Monthly Archives: Juni 2013

Kandungan Nikotin Pada Semua Mumi Chile Membuktikan Masyarakat Pra Sejarah Sudah Merokok


Rambut mumi dari Kota San Pedro de Atacama, Cile, membuktikan bahwa orang-orang di wilayah ini memiliki perilaku mengkonsumsi nikotin sejak tahun 100 SM hingga 1450. Peneliti mengklaim bahwa konsumsi nikotin dilakukan oleh masyarakat luas terlepas dari status sosial maupun kekayaan.

Penemuan ini bisa mematahkan pandangan populer bahwa kelompok masyarakat yang hidup di wilayah ini merokok tembakau hanya untuk kebiasaan singkat sebelum mereka berpindah menghirup halusinogen. “Sekitar tahun 400 M, orang-orang di San Pedro de Atacama merokok tembakau dalam pipa. Kemudian setelah itu mereka secara bertahap beralih menghirup dimethyltryptamines di atas nampan,” kata Hermann Niemeyer, penulis studi sekaligus ahli kimia di University of Chile, Santiago.

Praktek merokok dan menghirup halusinogen telah mengakar budaya pada masyarakat pra-Hispanik. Di wilayah selatan Andes, terdapat dua sumber tanaman senyawa halusinogen, yaitu nikotin pada tembakau yang mengandung nicotiana dan tryptamine pada spesies Anadenanthera.

“Temuan yang paling sering bahwa zat halusinogen terutama banyak digunakan oleh para dukun,” kata Niemeyer. Para dukun terkadang menggunakan tanaman yang memiliki senyawa psikoaktif untuk berhubungan dengan para dewa dan roh pada upacara tradisional. Pada konsentrasi rendah, zat psikoaktif tersebut menjadi bahan untuk pengobatan penyakit seperti masalah tidur dan penyakit lainnya.

Untuk membuktikan penggunaan halusinogen di wilayah itu, Niemeyer dan rekannya, Javier Echeverria, menganalisis sampel rambut dari 56 mumi pada periode 100 SM sampai 1450 M. Rambut tersebut berada dalam kondisi baik.

Tim peneliti menemukan kandungan nikotin pada rambut 35 mumi yang mencakup berbagai macam tahun. “Temuan kandungan nikotin ini tak terduga,” kata Niemeyer. Dalam catatan arkeologi, pipa rokok secara bertahap digantikan oleh nampan tembakau sekitar tahun 400 M. Studi sebelumnya ditemukan bukti nikotin berada dalam pipa rokok, tetapi bukan dalam bentuk bubuk hirup.

Tim tidak menemukan jejak alkaloid tryptamine dalam sampel rambut, meskipun ini bukan berarti masyarakat pada saat itu tidak mengkonsumsi senyawa tryptamine. “Saat Anda menghirup dimethyltryptamines, tubuh akan rusak terlebih dahulu sebelum pada akhirnya sampai ke folikel rambut,” kata Niemeyer.

Iklan

Terbukti Menonjolkan Aspek Persahabatan dan Bukan Romantisme Dalam Hubungan Asmara Membuat Seks Lebih Intim


Awalnya berteman lalu jadi pacar dan menikah. Proses pendekatan seorang kekasih memang umumnya berawal dari hubungan pertemanan, atau malah lebih lucu lagi, persahabatan. Karena masalah asmara tak hanya seks semata, persahabatan ternyata dapat menjamin hubungan lebih intim.

Sebuah penelitian menemukan bahwa menghargai aspek persahabatan dalam sebuah hubungan asmara ternyata dapat meningkatkan kepuasan seksual dan mencegah keretakan hubungan rumah tangga. Para ilmuwan dari Purdue University meminta 190 orang yang tengah menjalin komitmen dalam hubungan percintaan untuk mengisi 2 kuesioner.

Salah satu kuesioner mengukur minat seseorang dalam meningkatkan aspek persahabatan dari hubungan asmaranya, yaitu mengobrol dan pergi bersama, bukan melulu seks. Sedangkan kuesioner kedua berfokus pada kualitas hubungan romantis yang dipandang dari kepuasan seksual.

