Monthly Archives: Desember 2012

Tapir Langka Berhasil Dioperasi Setelah Luka Karena Dijerat Orang Tidak Bertanggung Jawab


Tim dokter hewan di Jambi berhasil melakukan operasi bedah seekor tapir langka akibat luka jeratan. Tapir (Tapirus indicus) merupakan binatang dilindungi yang banyak diburu untuk dikonsumsi dagingnya atau diperdagangkan sebagai hewan eksotik.

“Operasinya dilakukan tadi pagi pukul 08.30 WIB karena luka dibagian kaki kiri tapir tertanam besi jeratan dua tahun lalu,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi, Sepdinal, di Jambi, Kamis.

Menurut dia, tapir langka diberi nama Sari itu menderita infeksi berat akibat besi jeratan tertanam dibagian kaki kiri.

“Sebenarnya operasi bisa dilakukan sejak awal. Hanya saja kondisi tubuh tapir yang tidak memungkinkan sehingga hari ini baru bisa dioperasi,” katanya.

Sementara itu, drh. Wisnu Wardana yang memimpin operasi tersebut menyatakan, operasi berlangsung selama satu jam.

Tim dokter telah berhasil mengangkat tali seling yang tertanam di kaki tapir akibat jerat. “Karena sudah terlalu lama tertanam, sempat muncul tumor, tapi sudah berhasil diambil saat operasi,” ujarnya. Ia memperkirakan dalam waktu dua bulan ke depan kondisi tapir Sari sudah membaik.

Menurut dia, tapir berjenis kelamin betina itu dua tahun lalu ditemukan warga di Desa Mogasari, daerah Ness, Kabupaten Batanghari. Tapir tersebut tercebur ke dalam sumur dengan kondisi kakinya terkena jerat.

Setahun kemudian, binatang ini dipindahkan ke kebun binatang Taman Rimba Jambi dan menambah koleksi tapir di Taman Rimba Jambi menjadi dua ekor.

“Belum lama ini kami pernah melakukan operasi tapir ini, namun gagal karena obat biusnya tidak cocok. Sekarang, kami mendapatkan obat bius yang dipesan dari Inggris dan cocok untuk operasi,” tambah Wisnu

Iklan

Perusahaan Kanada Temukan Baju Stealth Yang Membuat Pemakainya Tidak Terlihat Bagai Harry Potter


Jubah gaib dalam serial Harry Potter yang membuat penggunanya menghilang bisa jadi kenyataan dengan kain kamuflase “Quantum Stealth”.

Militer AS mendukung pengembangan kain kamuflase yang diharapkan dapat membuat para tentaranya tidak terlihat, klaim mereka.

Bahan kamuflase yang disebut “Quantum Stealth” itu diklaim pembuatnya punya efek yang sama persis dengan jubah gaib yang dipakai Harry Potter, bahkan dapat mengelabui kacamata night-vision.

Meskipun begitu, pengembangannya dirahasiakan oleh perusahaan Kanada di baliknya. Mereka tidak mau menunjukkan bagaimana teknologi itu beraksi, mereka hanya menunjukan efek kamuflase tersebut.

Meskipun begitu, CEO Hyperstealth Biotechnology Corp, Guy Cramer, mengatakan dia tidak peduli banyak orang yang skeptis pada produknya karena perusahaan itu mengklaim “orang yang butuh tahu cara kerjanya telah melihatnya.”

“Dua grup komando dari militer AS dan dua grup dari militer Kanada bersama Federal Emergency Response Team (Anti Terorisme) telah melihat bahan aslinya dan memastikan bahwa saya tidak memanipulasi video atau fotonya,” kata Cramer seperti dikutip dari laman Daily Mail.

“Mereka kini tahu bagaimana cara kerjanya tanpa kamera, baterai, lampu, atau cermin. Bahannya ringan dan tidak terlalu mahal. Kedua militer, AS dan Kanada, telah mengonfirmasi bahwa bahan tersebut juga dapat mengelabui IR scopes dan Optik Thermal.”

