Monthly Archives: September 2014

Gelombang Kore Jadi Tren Pada Dunia Desain


“Gelombang Korea” tak hanya merambah dunia hiburan seperti musik dan film, melainkan juga dunia desain kreatif. Dalam London Design Festival yang digelar untuk kali kedelapan tahun ini, perancang-perancang Korea Selatan, unjuk gigi.

Mereka menawarkan identitas Korea yang demikian kuat, sehingga memenagruhi minat pengunjung dan juga mendapat apresiasi positif pengamat desain.

Kreativitas desainer Korea terinspirasi dari budaya hallyu yang direpresentasikan ke dalam bentuk anjungan (booth) desain. Material anjungan 100 persen didatangkan dari Korea. Di dalamnya, terdapat karya-karya desain kreatif dan unik yang menegaskan kekuatan Korea.

Salah satu desainer Korea, Kim, dari Beeeen+Company, beken karena mengikuti London Design Festival. Namanya “melegenda” karena rancangan “Drinklip”, sebuah perangkat plastik pegas yang memungkinkan cangkir dan guci terpasang di meja dan rak.

Baru-baru ini, Kim sibuk menghidupkan kembali metode tradisional Korea dengan material dan desain khas negeri ginseng tersebut melalui desain yang dinamanan “cahaya baru”. Dengan mengadopsi metode tradisional tersebut, Kim mampu menghasilkan berbagai alat tulis inovatif yang dibuat dari kertas tangan berwarna yang dilumuri minyak pohon lacquer dan sayuran.

“Bahannya tanah air dan panas, memiliki sifat antibakteri dan memancarkan warna alami serta aroma resin. Metode dan bahan ini telah digunakan di Korea Selatan selama lebih dari satu milenium untuk diaplikasikan pada lantai rumah, kuil dan istana,” jelas Kim.

Padahal, tambah dia, untuk saat ini sangat jarang ditemukan alat tulis dan perlengkapan membangun yang berasal dari material tradisional. Penjajahan Jepang dan perang Korea menghancurkan semuanya.

Dia mengakui pentingnya “gelombang Korea”. Tetapi Kim mengaku lebih tertarik memanfaatkan 4.000 tahun kerajinan dan sejarah desain Korea untuk dikembangkan dengan cara modern.

Kim juga menyajikan panel dinding tiga dimensi dalam beberapa versi berupa akrilik yang transparan dan buram, beton ultra-tipis, dan kayu. Ada juga berbagai mangkok bernama dancheong karena berpola unik yang berasal dari arsitektur tradisional Korea dan ditafsirkan kembali untuk abad ke-21.

London Design Festival sendiri merupakan ajang bergengsi yang diikuti para desainer di seluruh dunia. Dalam penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 300 acara digelar dengan kemasan menarik. Ide-ide desain yang tampil di seluruh anjungan menggambarkan desain konseptual yang cerdik dan mampu menggugah minat pengunjung.

Cumi Raksasa Berbobot 350 Kg Mulai Di Autopsi Untuk Diteliti


Cumi-cumi raksasa seukuran minibus dan berbobot 350 kg yang telah dibekukan selama 8 bulan di museum Te Papa, Wellington, Selandia Baru kini mulai dicairkan guna untuk penelitian. Para ilmuwan memiliki kesempatan untuk menguak salah satu mahkluk laut misterius itu. Salah seorang ilmuwan dari Auckland University of Technology, Kat Bolstad menggambarkan bahwa mahkluk itu sangat besar dan indah.

“Ini pada dasarnya adalah sebuah spesimen utuh, yang memberi kesempatan kepada kami untuk menelitinya. Ini adalah kesempatan spektakuler,” katanya seperti dikutip Daily Mail, Rabu (17/9/2014). Cumi raksasa itu merupakan spesimen kedua yang pernah ditemukan dalam keadaan utuh di lautan Antartika.

Cumi yang diketahui berjenis kelamin betina itu memiliki 8 tentakel yang panjangnya masing-masing mencapai lebih dari 1 meter. “Kami sangat bersemangat untuk mengetahui hal itu… ternyata yang satu ini adalah perempuan, ia mengandung beberapa telur. Ini adalah cumi-cumi raksasa paling sempurna yang pernah kulihat” kata Bolstad kepada wartawan.