Setelah 4 bulan, peserta pada kelompok yang berfokus pada seks dan romantisme mengaku bahwa cinta, kepuasan seksual, dan komitmennya terhadap hubungan menurun. Tetapi pada orang-orang yang lebih mementingkan persahabatan, yang terjadi malah sebaliknya. Komitmen, cinta, dan kepuasan seksual melonjak 69 persen lebih. Pasangan yang juga menjadi teman baik juga lebih kecil kemungkinannya untuk berpisah dan selingkuh.

“Jika hubungan hanya didasarkan pada seks, yang Anda dapatkan adalah hal-hal yang berantakan. Penelitian menunjukkan orang yang menempatkan seks dan romantisme sebagai fokus sebuah hubungan, ironisnya justru paling susah merasakan kepuasan seksual dalam hubungan dan lebih banyak mengalami perpisahan,” kata peneliti, Christopher Agnew, Ph.D seperti dilansir Men’s Health, Rabu (26/6/2013).

Orang-orang yang lebih mementingkan persahabatan dalam hubungan ketimbang seks dan romantisme rela menghabiskan banyak waktu untuk sekedar berbincang, seolah-olah kekasih adalah seorang teman baik. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan menganggap pasangan sebagai teman saja sudah dapat memperkuat hubungan, di dalam ataupun di luar kamar dan menjadi resep pernikahana yang langgeng serta bahagia.

Honda Luncurkan Skutik ACTIVA-I Seharga 7 Juta Rupiah


Produsen motor Honda sepertinya memanjakan India. Di negeri Bollywood itu, Honda memperkenalkan skutik terbaru mereka yang harganya hanya Rp 7,3 jutaan saja.

Di India, Honda menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar skuti. Dan untuk mempertahankan dominasi itu, Honda Motorcycle & Scooter India Pvt. Ltd. (HMSI) pun memperkenalkan Honda ACTIVA-I yang berharga murah.

Di India, ada tiga segmen skutik yakni Moto Scooter, Family Scooter dan Personal Compact scooter. Dan sampai saat ini, Honda hanya menguasai dua kategori pertama. Itulah kenapa mereka melahirkan ACTIVA-I guna menguasai segmen Personal Compact scooter yang pasarnya kini hanya mereka kuasai 25 persen.

Honda mengatakan kalau ACTIVA-I telah secara khusus dikembangkan untuk kenyamanan dan kemudahan bagi mereka yang menginginkan sebuah skutik kompak. Meski begitu, berbagai fitur terkini sudah diaplikasi Honda di motor ini. Sebut saja Combi Brake System yang mampu mengurangi jarak pengereman hingga 24% dibandingkan dengan rem konvensional, ban tubeless hingga ruang penyimpanan berkapasitas 18 liter di balik joknya.

Dengan berat hanya 103 kg dan tubuh yang ramping, Honda percaya kalau ACTIVA-I mampu bermanuver bahkan di jalan padat sekalipun.

Di jantungnya, Honda menyematkan sebonggol mesin 4 tak berkapasitas 109 cc dengan pendingin udara yang sudah menerapkan ‘Eco Technology’. Hasilnya, Honda mengklaim kalau motor ini mampu menampilkan pembakaran yang lebih sempurna, mengurangi gesekan dan transmisi yang dioptimalkan.

Pada pengetesan yang dilakukan Honda, motor ini mampu menunjukkan tingkat efisiensi hingga 60 km/liter. Meski sangat irit, ACTIVA-I mampu menampilkan kekuatan 8 bhp dengan torsi 8.74 Nm di 5.500 rpm.

Dan faktor yang paling menarik dari motor ini tentu saja adalah harganya. Karena Honda hanya melepas motor ini dengan harga Rs 44.200 di India atau setara dengan Rp 7,3 jutaan saja.

“Kontribusi segmen skuter otomatis di penjualan sepeda motor secara keseluruhan di India telah berkembang pesat dari 14% pada 2009-2010 menjadi 21% hari ini yang menunjukkan adanya permintaan yang kuat di segmen ini,” kata Presiden & CEO, Honda Motorcycle & Scooter India Pvt. Ltd Keita Muramatsu.

“Dengan harga yang paling terjangkau mulai dari Rs. 44.200 (Delhi), dan Dream Mileage dari 60 km/liter, ACTIVA-I adalah revolusi berikutnya dalam segmen skutik kompak,” timpal Wakil Presiden – Penjualan & Pemasaran, Honda Motorcycle & Scooter India Pvt. Ltd YS Guleria.