Dalam pernyataan yang tercantum dalam situs perusahaannya, Cramer menjelaskan bahwa dia tidak dapat mengungkapkan detil bagaimana bahan tersebut dapat membelokkan cahaya, dia hanya memberi contoh bagaimana bahan tersebut dapat dipakai.

Dia mengatakan, bahan tersebut dapat membuat pasukan khusus beraksi di siang bolong tanpa terdeteksi, juga dapat memungkinkan kreasi pesawat siluman yang tidak terlihat tidak hanya oleh radar, juga dengan mata telanjang, itu juga akan memungkinkan kapal selam tetap tersembunyi meskipun berada dekat dengan musuh.

Dia juga membayangkan satu grup tank tempur Kanada yang mengenakan kamuflase “Quantum Stealth” dapat beraksi tanpa ketahuan, yang terdengar hanya suara mesin dan senjata.

“Jika ada berita menyebar tentang tentara Kanada tidak terlihat yang dapat beraksi tanpa terdeteksi, efek psikologis pada musuhnya akan luar biasa, mereka tidak akan tahu kapan akan diserang, atau tidak tahu apakah mereka sedang diincar,” kata dia.

“Bagaimana bisa Anda menyerang target yang tidak terlihat, bagaimana Anda melindungi diri dari sesuatu yang tidak terlihat?”

Cramer yang baru-baru ini diwawancara CNN mengatakan dirinya telah mengungkapkan cukup banyak pada publik untuk “mendapat perhatian” dari militer AS.

“Setelah banyak media menulis tentang itu, Komando Militer AS akhirnya ingin melihat material asli untuk memverifikasi apakah itu benar-benar berfungsi,” kata dia.

Konsumsi Buah dan Sayur Tidak Mengurangi Rasa Lapar


Pemikiran untuk mengisi perut kosong dengan buah-buahan dan sayuran agar menjadi kenyang ternyata tidak sepenuhnya benar. Setidaknya hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mengkonsumsi jus buah-buahan sebelum makan justru menambah rasa lapar sekaligus meningkatkan berat tubuh bagi beberapa orang.

Mengkonsumsi buah apel dan anggur sebelum makan siang membantu orang merasa kenyang dan makan lebih sedikit ketimbang jika mereka menenggak jus buah-buahan dalam jumlah yang sama sebagai makanan pembuka. Namun, para ilmuwan mengungkapkan bahwa diet buah-buahan dan sayuran selama berbulan-bulan ternyata tidak menghilangkan rasa lapar seseorang.

Beberapa dokter menyarankan orang untuk makan lebih banyak buah-buahan dan sayuran yang lebih rendah kepadatan energinya dibandingkan burger dan piza. Harapannya, bisa membantu mereka kenyang lebih lama, mencegah terlalu banyak makan, dan tidak menambah berat badan.

Namun, hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mengkonsumsi lebih banyak wortel, brokoli, dan jeruk setiap hari tidak menjauhkan rasa lapar dalam jangka panjang. Bahkan mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk minuman hanya menambah kalori pada hari itu saja tanpa pengaruh apa pun di hari lainnya.

Temuan ini ditunjukkan dengan hasil percobaan terhadap 34 partisipan. Para responden tersebut sebagian kelebihan berat badan, sebagian berat tubuhnya normal, dan sebagian mengalami kenaikan berat badan antara 3,5-5 pon (1,6-2,3 kg). Mereka diberi waktu delapan minggu untuk mengkonsumsi jus buah dalam menu makanan mereka. Responden yang bertubuh lebih berat juga bertambah berat badannya ketika mereka mengkonsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran.

Richard Mattes dari Purdue University di Wesy Lafayette, Indiana dan rekan-rekannya menemukan bahwa ketika mereka memberi makan para sukarelawan makan siang reguler berupa makaroni dan keju, para sukarelawan itu mengkonsumsi rata-rata 785 atau 821 kalori.

