Monthly Archives: Februari 2015

Langka … Seorang Bayi Lahir Dengan Kantung Ketuban Utuh


Kantung ketuban biasanya pecah ketika bayi dilahirkan. Tetapi, pada kasus yang langka terkadang ada bayi yang dilahirkan utuh dengan kantung ketubannya. Salah satunya dialami bayi Silas Philips yang terlahir prematur. Silas lahir prematur tiga bulan sebelum waktunya di Cedars-Sinai Medical Center di California, Amerika Serikat. Dokter yang menangangi persalinan ini terkejut melihat kantung ketubannya masih utuh. Silas terbungkus di dalam bersama plasenta dan tali pusar. Sampai kantungnya pecah, ia masih mendapat oksigen melalui plasenta.

Kantung ketuban merupakan kantung bening dengan cairan pucat di dalam rahim. Di tempat ini, bayi tumbuh dan berkembang sebelum dilahirkan. Cairan ini membantu melindungi bayi dari guncangan dan cedera, serta memudahkan untuk bernapas dan menelan. Bisa juga untuk mempertahankan suhu bayi secara konstan. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan kantung ketuban utuh setelah kelahiran amat sangat langka, sekitar 1 dari 80.000 kelahiran. Kejadian tak lazim ini membuat dokter yang membantu kelahiran Silas, William Binder berdecak kagum.

“Meskipun terdengar klise, kami sampai menahan napas. Itu benar-benar momen yang sangat mengagumkan, dan pastinya akan terus saya ingat selama beberapa waktu,” ujarnya, “Dia baru berusia sekian detik, namun masih berada di dalam kantung ketuban bersama dengan plasenta dan tali pusarnya.” Usai mengambil gambar kejadian langka tersebut di hadapannya, Binder bekerja kembali mengeluarkan Silas dari kantung ketubannya dan membuat ia bisa bernapas. Namun, ibu Silas tidak menyadari kejadian luar biasa itu sampai Binder menunjukan foto kepadanya.

“Ia berada dalam posisi janin dan Anda bisa melihat lengan dan kakinya meringkuk. Ini benar-benar keren untuk dilihat. Ketika saya tahu bahwa itu amat langka, saya seperti, ‘Ya Tuhan, kamu adalah bayi yang sangat spesial’,” lanjut Chelsea, ibu Silas.Aktris Hollywood Jessica Alba dikabarkan juga pernah mengalami hal serupa. Ia sempat bercerita tentang putrinya, Haven yang masih berada di dalam kantung ketuban saat lahir pada tahun 2011.

Waktu itu dia mengatakan, “Dokter tidak pernah melihat hal itu sebelumnya. Ia menarik perawat dan bilang, ‘lihat ini!’. Saat saya sedang mendorong (bayi keluar), ia meminta saya untuk berhenti sejenak dan menahan dorongan,” ucap Alba. Kantung ketuban pun akhirnya pecah dengan sendirinya setelah bayinya dilahirkan. Itu pula yang melatar belakangi nama Haven pada anaknya.

“Ketika saya masih dalam masa pemulihan, kami belum memilih nama untuknya. (Ayahnya, Cash Warren) menjemputnya dan mengatakan ia datang ke dunia dalam ‘tempat berlindung yang aman’ (safe haven), dan namanya terasa cocok bagi kami berdua.” Kantung ketuban mulai terbentuk dan terisi dengan cairan dalam beberapa hari seiring kehamilan wanita. Kandungan utama ketuban yakni air, tetapi sekitar 10 minggu kehamilan hingga seterusnya bayi mengeluarkan urine ke dalam cairan tersebut. Jumlah cairan ketuban meningkat secara bertahap sampai sekitar minggu ke-38, yang berfungsi mengurangi rasa sakit ketika melahirkan bayi.

Peneliti Temukan Mumi Biksu Di Patung Budha Kuno


Peneliti dari Museum Drents di Belanda membuat temuan mengejutkan dengan mengungkap adanya mumi biksu berusia 1.000 tahun dalam sebuah patung Buddha kuno dari Tiongkok.

Dalam posisi bersila, mumi tersebut sangat pas dengan patung yang membungkusnya. “Dari luar, mumi tampak seperti patung Buddha yang lebih besar. CT scan mengungkap, ada mumi biksu dari sekitar 1.100 tahun lalu,” demikian dinyatakan pihak Museum Drents.