Secara keseluruhan, hewan bertinta itu diperkirakan memiliki panjang 4-5 meter dari kepala hingga ujung tentakel. Layaknya gurita, spesies ini memiliki 3 hati — yang memompa darah ke seluruh tubuh dan dua paru-paru. Ukuran mata hewan ini berdiameter 35 cm.

“Ia memiliki 2 mata sempurna yang sangat besar dan halus karena cumi ini tinggal di laut dalam. Sangat jarang ditemukan cumi yang memiliki kondisi mata yang baik,” tambah Bolstad. Para ilmuwan berharap nantinya hasil dari penelitian ini akan mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan rantai makanan, variasi genetik diantara jenis cumi-cumi yang berbeda, dan bagaimana kehidupan cumi raksasa.

Temuan spektakuler ini membuat masyarakat menjadi takjub. Tercatat, sekitar 142.000 orang dari 180 negara telah menyaksikan rekaman video pembedahan cumi raksasa ini melalui internet. Sebelumnya, hewan bertentakel itu ditemukan di wilayah terpencil di Laut Antartika Roos pada musim panas oleh kru kapal yang tengah mencari ikan.

Kapten kapal, John Bennet dan krunya pun terkejut ketika menarik jala yang berisi mahkluk bertentakel seperti selang pemadan kebakaran dan memiliki mata seperti piring makan dari kedalaman 1 mil di bawah permukaan laut.

Hebatnya, Bennet juga pernah menangkap hewan serupa pada 7 tahun yang lalu. Cumi raksasa pertama yang ditangkapnya kini dipamerkan di Museum Nasional Te Papa. Sedangkan penangkapan keduanya itu disimpan khusus untuk bahan penelitan.

Herpes Zoster Atau Cacar Ular Mulai Ancam Anak Anak Muda


Penyakit herpes zoster atau cacar ular alias cacar api mulai menyerang usia muda. “Sekarang banyak pasien dengan umur 20-an,” kata Samsuridjal Djauzi, dokter spesialis penyakit dalam, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 8 September 2014. Sebelumnya, cacar ular hanya didapati pada pasien berusia di atas 50 tahun.

Herpes zoster adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kembali aktifnya varisela zoster, virus yang menetap secara laten di akar saraf. Ini merupakan virus yang serupa dengan yang menyebabkan cacar air. Bedanya, cacar air bisa menular lewat udara, sedangkan penularan herpes zoster baru terjadi jika ada kontak kulit. Adapun mereka yang pernah mengalami cacar air, kata Samsuridjal, berisiko terkena herpes zoster di masa mendatang. Di Indonesia, 70 persen penduduk sudah mengalami cacar air sejak usia 15 tahun.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, Hanny Nilasari, herpes zoster banyak diderita orang berusia lanjut karena tingkat imunitas mereka menurun. Data epidemiologi herpes zoster di 13 rumah sakit pendidikan di Indonesia pada 2011-2013 menunjukkan ada 2.232 kasus penyakit tersebut. Dari jumlah itu, 806 kasus terjadi pada usia 45-64 tahun. Mereka yang imunitasnya menurun, seperti pengidap human immunodeficiency virus, atau yang sedang menjalani kemoterapi jangka panjang juga rentan terkena herpes zoster.

Penyakit ini juga bisa mengakibatkan komplikasi pada mata jika infeksinya terjadi pada daerah tersebut. Bahkan herpes zoster juga bisa menimbulkan kelumpuhan otot, radang otak, dan nyeri jika tak segera ditangani dengan obat antivirus. Nyeri itu diidentifikasi dari timbulnya rasa perih, sensasi terbakar, dan berdenyut-denyut seperti ditusuk-tusuk, karena aktif kembalinya virus varisela zoster menyebabkan rusaknya serabut saraf tepi.