Ketika partisipan yang sama mengkonsumsi makanan dengan buah segar dan yang dikeringkan, diikuti dengan makanan utama, mereka mengkonsumsi 678 kalori selama makan siang–termasuk buah-buahan. Ketika mereka memulai makan dengan jus buah-buahan, total kalori yang dikonsumsi mencapai 891 kalori.

Secara umum, orang mengkonsumsi sekitar 400 kalori atau lebih, ketika mereka makan siang dimulai dengan jus, dibandingkan dengan saat mereka makan dimulai dengan buah-buahan segar. Inilah yang terungkap dari penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Obesity.

Namun, hasil temuan ini, menurut Mattes dan rekan-rekannya, tidak berlangsung untuk jangka panjang. Ketika para ilmuwan memberikan 400 hingga 550 kalori kepada para sukarelawan tersebut setiap hari selama delapan minggu, ternyata tidak ada perubahan dari rasa lapar atau kenyang selama periode tes.

Hal ini berarti, menambahkan buah-buahan dan sayuran untuk mengikuti panduan nutrisi yang dianjurkan, kemungkinan tidak akan cukup membuat seseorang merasa kenyang dan kehilangan berat badan. Hal tersebut justru cenderung meningkatkan berat tubuh mereka, kata para ilmuwan.

“Jika Anda meminta orang untuk menambahkan sesuatu dalam menu makanan mereka, Anda kemungkinan tidak akan kehilangan berat badan atau naik berat badannya, bahkan dengan buah-buahan dan sayuran,” ujar Barbara Rolls, kepala ilmu nutrisi di Pennsylvania State University di University Park, seperti dikutip Reuters, 30 November 2012.

“Anda harus berhati-hati untuk memastikan bahwa Anda menekankan subsitusi, bukan sekadar, makan ini lebih banyak atau makan itu lebih banyak,” kata Rolls, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut benar untuk minuman karena tubuh mengatur rasa lapar dan haus secara berbeda dan orang lebih sering berpikir untuk makan lebih sedikit serta menggantinya dengan jus atau minuman berkalori lainnya.

Australia Berhasil Kembangkan Nanas Dengan Rasa Buah Kelapa Muda Segar


Australia mengumumkan bahwa mereka telah mengembangkan buah yang revolusioner. Mereka telah mengembangkan nanas jenis baru yang tidak hanya manis tetapi juga memiliki rasa kelapa muda segar tropis. Kini, penelitian itu berada dalam tahap akhir pengembangan varietas baru.

Penelitian yang dilakukan di Queensland ini memberi nama pada varietas nanas sebagai AusFestival. “Nanas ini memiliki rasa kelapa yang lezat dan Anda tak akan menemukannya pada tiap nanas di Australia,” ujar Garth Senewski, hortikulturis.

Menurutnya, nanas AusFestival ini berasa manis, rasa asam yang rendah dan sangat juicy. Rasa yang unik, tambahnya, harus dapat membuktikan bahwa buah baru ini populer di kalangan pelanggan.

Generasi baru dari nanas ini memiliki potensi untuk merevolusi teknik mencampur koktail. Saat pina colada koktail harus dibuat dengan mencampurkan rum, krim kelapa dan jus nanas bersama dengan es, maka AusFestival akan melakukannya tanpa kebutuhan kelapa.

Senewski awalnya tidak berniat membuat nanas yang memiliki rasa kelapa. “Ketika kami melakukan isolasi, kami tidak sedang mencari nanas rasa kelapa atau rasa yang lainnya. Kami sedang mencari nanas rasa yang bagus, manis, asam rendah dan aromatik,” katanya.

Terbukti Bahwa Wanita Mampu Mendeteksi Pria Yang Suka Selingkuh Hanya Dari Wajah Saja


Perempuan ternyata dapat mendeteksi pria tak dikenal yang hobi selingkuh. Bagaimana caranya? Hanya dengan melihat wajahnya. Namun, hal sebaliknya tak dapat dilakukan pria terhadap perempuan yang tak dikenalnya.