Baru-baru ini, pihak museum melakukan CT scan lanjutan dan endoskopi pada mumi yang dipercaya merupakan Biksu Liu Quan dari Chinese Meditation School. Temuan investigasi tak kalah mengejutkan. Organ dalam biksu itu telah dihilangkan.

Seperti diberitakan Discovery, Senin (23/2/2015), pihak museum menyatakan bahwa rongga yang semula berisi organ dalam telah diisi ulang dengan naskah yang ditutupi dengan aksara Tionghoa.

Peneliti menduga, biksu itu sengaja memumifikasi diri sendiri. Untuk melakukannya, biksu harus berdiet, hanya makan kacang-kacangan dan biji-bijian selama 1.000 hari, untuk menghilangkan lemak, diikuti hanya makan akar-akaran selama 1.000 hari selanjutnya.

Tahap akhir mumifikasi diri adalah meminum teh racun yang berbahan getah pohon pernis. Teh tersebut menyebabkan biksu yang melakukannya muntah terus-menerus dan kehilangan cairan, sekaligus mencegah tubuh dimakan bakteri.

Akibat diet tersebut, tubuh biksu akan menjadi serupa tengkorak hidup. Sang biksu kemudian diletakkan dalam kubur batu yang berukuran sedikit lebih besar dari tubuhnya. Kubur batu itu dilengkapi dengan saluran udara dan bel.

Setiap hari, biksu akan membunyikan bel, tanda dirinya masih hidup. Saat bel berhenti berbunyi, saat itulah sang biksu dinyatakan mati. Setelahnya, tabung saluran udara akan dicabut, dan rongga dalam kubur batu itu ditutup.

Setelah 1.000 hari dinyatakan mati, kubur akan dibuka. Pihak lain akan melakukan pengecekan pada tubuh sang biksu, apakah sudah termumifikasi sempurna. Dari ratusan biksu yang melakukan mumifikasi, hanya beberapa yang berhasil.

Biksu yang melakukan mumifikasi diri biasanya memiliki tujuan menjadi “Buddha abadi”. Tentang cara pengambilan organ dari mumi yang diduga Liu Quan, hal tersebut hingga kini belum diketahui. Patung Buddha yang berisi Liu Quan kini dipamerkan di National Museum of Natural History di Budapest. Pameran tersebut digelar hingga Mei.

Penelitian Membuktikan Wanita Indonesia Pilih Pasangan Hanya Dari Sisi Materi dan Kekayaan


Sebuah penelitian yang dilakukan perusahaan biro jodoh professional asal Singapura, Lunch Actually, menunjukkan bahwa wanita Indonesia cenderung lebih menilai pria dari sisi materi dan kekayaan saja. Hasil penelitian yang disampaikan pada Ahad, 22 Februari 2015, ini menyebutkan kebanyakan wanita Indonesia lebih memilih pria yang memiliki karier dan penghasilan tinggi sedangkan sifat jujur, humoris dan penyayang tidak memiliki tempat sama sekali. Sifat-sifat tersebut hanya masuk dalam pertimbangan apabila harus memilih diantara beberapa pria yang sama-sama memiliki karier dan penghasilan yang tinggi.

Hal ini berbeda dengan wanita di negara-negara lain yang lebih tertarik kepada pria yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Biro jodoh ini melakukan penelitian terhadap 1.659 responden dengan komposisi 49,01 persen wanita dan 50,99 persen pria dari empat negara, yakni Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Indonesia.

Pada penelitian ini, pendidikan responden menunjukkan sebanyak 74,08 persen bergelar minimal sarjana. “Tingkat kepercayaan penelitian ini sebesar 95 persen dengan margin of error mencapai 3 persen saja,” tutur Violet Lim. CEO Lunch Actually menyatakan penelitiannya menemukan tiga alasan besar yang menjadi daya tarik dari seorang pria atau wanita.

“Secara umum, pria akan tertarik pada wanita karena faktor kecantikan sebesar 44,7 persen, daya tarik fisik sebesar 36,2 persen, serta humoris atau baik sebanyak 31,9 persen. Tidak ada perbedaan signifikan antara pria di Singapura, Hong Kong, dan Malaysia,” kata Violet.

Adapun, dia menegaskan, wanita Indonesia tertarik dengan pria yang memiliki karier dan berpenghasilan tinggi. “Sikap materialistis ini justru sangat berbeda dengan wanita negara lain yang memilih pria karena rasa percaya diri,” ujar Violet.