“Nyeri itu cenderung meningkat dan berlangsung lama,” kata Hanny. Bahkan, tutur dia, ada pasien yang terkena allodynia atau timbulnya rasa nyeri akut yang diakibatkan stimulus ringan, seperti sentuhan angin sepoi-sepoi.

Saking senyapnya serangan virus cacar ular, terkadang penyakit itu baru teridentifikasi pada fase akut. Gejalanya, muncul ruam di kulit area dada dan wajah yang diikuti timbulnya lenting dalam jumlah banyak. Ruam tersebut biasanya baru hilang setelah nongkrong di kulit lebih dari sebulan.

Samsuridjal Djauzi mengatakan herpes zoster bisa dicegah dengan menjalankan gaya hidup sehat dan bersih, mengkonsumsi makanan bergizi, olahraga dan tidur teratur, serta vaksinasi. “Vaksin tersebut bekerja meningkatkan kekebalan tubuh.”

Cara Mencegah Terkena Migrain


Migrain atau sakit kepala sebelah dapat menyerang siapa pun. Migrain yang datang secara tiba-tiba tentunya sangat mengganggu aktivitas. Berikut enam cara sederhana yang dapat dilakukan agar migrain Anda tidak kambuh.

Jangan telat makan
Bawalah selalu makanan seperti kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Jangan biarkan perut kosong dalam waktu terlalu lama. Mengapa demikian? Sebab, jika terlambat makan dalam waktu cukup lama, kadar gula darah bisa menjadi sangat rendah. Hal ini menjadi salah satu pemicu migrain.

Minum suplemen
Beberapa penelitian menyatakan bahwa konsumsi suplemen yang mengandung vitamin B2, magnesium, dan coenzyme Q 10 dapat membantu mencegah migrain. Akan tetapi Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika memutuskan untuk meminum suplemen. Terutama jika sedang hamil atau menyusui.

Jika tidak meminum suplemen, konsumsilah makanan yang banyak mengandung magnesium seperti kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian.

Melakukan cardio
Berdasarkan penelitian di Swedia, bersepeda dalam ruangan sebanyak tiga kali dalam seminggu dapat mengurangi rasa sakit kepala. Tak hanya bersepeda di tempat fitness, Anda juga bisa melakukan cardio dengan jogging dan zumba selama tiga kali dalam seminggu.

Namun, lakukan lah secara bertahap dan pelan-pelan jika Anda sebelumnya tak pernah cardio. Jangan membuat tubuh Anda menjadi kaget dengan latihan baru itu sehingga membuat lelah dan memicu migrain.

Hindari stres
Salah satu penyebab migrain yaitu stres. Hasil studi dari Montefiore Headache Center di New York City menyatakan stres tidak dapat disalahkan, melainkan hiruk pikuk kehidupan yang menjadi pemicu stres. Mengurangi hormon korsitol atau hormon stres dapat mencegah migrain. Buat lah pikiran Anda tetap tenang.

Pertimbangkan konsumsi obat kontrasepsi
Obat-obatan yang mengandung estrogen, seperti pil KB, NuvaRing dan hormone replacement therapy (HRT) atauatau terapi pengganti hormon dapat menyebabkan fluktuasi hormonal yang memicu migrain. Konsultasi lah dengan dokter ketika ingin konsumsi obat-obatan tesebut.

Bercinta dengan pasangan
Sebuah penelitian di Jerman tahun 2013 menyatakan, seks tak hanya dapat menghilangkan stres, tetapi juga migrain. Anda akan merasakan banyak manfaatnya ketika orgasme. Lakukan lah bersama pasangan Anda tanpa tekanan.

Rata Rata Pria Hanya Sanggup Bertahan Kurang Dari 2 Menit Dalam Bercinta


Berapa lamakah idealnya seorang pria harus perkasa di tempat tidur? Banyak pria yang sering kurang percaya diri dengan kemampuannya memuaskan pasangan di tempat tidur. Ada yang menganggap mereka minimal harus bertahan lebih dari satu jam. Anggapan tersebut wajar saja karena selama ini kita dibombardir dengan tayangan film atau majalah yang membuat pria percaya bahwa wanita menikmati (dan butuh) sesi yang lama.