Telanjang Jadi Kunci Penyembuhan Penyakit Kanker dan Awet Muda Pada Tikus


Spesies tikus mondok telanjang (Heterocephalus glaber) yang tak memiliki bulu telah lama menarik perhatian ilmuwan karena mampu berumur panjang, hingga 30 tahun, 10 kali lebih lama dari tikus umumnya.

Kini, tikus itu kembali menjadi perhatian. Riset terbaru yang dipimpin oleh Andrei Seluanov dan Vera Gorbunova dari University of Rochester menunjukkan bahwa tikus spesies tersebut memiliki senyawa kimia yang membuatnya kebal terhadap kanker.

Tim peneliti mengulturkan sel tikus itu di laboratorium. Mereka menemukan bahwa jaringan pada tikus itu kaya akan hyaluronan (HMW-HA), senyawa gula kompleks yang berfungsi seperti pelicin.

Ilmuwan mengatakan bahwa senyawa tersebut sejatinya memberikan elastisitas pada kulit tikus tanpa bulu itu. Hal ini membantunya bergerak lincah di habitatnya, menyelinap di lorong atau rongga bawah tanah.

Namun, eksperimen juga menunjukkan, ketika senyawa MHW-HA tersebut dihilangkan, tikus mondok telanjang menjadi rentan terhadap kanker. Hal ini mengindikasikan bahwa HMW-HA juga punya fungsi memberikan kekebalan terhadap kanker.

“Mempelajari hewan yang secara alami resisten pada kanker sangat menguntungkan dan dapat mengarahkan pada penemuan mekanisme perawatan dan pencegahan kanker,” kata Gorbunova seperti dikutip BBC, Rabu (19/6/2013).

Ke depan, ilmuwan akan melakukan tes penggunaan HMW-HA pada sel tikus dan manusia. Versi yang sama dengan senyawa tersebut sebenarnya telah digunakan pada manusia untuk mengatasi penuaan dan radang sendi (arthritis).

“Ada bukti tak langsung bahwa HMW-HA bisa bekerja pada manusia. Senyawa ini sudah digunakan untuk injeksi anti-penuaan dan mengatasi rasa sakit akibat radang di sendi lutut tanpa efek merugikan. Kami berharap ini juga bisa berfungsi sebagai anti-kanker,” kata Seluanov.

Sayangnya, meski nantinya terbukti bisa memberikan khasiat anti-kanker, aplikasinya pada manusia akan sulit. Diberitakan New Scientist, Rabu, seluruh sel manusia harus dimanipulasi untuk mengekspresikan HMW-HA. Ini berbahaya.

Namun, zat ini bisa bermanfaat bagi penderita radang sendi. “Kita bisa membayangkan merekayasa sel sendi pasien arthritis untuk mengekspresikan HMW-HA, meringankan gejala penyakit itu,” kata Chris Haine dari Harvard School of Public Health yang juga terlibat riset.

Zat tersebut mungkin juga untuk memodifikasi sel kulit, otak, dan pembuluh darah manusia. Karena produksi hyaluronan pada sel di organ tersebut menurun seiring pertambahan usia, ilmuwan bisa merekayasa sel untuk menghasilkan HMW-HA agar mencegah penuaan.

Tanaman Asing Berbahaya Tumbuh Invansif di Gunung Semeru Tapi Indah Untuk Pemandangan


Hamparan Verbena brasiliensis di Pos Oro-Oro Ombo Gunung SemeruToni Artaka, petugas Pengendali Ekosistem Hutan pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengungkapkan temuan tanaman asing, Verbena Brasiliensis Vell, yang tumbuh invasif di Gunung Bromo. Tumbuhan yang berasal dari Amerika Selatan itu diketahui sudah membentuk hamparan luas di Oro-Oro Ombo Semeru.

Tanaman itu kini ‘menguasai’ lahan seluasa 20-an hektare Oro-Oro Ombo yang sebelumnya hanya berupa padang rumput (sabana) itu. Bunga Verbena Brasiliensis Vel ini berwarna ungu, mirip warna bunga lavender. Kombinasi warna kuning kehijauan dan ungu membentuk lanskap indah mirip taman bunga di beberapa negara Eropa, terutama Belanda dan Prancis. Tak heran bila banyak pendaki menyempatkan berpose di lapangan luas di pos lima (dari sepuluh pos) pendakian di Gunung Semeru tersebut. Seperti disaksikan Tempo sat mendaki Semeru 4 Juni lalu.

