Susu Mampu Mencegah Osteoarthritis

Penelitian terbaru melaporkan bawa wanita yang sering mengkonsumsi susu rendah atau bebas lemak secara teratur bisa memperlambat perkembangan osteoarthritis (OA) pada lututnya. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American College of Rheumatology (ACR), Arthritis Care & Research, ini memperlihatkan bahwa kaum wanita yang mengkonsumsi keju terlihat meningkat perkembangan OA pada lututnya. Sementara mereka yang mengkonsumsi yoghurt tidak terlihat impaknya pada OA lututnya, baik pada pria atau pun wanita.

OA umum terjadi dan merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada persendian di tangan, paha atau pun lutut. Menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), OA mempengaruhi hampir 27 juta warga Amerika di usia 25 atau lebih. OA pada lutut lebih sering diderita wanita.

Sementara itu, secara medis, penyebab OA ini banyak menunjuk beberapa faktor, seperti obesitas, luka pada persendian, penggunaan berulang karena beberapa jenis olahraga.

“Konsumsi susu memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan tulang,” ujar para penulis utama Bing Lu, M.D., Dr.P.H., dari Brigham & Women’s Hospital di Boston, Massachusetts. “Penelitian ini merupakan studi terbesar dalam menginvestigasi impak asupan produk susu dalam pengembangan OA pada lutut,” ujarnya menambahkan.

Kali ini, studi yang juga dirilis Eurekalert edisi 7 April 2014, ini melibatkan 2,148 partisipan dengan OA pada lutut direkrut the Osteoarthritis Initiative. Di awal, studi ini mengoleksi data asupan dan juga mengukur lebar ruang sendi dengan X-ray untuk mengevaluasi perkembangan OA. Subjek termasuk 888 pria dan 1,260 wanita yang mendapat penanganan pada 12, 24, 36, dan 48 bulan.

Asupan susu nya meningkat dari nol, kurang dari 3, 4-6 dan lebih dari 7 (8 Ons) gelas per minggu, ruang sendi pada wanita juga menurun sekitar 0.38mm, 0.29mm, 0.29mm dan 0.26mm, secara berurutan.

Hasil bertahan bahkan setelah disesuaikan untuk tingkat keparahan penyakit, indeks massa tubuh (BMI) dan faktor makanan. “Temuan kami menunjukkan bahwa wanita yang sering minum susu dapat mengurangi perkembangan OA,” ujar Dr Lu menyimpulkan. “Masih diperlukan studi lebih lanjut dari asupan susu dan keterlambatan dalam perkembangan OA.” Disebutkan juga jika OA pada lutut ini dibiarkan akan bisa menyebabkan cacat fungsional pada penderitanya

Cara Mencegah Kerusakan Ginjal Akibat Diabetes

Sebuah obat yang saat ini digunakan untuk mengobati penyakit autoimun ternyata juga dapat membantu mencegah efek yang merusak ginjal karena diabetes. Demikian sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Nephrology (JASN) .

Penyakit ginjal adalah salah satu komplikasi yang paling serius dari diabetes. Komplikasi diabetes yang merusak ginjal itu biasa dikenal dengan istilah nefropati diabetik, bisa mengakibatkan kadar glukosa darah tinggi, sehingga akhirnya mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

Paolo Fiorina, MD, PhD dari Boston Children ‘s Hospital/Harvard Medical School dan rekan-rekannya telah menemukan reseptor yang disebut B7-1 yang dikeluarkan oleh sel imun dalam ginjal yang mengalami nefropati diabetik. Selain itu, para peneliti juga menargetkan obat autoimun CTLA4-Ig atau abatacept terhadap reseptor tersebut. Hasilnya ternyata abatacept membantu mempertahankan fungsi ginjal pada tikus dengan kondisi nefropati diabetik.

“Langkah berikutnya adalah menguji anti B7 – 1 obat pada individu dengan diabetes dan nefropati diabetik untuk melihat apakah hasilnya juga berlaku pada manusia,” kata Dr Fiorina seperti dilansir eurekalert dalam rilisnya tertanggal 27 Maret 2014 .

Seputar Diet Tinggi Lemak

Petuah untuk menghindari konsumsi lemak jenuh tinggi karena membahayakan kesehatan, sudah diberikan banyak peneliti sejak bertahun lampau. Kini penelitian terbaru yang diterbitkan 9 April 2014 dalam Journal of the National Cancer Institute, kembali men’colek’ soal bahayanya lemak jenuh tinggi ini.

