Mengapa Kita Merasa Lebih Cerdas Dari Simpanse


Mengapa kita lebih cerdas daripada simpanse? Lewat penelitian genetik terbaru, ilmuwan mengungkap jawabannya.

Menurut Marta Florio, peneliti dari Max Planck Institute of Molecular Cell Biology and Genetics, manusia bisa lebih cerdas daripada simpanse karena memiliki gen ARHGAP11B yang berperan dalam perkembangan otak.

Florio melakukan eksperimen dengan tikus putih. Gen ARHGAP11B diinjeksikan pada embrio tikus putih dan perkembangannya dilihat.

Hasil penelitian mengungkap bahwa gen tersebut membuat otak memiliki lebih banyak lekuk-lekuk, memungkinkan bagian neuro-korteks otak memiliki lebih banyak jaringan saraf. Dengan begitu, kecerdasan juga meningkat.

“Sangat keren bahwa gen kecil saja bisa memengaruhi fenotif (ekspresi) dari sel punca yang bertanggung jawab pada ekspansi neuro-korteks,” kata Florio.

Diberitakan Livescience, Kamis (26/2/2015), Florio percaya bahwa gen yang juga ditemukan pada jenis Neanderthal dan Denisovan tersebut bukan satu-satunya gen yang menentukan kecerdasan manusia.

Meski berbagi 99 persen DNA dengan simpanse, Florio percaya bahwa manusia masih menyimpan banyak perbedaan dengan simpanse sehingga lebih cerdas.

Evolusi memungkinkan volume otak manusia terus tumbuh besar. Sekitar 3,8 juta tahun lalu, spesies manusia purba Australopithecus afraensis hanya memiliki volume otak sebesar 50 sentimeter kubik.

Sementara itu, 1,8 juta tahun lalu, Homo erectus sudah memiliki volume otak dua kali A afraensis. Neanderthal kemudian punya volume otak 1,4 liter.

Ilmuwan percaya, kecerdasan ditentukan oleh faktor lain selain volume otak, seperti proses pertumbuhan sel otak. Florio akan terus melakukan penelitian lanjutan pada embiro tikus putih untuk mengonfirmasi peran gen ARHGAP11B pada kecerdasan.

Bulan Kedua Bumi Berhasil Ditemukan


Siapa bilang Bumi cuma punya satu satelit alami? Selain Bulan, Bumi juga punya obyek-obyek kecil yang mengitarinya, salah satunya adalah 3735 Cruithne.

Duncan Forgan, research fellow di University of Saint Andrew, mengungkapkan bahwa 3735 Cruithne layaknya bulan kedua Bumi. Namun, berbeda dengan Bulan yang mengelilingi dengan lintasan elips, obyek berdiameter 5 kilometer itu punya lintasan sepatu kuda.

Lalu seperti apa wajah bulan kedua Bumi tersebut? Apakah sama dan mudah dilihat seperti halnya Bulan?

Salah satu citra terbaik 3735 Cruithne diambil lewat pengamatan dari Powell Observatory. Benda itu tampak sebagai titik cahaya putih. Lain dengan Bulan yang tampak bulat besar, 3735 Cruithne tampak kecil.

Citra lain diambil oleh instrumen NEOWISE milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

NEOWISE mengambil lima foto 3735 Cruithne dan mengolahnya menjadi gambar tunggal. Obyek itu tampak berwarna merah. James Bauer dari Jet Propulsion lab NASA mengatakan, 3735 Cruithne tampak merah karena meradiasi cahaya pada energi rendah.

Sebutan bulan kedua untuk 3735 Cruithne sebenarnya tak begitu tepat. Obyek itu tepatnya disebut Aten Asteroid.

Aten Asteroid merupakan asteroid minor yang berada di antara Bumi dan Matahari. Obyek itu memiliki orbit unik. Adapun 3735 Cruithne membentuk lintasan mirip kacang mete saat mengorbit Bumi.

Sayang, karena ukurannya yang kecil, 3735 Cruithne tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi diperlukan teleskop.

Kapal Musashi Ditemukan Di Filipina


Setelah tenggelam 70 tahun lalu pada masa Perang Dunia II dan hilang, kapal legendaris milik Jepang, Musashi, berhasil ditemukan di lepas pantai Filipina.

Miliuner Paul Allen memimpin ekspedisi untuk menemukan salah satu kapal perang terbesar yang pernah dibuat itu. Dengan menggunakan kapal M/Y Octopus sebesar 125 meter, Allen menemukan kapal itu teronggok di kedalaman laut Sibuyan.