Namun, kata Toni, keindahan tanaman itu tak berarti baik untuk Semeru. “Ada ancaman ekologis di balik keindahan itu. Tanaman ini bisa menjadi masalah serius seperti halnya Salvinia molesta (kiambang atau kayapu) yang sempat menutupi permukaan air Ranu Pani pada Juni-Juli tahun lalu, atau serangan akasia berduri (Acacia nilotica) di (Taman Nasional) Baluran yang sampai sekarang belum sepenuhnya teratasi,” kata Toni kepada Tempo pekan lalu.

Menurut Toni, belum ada yang mengekspos bahaya laten dari Verbena brasiliensis Vell. Kebanyakan pendaki mengira itu lavender, padahal bukan. “Mana tahu ada peneliti botani yang berminat meneliti tanaman tersebut,” kata Toni.

Toni mendeskripsikan, Verbena brasiliensis berasal dari keluarga Verbenaceae yang merupakan tumbuhan semak tahunan atau berumur pendek. Tanaman ini tumbuh tegak setinggi antara 1,5 sampai 2 meter, dengan batang segi empat seperti keluarga Verbenaceae lainnya, serta berbulu kasar di tiap persegi.

Cabang atas panjangnya 4-9 sentimeter, berpasangan, dan naik. Daun berpasangan (composit), berbentuk bulat memanjang yang sederhana dan bergerigi (serate), dengan panjang 4-10 sentimeter dan lebar antara 0,8 sampai 2,5 sentimeter. Perbungaan silinder pada ujung cabang (terminal), umumnya 3 silinder yang berukuran antara 0,5 sampai 7 sentimeter dan berdiameter antara 0,5 sampai 0,7 sentimeter. Bunga berwarna ungu yang muncul dari silinder perbungaan kadang-kadang tiga kuntum bersamaan.

Verbena brasiliensis mereproduksi diri secara seksual dengan memproduksi benih. Tanaman ini mulai tumbuh, berbunga, hingga mengering sepanjang Januari-Agustus. “Buahnya sangat kecil sehingga mudah sekali terpencar oleh angin, lengket di tubuh pendaki atau lengket di tubuh binatang. Itu sebabnya penyebaran Verbena brasiliensis bisa meluas di dalam kawasan TNBTS,” kata Toni.

Sampai sekarang Toni dan kawan-kawan tidak mengetahui pasti masa kehadiran tanaman asli Amerika Selatan itu di dalam kawasan TNBTS. Di tempat asalnya Verbena brasiliensis biasa tumbuh di padang rumput, zona riparian, daerah perkotaan dan lahan basah. Ia biasa dijadikan sebagai tanaman hias dan dibudidayakan untuk taman.

Meski tampak indah, kehadiran Verbena brasiliensis justru mencemaskan. Tanaman asing ini bersifat invasif, bisa terus mendominasi dan menguasai habitat sehingga menggusur spesies tanaman asli TNBTS, seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-Oro Ombo, Jambangan, dan Kalimati. Ekosistem pun kemudian terganggu.

Diduga Verbena brasiliensis masuk ke kawasan TNBTS pada masa kolonialisme. Berdasarkan buku Flora Pegunungan Jawa karya van Steenis yang dibaca Toni, pada masa kolonial daerah Nongkojajar di Pasuruan menjadi loji (kompleks perumahan Belanda) dan di sana hidup seorang ahli botani yang gemar mendatangkan jenis-jenis tumbuhan dari luar negeri, termasuk Verbena brasiliensis. “Kami menduga, tanaman itu masuk ke TNBTS akibat intervensi manusia masa itu,” kata Toni.

Kini, Verbena brasiliensis menyebar hampir merata di wilayah Semeru bagian barat, di tepi jalan dari Coban Trisula hingga Ranu Pani, padang rumput dan riparian Ranu Regulo, zona riparian Ranu Pani, Ranu Kumbolo, sepanjang jalur pendakian Ranu Pani-Cemoro Kandang. tanaman itu juga bisa dijumpai di sabana Bromo, Penanjakan, dan Blok Argowulan.