Kali ini lebih jelas bahwa asupan lemak jenuh tinggi ternyata terkait dengan meningkatnya reseptor positif estrogen dan progesteron (ER+PR+) pada kanker payudara dan penyakit reseptor negatif human epidermal growth factor 2 (HER2-).

Sabina Sieri, Ph.D., dari Unit Epidemiology and Prevention dari Department of Preventive & Predictive Medicine di Fondazione IRCCS Istituto Nazionale Dei Tumori, Milan Italy, dan koleganya secara prospektif menganalisis data dari 10.062 pasien kanker payudara dari studi EPIC dengan tindak lanjut dalam 11,5 tahun. EPIC studi kohortnya terdiri dari 337.327 perempuan yang tinggal di 10 negara Eropa. Partisipan ini mewakili kelompok heterogen, baik dari segi diet pola asupan lemak, geografi terkait dan dalam hal subtipe molekul.

Kesimpulannya seperti disebutkan di awal, para peneliti melaporkan bahwa diet lemak jenuh tinggi terkait dengan meningkatnya risiko ER+PR+kanker payudara, juga dalam peningkatan risiko penyakit HER2

Fetal Therapy Tehnik Mempercantik Janin Sebelum Dia Dilahirkan

Fetal therapy atau fetal treatment adalah tindakan pada bayi pada saat masih dalam kandungan, Tindakan yang dilakukan pada bayi dalam kandungan (janin) dengan kelainan bawaan ini, bertujuan menyelamatkan janin dan kehamilan. Fetal treatment sebaiknya dilakukan pada janin yang telah melalui proses diagnostik lengkap, diantaranya pemeriksaan cordocentesis yang berfungsi mengetahui tipe kelainan kromosom yang dipunyai janin.

Tindakan fetal threatment ini dilakukan untuk tidak memperburuk keadaan pada janin. Sehingga tindakan dilakukan pada janin dimana janin masih mempunyai harapan untuk hidup diluar kandungan, dimana keberhasilan tindakan pada salah satu organ atau beberapa organ dapat memberikan kesembuhan pada janin.

Salah satu contoh proses fetal treatment, yaitu pada bayi dengan gangguan pertumbuhan saluran kemih sejak lahir (atresia urethrae). Kondisi tersebut membuat urine si bayi tidak dapat keluar ke rongga ketuban, sehingga air ketuban sangat sedikit. Pada keadaan seperti ini dokter akan memeriksa organ lain yang terlibat terlebih dahulu dengan pemeriksaan detail scan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan cordocentesis untuk melihat tipe kelainan kromosom. Jika kelainan hanya satu atau kelainan lain tidak mengancam nyawa si janin, maka tindakan fetal treatment dapat dilakukan dengan pemasangan saluran kecil dari plastik (pigtail) yang menghubungkan kandung kemih dengan rongga ketuban, ini berfungsi mengalirkan air di kandung kemih yang terperangkap.

Fetal treatment ini sudah dilakukan di RSAB Harapan Kita sekitar 10 tahun lalu. Diantaranya, Transfusion intra uterine, yaitu pemberian darah ke janin selama masih dalam kandungan yang disebabkan janin mengalami anemia. Kemudian , Fetal thoracocentesis, yaitu pengeluaran cairan dari rongga dada janin karena terjadi penumpukan cairan yang disebabkan beberapa faktor diantaranya pembendungan aliran limfe dan infeksi virus. Juga Fetal paracentesis, yaitu pengeluaran cairan dari perut janin karena penumpukan cairan di rongga perut, yang bertujuan mengurangi tekanan ke dinding dada janin yang berhubungan dengan perkembangan paru paru janin.

Selanjutnya juga ada Fetal bladder stenting , yaitu pemasangan pigtail, seperti yang disebutkan pada kasus yang disebutkan sebelumnya. Lalu ada juga amnioreduction , yaitu pengeluaran air ketuban karena jumlah air ketuban yang berlebihan yang disebabkan multi faktor yang bertujuan untuk mencegah sesak nafas pada ibu dan risiko kontraksi dini. Dan amnioinfusion , yaitu pengisian air ke dalam rongga ketuban yang sangat sedikit yang bertujuan menghindarkan terjepitnya tali pusat antara dinding rahim dan badan janin, juga untuk mencegah gangguan pertumbuhan paru paru janin selama dalam kandungan.

Fetal treatment ini melibatkan banyak ahli. Termasuk dokter spesialis obgin, dokter spesialis anastesi, dokter ahli genetika, serta dokter anak subspesialis perinatologi.