Agnes, 42 tahun, single dengan dua anak yang bekerja sebagai konsultan komunikasi dan pemasaran di Kota Kasablanka, mengaku setuju dengan penelitian tersebut. “Wanita itu enggak membutuhkan cinta dan sayang. Yang riil sajalah, cinta nggak bisa dimakan, hanya pria yang butuh cinta, seks dan kasih sayang, wanita perlu kehidupan yang terus berjalan dengan semakin baik. Artinya, mereka perlu uang atau kekayaan. Jadi, saya setuju asas materialistis dan memuja kekayaan sangat dibutuhkan demi mendapat kehidupan dan masa depan yang lebih baik,” kata wanita yang sudah delapan tahun menjanda itu.

Bagi Agnes, materialistis bukanlah hal negatif. “Justru itu sikap realistis, kan menjalin hubungan atau menuju pernikahan harus punya tujuan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik atau semakin kaya. Kalau situasi finansial atau keuangan oke dan stabil, saya kira kecil untuk mendapat masalah dalam pernikahan. Uang itu mampu menjawab semua hal. karena siapa yang mau meninggalkan pria kaya karena menurut saya kalau pria itu kaya semua hal tentang dia jadi menyenangkan dan mudah untuk mencintai mereka apapun tingkah mereka,” ujar Agnes.

Cara Menggunakan Mangrove Sebagai Bahan Baku Pembuatan Sirup dan Kerupuk


Selama ini, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau mengandalkan hutan mangrove sebagai kayu arang. Kini, pemerintah setempat membina masyarakat untuk mengalihkan mangrove, menjadi sirup dan pakan ternak. Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kab Meranti, M Murod mengungkapkan hal itu. Dia menjelaskan, sudah puluhan tahun lamanya, sebagian masyarakat memanfaatkan hutan mangrove atau hutan bakau untuk dijadikan kayu arang. Karena selama ini, kayu bakau menjadi pilihan terbaik untuk dijadikan arang.

Satu sisi, hutan bakau dijadikan arang, juga mengancam kelestariannya. Karena itu, beberapa tahun belakangan ini, Pemda Meranti melakukan pembinaan ke masyarakat untuk beralih menjadi bahan bakau untuk dijadikan sirup, kerupuk, dan pakan ternak. “Kita ajak para petani bakau yang selama ini mengandalkan kayu, kita alihkan untuk memanen daun dan bunganya. Bunga dari pohon bakau bisa kita jadikan sirup dan bisa dijadikan kerupuk,” kata Murod.

Khusus untuk sirup, lanjut Murod, selama ini Dishut Meranti menggandeng Dekranasda untuk melakukan pembinaan pembuatan sirup. Hasil pembuatan sirup bunga bakau sudah bisa diproduksi dalam skala kecil untuk kebutuhan di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Produksinya memang belum keluar daerah lainnya. Kita baru memproduksi untuk kebutuhan di daerah kami sendiri. Tapi ini menjadi andalan kami untuk ke depan tak lagi bakau harus dijadikan arang,” kata Murod

Selain bunga bakau, lanjut Murod, pihaknya juga membina warga sekitar menjadikan daunnya untuk pakan ternak. Lewat pengelolaan, daun bakau yang dijadikan pakan ternak bisa menghasilkan daging yang lebih nikmat. “Sudah dilakukan penelitian, ternak sapi, atau kambing yang pakannya dengan daun bakau yang sudah kita olah, akan menghasilkan daging yang lebih empuk dan gurih. Serta dagingnya tidak terlalu amis jika dibandingkan ternak yang makan rumput secara alami,” kata Murod.

Kini Pemkab Meranti lewat Dinas Kehutanannya, melakukan pembinaan untuk warga mengembangkan penanaman hutan bakau. Saat ini ada 90 kelompok dengan jumlah setiap kelompok 20 orang sudah dibina untuk mengembangkan bakau. “Mereka kita bina dengan memberikan bibit bakau untuk ditanam. Masyarakat kita harapkan ke depan bisa menghasilkan bakau non kayu, tapi daun dan bunganya bisa lebih bernilai lagi,” kata Murod. Pembinaan ini, bisa diharapkan ke depan akan akan penambahan luasan hutan bakau mencapai 25 ribu hektar.

“Dengan pembinaan ini, maka otomatis kita juga menyelamatkan hutan bakau yang selama ini dijadikan andalan untuk membuat arang. Ke depan bakau dapat dilestarikan dengan menghasilkan produksi hilirnya,” harap Murod.

