jauh seperti mudik tidak bisa disepelekan. Aktivitas yang menguras tenaga itu sangat dipengaruhi kesehatan agar tetap bisa dilakukan optimal, jadi ada banyak hal yang perlu diperhatikan pengemudi.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Saptawati Bardosono, menjelaskan, kelelahan adalah reaksi perlindungan diri secara fisiologis oleh tubuh untuk mencegah terjadinya masalah. Dari pandangan kesehatan, kelelahan karena mengemudi secara terus-menerus bisa menyebabkan gangguan mental dan fisik. Hal itu akan berpengaruh pada perhatian, perasaan, persepsi, pemikiran, dan pengambilan keputusan.

“Kurang tidur di malam hari dapat menyebabkan kelelahan saat mengemudi walau jarak dekat sekalipun, dan kurangnya istirahat selama mengemudi jarak jauh,” ujar Saptawati menjelaskan penyebab kelelahan mengemudi, via surat elektronik, Senin (6/7/2015).

Mengemudi butuh banyak konsentrasi, tanggung jawab pengemudi bukan hanya untuk penumpang tapi juga keselamatan pengguna jalan lain. Bila fokus terusik lelah maka risiko human error meningkat. Saptawati menyetarakan waktu mengemudi saat mudik yang ideal seperti aktivitas sehari-hari. “Saat mudik seperti halnya lama kerja pada lazimnya, maka lama mengemudi sebaiknya maksimal delapan jam untuk mencegah terjadinya kelelahan,” ucap Saptawati.

Cara Kendalikan Mobil Yang Alami Rem Blong dan Ban Meledak Ketika Ngebut


Banyak hal yang terjadi dan bisa merepotkan, atau jadi penghalang saat melakukan perjalanan menggunakan mobil saat mudik berlibur. Kendati langkah antisipasi telah dilakukan dengan melakukan pengecekan, namun apa daya kalau “apes” menyerang. Rem blong dan ban meledak saat mobil melaju menjadi momok terbesar pengemudi saat berkendara. Jika tidak diantisipasi dengan baik saat hal tersebut terjadi, sudah pasti akan menimbulkan kecelakaan.

Penanganan dengan benar jadi kunci keselamatan. Berikut langkah antisipasi yang disampaikan Alvin Bahar, pebalap mobil nasional dan Teddy Jusman, Kepala Mekanik SS Performance, ketika terjadi rem blong atau ban meledak tiba-tiba saat berkendara.

Rem blong
Kondisi ini biasanya terjadi karena beberapa hal, antara lain sirkuit cairan rem bocor, angin palsu (ada udara di sirkuit rem karena terjadi pemuaian) dan suhu cairan meninggi. Antisipasi pertama, kocok rem paling tidak 3 kali. Dibantu juga dengan mengaktifkan rem parkir hingga 50 persen. Jika hal tersebut tidak menyebabkan laju berkurang, langkah selanjutnya turunkan gigi ke posisi terendah secara berurutan.

Ban meledak
Pertama, jangan panik! Pegang setir lebih kuat, pertahankan arah mobil tetap lurus. Jangan langsung melakukan perlambatan atau mengerem secara mendadak seperti membebaskan pedal gas dan langsung menginjak rem. Rasakan dahulu sumber goyangan terbesar berasal dari mana (depan/belakang) untuk mengetahui ban yang pecah.

Jika yang pecah depan, langkah yang harus dilakukan harus ekstra hati-hati. Kurangi kecepatan dengan membebaskan pedal gas secara perlahan dan bertahap. Tujuannya, agar perpindahan bobot tidak terjadi secara ekstrem ke depan. Selanjutnya, aktifkan rem parkir secara bertahap untuk membantu mengurangi kecepatan. “Paling tidak, bila kecepatan 40 kpj, mobil baru dipinggirkan,” beber Alvin.

Bila yang pecah ban belakang, untuk memperlambat laju mobil bisa dilakukan lebih cepat dengan langsung melepas pedal gas dan melakukan pengereman. Jangan lupa memberi tanda sein ketika hendak berpindah jalur.

PT Dirgantara Indonesia Kembangkan Pesawat Penumpang Jenis Baru


PT Dirgantara Indonesia (DI) sedang merencanakan kelahiran pesawat komersial baru yang digadang-gadang mampu bersaing dengan jenis ATR 42 dan Q300. “Sekarang sedang dalam tahap perencanaan. Kami akan evaluasi dulu kelayakan dan nilai ekonomisnya. Kalau layak, kami akan mulai kembangkan tahun depan,” kata Presiden Direktur PT DI Budi Santoso. Pesawat yang dinamai N-245 dan direncanakan memiliki kapasitas angkut 50 orang tersebut ditargetkan mampu melayani rute jarak dekat yang perlu pelayanan, tetapi dengan jumlah permintaan penumpang rendah.

