Monthly Archives: Februari 2009

Kaspersky Rilis 20 Virus Paling Ganas Bulan Februari 2009


Tak semua program jahat virus dan sejenisnya merusak komputer korban. Beberapa serangan ringan hanya mengganggu. Namun, program jahat yang ganas sampai mengubah atau merusak file bahkan mengmabil alih sistem komputasi korbannya.

Kaspersky merilis daftar Top 20 program paling ganas bulan ini yang dinilai berdasarkan jumlah objek yang diserang pada komputer korban. Program-program jahat yang mampu menginfeksi file-file menjadi mayoritas dalam peringkat ini.

Varian virus Sality mendominasi daftar tersebut. Sality.y merupakan varian baru dari Virus.Win32.Sality yang masuk ke Daftar Top 20 bulan ini. Sality.z telah muncul pada Daftar Top 20 untuk kedua kalinya. Ini menunjukkan kembali tingginya aktivitas dari keluarga ini sebagai program self-replicating.

Sebuah pendatang baru yang menarik di peringkat ke-2 adalah P2P-Worm.Win32.Deecee.a. Worm ini menyebar melalui jaringan peer-to-peer DC++, dan mampu mengunduh file-file jahat lainnya. Ia telah meraih peringkat pada Daftar Top 20 kedua kalinya bukan karena jumlah mesin yang diinfeksi olehnya, tapi karena jumlah kopian dirinya pada tiap komputer yang terinfeksi.

P2P-Worm.Win32.Deecee.a mengkopi dirinya sendiri berkali-kali ketika sedang terinstall. Sekali terinstall, worm ini membuat kopian dirinya tersebut dapat diakses oleh publik. File-file yang terjangkit dengan sebaran semacam ini mungkin saja memiliki nama dengan sebuah pola berikut: sebuah prefiks seperti “(CRACK)”, “(PATCH)”, kemudian nama sebuah aplikasi populer: “ADOBE ILLUSTRATOR (semua versi)”, “GTA SAN ANDREAS ACTION 1 DVD”, dan lainnya.

Berikut daftar program jahat paling ganas yang dicatat Kaskersky:

Position
Change in position
Malicious program
1
0
Virus.Win32.Sality.aa
2
0
Worm.Win32.Mabezat.b
3
2
Net-Worm.Win32.Nimda
4
-1
Virus.Win32.Xorer.du
5
1
Virus.Win32.Alman.b
6
3
Virus.Win32.Sality.z
7
0
Virus.Win32.Parite.b
8
2
Virus.Win32.Virut.q
9
-5
Trojan-Downloader.HTML.Agent.ml
10
-2
Virus.Win32.Virut.n
11
1
Email-Worm.Win32.Runouce.b
12
1
Worm.Win32.Otwycal.g
13
1
P2P-Worm.Win32.Bacteraloh.h
14
4
Virus.Win32.Hidrag.a
15
5
Virus.Win32.Small.l
16
-5
Virus.Win32.Parite.a
17
Return
Worm.Win32.Fujack.bd
18
New
P2P-Worm.Win32.Deecee.a
19
-4
Trojan.Win32.Obfuscated.gen
20
New
Virus.Win32.Sality.y
Iklan

Kasus Pembajakan Software Di Indonesia Menurun


Kanit I Indag Direktur II Eksus Mabes Polri, Toni Hermanto mengatakan bahwa berdasarkan data Polri dari tahun 2007-2008 menunjukkan penurunan cukup signifikan. “Pada tahun 2008 terdapat 5889 kasus pelanggaran hak cipta, sementara itu pada tahun 2008 turun menjadi 200 kasus,”papar Toni.

Hal tersebut disampaikannya pada acara konferensi pers peluncuran kampanye nasional HKI anti penggunaan software illegal di The Darmawangsa Hotel, Jakarta, Kamis (12/02). Menurutnya penurunan tersebut dapat tercapai karena pemberian efek jera yang cukup besar bagi para pelaku.