Manusia Mulai Dewasa Sejak Berusia 25 Tahun


Para ilmuwan menetapkan ambang batas baru bagi kategori umur dewasa. Berdasarkan hasil riset terbaru tim peneliti dari Pittsburgh School of Medicine, seseorang belum menjadi dewasa sampai menginjak usia 25 tahun.

Beatriz Luna, seorang psikiater dari Pittsburgh School of Medicine, mengatakan keinginan remaja mencari sensasi dan kebaruan mulai meningkat ketika mereka hidup mandiri dan tidak lagi tinggal bersama orang tua atau keluarga. Sebelumnya, keinginan ini dianggap mencapai puncak pada 15 tahun–usia dewasa di Amerika Serikat.

Namun, studi terbaru Luna dan timnya menyatakan batas usia dewasa seseorang merentang jauh melampaui itu. Kunci utama temuan ini adalah bukti hiper-aktivitas di bagian otak yang dikenal sebagai striatum, yang dirangsang oleh penghargaan dan berlanjut sampai pertengahan usia dua puluhan.

Sebelumnya diperkirakan bahwa “tanggung jawab orang dewasa”, seperti menjalani pekerjaan tetap, membayar tagihan, dan berkeluarga akan menghentikan efek hiper-aktivitas pada otak. “Tetapi ternyata orang-orang yang melewati ambang batas kedewasaan umumnya berumur mendekati 25 tahun,” kata Luna seperti dikutip laman Independent, Jumat, 20 Februari 2015.

Pada remaja, bagian otak yang menentukan keinginan mencari sensasi atau berpetualang bekerja sama dengan “pusat perencanaan” otak atau korteks prefrontal untuk mendorong rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru. “Keinginan mencari informasi dan hal-hal baru terbukti dijumpai pada manusia dan seluruh spesies,” kata Luna.

Luna masih memperdalam penelitian untuk menemukan seberapa jauh perubahan aktivitas otak terhadap rentang masa dewasa manusia. Ia memperkirakan masa dewasa bisa mencapai usia tiga puluhan. Ketika memasuki masa dewasa inilah manusia dituntut untuk lebih bertanggung jawab–sikap yang kurang menonjol ketika masa kanak-kanak dan remaja. “Tapi setidaknya kini manusia mempunyai waktu lebih lama untuk bermain-main,” Luna menuturkan.

Pemalsuan Data Pemanasan Global Berhasil Dibongkar


Wei-Hock Soon, ilmuwan yang sering menolak tentang perubahan iklim di Amerika Serikat, disinyalir telah dibayar sebesar US$ 1.2 juta oleh perusahaan energi. Menurut laporan yang dilansir The New York Times, duit tersebut digunakan untuk menerbitkan sejumlah karya ilmiah tentang penolakan perubahan iklim.

Adalah Greenpeace, melalui Freedom of Information Act, yang mendapatkan sejumlah dokumen tentang kongkalingkong tersebut antara Soon dan beberapa perusahaan. Menurut laporan Times, duit tersebut bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 2011 Soon dikabarkan menerima sejumlah ‘dana hitam’ sebesar US$ 131 ribu dari ExxonMobil untuk membuat kajian peran matahari dalam perubahan iklim. “Padahal, kebenaran laporan tersebut dipertanyakan,” tulis Times seperti dikutip dari The Verge, Selasa, 24 Februari 2015.

Times menulis bahwa Soon hanya memberikan sedikit latar belakang tentang perubahan iklim yang dipengaruhi matahari. Bahkan, Soon berani menulis bahwa mataharilah yang semakin memanaskan bumi, bukan aktivitas manusia. Laporan Soon tersebut sampai dikutip oleh Senator James Inhofe, Ketua Komite Lingkungan dan Pekerjaan Umum Senator. Dalam satu kesempatan Inhofe mengatakan, “Soon merupakan ilmuwan yang tak terbantahkan.”

Padahal, menurut Direktur Eksekutif Climate Investigations Center, Kert Davies, data di lapangan menunjukkan bahwa perubahan iklim terjadi akibat semakin tinggi pemakaian bahan bakar fosil. Davies menyebut data yang dipakai Soon dalam karya ilmiahnya sebagai data yang telah kadaluarsa. “Karya Soon tak memasukkan data terbaru tentang aktivitas manusia dan perusahaan minyak-tambang,” ujar dia.

Charles R. Alcock, Direktur Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics—tempat Soon bekerja sebagai peneliti paruh waktu—menyebut Soon telah melanggar standar penelitian ilmiah. “Karena ulah Soon, sains telah diputar-balikkan,” ujarnya.