“Tapi booming-nya di Oro-Oro Ombo. Luasannya sekitar seperlima dari luas Oro-Oro Ombo. Sejak bekerja tahun 2000, saya belum pernah lihat Verbena brasiliensis di luar kawasan TNBTS,” ujar dia.

Menurut Toni, penyebaran Verbena brasiliensis bisa dikendalikan dengan cara mengisolasinya. Ia tak harus ditanam atau dijual sebagai tanaman hias. Pemanenan bunga sebelum buahnya masak juga dapat mengurangi resiko penyebaran biji.

Keberadaan Verbena brasiliensis bisa pula dimusnahkan dengan pembabatan dan atau mencabut tumbuhan secara berkala sebelum musim berbunga. Pemusnahan dengan cara menggunakan herbisida sintetik, apalagi dengan membakar, dilarang. Namun, hingga sekarang, upaya penanggulangan tersebut belum pernah dilakukan.

Katak Sebesar Kuku Ditemukan Di Bali Akhirnya Berhasil Diberi Nama Ilmiah


Minggu (16/6/2013), peneliti katak dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, mengabarkan lewat surat elektronik penemuan spesies baru katak dari pulau para dewa, Bali. Spesies katak yang ditemukan berukuran kecil. Pejantan dewasanya saja berukuran hanya 16 – 17 mm atau cuma sebesar kuku manusia. Amir dan rekan penelitinya menamai spesies tersebut Microhyla orientalis.

Analisis DNA mitokondria menunjukkan bahwa M. orientalis memiliki kekerabatan dekat dengan M. mantheyi, M. borneensis, dan M. malang. Ketiganya dimasukkan dalam sub-grup dari spesies M. borneensis. Katak sub-grup M. borneensis memiliki karakteristik berkembang biak di wilayah air tenang, kecuali M. borneensis sendiri yang berkembang biak di tempat unik, kantung tumbuhan kantung semar.

Sub-grup M. borneensis ditemui dari wilayah Thailand, Sumatera, dan Kalimantan. Spesies M. oroentalis sendiri merepresentasikan penyebaran di wilayah paling timur dari sub-grup ini. Karenanya, spesies katak dari Bali ini dinamai “orientalis”.

Dalam publikasi di jurnal Zootaxa yang terbit Jumat (14/6/2013), tim peneliti yang dipimpin Masafumi Matsui dari Kyoto University mengutarakan bahwa M. orientalis memiliki ciri-ciri khas.

Ciri-ciri uniknya antara lain memiliki corak garis pada punggung, corak garis hitam pada bagian samping yang memanjang dari mata hingga setengah badan, dan moncong bulat. Sementara, perbedaan jari kaki cukup ekstrem. Jari pertama tak sampai seperlima dari jari ketiga.

Sejauh ini, spesis baru ini hanya ditemui di wilayah Wongaya Gede dan Batukaru, Bali, di persawahan berketinggian 435 – 815 meter di atas permukaan laut. Di Wongaya Gede, suara riuh katak jenis ini sering ditemui di bulan Juli, sementara di Batukaru jarang ditemui di awal Agustus.

Bali diketahui merupakan batas barat dari garis Wallace, garis yang memisahkan wilayah hewan Asia dan Australasia. Garis ini dideskripsikan oleh Alfred Wallace saat datang ke Indonesia pada abad 19 dan menyadari perbedaan fauna Indonesia antara wilayah yang terpisah garis itu.

Karena memiliki beberapa spesies Microhyla, Bali dipercaya menyimpan rahasia evolusi katak golongan tersebut. Sejauh ini, spesies microhyla lain yang ditemukan di Bali adalah M. palmipes dan M. achatina.

Daftar Lengkap Binantang Langka Di Indonesia Yang Tidak Boleh Diperjualbelikan


Pemerintah sudah melarang dengan tegas penjualan satwa liar yang langka. Bagi yang melanggarnya, ada ancaman pidana. Nah, apa saja hewan langka yang tak boleh diperdagangkan itu?

Dalam Undang-Undang RI No 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya diatur larangan perjualbelian hewan langka. Dalam pasal 40 ayat (2), jika melanggar Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Aturan itu kemudian diperjelas dalam PP No 7 Tahun 1999. Lampiran dalam PP itu memuat nama hewan dan nama latinnya yang dilarang untuk dijual.