Sayangnya, kemampuan seks pria tak selalu prima. Dalam penelitian yang dimuat dalam buku The New Naked: The Ultimate Sex Education for Grown-Ups ditemukan bahwa saat penetrasi rata-rata pria hanya bertahan selama dua menit, bahkan kurang.

Meski waktu tersebut terkesan sangat cepat, tetapi kabar baiknya adalah wanita ternyata tak banyak mengeluh dengan kemampuan seksual mereka karena wanita hanya melakukan seks demi menyenangkan pasangannya. Sebenarnya bukan wanita yang ingin seks lebih lama, melainkan justru pria yang ingin memperpanjang kemampuan bercintanya.

Jika Anda sangat ingin memiliki sesi bercinta yang lebih lama dari biasanya, ada beberapa hal yang sebenarnya dapat membantu.

– Jangan lupa berlatih senam kegel. Pria yang rutin melakukan senam kegel selama 12 minggu diketahui bisa memperlama waktu ejakulasi mereka. Bagaimana melakukan senam kegel? Baca di sini.

– Jangan dikejar target. Ketika kita membayangkan hubungan seksual, kita cenderung menetapkan orgasme sebagai target akhir. Padahal, hal tersebut tak selalu perlu. Sebenarnya seks jauh lebih berarti dari orgasme. Ini adalah tentang hubungan, keintiman, kenyamanan, dan kenikmatan.

Jangan paksa diri sendiri harus sudah mencapai orgasme pada menit kesekian. Namun, pikirkan apa yang bisa membuat pasangan merasa lebih baik. Jika orgasme sudah tercapai, jangan langsung merasa seks telah berakhir. Anda bisa melanjutkannya dengan afterplay.

– Lakoni gaya hidup sehat. Ereksi yang kencang berasal dari aliran darah yang lancar. Itu sebabnya, pastikan seluruh pembuluh darah dalam kondisi prima dengan cara hidup aktif, menjauhi rokok, dan makan makanan sehat.

– Fokuslah pada kebutuhan pasangan dan hasratnya seperti kebutuhan Anda sendiri. Pasangan Anda mungkin tidak butuh seks berjam-jam. Mungkin yang sebenarnya ia cari adalah kualitasnya. Apakah pemanasan yang diberikan sudah cukup untuknya mencapai klimaks? Apakah Anda egois hanya menyukai satu posisi tertentu? Terakhir, jika ingin bertahan lama di ranjang, ingatlah bahwa latihan membuat Anda lebih sempurna.

Hubungan Sinergis Antara Gempa Bumi dan Gunung Meletus


Hubungan antara gempa tektonik dan letusan gunung api rupanya masih menimbulkan pertanyaan pada sebagian masyarakat. Ada yang menganggap gempa tektonik dapat memicu letusan gunung api. Ada yang berpandangan letusan gunung api bisa menyebabkan gempa tektonik.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Haryadi Permana mengatakan gempa tektonik, yang dipicu tumbukan antarlempeng bumi, tidak ada kaitannya dengan aktivitas gunung api.

“Keduanya tidak ada hubungan langsung,” katanya saat dijumpai di sela acara lokakarya internasional bertajuk “Climate and Societal Change in Coastal Areas in Indonesia and South East Asia” di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu, 19 Februari 2014.

Menurut Haryadi, gempa tektonik dan letusan gunung api bisa dikatakan sama-sama bersumber dari lempeng bumi. Bedanya, gempa tektonik merupakan getaran yang timbul akibat tumbukan dua lempeng bumi (subduksi). Sedangkan letusan gunung api dipicu magma atau lelehan lempeng bumi yang mendesak keluar ke permukaan.

Peneliti senior Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Profesor Dr Jan Sopaheluwakan, mengatakan anggapan gempa tektonik bisa memicu erupsi gunung api masih belum terbukti secara ilmiah. “Ini kan hipotesis dan masih perlu dibuktikan,” katanya di tempat yang sama.