Berdasarkan UU No.19 tahun 2002, Pasal 72 ayat 3, para pelaku yang ketahuan menggunakan program komputer bajakan akan dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda Rp 500 juta. “Selama ini kita telah mengejar para pengecer, distributor, bahkan produsen. Malah ada beberapa pabrik yang tidak beroperasi karena masih dalam penyelidikan,” tegas Tony.

Selain itu ia juga bependapat agar produksi cakram optik tidak menjadi usaha rumahan, karena membuka kesempatan pembajakan. Harapannya di tahun ini kegiatan pelanggaran hak cipta semakin menurun dengan adanya kampanye ini.

Peluang Investasi Bisnis Storage Ditengah Krisis Ekonomi Dunia


Melemahnya ekonomi global hingga 2009 ini tidak mengurangi tingkat pertumbuhan dan kebutuhan storage. Para profesional TI harus memilih solusi storage yang paling bisa memenuhi kebutuhan mereka sambil memaksimalkan tingkat pengembalian modal dan aset atau disebut juga return-on investment (ROI) dan return-on-asset (ROA).

Dalam kondisi perekonomian saat ini, sangat penting bagi profesional TI untuk tetap berpedoman pada hal-hal yang mendasar dan fokus pada ROA serta berupaya mencapai titik impas secepat mungkin. Hu Yoshida, Chief Technology Officer Hitachi Data Systems membagi pandangannya tentang prioritas investasi storage 2009:

Menuetnya prioritas pertama adalah pemilihan layanan storage tervirtualisasi. Satu jalan yang bisa ditempuh para profesional TI pada 2009 ini adalah virtualisasi pada storage eksternal.

“Dengan menerapkan storage tervirtualisasi, lalu menggabungkannya dengan lapisan storage yang lebih rendah biayanya dan thin provisioning, profesional TI bisa menampung lebih banyak data sekaligus memaksimalkan investasi yang sudah ada saat ini,” jelas Hu dalam siaran persnya.

Menurutnya, cukup banyak instalasi storage yang kapasitasnya minim, bahkan rata-rata utilisasinya hanya 20-30 persen dari kapasitas tersedia. Dengan mem-virtual-kan aset yang sudah ada, utilisasi storage pun bisa ditingkatkan.

Prioritas kedua adalah pengaturan sistem arsip untuk pertumbuhan data tak terstruktur. Data terus tumbuh dengan kecepatan tinggi, di antaranya ada data tak terstruktur yang sulit dikelola. Data tak terstruktur ini terus menjadi tantangan selama 2009 ini. Profesional TI akan mulai melihat sistem pengarsipan sebagai jalan keluar.

Ketika aksesibilitas semakin penting, informasi harus dibuat berlapis dengan cara baru, dari berdasarkan kebijakan ke berdasarkan tujuan sehingga sistem pengarsipan bisa membawa manfaat penghematan biaya. Solusi pengarsipan akan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya organisasi mengelola informasinya. Banyak organisasi akan memindahkan lapisan storage kedua menjadi lapisan arsip. Para pelanggan akan menginginkan solusi yang menyederhanakan pengelolaan, memangkas total biaya kepemilikan dan mengurangi risiko.

Ketiga, deduplikasi data. Di tengah kondisi pasar saat ini, perusahaan dituntut bisa menghasilkan lebih banyak sehingga membutuhkan apa saja yang bisa mengurangi biaya sambil mendongkrak produktivitas.

“Backup pada disk dan de-duplikasi data adalah dua hal penting yang bisa menghemat biaya operasional (Opex) dengan cara mengkompres data dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk backup,” urai Hu.

Langkah keempat adalah mitigasi risiko. Hal ini selalu menjadi fokus ketika membicarakan data center dan storage. Namun semakin banyak perusahaan mengabaikan hal ini demi penghematan sehingga mereka membutuhkan solusi yang bisa membantu memangkas biaya daya dan pendinginan namun sekaligus juga bisa meningkatkan ROI dan ROA. Perusahaan akan mencari solusi dan layanan storage yang membantu mereka menjaga data yang ada-baik melalui mengarsipkan dan mencari data.