Owa Jawa Asal Inggris Melahirkan Di Primata Foundation Ciwidey

Owa Jawa betina asal Inggris bernama Regina, 16 tahun, melahirkan seekor bayi di Pusat Rehabilitasi Primata kelolaan Aspinall Foundation di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kelahiran owa (Hylobates moloch) pada Kamis pagi, 17 April 2014, tersebut selain menambah populasi satwa dilindungi dengan status terancam, menjadi bekal untuk pelepas liaran di alam.

Koordinator pengasuh satwa di Pusat Rehabilitasi Primata di Ciwidey Sigit Ibrahim mengatakan, bayi owa itu anak pertama Regina. Di kandang, ia dipasangkan dengan pejantan Aom, 11 tahun. Para pengasuh mengetahui kelahiran bayi owa saat memberi makan ke kandang pukul 06.00 WIB. “Regina terlihat sedang menggendong bayinya dengan tali pusar masih tersambung,” ujar Sigit kepada Tempo, Kamis, 17 April 2014.

Sejauh ini belum diketahui jenis kelamin bayi owa itu. Saat ini perawat belum bisa memastikan jenis kelamin karena induk owa biasanya sangat galak melindungi bayinya setelah melahirkan. Petugas sempat cemas apakah Regina bisa memelihara bayinya atau tidak.

Kelahiran Regina sudah lama diharapkan, karena menjadi salah satu syarat penting pelepas liaran di alam, selain bebas dari penyakit mematikan, dan sanggup mempertahankan diri dari ancaman pemangsa. Regina yang lahir di sebuah kebun binatang di Inggris dan tiba 2012 lalu di Bandung, dijodohkan dengan Aom yang berasal dari hasil sitaan warga di Banjaran, Kabupaten Bandung.

Selain bertubuh sehat tanpa penyakit seperti hepatitis B dan simian retrovirus (SRV) yang mematikan, keduanya cepat akur dan saling berbagi makanan sejak dijodohkan 25 Maret 2012. Direktur Eksekutif The Aspinall Foundation Indonesia, Made Wedana mengatakan, pasca melahirkan keduanya tetap sekandang. “Owa penganut monogami yang setia pada pasangannya di alam liar,” katanya.

Tim survei dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah selama dua hari mendata populasi dua hewan yang terancam punah di lereng Gunung Slamet, Jawa Tengah: owa Jawa dan elang Jawa. “Owa Jawa populasinya tinggal 400 ekor,” kata Koordinator Tim Survei BKSDA Jawa Tengah, Joko Sulistiyanto, usai survei di Bukit Cinta lereng selatan Gunung Slamet Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, Ahad 29 September 2013. Owa adalah mamalia sejenis orang utan.

Di Jawa Tengah hanya tinggal dua tempat yang ada owa dan elang jawa yakni di hutan Gunung Slamet dan Petungkriyono Pekalongan. Dua spesies itu hewan yang sangat dilindungi karena perkembangbiakannya yang sangat lambat. Menurut dia, selama hidupnya owa betina hanya melahirkan paling banyak tiga kali. Owa termasuk hewan yang setia terhadap pasangannya. Jika ada salah satu mati, maka pasangannya akan menyusul mati karena terlalu sedih. Dari penyisiran selama dua hari, kata dia, Tim menemukan satu keluarga owa yang terdiri dari tiga ekor. Sedangkan di tiga titik, mereka menemukan empat ekor elang jawa yang mempunyai nama latin Nisaetus bartelsi.

Margino, aktivis lingkungan Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng yang ikut mendampingi tim survei mengatakan, selama ini masyarakat desa hutan sudah sadar untuk menjaga dua hewan terancam punah itu. “Justeru yang belum sadar itu orang dari kota, mereka membawa senapan dan berburu satwa di hutan kami,” katanya.

Ia mengaku sering jengkel dengan pemburu liar yang petantang petenteng memanggul senapan angin. Saat ini, kata dia, desanya sedang membuat peraturan desa antiperburuan liar yang melarang siapa saja untuk berburu hewan di hutan Gunung Slamet.

Koordinator Pengembangan Program Suaka Elang, Gunawan mengungkapkan habitat yang rusak dan pergantian musim yang terjadi mengganggu proses perkembangbiakan Elang Jawa. Saat ini terdapat kurang dari 1.000 Elang Jawa atau sekitar 325 pasang yang masih bertahan. Jumlah itu berdasar penelitian dengan metode ekstrapolasi yang dilakukan ilmuan IPB.