Seperti dilansir jurnal Biology Letters, Rabu, 5 Desember 2012, tim peneliti asal Australia menemukan bahwa perempuan membuat penilaian tentang hobi selingkuh berdasarkan seberapa macho pria tersebut.

“Semakin macho para pria, para perempuan menilai mereka semakin tidak setia. Ternyata ini benar dan berkolerasi dengan sejarah perselingkuhan yang dilakoni oleh para pria tersebut,” kata Gillian Rhodes, Ketua Tim Peneliti dari Universitas Western Australia, Perth. Perempuan secara akurat menilai pria pria yang suka berselingkuh dengan ketepatan lebih dari 70 persen benar.

Tim peneliti menunjukkan foto berwarna 189 wajah pria dari ras Kaukasia kepada 34 responden pria dan 34 responden perempuan. Para responden kemudian diminta memberi peringkat wajah-wajah itu ihwal perselingkuhan.

Peneliti kemudian membandingkan jawaban responden dengan pengakuan pria-pria yang berada dlam foto tersebut. Hasilnya, responden perempuan lebih akurat menunjukkan siapa saja lelaki yang hobi selingkuh maupun yang setia. “Kami memberikan bukti bahwa menilai kesetiaan dapat diketahui dari wajah,” ujar tim peneliti.

Adapun responden pria ternyata tidak mampu menilai secara akurat masalah ketidaksetiaan dengan tingkat kesalahan sebesar 77 persen. Mereka salah karena menilai perempuan yang feminin, percaya diri dan menarik sebagai kandidat tidak setia. Padahal, hal itu tidak terbukti sama sekali.

Perempuan secara tepat menilai bahwa semakin macho wajah pria maka semakin pria tersebut tidak setia dan suka selingkuh. Penelitian ini juga mendukung penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa kemachoan pria tidak berhubungan dengan kadar testoteron mereka bahwa pria dengan kadar testoteron dan sistem imun yang tinggi tidak terlihat macho.

Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa pria yang menarik dimata perempuan adalah pria yang memiliki body mass index dikisaran 12 persen (pria dengan lingkar pinggang kecil dan tidak berperut buncit, gemuk maupun obesitas semakin menarik dimata perempuan). Pria pria ini juga memiliki kadar testoteron yang tinggi serta sistem imun yang baik dan tidak memiliki wajah atau kesan macho.

Angkatan udara Amerika serikat juga meneliti bahwa kadar testoteron pria berbanding terbalik dengan tingkat kompetisi pria. Jadi pria dengan kadar testoteron rendah cenderung suka bersaing dan menganggap hampir semua hal adalah persaingan. Ini juga menyatakan mitos yang beredar bahwa testoteron berhubungan dengan sikap bersaing dan machoisme adalah salah. Bahwa semakin tinggi kadar testoteron pria semakin sportif, jujur, loyal, setia dan mampu bekerja secara kelompok. Maka sangat tidak heran apabila kebanyakan wanita secara naluriah mampu mendeteksi ini dari melihat wajah pria.

Kesetiaan merupakan salah satu aspek paling penting dalam hubungan pria dan perempuan. Lelaki dengan pasangan tak setia berisiko membesarkan anak bukan miliknya. Sedangkan perempuan dengan pasangan tak setia berisiko kehilangan hampir segalanya kepada kompetitor mereka. Waduh! Jadi pantau terus wajah pasangan Anda ya.

Nenek Moyang Kopi Indonesia Akan Punah Tahun 2080


Sejarah kopi selalu dimulai dari negeri Etiopia dan akan berakhir di sana. Tujuh dekade mendatang, kopi liar yang hidup di hutan tropis negeri itu akan punah untuk selamanya.

Ramalan kepunahan kopi muncul dari analisis peneliti Inggris dan Etiopia yang dilaporkan pada awal November 2012 melalui jurnal ilmiah PLoS ONE. Analisis dikerjakan melalui bantuan mesin pembaca nasib kopi yang dibuat menggunakan program komputer. Kopi pada penelitian ini pun dipiliha, yaitu kopi arabika yang merupakan spesies kopi paling diminati di dunia.