Berikut hewan-hewan tersebut, seperti dikutip detikcom, Senin (10/6/2013):

I. Mamalia
1 Anoa depressicornis; Anoa dataran rendah, Kerbau pendek
2 Anoa quarlesi; Anoa pegunungan
3 Arctictis binturong; Binturung
4 Arctonyx collaris; Pulusan
5 Babyrousa babyrussa; Babirusa
6 Balaenoptera musculus; Paus biru
7 Balaenoptera physalus; Paus bersirip
8 Bos sondaicus; Banteng
9 Capricornis sumatrensis; Kambing Sumatera
10 Cervus kuhli; Axis kuhli Rusa Bawean
11 Cervus spp; Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
12 Cetacea; Paus (semua jenis dari famili Cetacea)
13 Cuon alpinus; Ajag
14 Cynocephalus variegatus; Kubung, Tando, Walangkekes
15 Cynogale bennetti; Musang air
16 Cynopithecus niger; Monyet hitam Sulawesi
17 Dendrolagus spp.; Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrolagus)
18 Dicerorhinus sumatrensis; Badak Sumatera
19 Dolphinidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
20 Dugong dugon; Duyung
21 Elephas indicus; Gajah
22 Felis badia; Kucing merah
23 Felis bengalensis; Kucing hutan, Meong congkok
24 Felis marmorota; Kuwuk
25 Felis planiceps; Kucing dampak
26 Felis temmincki; Kucing emas
27 Felis viverrinus; Kucing bakau
28 Helarctos malayanus; Beruang madu
29 Hylobatidae; Owa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
30 Hystrix brachyura; Landak
31 Iomys horsfieldi; Bajing terbang ekor merah
32 Lariscus hosei; Bajing tanah bergaris
33 Lariscus insignis; Bajing tanah, Tupai tanah
34 Lutra lutra; Lutra
35 Lutra sumatrana; Lutra Sumatera
36 Macaca brunnescens; Monyet Sulawesi
37 Macaca maura; Monyet Sulawesi
38 Macaca pagensis; Bokoi, Beruk Mentawai
39 Macaca tonkeana; Monyet jambul
40 Macrogalidea musschenbroeki; Musang Sulawesi
41 Manis javanica; Trenggiling, Peusing
42 Megaptera novaeangliae; Paus bongkok
43 Muntiacus muntjak; Kidang, Muncak
44 Mydaus javanensis; Sigung
45 Nasalis larvatus; Kahau, Bekantan
46 Neofelis nebulusa; Harimau dahan
47 Nesolagus netscheri; Kelinci Sumatera
48 Nycticebus coucang; Malu-malu
49 Orcaella brevirostris; Lumba-lumba air tawar, Pesut
50 Panthera pardus; Macan kumbang, Macan tutul
51 Panthera tigris sondaica; Harimau Jawa
52 Panthera tigris sumatrae; Harimau Sumatera
53 Petaurista elegans; Cukbo, Bajing terbang
54 Phalanger spp.; Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
55 Pongo pygmaeus; Orang utan, Mawas
56 Presbitys frontata; Lutung dahi putih
57 Presbitys rubicunda; Lutung merah, Kelasi
58 Presbitys aygula; Surili
59 Presbitys potenziani; Joja, Lutung Mentawai
60 Presbitys thomasi; Rungka
61 Prionodon linsang; Musang congkok
62 Prochidna bruijni; Landak Irian, Landak semut
63 Ratufa bicolor; Jelarang
64 Rhinoceros sondaicus; Badak Jawa
65 Simias concolor; Simpei Mentawai
66 Tapirus indicus; Tapir, Cipan, Tenuk
67 Tarsius spp.; Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
68 Thylogale spp.; Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
69 Tragulus spp.; Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
70 Ziphiidae; Lumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)