“Padahal tiap pasangan Elang Jawa butuh waktu sekitar 2-3 tahun untuk 1 butir telur. Sedangkan untuk berkembang menjadi dewasa dibutuhkan waktu minimal 3 tahun, itu pun dengan catatan daerah 75 persen lingkungan habitatnya masih berupa tutupan hutan yang masih bagus,” katanya. Perburuan meningkat karena harga Elang Jawa yang menggiurkan di pasar gelap. “Harga di pasar gelap mencapai Rp 2 juta- Rp 3 juta per ekornya,” katanya.

Pendiri Biodiversity Society Purwokerto, Hariyawan Agung Wahyudi mengatakan, di Hulu Sungai Banjaran Banyumas atau wilayah lereng selatan Gunung Slamet saat ini hanya ada 3 pasang elang Jawa. Jumlah tersebut mengalami penyusutan. Pada 2005 masih ada sekitar 5 pasang elang Jawa. “Pendataan yang dilakukan Raptor Indonesia tahun 2012, populasi elang jawa tinggal 250-400 ekor saja,” katanya.

Species Baru Ikan Pari Ditemukan Di Indonesia

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berhasil mengidentifikasi spesies baru ikan pari macan di perairan Indonesia. Selama ini sudah ada tiga spesies ikan pari macan yang dikenali. Ikan pari sulit dibedakan secara kasat mata karena fisiknya yang mirip. Melalui metode pemetaan molekul deoxyribonucleic acid (DNA), peneliti memastikan ada ikan pari macan keempat.

Tiga pari macan yang sudah dikenali adalah Himantura leoparda, Himantura uarnak, dan Himantura undulata. Adapun spesies baru ikan pari macan itu dinamai Himantura tutul atau ikan pari tutul kecil. Mirip dengan tiga kerabatnya, punggung ikan pari H. tutul dipenuhi corak mirip dengan pola kulit macan tutul.

Irma Shita Alyza, peneliti bioteknologi kelautan dan genetika molekuler dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, mengatakan jenis pari tutul kecil jelas dapat dipisahkan dari tiga kerabat terdekatnya yang banyak dijumpai di perairan tropis Indo-Pasifik Barat. Pola pada kulit punggung pari tutul kecil berbentuk segi empat dengan ukuran yang lebih kecil. “Posisi corak totolnya juga tidak beraturan,” kata Irma seusai pemaparan hasil temuan di gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 3 April 2014.

Adapun kulit punggung pada tiga spesies pari macan umumnya berbentuk segi enam atau delapan yang posisinya teratur. “Mirip seperti pola pada sarang lebah,” ujar Irma. Penelitian termasuk pemeriksaan habitat pari tutul berlangsung sejak 2006. Irma menggunakan analisis pemetaan DNA untuk memastikan pari tutul kecil merupakan spesies baru. Ada dua gen yang diambil sebagai penanda genetik ikan tersebut. Penelitian itu berlangsung di Indonesia dan Prancis. “Alat untuk memeriksa berapa persen hubungan gen milik induk dengan keturunannya ada di sana,” kata Irma.

Pari tutul kecil ditemukan di empat lokasi berbeda, yaitu di Laut Jawa, perairan utara Bali, perairan selatan Jawa, dan Selat Sunda. “Saat ini sedang ada penelitian untuk mengetahui apakah ada persebaran pari tutul kecil di luar empat lokasi itu,” kata Irma. Hasil penelitian yang dikerjakan bersama Prancis tersebut sudah dimuat dalam jurnal Comptes Rendus Biologies pada Juli 2013.

Pari tutul kecil bisa tumbuh dengan lebar mencapai 1,5 meter. Ikan ini baru bisa menghasilkan anak pada usia 5-10 tahun dengan jumlah yang sedikit. Meski belum masuk status hewan terancam, keberadaan pari tutul kecil bisa terdesak oleh penangkapan yang berlebihan. “Masih bisa dimanfaatkan tapi dengan pengawasan ketat,” kata Irma.

Sejarah Taksi Toyota di Indonesia

Sepanjang sejarah Toyota Motor Corporation (TMC), belum pernah ada model yang dijadikan taksi, kecuali Toyota Crown di Jepang. Namun semua itu berubah saat mantan Presdir Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan (2002-2014), “menyulap” Soluna menjadi taksi di Indonesia, sampai akhirnya Indonesia dijadikan sebagai basis produksi.

