Category Archives: Aneh Tapi Nyata

Kisah Ayam Yang Mampu Hidup 18 Bulan Tanpa Kepala Akibat Di Pancung


Tujuh belas tahun yang lalu, seorang petani memenggal kepala seekor ayam di Colorado AS, dan hewan itu menolak untuk mati. Mike, sebutan unggas itu, bertahan hingga 18 bulan dan menjadi terkenal. Tetapi bagaimana dia hidup tanpa kepala dalam waktu yang cukup lama? Pada 10 September 1945 Lloyd Olsen dan istrinya Clara memotong ayam-ayam, di lahan pertanian mereka di Fruita, Colorado. Olsen yang memenggal kepala unggas-unggasnya, istrinya kemudian membersihkannya. Tetapi salah satu dari 40 atau 50 ekor ayam yang dikapak oleh Olsen pada hari itu tidak berperilaku seperti yang lain.

Kisah Ayam yang Hidup Tanpa Kepala Selama 18 Bulan

“Mereka jatuh pada akhirnya. Tetapi satu di antaranya masih hidup, bangun dan berjalan-jalan,” jelas cicit pasangan tersebut, Troy Waters, di sebuah peternakan miliknya di Fruita. Ayam tersebut menendang dan berlari, dan tidak mau diam. Ayam itu ditempatkan di sebuah kotak tua yang digunakan untuk penyimpanan apel di lahan pertanian dan sebuah obor dinyalakan pada malam hari, dan ketika Lloyd Olsen bangun pada hari berikutnya, dia melihat, “ayam itu masih hidup,” jelas Waters.

“Ini sebuah cerita aneh dalam keluarga kami,” jelas Christa Waters, istri Troy. Waters mendengar cerita tersebut ketika masih anak-anak, saat itu kakek buyutnya yang sakit dan hanya bisa terbaring di tempat tidur tinggal bersama keluarganya. Kamar Troy dan kakek buyutnya berdampingan, dan pria tua itu, terkadang tidak tidur, dan akan berbicara sampai berjam-jam. “Dia membawa ayam potong ke kota untuk menjualnya ke pasar daging,” jelas Waters.

“Dia membawa ayam jantan itu bersamanya – dan saat itu dia masih menggunakan kuda dan kereta. Dia melemparnya ke dalam kereta, membawa ayam itu dan mulai mengajak orang untuk bertaruh dengan bir atau benda lainnya, tentang bahwa dia memiliki ayam tanpa kepala yang masih hidup.”

Kabar mengenai ayam ajaib tanpa kepala itu dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut di sekitar Fruita. Bahkan koran lokal menugaskan seorang reporter untuk mewawancarai Olsen, dan dua pekan kemudian seorang promotor pertunjukkan yang bernama Hope Wade datang dari Salt Lake City, Utah yang berjarak sekitar 300 mil atau sekitar 482 km dari Colorado. Dia mengajukan penawaran yang sederhana: membawa ayam tersebut ke dalam arena pertunjukan – sehingga mereka dapat menghasilkan uang.

“Pada masa 1940an, mereka memiliki lahan pertanian dan tengah mengalami kesulitan,” jelas Waters. “Lloyd mengatakan, ‘Kami dapat melakukannya juga.” Pertama mereka mengunjungi Salt Lake City dan Universitas Utah, di mana ayam itu ditaruh di sebuah aki yang digunakan untuk uji coba. Kemudian rumor pun menyebar bahwa para ahli sains di universitas itu melakukan operasi menanggalkan kepala banyak ayam untuk mengetahui apakah mereka masih dapat hidup.

Di sinilah Life Magazine datang untuk menulis tentang Mike yang Ajaib Si Ayam Tanpa Kepala – julukan yang diberikan oleh Hope Wade. Kemudian Lloyd, Clara dan Mike mulai berkeliling AS. Mereka kemudian mengunjungi California dan Arizona, dan Hope Wade membawa Mike dalam tur ke bagian tenggara AS, sementara Olsens dan istrinya kembali ke lahan pertanian mereka untuk panen. Perjalanan unggas ini didokumentasikan dengan teliti oleh Clara dalam sebuah buku yang disimpan dengan baik oleh Waters hingga hari ini.

Lloyd Olsen dan istrinya Clara mendapatkan surat yang berisi kritikan. Orang-orang di seluruh negara menulis surat – seluruhnya mencapai 40 atau 50 – dan tidak semuanya bernada positif. Salah satunya membandingkan Olsens dengan Nazi, sementara seseorang dari Alaska meminta mereka untuk menukar paha Mike dengan sebuah kaki kayu. Sebagian besar surat itu ditujukan kepada “Pemilik ayam tanpa kepala di Colorado,” karena tidak menemukan jalan ke lahan pertanian keluarga ini.