II. AVES (Burung)
71 Accipitridae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
72 Aethopyga exima; Jantingan gunung
73 Aethopyga duyvenbodei; Burung madu Sangihe
74 Alcedinidae; Burung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
75 Alcippe pyrrhoptera; Brencet wergan
76 Anhinga melanogaster; Pecuk ular
77 Aramidopsis plateni; Mandar Sulawesi
78 Argusianus argus; Kuau
79 Bubulcus ibis; Kuntul, Bangau putih
80 Bucerotidae; Julang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
81 Cacatua galerita; Kakatua putih besar jambul kuning
82 Cacatua goffini; Kakatua gofin
83 Cacatua moluccensis; Kakatua Seram
84 Cacatua sulphurea; Kakatua kecil jambul kuning
85 Cairina scutulata; Itik liar
86 Caloenas nicobarica; Junai, Burung mas, Minata
87 Casuarius bennetti; Kasuari kecil
88 Casuarius casuarius; Kasuari
89 Casuarius unappenddiculatus; Kasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
90 Ciconia episcopus; Bangau hitam, Sandanglawe
91 Colluricincla megarhyncha; Burung sohabe coklat
92 Crocias albonotatus; Burung matahari
93 Ducula whartoni; Pergam raja
94 Egretta sacra; Kuntul karang
95 Egretta spp.; Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
96 Elanus caerulleus; Alap-alap putih, Alap-alap tikus
97 Elanus hypoleucus Alap-alap putih, Alap-alap tikus
98 Eos histrio; Nuri Sangir
99 Esacus magnirostris; Wili-wili, Uar, Bebek laut
100 Eutrichomyias rowleyi; Seriwang Sangihe
101 Falconidae; Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
102 Fregeta andrewsi; Burung gunting, Bintayung
103 Garrulax rufifrons; Burung kuda
104 Goura spp.; Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
105 Gracula religiosa mertensi; Beo Flores
106 Gracula religiosa robusta; Beo Nias
107 Gracula religiosa venerata; Beo Sumbawa
108 Grus spp.; Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
109 Himantopus himantopus; Trulek lidi, Lilimo
110 Ibis cinereus; Bluwok, Walangkadak
111 Ibis leucocephala; Bluwok berwarna
112 Lorius roratus; Bayan
113 Leptoptilos javanicus; Marabu, Bangau tongtong
114 Leucopsar rothschildi; Jalak Bali
115 Limnodromus semipalmatus; Blekek Asia
116 Lophozosterops javanica; Burung kacamata leher abu-abu
117 Lophura bulweri; Beleang ekor putih
118 Loriculus catamene; Serindit Sangihe
119 Loriculus exilis; Serindit Sulawesi
120 Lorius domicellus; Nori merah kepala hitam
121 Macrocephalon maleo; Burung maleo
122 Megalaima armillaris; Cangcarang
123 Megalaima corvina Haruku, Ketuk-ketuk
124 Megalaima javensis Tulung tumpuk, Bultok Jawa
125 Megapoddidae Maleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
126 Megapodius reintwardtii Burung gosong
127 Meliphagidae Burung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
128 Musciscapa ruecki Burung kipas biru
129 Mycteria cinerea Bangau putih susu, Bluwok
130 Nectariniidae Burung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
131 Numenius spp. Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
132 Nycticorax caledonicus Kowak merah
133 Otus migicus beccarii Burung hantu Biak
134 Pandionidae Burung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
135 Paradiseidae Burung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
136 Pavo muticus Burung merak
137 Pelecanidae Gangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
138 Pittidae Burung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
139 Plegadis falcinellus Ibis hitam, Roko-roko
140 Polyplectron malacense Merak kerdil
141 Probosciger aterrimus Kakatua raja, Kakatua hitam
142 Psaltria exilis Glatik kecil, Glatik gunung
143 Pseudibis davisoni Ibis hitam punggung putih
144 Psittrichas fulgidus Kasturi raja, Betet besar
145 Ptilonorhynchidae Burung namdur, Burung dewata
146 Rhipidura euryura Burung kipas perut putih, Kipas gunung
147 Rhipidura javanica Burung kipas
148 Rhipidura phoenicura Burung kipas ekor merah
149 Satchyris grammiceps Burung tepus dada putih
150 Satchyris melanothorax Burung tepus pipi perak
151 Sterna zimmermanni Dara laut berjambul
152 Sternidae Burung dara laut (semua jenis dari famili Sternidae)
153 Sturnus melanopterus Jalak putih, Kaleng putih
154 Sula abbotti Gangsa batu aboti
155 Sula dactylatra Gangsa batu muka biru
156 Sula leucogaster Gangsa batu
157 Sula sula Gangsa batu kaki merah
158 Tanygnathus sumatranus Nuri Sulawesi
159 Threskiornis aethiopicus Ibis putih, Platuk besi
160 Trichoglossus ornatus Kasturi Sulawesi
161 Tringa guttifer Trinil tutul
162 Trogonidae Kasumba, Suruku, Burung luntur
163 Vanellus macropterus Trulek ekor putih