“Kepunahan kopi arabika bisa terjadi pada 2080,” ujar Aaron P. Davis, peneliti dari Royal Botanic Gardens yang berbasis di Surrey, Inggris, dalam kesimpulan laporannya.

Penikmat kopi memang sangat bergantung pada kopi dengan nama spesies Coffea arabica ini. Kopi arabika menguasai 70 persen penjualan kopi di seluruh dunia–30 persen sisanya berasal dari kopi robusta.

Kecanduan penikmat kopi terhadap spesies arabika disebabkan rasanya yang sangat kaya. Ragam rasa kopi arabika merentang mulai dari paling lembut dan manis hingga yang beraroma paling tajam. Biji kopi arabika yang belum disangrai mengeluarkan aroma mirip blueberry. Setelah disangrai, biji kopi ini menebarkan bau harum bercampur aroma manis buah-buahan.

Kopi-kopi yang dihasilkan di Indonesia umumnya berasal dari spesies arabika. Spesies ini masuk ke Indonesia pada masa kolonial. Di Sumatera, terdapat Kopi Gayo dan Kopi Mandailing. Kopi Jawa juga sangat terkenal sehingga nama pulau ini sangat lekat dengan nama kopi. Di Sulawesi, pecinta kopi mengenal Kopi Toraja yang khas. Pulau Dewata juga dikenal dengan produk Kopi Bali. Kopi arabika asal Indonesia dikenal memiliki rasa yang kuat.

Kopi-kopi khas Indonesia–begitu pula kopi arabika lain di seluruh dunia–memiliki akar jauh di Etiopia. Pada 2008, peneliti kopi Surendra Kotecha melalui Coffee Improvement Programme phase IV menyebut Etiopia sebagai gudang genetik kopi arabika. Sebanyak 98,8 persen ragam genetik kopi arabika tersimpan pada pohon-pohon kopi yang tumbuh liar di hutan Etiopia. Kopi arabika yang ditanam di luar Etiopia–termasuk di Indonesia–hanya menyumbang 0,2 persen dari keragaman genetik spesies arabika.

“Kopi arabika liar di Etiopia bersama keragamannya sangat diperlukan dunia,” kata Davis.

Spesies arabika umumnya tumbuh baik di udara bersuhu 18-21 derajat Celsius. Beberapa varietas beradaptasi agar tetap produktif hingga suhu 24-25 derajat Celsius, seperti yang terjadi di perkebunan di timur laut Brasil.

Sayangnya, kata dia, perubahan iklim mengancam kehidupan pohon kopi arabika liar. Peneliti dan petani mengetahui kopi ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan. Jika suhu meningkat hingga 2 derajat Celsius dari kondisi awal, biji kopi matang lebih cepat dibarengi penurunan kualitas rasa. Kenaikan yang lebih tinggi malah menimbulkan stres terhadap tumbuhan ini. Depresi pada pohon kopi liar biasanya menyebabkan daun menguning bahkan munculnya tumor pada batang.

Data yang dikeluarkan Intergovernmental Panel on Climate Change pada 2007 memprediksi suhu bumi naik setidaknya 1,8 derajat Celsius pada akhir abad ke-21. Skenario terburuk menyebutkan kenaikan mencapai 4 derajat Celsius. Sebagai perbandingan, kenaikan suhu bumi sepanjang abad ke-20 berkisar antara 0,56-0,92 derajat Celsius, peningkatan signifikan terjadi sejak era 1970-an.

Untuk melakukan analisis, peneliti harus pergi ke museum untuk mengumpulkan data varietas kopi arabika liar. Untuk meniru kehidupan kopi di alam, mereka membuat model penyebaran setiap varietas kopi. Penyebaran ini dijalankan hingga tahun 2080 dengan memperhitungkan efek perubahan iklim.

Model perubahan sebaran kopi arabika liar ini diketahui sebagai yang peratama di dunia. Hasil yang ditampilkan sangat baik, ditunjukkan oleh resolusi data yang mencapai 1 kilometer.