“Misalnya rute Tanjung Karang ke Palembang, tidak ada pesawatnya sekarang. Nanti kami layani dengan N-245. Ya targetnya untuk jarak 100-200 mil laut, 400 kilometer, setara Jakarta ke Semarang,” kata Budi. Ditemui di sela National Innovation Forum 2015 yang diadakan di Puspiptek Serpong, Senin (13/4/2015), Budi mengungkapkan, N-245 bisa dikatakan sebagai bentuk modifikasi karena beberapa rancangan pada bagian pesawatnya diambil dari CN-235.

“(Desain) sayapnya itu kami ambil dari desain CN-235 dan N-295. Sama. Sayap itu sudah bisa untuk angkut beban 23 ton. Sudah proven. Untuk badannya, kami sedang mikir ambil dari CN-235. Itu untuk bentuknya. Kalau panjang, kan nanti bisa disambung,” kata Budi. Bagian yang baru dirancang adalah ekor. Menurut Budi, perancangan ulang bagian ekor diperlukan karena ekor pesawat CN-235 atau pesawat lain akan terlalu berat jika diaplikasikan.

Karena tidak merancang semua bagian dari awal, pengembangan N-245 bakal jauh lebih murah. “Kalau bikin pesawat dari nol, biayanya 1,5 miliar dollar AS sampai 2 miliar dollar AS. N-250 sekarang sudah hampir 2 miliar dollar AS. Untuk N-245, cuma 150 juta dollar AS, sudah sampai prototipe,” kata Budi. Budi percaya bahwa permintaan penumpang terhadap pesawat jarak dekat akan semakin tinggi seiring pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan, bila N-245 terwujud dan dijual, maskapai bisa mencapai break even point dengan hanya membeli 50-70 pesawat.

Pesawat komersial baru yang digagas PT Dirgantara Indonesia punya konsep berbeda dengan biasanya, yakni bukan mengandalkan ketangguhan teknologi seperti umumnya pesawat baru dibuat, melainkan mengandalkan kekuatannya untuk melayani penumpang. Presiden Direktur PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengungkapkan, pesawat baru itu ditargetkan akan melayani rute-rute pendek, misalnya Tanjung Karang-Palembang, Jakarta- Cirebon, dan lainnya.

Pesawat yang diberi nama N-245 itu mungkin saja punya target tujuan akhir sama jauhnya dengan pesawat biasa, tetapi memiliki beberapa pemberhentian untuk menurunkan dan menaikkan penumpang di titik tersebut. Istilahnya ialah multihop atau spoke to spoke. Sebagai contoh ialah pesawat terbang dari Jakarta dengan target akhir Surabaya. Namun, pesawat tersebut berhenti di Cirebon dan Semarang untuk naik turun penumpang. “Jadi, seperti KRL,” kata Budi saat ditemui di National Innovation Forum di Puspiptek Serpong, Senin (13/4/2015).

Ya, mungkin sekarang sudah ada pesawat yang melayani jarak tertentu dengan pemberhentian di antaranya. Namum, rute N-245 bakalan lebih pendek, maksimal hanya 200 mil laut sekali terbang. Budi mengatakan, N-245 awalnya bisa dikonsentrasikan ke rute pendek dengan minat penumpang kecil. Namun, pada masa depan, pesawat tersebut bisa dioperasikan lebih luas. Budi percaya, minat warga Indonesia untuk naik pesawat walaupun dengan jarak pendek bakal tumbuh.

Pesawat direncanakan memiliki kapasitas angkut 50 penumpang. N-245 diharapkan mampu bersaing dengan pesawat jenis ATR 42 dan Q 300. Syukur jika N-245 juga bisa menggantikan pesawat seperti ATR 72 yang kini dipakai maskapai macam Garuda Indonesia untuk rute pendek. Budi menuturkan, N-245 adalah pengembangan dari CN-235. Sayap pesawat tersebut akan menggunakan sayap yang sebelumnya dikembangkan untuk CN-235. Untuk badan pesawat, dasarnya adalah badan CN-235 yang kemudian dimodifikasi bagian ekornya.