Setelah melakukan tur, Olsens membawa Mike Si Ayam Tanpa Kepala ke Phoenix, Arizona, ketika bencana menghampiri mereka pada musim semi 1947. “Di sanalah hewan itu mati – di Phoenix,” jelas Waters. Mike diberi pakan cair dan air yang dimasukan secara langsung ke dalam tenggorokannya. Mereka juga membersihkan lendir dari dalam kerongkongannya. Mereka memberi makanan dengan alat penyemprot dan membersihkan kerongkonganya dengan sebuah alat suntik.

Pada malam ketika Mike mati, mereka terbangun di kamar penginapan mereka oleh suara seperti burung tercekik. Ketika mereka mencoba mencari alat suntik, Mike sudah mati. ‘Selama setahun setelah Mike mati, (Olsen) mengaku telah menjual ayam itu kepada seorang pria di bisnis pertunjukan,” kata Waters.

“Tetapi beberapa tahun sebelum dia (Olsen) meninggal dia akhirnya mengakui kepada saya bahwa ayam itu mati dipangkuannya. Saya pikir dia tidak pernah mau mengakui bahwa dia mengacaukan keadaan dan membiarkan unggas itu tewas di pangkuannya.” Olsen tidak akan pernah mengatakan apa yang dia lakukan dengan ayam mati itu.

“Saya berani bertaruh dia membuangnya di padang pasir di wilayah sekitar sini dan Phoenix, di pinggir jalan, atau bahkan mungkin telah dimakan oleh anjing hutan,” kata Waters. Kartu pos yang bergambar Mike Ajaib si Ayam Tanpa Kepala. Tetapi bagaimana ayam itu dapat bertahan dalam waktu yang sangat lama? Sesuatu yang mengejutkan Dr Tom Smulders, seorang ahli ayam di pada Pusat Perilaku dan Evolusi di Universitas Newcastle, adalah si ayam tidak mengalami pendarahan sampai mati. Faktanya bahwa ayam itu dapat terus hidup tanpa kepala, dan Smulders menemukan penjelasan yang mudah untuk situasi ini.

Bagi seorang manusia kehilangan kepala juga kehilangan otak. Bagi seekor ayam, itu sedikit berbeda. “Anda akan takjub bagaimana otak kecil ini berada di bagian depan kepala seekor ayam,” kata Smulders. Terkonsentrasi pada bagian belakang tengkorak, di belakang mata, jelas dia. Laporan menunjukkan bahwa paruh, wajah, mata dan telinga Mike hilang karena dikampak. Tetapi Smulders memperkirakan 80% dari massa otaknya- dan hampir semua yang mengkontrol tubuh ayam itu, termasuk detak jantung, bernapas, rasa lapar dan pencernaan – masih ada.

Ini menunjukkan saat Mike bertahan karena seluruh sistem otaknya masih berada di tubuhnya. Dalam sains disebut batang otak yang menjadi bagian dari seluruh otak. ‘Sebagian besar otak unggas seperti yang kita ketahui dapat disebut sebagai batang otak,” kata Smulders. “Nama yang telah diberikan untuk sebagian otak unggas pada 1800an ketika seluruh indikasi menunjukkan kesamaan dengan otak mamalia yang secara fakta adalah salah.”

Mengapa orang yang berupaya untuk ‘menciptakan’ Mike tetapi tidak berhasil ? dan sulit untuk mendapatkan penjelasannya. Potongannya terlihat sama dengan kasus Mike, dan tampak di lokasi yang sama, dan darah yang membeku dengan cepat mencegah terjadinya pendarahan hingga mati. Troy Waters berdiri di samping patung Mike di Fruita, Colorado yang menggelar festival untuk Mike. Troy Waters menduga kakek buyutnya berupaya untuk mengulangi kesuksesannya dengan berupaya memenggal ayam beberapa kali.

Tentunya, yang lain tidak bertahan hidup. Seorang tetangga yang tinggal di sekitar pertanian yang akan membeli ayam dalam lelang di dekat Grand Junction, Colorado, menjelaskan dia berhenti dan menawarkan enam pak bir untuk Olsen, serta mendorongnya untuk menjelaskan bagaimana dia memotong Mike. “Saya ingat (dia) mengatakan kepada saya, tertawa, dan dia mendapatkan bir dari tiap orang setiap pekan karena para tetangga yakin dia menjadi sangat kaya karena ayam ini,” kata Waters.