Masalah terpenting lainnya yang perlu diperhatikan adalah daya dan pendinginan. Biaya energi yang mulai turun juga membuat daya dan pendinginan juga mulai dilupakan orang. Namun sangat penting bagi profesional TI untuk tetap mengingatnya karena situasi dan kondisi bisa berubah dengan cepat, apalagi di saat seperti ini.

“Data center yang hijau dan bersih adalah satu keharusan. Mungkin saja tuntutan untuk hal itu mulai berkurang tahun ini, namun penting untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif ketimbang reaktif. Apalagi dengan munculnya berbagai regulasi baru terkait lingkungan di seluruh dunia, meningkatkan efisiensi data center akhirnya menjadi keharusan yang sekaligus juga membawa manfaat penghematan,” pungkas Hu.

Tengkorak Usia 3000 Tahun Ditemukan di Bali


Tim Balai Arkeologi Denpasar, kembali menemukan sarkofagus keempat dan tengkorak manusia serta tulang binatang saat melakukan evakuasi atas peti mayat dari batu berusia 2.500-3.000 tahun di Subak Abang, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

ANTARA News dari lokasi penggalian dan evakuasi sarkofagus Desa Keramas, Kabupaten Gianyar, Rabu sore melaporkan, peti mayat dari batu temuan keempat dalam tahun 2009 itu berdampingan dengan lokasi temuan sarkofagus pertama yang telah dievakuasi. Tim Balai Arkeologi Denpasar bersama Tim Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), yang melakukan penggalian dan evakuasi atas sarkofagus temuan kedua, sejak Selasa (3/2), menemukan sarkofagus ketiga. Kemudian saat melanjutkan penggalian dan evakuasi temuan sarkofagus ketiga, Rabu (4/2) siang, menemukan sarkofagus keempat berukuran panjang 92 sentimeter, tinggi 47 sentimeter, sedangkan bagian lebarnya sebagian masih tertanam pada kedalaman 1,5 meter hingga dua meter dari permukaan tanah.

Kepala Penelitian Balai Arkeologi Denpasar, Ayu Kusumawati, memperkirakan lokasi penemuan sarkofagus merupakan kawasan pemakaman atau kuburan zaman Paleomegalit atau periode awal zaman batu atau kisaran 3.000 tahun lalu hingga sekitar abad pertama Masehi. “Permukaan sarkofagusnya sudah rapih dan halus, sehingga kemungkinan saat itu pembuatannya sudah menggunakan peralatan dari logam seperti besi, perunggu dan sedikit emas. Perkiraan kami sulit kalau pembuatannya hanya menggunakan batu,” katanya.

Berdasarkan ukuran sarkofagus yang relatif kecil dan bentuk kerangka jenazah di dalamnya, pemakaman di dalam sarkofagus diperkirakan dilakukan dalam posisi jongkok atau menyerupai bentuk bayi di dalam kandungan. Sementara temuan kerangka manusia berupa tengkorak kepala, tulang-tulang dan gigi dalam pemakaman terbuka atau tanpa sarkofagus, di lokasi yang sama, menurut Ayu, juga semakin menguatkan pendapat bahwa pada zaman itu orang dengan status sosial tinggi atau yang mampu, dimakamkan di dalam sarkofagus.

Pemakaman menggunakan sarkofagus diperkirakan juga merupakan penguburan sekunder atau yang kedua. Pemakaman pertama secara terbuka, kemudian setelah memiliki sarkofagus, kuburannya digali dan mayat atau kerangka jenazah dimasukkan ke dalam sarkofagus untuk dikuburkan kembali. Mengenai temuan kerangka binatang yang diperkirakan dari jenis lembu atau sapi, Ayu berpendapat bahwa peradaban masyarakat pada awal zaman batu itu sudah memperlakukan secara khusus jenis satwa tersebut.