Saat ini, N-245 tengah memasuki tahap perencanaan. Ke depan, akan ada simulasi dan evaluasi secara ekonomi sebelum pengembangannya. Bila memang memungkinkan secara ekonomi, N-245 akan mulai dikembangkan tahun depan. Budi mengatakan, pengembangan N-245 bakal lebih murah. Bila pengembangan pesawat N-250 sudah menelan biaya hampir 2 miliar dollar AS, pengembangan N-245 hanya akan menelan biaya sekitar 150 juta dollar AS.

Ia juga menambahkan, keuntungan pengembangan juga akan dicapai lebih cepat. Dengan adanya 50-70 pembelian saja, keuntungan sudah akan didapat. “Sekarang waktunya kita juga harus berpikir ekonomi,” kata Budi.

Ilmuwan Berhasil Uraikan Kemacetan Dengan Alogaritma Matematika


Terjebak kemacetan lalu lintas pada jam sibuk tak hanya membuat frustrasi para pengemudi, tapi juga semakin menumpuk emisi gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, diklaim mampu mengurangi kemacetan dan emisi gas rumah kaca.

“Apa yang kita lakukan ialah mengembangkan algoritma tertentu agar otoritas transportasi dapat menggunakan model lalu lintas beresolusi tinggi ini untuk memecah kemacetan,” kata Carolina Osorio, asisten profesor bidang teknik sipil dan lingkungan, seperti dikutip dari Science Daily.

Osario bersama Kanchana Nanduri menghitung interaksi kompleks di antara tiap kendaraan di jalan raya. Menurut keduanya, model interaksi lalu lintas saat ini tidak menghitung kompleksitas kendaraan di jalan pada jam-jam tertentu. Dengan demikian, arus lalu lintas saat ini tidak dapat memprediksi kemacetan dan penggunaan bahan bakar secara keseluruhan.

Temuan keduanya ini dilaporkan dalam sepasang makalah ilmiah Transportation Science dan Transportation Research Part B. Dalam jurnal ini, Osario dan Nanduri menggabungkan data kendaraan dengan data lalu lintas kota setiap hari.

Nanduri dan Osario menggunakan simulasi lalu lintas di Kota Lausanne, Swiss, yang menampung 12 ribu lebih kendaraan per hari menggunakan karakter khusus. Bahkan model tersebut memasukkan perubahan perilaku pengemudi dari hari ke hari. Perubahan pola pikir, misalnya, yang membuat rute menjadi lebih lambat dan perubahan jalur.

Meski program simulasi tersebut mengintegrasikan skala lalu lintas dan perilaku pengemudi, proses ini juga menemui masalah. Tim ilmuwan MIT menghitung kembali agar simulasi bisa berjalan lancar, yakni dengan mengurangi jumlah detail tapi tetap menyimpan data spesifik untuk membuat prediksi. “Kuncinya pada 17 persimpangan dan 12 ribu kendaraan,” tulis Osario dalam jurnal.

Tim akan menerapkan algoritmanya pada Kota Manhattan. Selain perencanaan lalu lintas, simulasi ini ke depan dapat mengoptimalkan lokasi untuk mobil, sepeda motor, dan angkutan umum.

Tips Berkendaraan Saat Hujan


Hujan mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis pagi, 22 Januari 2015. Bagi Anda yang tengah mengemudikan kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil, sebaiknya berhati-hati.

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono berbagi tip aman berkendara saat hujan. Pertama, perhatikan kondisi ban kendaraan Anda. “Apabila ban sudah halus, segera ganti. Karena berbahaya, dapat menyebabkan tergelincir,” kata Hindarsono, Kamis, 22 Januari 2015.

Kedua, bagi pengemudi sepeda motor yang mengenakan jas hujan, jangan menggunakan jas hujan model ponco yang memanjang ke bawah. “Karena dapat terlilit ke roda dan pengendara bisa terjatuh,” ujarnya.

Ketiga, pengendara roda dua yang hendak berteduh, sebaiknya memastikan kendaraannya tidak mengganggu jalan kendaraan yang lain. “Jangan berteduh di tempat yang rawan.” Keempat, pengemudi wajib memperhatikan jalan yang tergenang rawan lubang. “Sebaiknya jangan memacu kendaraan dengan kencang, karena jika kena lubang bisa terjatuh,” kata dia.

Kelima, jika hujan cukup lebat, segera kurangi kecepatan laju kendaraan karena pandangan terbatas. “Khususnya kendaraan yang sedang melaju di jalan tol,” ujar Hindarsono. Sedangkan Keenam, bagi pengemudi mobil pribadi janganlah arogan dengan melaju kencang dan membuat genangan air terciprat kemana-mana dan mengenai pengguna jalan lain … Janganlah arogan dan menjadi raja jalanan.