“Penemuan ini bukan hanya akan membantu menarasikan peristiwa Perang Dunia II tetapi juga mendekatkan pada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” demikian siebutkan dalam situs Allen seperti dikutip Livecsience, Kamis (5/3/2015).

Musashi dan Yamato termasuk dalam kapal perang tercanggih yang pernah ada. Yamato tenggelam pada 7 April 1945. Tahun 1980, kapal itu ditemukan di perairan 290 km barat daya Kyushu. Kapal terbelah menjadi dua, berada pada kedalaman 340 meter.

Musashi sendiri berhasil ditenggelamkan oleh Amerika pada 24 Oktober 1944 saat perang di Teluk Leyte. Sekitar 1.000 awak kapal tewas. Sejak saat itu, nasib awak kapal dan bangkainya misterius.

Allen belum menguraikan banyak soal kapal sepanjang 263 meter dan volume 66.250 metrik ton itu. Meskipun demikian, tweet Allen mengindikasikan bahwa kapal tersebut ditemukan pada kedalaman 1 km.

Tim peneliti merilis video kapal Musashi. Video memperlihatkan sejumlah bagian kapal seperti sistem peluncur serta roda pada katup mesin.

Allen telah lama menaruh perhatian pada soal teknologi. Dia merupakan salah satu pendukung misi SpaceShipOne. Tahun 2012, dia juga mendukung misi James Cameroon ke dasar Palung Mariana.

Bayi Badak Putih Lahir Di Taman Safari Indonesia


Bayi badak putih (Ceratotherium simum) lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) pada 10 Februari 2015 pukul 17.30 WIB lalu. Lahir dengan berat 75 kilogram, mamalia terbesar kedua setelah gajah itu menjadi badak putih kedua yang lahir di TSI sejak 2003 lalu.

Bayi badak itu merupakan buah cinta dari Rimba dan Merdeka, badak putih pertama yang lahir di TSI pada 15 Agustus 2003 silam. Pada 14 September 2013, Rimba dan Merdeka tepergok sedang bercinta.

Saat masa birahi yang berlangsung selama seminggu, Rimba yang merupakan badak putih betina berusia 13 tahun dan Merdeka yang jantan bercinta sehari penuh, memakan waktu rata-rata 30 menit tiap sesinya.

Dua bulan setelah perkawinan, pemeriksaan dilakukan dengan bantuan ultrasonografi. Terlibat dalam pemeriksaan adalah staf riset, dokter hewan dari TSI, serta drh Agil dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setelah menunggu setahun lebih, bayi badak putih buah cinta Rimba dan Merdeka pun lahir. Saat ini, CCTV masih dipasang untuk memantau kondisi sang bayi badak. Setiap 30 menit sekali, bayi yang berjenis kelamin jantan masih menyusu pada induknya.

Direktur TSI Jansen Manangsang mengungkapkan dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/3/2015), kelahiran bayi badak langka ini diharapkan menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia. Spesies itu kini kian terancam oleh perburuan.

Kelahiran bayi badak itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Poniran, penjaga badak putih di TSI. Hingga kini, ia masih tekun memberi makan bayi badak dengan pisang, wortel, kacang-kacangan, dan rumput gajah sebanyak 100 kilogram per harinya.

98 Spesies Baru Ditemukan Di Lokasi Tambang Bauksit Rio Tinto


Spesies semut baru telah ditemukan di area yang direhabilitasi dari tambang bauksit di Wilayah Utara Australia.

Ditemukan oleh Dr Ben Hoffman dari CSIRO di tambang Rio Tinto dekat Nhulunbuy, semut baru ini dinamakan semut berduri Kohout dan masuk dalam genus Polyrhachis yang berarti memiliki banyak duri.

Dr Ben mengatakan, ada beberapa spesies semut baru yang ditemukan baru-baru ini di wilayah tersebut, tapi semut berduri Kohout adalah salah satu yang paling menarik.

“Ia punya tanduk duri serupa banteng yang sangat besar di bagian belakang tubuhnya. Ini menarik, tapi harus diingat bahwa tahun ini saja, kami telah menempatkan 98 spesies baru ke koleksi yang ada di Darwin,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Kami sejujurnya tak tahu berapa banyak spesies semut yang ada di luar sana, karena kami terus menemukan begitu banyak spesies baru.”

Dr Ben mengatakan, ia telah mendapat seekor semut yang diberi nama seperti dirinya, sehingga ia memilih nama spesies baru ini seperti pensiunan ilmuwan Rudy Kohout, yang menerbitkan banyak jurnal tentang genus Polyrhachis.