Setelah menjalankan program komputer, mereka bisa melihat pada 2080 kopi arabika liar akan hancur hingga 65 persen untuk skenario perubahan iklim paling minimal. Jika perubahan iklim terjadi sangat ekstrem, 99,7 persen kopi arabika liar akan punah.

“Model ini secara jelas menunjukkan perubahan iklim melahap penyebaran kopi arabika liar,” kata dia.

Davis mengatakan, ancaman kepunahan bisa terjadi lebih cepat dan lebih parah. Sebab, analisis yang ia lakukan hanya memperhitungkan faktor perubahan iklim. Padahal, terdapat faktor perambahan hutan mengancam kehidupan tanaman kopi selama beberapa tahun terakhir di Etiopia.

Faktor negatif lain muncul dari hama dan penyakit. Kopi arabika terkenal sebagai spesies yang sangat sensitif terhadap gangguan organisme lain. Ancaman tambahan muncul pula dari perubahan waktu berbunga dan pengurangan jumlah burung penyebar bibit kopi.

Alasan Nyamuk Tidak Terbang Ketika Cuaca Berkabut


Hujan lebat sekalipun tak dapat menghalangi nyamuk terbang. Meski air hujan yang menimpa 50 kali lipat massa tubuhnya, nyamuk tetap tak terpengaruh. Tetapi, seperti pesawat terbang modern, nyamuk juga berhenti terbang ketika kabut tebal.

Peneliti dari Georgia Institute of Technology mempresentasikan temuan mereka dalam pertemuan Division of Fluid Dynamics, American Physical Society ke-65, 18-20 November di San Diego, Amerika Serikat.

“Pengaruh dampak air hujan dan kabut terhadap nyamuk amat berbeda,” kata Andrew Dickerson, peneliti Georgia Tech. “Dari sudut pandang nyamuk, kejatuhan air hujan seperti kita ditabrak mobil kecil. Partikel kabut, yang berbobot 20 juta kali lebih ringan daripada seekor nyamuk, hanya seperti ditabrak remah roti. Jadi kabut bagi nyamuk itu kira-kira sama seperti hujan bagi manusia.”

Ketika hujan lebat, rata-rata seekor nyamuk dihantam air hujan setiap 20 detik, tapi partikel kabut terus-menerus menyelubungi nyamuk saat dia terbang. Interaksi nyamuk dengan air hujan sangat singkat, tapi interaksi dengan partikel kabut terus berlangsung dan tak bisa dihindari begitu nyamuk berada dalam kabut tebal. Meski jumlahnya banyak, butiran air dalam kabut sangat kecil sehingga seharusnya tak mempengaruhi kemampuan nyamuk untuk terbang.

Untuk memecahkan teka-teki ini, Dickerson dan rekannya, David Hu, menggunakan videografi kecepatan tinggi. Mereka mengamati penurunan frekuensi kepakan sayap nyamuk dalam kabut tebal. Daya yang dihasilkan cukup kuat untuk mengangkat tubuh nyamuk, tapi gagal mempertahankan posisi tegak yang dibutuhkan untuk terus terbang.

Hal itu terjadi karena dampak kabut terhadap mekanisme pengendali terbang utama nyamuk, yang disebut halteres. Struktur bulat kecil pada sayap belakang ini berukuran sebanding dengan droplet kabut dan mengepak 400 kali per menit, memukul ribuan tetes kabut setiap detik.

Meski secara normal halteres anti-air, tumbukan berulang kali dengan partikel kabut 5 mikron (0,005 milimeter) dapat mengganggu kendali terbang nyamuk. “Halteres juga tak bisa mendeteksi posisi mereka dengan benar dan malfungsi, sama seperti wiper kaca mobil yang tak bisa berfungsi baik ketika hujan terlalu deras,” kata Dickerson. “Studi ini memperlihatkan bahwa, sama seperti pesawat terbang, serangga juga tidak bisa terbang ketika mereka tidak dapat mendeteksi sekelilingnya.”