“Sangat kaya” merupakan sebuah opini tentang keluarga Olsen yang menyebar di Friuta. Tetapi menurut Waters, anggapan itu sangat berlebihan. “Dia hanya mendapatkan sedikit uang darinya,” kata Waters. Dia membeli sebuah pemotong rumput yang digunakan untuk lahan pertanian dan dua traktor, untuk menggantikan kuda dan bagal. Dan juga – yang sedikit mewah – sebuah truk pickupChevrolet 1946.

Waters pernah bertanya kepada Lloyd Olsen apakah dia merasa senang. “Dia mengatakan , ‘oh ya, Saya memiliki kesempatan untuk berkeliling dan melihat sebagian negara ini yang mungkin tak pernah saya lihat. Saya dapat membangun dan mendapatkan alat pertanian.”

“Dia masih bertani dalam sisa hidupnya, untuk hidup”. Apa yang terjadi ketika kepala seekor ayam dipotong?
Memenggal memutuskan otak dari seluruh bagian tubuh, tetapi sirkuit sumsum tulang belakang masih mendapatkan oksigen dalam jangka pendek. anpa masukan dari otak sirkuit ini akan bertindak spontan. “Sel urat syarat mulai aktif, kaki-kaki mulai bergerak,” kata Dr Tom Smulders dari Universitas Newcastle.

Biasanya ayam akan jatuh ketika ini terjadi, tetapi dalam sebuah kasus yang langka, sel urat syarat ini akan memicu gerakan untuk berlari.”Ayam ini akan berlari untuk sementara waktu,” kata Smulders.
“Tetapi tidak untuk 18 bulan, tetapi sekitar 15 menit atau lebih”.

Laut Di Pulau Ai Kepulauan Banda Maluku Tengah Berubah Jadi Merah Darah


air laut pulau ai banda maluku berubah jadi darahWarga Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, digegerkan dengan fenomena perubahan air laut di kawasan tersebut, Minggu (21/6/2015). Warga geger dan panik lantaran air laut di wilayah tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi merah.Kondisi ini membuat warga yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan itu enggan melaut seperti biasanya. Warga mengaku memilih tidak melaut karena takut terjadi sesuatu.

Baca : Air Sungai Bontang Mendadak Berubah Memjadi Merah Seperti Darah

Baca Juga : Danau Di Bukit Raje Mandare Berubah Warna Jadi Merah Darah

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ahmad Ali, mengatakan saat dihubungi dari Ambon bahwa perubahan air laut dari kebiruan menjadi merah seperti darah membuat warga pesisir di pulau itu kini merasa sangat khawatir. Warga khawatir karena kejadian itu baru pertama disaksikan. “Hampir semua masyarakat di pulau ini dibuat geger saat melihat air laut berubah seperti darah,” kata Ahmad.

Fenomena itu pun menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat yang mendiami pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda itu. Warga beranggapan, air laut yang tiba-tiba berubah seperti darah itu pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.
Ini pasti pertanda sesuatu akan terjadi, tetapi kita belum tahu apa yang akan terjadi. Semoga bukan pertanda bahaya,” kata Alwi, salah satu warga lain.

Perubahan air laut menjadi seperti darah ini spontan membuat warga pesisir yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan di pulau itu memilih tidak melaut dan hanya beraktivitas di rumah. “Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah,” katanya.

Tak hanya warga Pulau Ai, fenomena perubahan air laut menjadi seperti darah itu juga memicu kehebohan tersendiri di media sosial, seperti Facebook. Salah satu pengguna akun Facebook bernama Salman bahkan berspekulasi bahwa perubahan itu adalah pesan kepada warga pulau itu agar lebih berhati-hati. “Air laut berubah seperti darah. Ini sebuah pertanda agar warga lebih hati-hati pada bulan puasa ini,” kata Salman.

Cacing Cacing Juga Bermunculan dan Berbaris Di Texas


Di Texas, Amerika Serikat, juga ditemukan cacing-cacing yang bermunculan dari tanah. Anehnya, mereka seperti berkerumun dan ‘berbaris’ di garis tengah jalan tol. Kawasan tempat kemunculan cacing itu memang baru saja dilanda banjir besar baru-baru ini. Tapi kemunculan cacing dan posisinya yang ‘berbaris’ itu menimbulkan tanda tanya tersendiri. Ribuan cacing berkerumun dalam kelompok-kelompok, persis spageti, di Eisenhower State Park di Denison, Texas. Ranger di taman itu mengatakan, cacing-cacing itu membentuk barisan kerumunan cacing di tengah jalan, di garis pemisah.