Dalam buku “Kiprah Toyota Melayani Indonesia 2002-2014”, mengisahkan, keberanian TAM mulai bermain di segmen taksi diawali aksi “nekat”, sekaligus melihat peluang pasar besar dari menumpuknya stok Soluna di gudang dealer utama, Auto2000. Meski belum dapat lampu hijau dari TMC, Johnny meloloskan pesanan 100 unit Soluna yang bergulir dari perusahaan Gading Taksi.

Setelah itu Soluna mulai beredar dan langsung jadi hits, banyak perusahaan lain tergiur mesin bandel dan irit, yang dirasa cocok buat kepentingan taksi. Ditambah lagi, harga unit bekas masih tetap tinggi. “Itu sejarah Toyota mau masuk ke taksi,” ujar Johnny, mengenang masa itu.

Limo
Cerita berlanjut ke 2004. Melihat pasar taksi di Indonesia begitu besar, perlawanan TMC akhirnya luluh. Lantas keluarlah Limo, varian khusus Vios untuk menjadi taksi di Asia Tenggara. Model ini diplot menggantikan taksi Soluna. TMC memang terang-terang menolak Vios dijadikan kendaraan “kerja”, alasannya spesifikasi tidak di desain buat taksi, saat itu yang dijagokan adalah Corolla.

JokoTrisanyoto, Direktur Pemasaran TAM (2001-2013), mengatakan, gaya berkendara pengendara taksi di Jepang dan Indonesia berbeda. Di sana mobil jalannya “ajrut-ajrutan” karena banyak main gas sehingga butuh spesifikasi yang berbeda. “Kami harus meyakinkan Jepang, aturan taksi di Indonesia berbeda, harus di bawah 1.600 cc, harga juga harus tidak terlalu mahal,” katanya.

Tarik ulur terus terjadi sampai akhirnya Limo disetujui namun beberapa spesifikasi dikurangi. Ketentuannya, Limo merupakan varian lebih rendah, tidak memiliki kantung udara, tidak ada ABS dan menggunakan rem tromol pada setiap roda, serta bemper tanpa dicat.

“Coba naik taksi di Jepang, dijamin sakit perut . Sopir di Indonesia lebih canggih dibanding sopir Jepang. Di sana perlu spesifikasi khusus,” kelakar Joko.

Citra
Sejak Soluna, Johnny sudah memperkirakan citra buruk yang akan timbul pada kendaraan pribadi. Namun ketakutan itu bisa diantisipasi, yang terjadi justru sebaliknya. Di permukaan, sebagian besar masyarakat dan konsumen merasa tidak terlalu terganggu dengan image Vios menjadi taksi.

Ketika mobil pribadi digunakan menjadi kendaraan umum, malah menjadi nilai positif. Jodjana Jody, CEO Astra Credit Company yang juga pernah menjabat sebagai CEO Auto2000, mengatakan, strategi memperlakukan Vios sebagai taksi menonjolkan image performa, bandel, irit, dan garang.

Di sisi lain, kampanye iklan tidak lagi menonjolkan aspek fungsional, tetapi lebih emosional. “Bukti irit dan bandel sebagai taksi ini menunjang image Vios sebagai kendaraan pribadi, meski tidak langsung,” terang Jody.

Lokal
TAM merupakan pelopor taksi di luar Jepang, tapi produksinya masih dilakukan di Thailand. Hingga akhir 2013 seluruh unit Vios ataupun Limo berstatus CBU. Proses lobi panjang TAM akhirnya berbuah manis, pada Desember 2013 barulah kedua model itu diproduksi anak perusahaan TMC, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Dana Rp 2,5 triliun telah digelontorkan untuk memproduksi All-New Vios dan Limo di fasilitas produksi baru berkapasitas 120.000 unit per tahun di Karawang, Jabar. “Sebelumnya, kami mengimpor Vios dan Yaris dari Thailand. Namun sekarang kami menghentikan impor dan memproduksi keduanya secara lokal,” jelas Masahiro Nonami, Presiden Direktur TMMIN di sela peresmian produksi perdana Vios, kepada KompasOtomotif, Desember lalu.

Tidak hanya kedua model itu, TMMIN juga memproduksi hatchback Yaris yang memiliki kesamaan platform dengan Vios. Rencana besar TMC kemudian terbaca, Indonesia dijadikan basis produksi Vios dan hatchback Yaris. Mulai Maret lalu, Indonesia telah mengekspor Vios, Yaris dan Yaris Sedan (rebadge Vios) ke sembilan negara di Timur Tengah.