Perbedaan Rekomendasi Makanan Kolesterol Amerika dan Indonesia


Baru-baru ini para ahli gizi di Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi terbaru yang salah satunya menyebutkan konsumsi kolesterol tak perlu ditakuti. Walau demikian, ternyata rekomendasi tersebut belum bisa diterapkan di Indonesia. Dr.Toto Sudargo, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan, cara memasak kebanyakan orang Indonesia masih menghasilkan makanan yang tidak sehat.

Ia menjelaskan, hampir semua produk hewani mengandung kolesterol. Cara pengolahan pada bahan makanan tersebut akan berdampak pada kandungan nutrisinya. “Kebanyakan orang masih belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mengolah bahan makanan, misalnya saja dengan cara di goreng menggunakan minyak jelantah, hal tersebut tentunya akan menghasilkan makanan yang tidak sehat. Celakanya hal tersebut banyak terjadi di Indonesia,” katanya.

Sedangkan di negara maju proses pemasakan sudah sangat modern dan efisien, bahkan tidak menggunakan minyak jelantah, sehingga para ahli gizi Amerika mengatakan bahwa kolesterol tidak perlu ditakuti. “Selain itu lemak jenuh untuk masyarakat Indonesia, tetap harus dibatasi karena sangat berpotensi sebagai pemicu kolesterol tinggi. Untuk asupan lemak dalam seharinya dibatasi antara 15-25%”, jelasnya.

Makanan yang mengandung lemak jenuh diantaranya adalah daging, mentega, atau makanan yang digoreng. Selain itu, menurutnya kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih senang mengonsumsi makanan manis, gurih, dan asin, juga beresiko meningkatkan faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi dan diabetes melitus. Peran petugas kesehatan khususnya ahli gizi di Indonesia sangat penting dalam menanamkan perilaku makan sehat pada masyarakat.

“Edukasi yang disampaikan dapat berupa pembatasan akan konsumsi makanan tinggi kolestrol yg dimasak menggunakan minyak jelantah serta cara pengolahan yang tepat agar kandungan gizi dalam makanan tidak rusak dan terkontaminasi,” katanya.

Rekomendasi terbaru yang dikeluarkan para ahli gizi di Amerika Serikat menyebutkan, kolesterol bukan lagi nutrisi yang perlu ditakuti. Namun, gula dan lemak jenuh perlu mendapat perhatian. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dietary Guidelines Advisory Commite setiap lima tahun sekali ini dibuat oleh 14 pakar independen bersama dengan Departemen Pertanian AS.

Mereka menyebutkan, penduduk AS harus didorong untuk menjalankan pola makan yang kaya sayuran, buah, serealia utuh, makanan laut, dan kacang-kacangan. Sementara itu, makanan yang harus dikonsumsi dalam jumlah sedang antara lain produk susu rendah lemak dan non-lemak, alkohol (pada orang dewasa), mengurangi daging merah dan yang diproses, serta membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula dan biji-bijian yang disosoh (refined).

“Pola makan ini bisa dicapai dengan berbagai cara dan harus disesuaikan dengan faktor biologi tiap individu dan kebutuhan medis, seperti halnya preferensi sosial budaya,” kata mereka. Komite tersebut juga tidak menyebutkan tentang kolesterol. Ternyata, saat ini kolesterol memang tidak dianggap sebagai hal yang perlu dikhawatirkan. Penelitian juga menunjukkan, kolesterol yang berasal dari makanan bukan sesuatu yang harus diwaspadai.

Walau demikian, konsumsi lemak jenuh disarankan kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi susu rendah lemak atau nonlemak, serta memilih daging tanpa lemak. “Tetapi, tak ada rekomendasi untuk mengurangi total asupan lemak atau menggunakan produk makanan bebas lemak,” kata Wakil Ketua Komite Alice Lichtenstein kepada majalah Time.

Beberapa orang menganggap keren jika ia memiliki daftar makanan apa saja yang harus dihindari. Makin panjang daftarnya, makin pintarlah ia merasa. Untuk makanan kemasan hal ini memang benar, tapi tidak untuk makanan alami. Makin bervariasi yang kita asup justru makin baik. Alan Christianson, dokter naturopati, mengatakan, pola makan yang terlalu membatasi bahan makanan tertentu justru bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi, membuat saluran pencernaan lemah, serta menyebabkan stres emosional.