“Kami masih bertanya-tanya, mengapa mereka berbaris di tengah jalan,” kata Ben Herman, pengawas taman itu, kepada ABC News. Kemunculan cacing dari dalam tanah bukanlah hal baru. Selain pengaruh musim penghujan, ada juga kasus kemunculan cacing sebelum terjadinya gempa bumi. Tapi kemunculan cacing di Texas ini aneh betul. Ada yang menduga itu ada kaitan dengan banjir dan posisi jalan raya yang memang paling tinggi dari area sekitarnya. Dan garis tengah jalan raya adalah area tertinggi di jalan itu.

Cacing disebut memang suka berkumpul dalam kelompok besar dan saling berkomunikasi melalui kontak tubuh. Mereka cenderung berkerumun secara massal ketika ada kondisi yang tak semestinya dan mencari tempat yang aman bersama-sama. Munculnya cacing-cacing tanah ke permukaan dan pesan berantai telah meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya, yang pernah menjadi korban gempa dahsyat pada 2006. Meski para pakar yang dihubungi mengatakan fenomena itu tak ada kaitannya dengan gempa besar, wajar saja jika warga resah. Soalnya, sebelum gempa besar melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006, fenomena yang sama terjadi. Tak cuma cacing, perilaku aneh juga diperlihatkan burung, ular, dan hewan lainnya.

Munculnya cacing-cacing tanah di permukaan mulai terjadi sekitar 10-12 hari sebelum gempa melanda. Saat itu musim kemarau dan cacing bermunculan di mana-mana, tak hanya di permukaan tanah. Kemunculan cacing makin tinggi sekitar dua hari sebelum gempa terjadi. Tapi untuk fenomena yang disebut terjadi baru-baru ini, Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.

Mbah Rono, demikian ia akrab dipanggil, mengatakan tak yakin selama selama sembilan tahun sejak 2006 ada energi yang cukup untuk menyebabkan gempa sebesar 2006. Gempa besar di kawasan Yogyakarta, kata Mbah Rono, pernah juga terjadi pada 1943. Artinya perlu cukup waktu yang lama untuk kemudian terjadi gempa yang besar pada 2006. Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurutnya, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim. Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi

asyarakat Yogyakarta heboh dengan munculnya fenomena cacing tanah yang keluar dari dalam tanah dalam keadaan lemas. Situasi ini mengingatkan pada keadaan sebelum terjadinya gempa besar pada 2006. Tapi pakar yang dihubungi CNN Indonesia menyatakan fenomena itu tak ada hubungannya dengan gempa. Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.

Mbah Rono, demikian ia akrab dipanggil, mengatakan tak yakin selama selama sembilan tahun sejak 2006 ada energi yang cukup untuk menyebabkan gempa sebesar 2006. “Gunung Merapi pun dalam status yang normal,” katanya . Gempa besar di kawasan Bantul, Yogyakarta, kata Mbah Rono, pernah juga terjadi pada 1943. Artinya perlu cukup waktu yang lama untuk kemudian terjadi gempa yang besar pada 2006. Masyarakat, kata Mbah Rono, tak perlu panik. Namun tetap diminta selalu waspada sebab ada atau tidak fenomena cacing, kawasan selatan Pulau Jawa memang termasuk rawan gempa.

Menurut Mbah Rono, pihaknya selalu memantau aktivitas tektonik maupun vulkanik di sekitar Yogyakarta. Namun kedatangan gempa, katanya, tak bisa diramalkan oleh siapapun. Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurut ahli fisika ini, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim. Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi.

Alat Early Warning System (EWS) yang dimiliki Sunarno dan timnya pun tak mendeteksi adanya aktivitas bumi yang patut dikhawatirkan akhir-akhir ini. “Semua dalam keadaan stabil,” tuturnya. Sunarno menduga, keluarnya cacing dari dalam tanah terjadi karena perubahan kelembaban tanah ke arah musim kemarau. “Cuaca akhir-akhir ini pun sering cepat berubah, mendung mendadak yang berarti terjadinya kondensasi karena penguapan air tanah yang cukup besar,” katanya.