III. REPTILIA (Melata)
164 Batagur baska Tuntong
165 Caretta caretta Penyu tempayan
166 Carettochelys insculpta Kura-kura Irian
167 Chelodina novaeguineae Kura Irian leher panjang
168 Chelonia mydas Penyu hijau
169 Chitra indica Labi-labi besar
170 Chlamydosaurus kingii Soa payung
171 Chondropython viridis Sanca hijau
172 Crocodylus novaeguineae Buaya air tawar Irian
173 Crocodylus porosus Buaya muara
174 Crocodylus siamensis Buaya siam
175 Dermochelys coriacea Penyu belimbing
176 Elseya novaeguineae Kura Irian leher pendek
177 Eretmochelys imbricata Penyu sisik
178 Gonychephalus dilophus Bunglon sisir
179 Hydrasaurus amboinensis Soa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
180 Lepidochelys olivacea Penyu ridel
181 Natator depressa Penyu pipih
182 Orlitia borneensis Kura-kura gading
183 Python molurus Sanca bodo
184 Phyton timorensis Sanca Timor
185 Tiliqua gigas Kadal Panan
186 Tomistoma schlegelii Senyulong, Buaya sapit
187 Varanus borneensis Biawak Kalimantan
188 Varanus gouldi Biawak coklat
189 Varanus indicus Biawak Maluku
190 Varanus komodoensis Biawak komodo, Ora
191 Varanus nebulosus Biawak abu-abu
192 Varanus prasinus Biawak hijau
193 Varanus timorensis Biawak Timor
194 Varanus togianus Biawak Togian

IV. INSECTA (Serangga)
195 Cethosia myrina Kupu bidadari
196 Ornithoptera chimaera Kupu sayap burung peri
197 Ornithoptera goliath Kupu sayap burung goliat
198 Ornithoptera paradisea Kupu sayap burung surga
199 Ornithoptera priamus Kupu sayap priamus
200 Ornithoptera rotschldi Kupu burung rotsil
201 Ornithoptera tithonus Kupu burung titon
202 Trogonotera brookiana Kupu trogon
203 Troides amphrysus Kupu raja
204 Troides andromanche Kupu raja
205 Troides criton Kupu raja
206 Troides haliphron Kupu raja
207 Troides helena Kupu raja
208 Troides hypolitus Kupu raja
209 Troides meoris Kupu raja
210 Troides miranda Kupu raja
211 Troides plato Kupu raja
212 Troides rhadamantus Kupu raja
213 Troides riedeli Kupu raja
214 Troides vandepolli Kupu raja

V. PISCES (Ikan)
215 Homaloptera gymnogaster Selusur Maninjau
216 Latimeria chalumnae Ikan raja laut
217 Notopterus spp. Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
218 Pritis spp. Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
219 Puntius microps Wader goa
220 Scleropages formasus Peyang malaya, Tangkelasa
221 Scleropages jardini Arowana Irian, Peyang Irian, Kaloso

VI. ANTHOZOA (kelas hewan tak bertulang belakang)
222 Anthiphates spp. Akar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)

VII. BIVALVIA (kelas dalam moluska mencakup kerang-kerangan)
223 Birgus latro Ketam kelapa
224 Cassis cornuta Kepala kambing
225 Charonia tritonis Triton terompet
226 Hippopus hippopus Kima tapak kuda, Kima kuku beruang
227 Hippopus porcellanus Kima Cina
228 Nautilus popillius Nautilus berongga
229 Tachipleus gigas Ketam tapak kuda
230 Tridacna crocea Kima kunia, Lubang
231 Tridacna derasa Kima selatan
232 Tridacna gigas Kima raksasa
233 Tridacna maxima Kima kecil
234 Tridacna squamosa Kima sisik, Kima seruling
235 Trochus niloticus Troka, Susur bundar
236 Turbo marmoratus Batu laga, Siput hijau