Kelompok kacang-kacangan juga sering sengaja dihindari karena takut alergi dan kandungan lemaknya. Padahal, penelitian menunjukkan manfaat kacang-kacangan, seperti menghambat penuaan, tinggi antiokidan, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan energi, serta menurunkan nafsu makan. Jika Anda memilih untuk tidak mengkonsumsi kacang-kacangan, pertimbangkanlah kembali. Berikut adalah penjelasan mengapa sebaiknya kacang rutin kita konsumsi.

– Memperlambat penuaan dini
Pernahkah Anda mendengar tentang red wine dan umur panjang orang Perancis? Ternyata bahan yang ditemukan dalam anggur, yang disebut resveratrol, mampu mencegah kerusakan DNA yang menyebabkan penuaan. Beberapa kacang memiliki resveratrol dalam jumlah yang sebanding dengan anggur. Kacang hitam dan lentil termasuk yang tertinggi.

– Tinggi antiokidan
Kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas bisa kita lihat di kulit, sistem kekebalan tubuh, dan otak. Anda mungkin tahu bahwa antioksidan dari makanan seperti blueberry, teh hijau, kunyit dan buah delima dapat membantu mencegah kerusakan ini. Kacang-kacangan sebenarnya memiliki lebih banyak antioksidan dibanding makanan lain. Kacang-kacangan juga memiliki antioksidan unik yang dapat memblokir enzim, yang disebut α-glukosidase dan lipase pankreas, yang menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes. Kacang yang memiliki kandungan antioksidan tertinggi yaitu kacang hijau dan kacang aduki.

– Membantu menurunkan tekanan darah
Lebih dari delapan penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah memasukkan kacang-kacangan dalam pola makan bisa meningkatkan tekanan darah. Semua penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang secara signifikan menurunkan sistolik (angka atas) dan diastolik (bawah angka) tekanan darah. Jenis kacang-kacangan yang diteliti meliputi pinto, navy, nothern, kacang polong dan kacang hitam.

– Mencegah kanker
Kanker adalah penyakit mematikan kedua setelah jantung yang diderita orang dewasa. Jenis yang paling umum dari kanker yang menyerang orang dewasa diantaranya yaitu kanker payudara, hati, usus, prostat dan lambung. Tidak hanya kacang saja yang secara ampuh mampu mengurangi risiko semua jenis kanker, tetapi ekstrak dari kacang-kacangan, yang disebut IP6, menurut suatu penelitian juga mampu sebagai obat untuk memerangi kanker.

– Membantu turunkan kolesterol
Menambahkan sesedikit satu porsi kacang-kacangan setiap harinya dapat menurunkan LDL-C (lemak jahat) berbahaya yang cukup untuk mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen.

– Mengurasi rasa ingin makan
Pernah berjuang untuk melawan keinginan mengkonsumsi makanan manis atau camilan? Kacang-kacangan mampu membantu Anda mengurangi ketagihan dan membuat Anda untuk lebih memilih makanan yang jauh lebih sehat.

– Meningkatkan energi dan menurunkan berat badan
Dalam studi terbaru, sebanyak 35 pria obesitas yang secara acak diminta menjalankan salah satu dari empat diet selama delapan minggu, salah satunya adalah tinggi kacang-kacangan. Berat badan mereka, komposisi tubuh, kadar kolesterol dan tingkat metabolisme semua diukur sebelum dan setelah perubahan diet. Kelompok yang menjalankan diet tinggi kacang-kacangan mengalami perbaikan dalam hal kesehatannya, seperti kehilangan sebagian besar lemak, nilai kolesterol yang turun, tekanan darah turun, sementara energi meningkat.

– Memperbaiki flora usus
Anda mungkin tahu bagaimana bakteri baik penting untuk fungsi kekebalan tubuh, perbaikan kulit dan proses pencernaan. Organisme ini membantu menghasilkan lemak rantai pendek yang menyembuhkan lapisan usus dan menurunkan risiko kanker di usus besar. Beberapa makanan yang memiliki lemak rantai pendek diantaranya yaitu kelapa dan mentega. Namun, sebagian besar, seperti butirat, asetat dan propionat, yang dibuat oleh bakteri usus, ditemukan pada jenis serat yang terdapat dalam kacang-kacangan.

– Membunuh jamur
Makanan olahan, antibiotik, kontrasepsi oral dan stres, dapat menyebabkan jamur pada usus. Jamur memberikan pengaruh buruk karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat racun yang meningkatkan peradangan. Senyawa yang ditemukan di kacang telah terbukti dapat membunuh jamur dan mencegah infeksi jamur.