Penjelasan Ilmiah Secara Fisika Suara Terompet Di Langit


Sebelum fenomena suara terompet di langit ramai terjadi, jauh sebelum itu pernah ada fenomena suara yang dikenal dengan istilah The Hum. Fenomena suara gemuruh ini terjadi di sejumlah tempat, seperti di Taos, New Mexico; Bristol, Inggris; Largs, Skotlandia; sampai ke Bondi, Australia. Laporan awal soal Hum sebetulnya pertama kali muncul pada 1950-an. Orang-orang melaporkan adanya suara dengungan berfrekuensi rendah, debaran, atau gemuruh. Bunyinya pun cukup lama terdengar.

Tapi secara umum Hum hanya bisa didengar di dalam ruangan, dan terdengar lebih keras pada malam hari ketimbang saat siang hari. Selain itu, ia hanya terjadi di daerah pedesaan atau yang agak terpencil. Mungkin karena frekuensinya rendah, Hum tak terdengar di kota yang berisik.

Sejumlah penelitian sudah dilakukan untuk mengungkap misteri Hum. Pada 2003 konsultan akustik Geoff Leventhall dari Surrey, Inggris, meneliti suara itu. Hasilnya, dia mendapati hanya dua persen orang yang hidup di daerah yang terdengar Hum, yang mendengar suara itu. Mayoritas berusia 55 sampai 70 tahun. Seperti dilansir Livescience, menurut mereka yang mendengar suara itu—biasa disebut sebagai hummers—suara Hum itu seperti bunyi mesin diesel yang idle dan suara itu terasa ‘menyiksa’. Malah, ada kasus bunuh diri yang mempersalahkan fenomena ini sebagai penyebabnya.

“Ini seperti semacam siksaan, kadang-kadang Anda seperti ingin berteriak saja,” kata Katie Jacques, dari Leeds, Inggris, seperti dilansir BBC. “Malam yang buruk, saya susah tidur.” Bristol, Inggris, adalah tempat pertama di Bumi yang secara resmi disebut tempat terjadinya Hum. Pada 1970-an disebut ada 800 orang di kota pantai itu yang mendengar Hum. Waktu itu mereka menduga suara timbul dari lalu lintas dan bunyi pabrik yang beroperasi 24 jam.

Lalu pada 1991 Hum terdengar di Taos, New Mexico. Malah suara ini terdengar selama bertahun-tahun dan meresahkan sebagian warga di kota itu. Satu tim dari Los Alamos National Laboratory, Universitas New Mexico, Sandia National Laboratories, dan ilmuwan lain belum berhasil mengidentifikasi sumber suara itu. Suara Hum yang lain terdengar di Windsor, Ontario. Begitu juga di Bondi, daerah pantai di Australia. Daily Telegraph pernah mengulas bunyi, yang disebut telah menyebabkan ‘kegilaan’ kepada orang-orang.

Kebanyakan peneliti yang menginvestigasi Hum menyatakan suara itu adalah nyata, bukan hasil dari histeria massal atau bunyi dari luar Bumi. Penyebabnya disebut macam-macam. Mulai dari tekanan tinggi di jalur pipa gas, perangkat komunikasi, radiasi elektromagnetik berfrekuensi rendah namun masih bisa didengar telinga manusia. Ada juga yang menyebutkan itu faktor dari alam, termasuk kegiatan seismik seperti gempa yang amat kecil yang bisa disebabkan oleh gelombang laut. Ada juga yang punya hipotesis bahwa Hum disebabkan kegiatan militer atau dampak komunikasi di kapal selam.

Selama puluhan tahun suara aneh berfrekuensi rendah mengganggu banyak orang di sejumlah tempat di Bumi. Ilmuwan dari Centre National de la Recherche Scientifique mengklaim telah menemukan penyebab suara itu. Menurut mereka, suara The Hum terjadi akibat dari aktivitas mikroseismik pada gelombang lautan yang menghantam dasar laut. Hantaman yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan konstan ini disebut menghasilkan suara gemuruh atau debaran.

“Tekanan gelombang pada dasar laut menghasilkan gelombang seismik yag menyebabkan Bumi mengalami vibrasi,” kata Fabrice Ardhuin, peneliti senior di sana, seperti dilansir The Independent pada April lalu. Gelombang berkelanjutan memproduksi suara yang berlangsung selama 13 sampai 300 detik. Tapi suara ini hanya bisa didengar sebagian orang yang sensitif pada suara itu, atau perangkat seismik.

Suara seperti terompet dari langit yang memekakkan telinga warga di Jerman, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada beberapa waktu lalu ada yang menduganya berasal dari luar Bumi, tepatnya suara alien. Benarkah demikian? “Audio atau suara itu butuh perambat, sementara di luar Bumi itu tidak ada atmosfer. Tidak mungkin suara misterius itu datangnya dari luar angkasa, karena tidak ada perambatnya,” tutur Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin saat dihubungi .