“Bertahun-tahun, Ia [Rudy] mendedikasikan dirinya untuk taksonomi kelompok semut yang spesifik ini, jadi saya pikir akan sangat menarik jika ini menjadi suatu kehormatan nyata untuk menamakan salah satu semut seperti dirinya, dan dia pun dengan senang menerimanya,” ungkap Dr. Ben.

Stephen Hawking Tentang Kehancuran Peradaban


Stephen Hawking mungkin akan mendapatkan penggemar baru dari kelompok penyuka film Hollywood setelah Theory of Everything, film biografinya, mendapatkan Oscar. Namun bertambahnya penggemar tersebut tak menyurutkan niatnya bersuara tentang kehancuran manusia.

Menurut fisikawan jebolan University of Cambridge ini, agresi manusia akan mengancam dan menghancurkan kehidupan manusia itu sendiri. Pernyataan ini terkait dengan hasrat manusia yang selalu ingin mengubah sesuatu.

Dia menyebutkan salah satu contoh agresi manusia ialah perang nuklir. “Perang nuklir mungkin akan menjadi akhir peradaban manusia,” ujarnya selama tur di Museum Science, London, seperti diberitakan Livescience, Rabu, 25 Februari 2015.

Karena itu, Hawking menyerukan empati yang lebih besar terhadap proses kehidupan. Dia juga menyerukan kelanjutan eksplorasi ruang angkasa demi kelangsungan hidup manusia. “Kesalahan paling besar manusia ialah agresi manusia,” kata fisikawan yang mengidap amyotrophic lateral sclerosis (ALS) ini.

Januari lalu, Hawking menandatangani surat peringatan terbuka tentang artificial intelligence (AI) berbentuk robot yang akan menggantikan fungsi manusia dalam bekerja. Sebelumnya, pada Desember 2014, Hawking mengatakan kepada BBC bahwa perkembangan AI bisa mengancam keberlangsungan umat manusia. Surat peringatan terbuka ini dia tulis dalam menanggapi perkembangan “kecerdasan buatan” yang bisa berkomunikasi.

Pada 2010, Hawking juga memperingatkan manusia bahwa kehidupan asing belum tentu ramah terhadap manusia dari planet bumi. “Alien mungkin nomaden dan bisa saja menjajah planet lain dalam jangkauannya,” katanya saat berbicara tentang alam semesta dalam sebuah program televisi di Inggris.

Observatorium Bosscha Tutup Rumah Warga Untuk Kejar Bintang


Direktur Observatorium Bosscha Mahasena Putra dan belasan karyawannya memasang tudung lampu di perumahan warga sekitar, Jumat, 27 Februari 2015. Tujuannya untuk mengurangi polusi cahaya yang kini menjadi ancaman serius bagi observatorium satu-satunya di Indonesia itu. “Polusi cahaya itu berdampak dari lingkungan sekitar Bosscha,” kata Mahasena kepada Tempo di Kampung Bosscha hari ini.

Sejak pukul 09.00 WIB, tim dari observatorium berkeliling kampung. Mereka mendatangi tiap rumah dan menawarkan untuk memasang tudung lampu sebanyak titik penerangan di luar rumah. “Kami hanya menawarkan, tidak bisa memaksa warga,” ujarnya. Tudung lampu berbahan aluminium itu buatan karyawan observatorium di bengkel kerja. Dari sebanyak 300 tudung lampu bergaris tengah 15 sentimeter, pemasangannya di rumah warga dilakukan secara bertahap. Hari ini tim membawa 30 buah tudung berwarna kecokelatan itu.

Kondisi langit Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang semakin terang, menjadi ancaman polusi cahaya bagi Observatorium Bosscha. Peneliti dan astronom kini makin sulit mengamati benda angkasa karena langit yang semakin terang di sekitar mereka. “Kalau dulu bintang misalnya bisa terlihat banyak, sekarang terkesan sedikit karena susah diamati,” kata Mahasena yang akrab disapa Seno itu.

Salah seorang astronom Observatorium Bosscha, Mohamad Irfan, pernah mengukur kecerlangan langit untuk membandingkan kondisi langit Lembang dengan di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Pengukuran pada 2013 itu menghasilkan langit Lembang seratus kali lebih terang. “Penerangan luar rumah di sekitar observatorium itu idealnya seperti cahaya bulan purnama. Kalau kita pegang koran, hanya judul beritanya saja yang terbaca, tulisannya tidak,” kata dia.

Dari pengamatan, warga yang lampu luarnya dipasangi tudung, tak ada satu pun yang keberatan. Mereka justru senang dipasangi tudung dan mendukung penyelamatan Observatorium Bosscha. Setelah pemasangan tudung lampu secara menyeluruh nanti, tim akan mengukur tingkat penurunan kecemerlangan langit di sekitar observatorium.