“Namun kami masih perlu mengkaji dan meneliti lebih lanjut,” ucapnya. Di dalam sarkofagus temuan kedua berukran 60 x 35 x 60 sentimeter, sudah tidak terdapat tulang atau tengkorak, namun telah berbentuk gundukan tanah yang hampir menyerupai bentuk bayi dalam kandungan. “Ini kemungkinan makam anak-anak, sehingga tulang dan tengkoraknya lebih cepat menjadi tanah,” kata Ayu.

Sedangkan di dalam sarkofagus temuan ketiga, berukuran 90 x 45 x 60 sentimeter, masih terdapat tengkorak kepala, kerangka tulang hingga bagian gigi, yang juga menggambarkan cara pemakaman menyerupai bentuk bayi dalam kandungan. Dengan temuan sarkofagus keempat itu, sejak dilakukan penelitian atas temuan sarkofagus pertama tahun 1978, di seluruh Bali telah ditemukan 128 sarkofagus dari 12 lokasi/desa. Terbanyak dari Kabupaten Gianyar, termasuk Desa Keramas, mencapai 35 sarkofagus

Para Astronom Prancis Temukan “Planet Sauna”


Sebuah observatorium Prancis yang mengorbit telah menemukan dunia jauh di luar Tata Surya, yakni planet yang sama dalam ukuran dengan Bumi namun sangat panas, sehingga pantas dijuluki sebagai “planet sauna”, para astronom melaporkan Selasa.

Planet itu besarnya hampir dua kali Bumi dan boleh jadi merupakan planet penuh dengan bebatuan, kata mereka dalam sebuah simposium di Paris.

Bahkan, penggemar fiksi ilmiah paling bergairah pun akan mengakui kalau planet itu tak dapat didiami.

CoRot-Exo-7B terletak begitu dekat dengan bintang induknya, sehingga permukaannya hangus terbakar, dengan suhu antara 1.000 hingga 1.500 derajat Celsius.

Benda langit yang disebut eksoplanet itu pertama kali dideteksi pada 1995 dan jumlah mereka yang telah diamati kini mencapai 337.

Hampir semua planet di luar Tata Surya itu merupakan gumpalan gas raksasa, serupa dengan Jupiter, ketimbang dengan planet yang terdiri atas bebatuan saja.

Benda langit baru itu dipergoki oleh sebuah tim dengan menggunakan pemburu eksoplanet Prancis, satelit CoRot, yang diluncurkan pada Desember 2006.

Mereka mendeteksi planet itu berkat kedipan cahaya yang kecil yang berlangsung setiap planet itu lewat di depan sebuah bintang jingga sekitar 400 tahun cahaya jauhnya.

Setahun hanya 20 jam

CoRot-Exo-7B menempuh lintasan yang sangat cepat. Ini  berarti “tahunnya”, yakni waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu kali orbit, lamanya hanya 20 jam saja.

Metode observasi tersebut menghasilkan perkiraan diameter planet itu, namun bukan massanya, yang harus dikalkulasi dengan menggunakan berbagai teleskop berpangkalan di darat.

“Planet itu kemungkinan benda penuh bebatuan dan ditutupi oleh lava cair,” kata para penemunya kepada AFP.

Menurut Daniel Rouan, pemimpin para penemu dari Observatorium Paris, planet itu boleh jadi masuk kategori planet setengah batu dan setengah air.

Dalam kasus ini, planet tersebut berupa “planet sauna”, mengingat betapa panasnya suhu di planet itu.

Sebuah planet dapat dihuni mahluk hidup kalau orbitnya cukup dekat dengan bintangnya, sehingga memungkinkan munculnya cairan dan memiliki atmosfir.

Orbit yang terlalu dekat merupakan aset berharga untuk melindungi diri dari ledakan radiasi surya dan terlalu jauh dapat membuat planet itu menjadi bola es abadi atau permanen