Menurut Thomas, suara terompet seperti Sangkakala tersebut sudah jelas berasal dari Bumi yang dirambat ke atmosfernya. Walaupun ia sendiri belum bisa menyatakan mengenai penyebab pastinya apa, namun ia menekankan sumber suara tersebut datangnya dari planet kita sendiri. “Belum tahu juga saya apakah itu asalnya dari bencana alam di Bumi atau lainnya, yang jelas bukan dari luar Bumi,” tekan Djamaluddin. Ia menambahkan, apabila ada unsur yang memang berasal dari luar angkasa, kemungkinan besar itu adalah benda antariksa seperti komet, asteroid, hingga meteor yang betul-betul jatuh atau menabrak Bumi, bukan berupa audio atau suara.

Sementara menurut pendapat badan antariksa Amerika Serikat, NASA, suara terompet tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi, kata NASA. “Jika manusia memiliki antena radio–bukan–telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri,” juru bicara dari NASA menjelaskan, seperti dikutip dari Tech Times.

Suara keras mirip terompet dari langit sempat bikin ketakutan banyak warga di sejumlah negara seperti Jerman, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada masih misteri. Suara gemuruh keras dari angkasa tersebut diyakini seperti campuran suara terompet, logam berdecit, dan mesin pesawat. Fenomena aneh itu nyatanya sudah pernah terjadi selama beberapa tahun belakang yaitu sejak 2008 di negara bagian California dan Texas hingga Negeri Kanguru. Situs StrangeSounds.org bahkan mengumpulkan sekitar 150 video rekaman suara aneh yang kerap terjadi tersebut.

Tak sedikit yang beranggapan suara menyeramkan itu adalah terompet sangkakala Tuhan ataupun berasal dari peradaban alien. Baca: Suara Seperti Terompet Terdengar dari Langit Mengutip laporan situs berita Union Tribune San Diego, para ilmuwan mengatakan suara tersebut bisa berasal dari bencana alam seperti gempa bumi, gelombang air pasang, sampai ledakan gas metana.

Sementara itu, peneliti dari U.S. Geological Survey, David Hill menuturkan, gempa bumi kecil di bawah permukaan Bumi bisa memancarkan suara yang berasal dari pecahan kerak Bumi. Selain itu, Hill juga berpendapat, suara tersebut bisa saja terpancar dari meteor. Teori lainnya dari analisis program riset pemerintah AS High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) menyatakan suara itu berasal dari pengaruh dari lini daya listrik, radiasi elektromagnetik, tekanan tinggi gas, dan jalur komunikasi perangkat nirkabel.

Fenomena yang mengejutkan itu membuat para warga merekam menggunakan kamera ponsel dan mengunggahnya ke YouTube. Baca: NASA Jelaskan Soal Suara Terompet dari Langit “Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup intens,” kata seorang warga bernama Kimberly Wookey yang mengunggah video rekaman ke akun YouTube miliknya, sebagai dikutip dari Tech in Times.

Suara Trumpet Sangkakala Terdengar Di Atas Langit Eropa dan Amerika


Ada kegemparan yang muncul belakangan ini terkait dengan suara aneh yang muncul dari langit. Suara aneh ini bak suara terompet dan terdengar kencang. Di situs berbagi video YouTube ada beberapa penampakannya. Diketahui sejumlah negara di Kanada, Australia, Jerman dan Amerika Serikat warganya mengalami kejadian mendengar suara tersebut. Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial.

“Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns,” katanya di akun YouTube miliknya, yang dikutip dari Tech in Times. Bila menelusuri lebih jauh, keriuhan ini sudah terjadi sejak 2012. Kemudian berlanjut hingga 2013, dan 2014 dan menyebar terjadi di beberapa kota. Tapi sayangnya, hingga kini belum juga terpecahkan suara misterius itu.

Tanggal 29 Agustus 2013, Wookey mengaku ia dibangunkan oleh suara keras, yang diketahui ia telah mendengar sebelumnya. Dia berkata bahwa dia pergi untuk melihat anaknya yang juga ketakutan oleh suara. Wookey menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa peristiwa memiliki hubungan dengan agama, atau bahwa suara bisa berasal dari alien, kereta atau konstruksi. Dia, bagaimanapun, percaya bahwa peristiwa tersebut terjadi karena fenomena geofisika yang bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmiah. Orang-orang dari berbagai belahan dunia ketakutan dan sekaligus penasaran setelah mereka mendengar apa yang mereka yakini sebagai suara mirip terompet yang terdengar dari langit namun lokasinya tak diketahui.