Spekulasi itu, kata Jan, bisa jadi muncul karena dapur magma gunung api biasanya mengandung banyak gas. Nah, getaran dari gempa tektonik diduga turut memicu gas untuk bergerak mencari jalan keluar sehingga meningkatkan aktivitas gunung api. Namun anggapan ini masih belum dapat dibuktikan kebenarannya.

“Belum pernah ada dampak gempa tektonik terhadap letusan gunung api,” ujar Haryadi. Dia mencontohkan, gempa Yogyakarta tahun 2006 tidak serta-merta memicu erupsi Gunung Merapi meski letaknya berdekatan.

Lain halnya dengan gempa vulkanik yang memang hanya terjadi pada tubuh gunung api akibat migrasi magma dari perut bumi ke permukaan. Gempa vulkanik bersifat lokal dan muncul ketika gunung api akan meletus. Berbeda dengan gempa tektonik yang getarannya bisa dirasakan hingga puluhan kilometer.

“Semakin sering gempa dangkal, magmanya semakin dekat ke permukaan,” kata Haryadi mengenai peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang tercatat seismograf jelang erupsi gunung api.

Letusan Gunung Berapi Menular


Gunung Kelud di perbatasan Kabupaten Kediri, Malang, dan Blitar di Jawa Timur meletus hebat, Kamis pekan lalu pukul 22.50. Letusan gunung setinggi 1.700 meter itu sempat dikhawatirkan bakal “menular” ke gunung api di sekitarnya, seperti Gunung Bromo dan Semeru.

Namun dugaan ini ditepis Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Haryadi Permana. Ditemui di sela acara lokakarya internasional bertajuk “Climate and Societal Change in Coastal Areas in Indonesia and South East Asia” di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Haryadi mengatakan gunung api tidak saling mempengaruhi aktivitas satu sama lain.

“Sumber magmanya sama-sama dari lempeng bumi yang meleleh. Tapi satu gunung dengan lainnya dikontrol hal-hal yang berbeda,” katanya, Rabu, 19 Februari 2014. “Tidak ada satu pun gunung yang bersambung (dapur) magmanya.”

Erupsi Kelud sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar Gunung Merapi di Yogyakarta. Mereka mendengar dentuman dan getaran yang sempat dikira berasal dari Merapi. Padahal dentuman dan getaran itu berasal dari Kelud yang berjarak ratusan kilometer.

Menurut Haryadi, jika sejumlah gunung api memiliki dapur magma yang sama, seharusnya erupsi Gunung Sinabung merembet ke gunung api di dekatnya. Namun, nyatanya, letusan gunung api di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, itu justru “diikuti” oleh Kelud di Pulau Jawa, dengan selisih waktu sekitar sepekan. “Gunung api satu tidak akan memicu gunung api lain,” katanya.

Ia mengatakan aktivitas gunung api tergantung pada pergerakan magma dari dapur magma ke permukaan. Magma pada deretan gunung api di sepanjang Pulau Sumatera dan Jawa berasal dari lelehan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia ketika bertumbukan. Sinabung, Anak Krakatau, Merapi, hingga Kelud temasuk golongan gunung api ini.

Pada kedalaman 400 kilometer, lempeng akan meleleh dan menjadi magma. Karena berupa cairan, magma akan mencari jalan keluar ke permukaan bumi. Begitu ada retakan-retakan, magma akan melewatinya dan keluar dalam bentuk erupsi gunung api.

“Lempengan Indo-Australia yang bergeser kan sama. Ketika yang satu meleleh, yang lainnya belum tentu meleleh,” kata Haryadi, menjelaskan bahwa banyak kondisi di bawah permukaan tanah yang belum diketahui oleh ilmuwan.

Terlepas dari perdebatan soal “penularan”, Haryadi menilai erupsi Kelud telah ditangani dengan sangat baik. Warga yang tinggal di area radius 10 kilometer dari puncak gunung bisa secara cepat dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Padahal letusan Kelud terbilang dahsyat. Gunung api tipe stratovolcano itu memuntahkan material vulkanik hingga ketinggian 17 kilometer dan meluncur hingga ke Samudra Hindia di barat daya Pulau Jawa. “Dari konsep menyelamatkan manusia, itu sukses,” ucapnya.