Diketahui sejumlah negara di Kanada, Australia, Jerman dan Amerika Serikat mendengar suara tersebut. Bahkan beberapa di antaranya merekam menggunakan kamera ponsel dan mengunggahnya ke YouTube. Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial. “Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns,” katanya di akun YouTube miliknya, yang dikutip dari Tech in Times.

Dalam entri lain, tanggal 29 Agustus 2013, Wookey mengaku ia dibangunkan oleh suara keras, yang diketahui ia telah mendengar sebelumnya. Dia berkata bahwa dia pergi untuk melihat anaknya yang juga ketakutan oleh suara. Wookey menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa peristiwa memiliki hubungan dengan agama, atau bahwa suara bisa berasal dari alien, kereta atau konstruksi. Dia, bagaimanapun, percaya bahwa peristiwa tersebut terjadi karena fenomena geofisika yang bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmiah.

Sementara itu Aaron Traylor, warga Montana, mengatakan bahwa telah menderita mimpi buruk setelah ia mengunggah suara menakutkan tersebut. Dia menceritakan bagaimana istrinya membangunkannya satu malam karena ia berteriak dalam tidurnya. Suara aneh di langit yang terdengar di sejumlah kota di Eropa dan AS memunculkan berbagai spekulasi. Mulai dari yang mengutip dalil agama yakni suara sangsakala hingga yang ilmiah sebagai fenomena alam.

Tapi hingga kini tak bisa terjawab jelas, dari mana suara yang menyeramkan itu berasal. Di situs berbagi video YouTube ada beberapa peristiwa yang merekam suara keras membahana itu. Melihat fenomena tersebut, para ilmuwan di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) percaya kebisingan berpotensi berasal dari “kebisingan latar belakang” Bumi. “Jika manusia memiliki antena radio–bukan–telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri,” juru bicara dari NASA menjelaskan, seperti dikutip dari Tech Times.

NASA mengatakan bahwa suara tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi.

Hingga kini mungkin ribuan orang yang dari berbagai kota yang mendengar suara itu. Fenomena aneh itu tak juga terjawab. Suara bak terompet yang besar dan terdengar beberapa kali ini bagi yang mendengarnya amat mengejutkan.Suara misterius bak terompet terdengar beberapa kali dari langit. Peristiwa ini terjadi di sejumlah kota di AS, Eropa, Kanada, hingga Australia. Sejumlah analisa muncul, mulai dari terompet sangkakala seperti yang tertulis di kitab suci, adanya makhluk asing, sampai suara gempa bumi.

Suara bak terompet ini sudah ramai sejak 2012, namun hingga 2015 ini tak juga terpecahkan. Di situs berbagi video YouTube tayangan soal suara aneh ini juga banyak diabadikan. Kemudian, lembaga antariksa AS NASA juga sudah membuat analisa soal suara itu, tapi tak memuaskan. Nah, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) pun sudah mendengar soal isu suara aneh ini. “Belum tahu juga saya apakah itu asalnya dari bencana alam di Bumi atau lainnya, yang jelas bukan dari luar Bumi,” kata Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin.

Thomas mengungkapkan apabila ada unsur yang memang berasal dari luar angkasa, kemungkinan besar itu adalah benda antariksa seperti komet, asteroid, hingga meteor yang betul-betul jatuh atau menabrak Bumi, bukan berupa audio atau suara. Sementara menurut pendapat badan antariksa Amerika Serikat, NASA, suara terompet tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi, kata NASA.

Langka … Seorang Bayi Lahir Dengan Kantung Ketuban Utuh


Kantung ketuban biasanya pecah ketika bayi dilahirkan. Tetapi, pada kasus yang langka terkadang ada bayi yang dilahirkan utuh dengan kantung ketubannya. Salah satunya dialami bayi Silas Philips yang terlahir prematur. Silas lahir prematur tiga bulan sebelum waktunya di Cedars-Sinai Medical Center di California, Amerika Serikat. Dokter yang menangangi persalinan ini terkejut melihat kantung ketubannya masih utuh. Silas terbungkus di dalam bersama plasenta dan tali pusar. Sampai kantungnya pecah, ia masih mendapat oksigen melalui plasenta.

Kantung ketuban merupakan kantung bening dengan cairan pucat di dalam rahim. Di tempat ini, bayi tumbuh dan berkembang sebelum dilahirkan. Cairan ini membantu melindungi bayi dari guncangan dan cedera, serta memudahkan untuk bernapas dan menelan. Bisa juga untuk mempertahankan suhu bayi secara konstan. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan kantung ketuban utuh setelah kelahiran amat sangat langka, sekitar 1 dari 80.000 kelahiran. Kejadian tak lazim ini membuat dokter yang membantu kelahiran Silas, William Binder berdecak kagum.

“Meskipun terdengar klise, kami sampai menahan napas. Itu benar-benar momen yang sangat mengagumkan, dan pastinya akan terus saya ingat selama beberapa waktu,” ujarnya, “Dia baru berusia sekian detik, namun masih berada di dalam kantung ketuban bersama dengan plasenta dan tali pusarnya.” Usai mengambil gambar kejadian langka tersebut di hadapannya, Binder bekerja kembali mengeluarkan Silas dari kantung ketubannya dan membuat ia bisa bernapas. Namun, ibu Silas tidak menyadari kejadian luar biasa itu sampai Binder menunjukan foto kepadanya.

“Ia berada dalam posisi janin dan Anda bisa melihat lengan dan kakinya meringkuk. Ini benar-benar keren untuk dilihat. Ketika saya tahu bahwa itu amat langka, saya seperti, ‘Ya Tuhan, kamu adalah bayi yang sangat spesial’,” lanjut Chelsea, ibu Silas.Aktris Hollywood Jessica Alba dikabarkan juga pernah mengalami hal serupa. Ia sempat bercerita tentang putrinya, Haven yang masih berada di dalam kantung ketuban saat lahir pada tahun 2011.

Waktu itu dia mengatakan, “Dokter tidak pernah melihat hal itu sebelumnya. Ia menarik perawat dan bilang, ‘lihat ini!’. Saat saya sedang mendorong (bayi keluar), ia meminta saya untuk berhenti sejenak dan menahan dorongan,” ucap Alba. Kantung ketuban pun akhirnya pecah dengan sendirinya setelah bayinya dilahirkan. Itu pula yang melatar belakangi nama Haven pada anaknya.

“Ketika saya masih dalam masa pemulihan, kami belum memilih nama untuknya. (Ayahnya, Cash Warren) menjemputnya dan mengatakan ia datang ke dunia dalam ‘tempat berlindung yang aman’ (safe haven), dan namanya terasa cocok bagi kami berdua.” Kantung ketuban mulai terbentuk dan terisi dengan cairan dalam beberapa hari seiring kehamilan wanita. Kandungan utama ketuban yakni air, tetapi sekitar 10 minggu kehamilan hingga seterusnya bayi mengeluarkan urine ke dalam cairan tersebut. Jumlah cairan ketuban meningkat secara bertahap sampai sekitar minggu ke-38, yang berfungsi mengurangi rasa sakit ketika melahirkan bayi.

Profil Marie Calvert Wanita Usia 61 Tahun Yang Ngeseks Dengan 3.000 Pria


Marie Calvert, 61 tahun, mengungkapkan kisah intimnya dengan para lelaki secara terbuka. Wanita yang tinggal di Sheffield, Inggris, ini menghitung kira-kira jumlah lelaki yang diajaknya “bergaul” sudah mencapai 3.000 orang. “Itu perkiraaan yang amat konservatif, dengan menghitung setiap tahun sekitar 100 lelaki dan berlangsung selama 30 tahun,” ujar dia kepada Guardian, 13 Februari 2015.

Wanita ini bukanlah pelacur atau pekerja seks. Ia wanita biasa dan memiliki suami bernama Barry. Mereka juga memiliki dua cucu sekarang. Marie menikah dengan Barry pada usia 19 tahun dan sebelumnya telah berpacaran selama lima tahun. Bahkan, sampai usia 28 tahun, ia masih menganut ideologi “satu lelaki”.

Keadaan berubah setelah pada suatu hari ia membaca majalah yang memuat kisah para pelaku pertukaran pasangan. Marie dan Barry sepakat mencobanya hingga akhirnya ketagihan sampai sekarang, bahkan mereka sudah mendirikan klub untuk “hobi” ini di Sheffield. “Orang lain suka menghabiskan waktu dengan yoga atau badminton. Saya suka ini,” ujar dia.

Setelah tua, Marie mengakui agak mengurangi urusan itu, tapi hanya sedikit. Menyesal? “Kalau ada penyesalan, mungkin, kenapa saya tidak membaca majalah itu lima tahun sebelumnya,” kata Marie.