Category Archives: Aneh Tapi Nyata

Laut Di Pulau Ai Kepulauan Banda Maluku Tengah Berubah Jadi Merah Darah


air laut pulau ai banda maluku berubah jadi darahWarga Pulau Ai, Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, digegerkan dengan fenomena perubahan air laut di kawasan tersebut, Minggu (21/6/2015). Warga geger dan panik lantaran air laut di wilayah tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi merah.Kondisi ini membuat warga yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan itu enggan melaut seperti biasanya. Warga mengaku memilih tidak melaut karena takut terjadi sesuatu.

Baca : Air Sungai Bontang Mendadak Berubah Memjadi Merah Seperti Darah

Baca Juga : Danau Di Bukit Raje Mandare Berubah Warna Jadi Merah Darah

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ahmad Ali, mengatakan saat dihubungi dari Ambon bahwa perubahan air laut dari kebiruan menjadi merah seperti darah membuat warga pesisir di pulau itu kini merasa sangat khawatir. Warga khawatir karena kejadian itu baru pertama disaksikan. “Hampir semua masyarakat di pulau ini dibuat geger saat melihat air laut berubah seperti darah,” kata Ahmad.

Fenomena itu pun menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat yang mendiami pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda itu. Warga beranggapan, air laut yang tiba-tiba berubah seperti darah itu pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.
Ini pasti pertanda sesuatu akan terjadi, tetapi kita belum tahu apa yang akan terjadi. Semoga bukan pertanda bahaya,” kata Alwi, salah satu warga lain.

Perubahan air laut menjadi seperti darah ini spontan membuat warga pesisir yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan di pulau itu memilih tidak melaut dan hanya beraktivitas di rumah. “Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah,” katanya.

Tak hanya warga Pulau Ai, fenomena perubahan air laut menjadi seperti darah itu juga memicu kehebohan tersendiri di media sosial, seperti Facebook. Salah satu pengguna akun Facebook bernama Salman bahkan berspekulasi bahwa perubahan itu adalah pesan kepada warga pulau itu agar lebih berhati-hati. “Air laut berubah seperti darah. Ini sebuah pertanda agar warga lebih hati-hati pada bulan puasa ini,” kata Salman.

Cacing Cacing Juga Bermunculan dan Berbaris Di Texas


Di Texas, Amerika Serikat, juga ditemukan cacing-cacing yang bermunculan dari tanah. Anehnya, mereka seperti berkerumun dan ‘berbaris’ di garis tengah jalan tol. Kawasan tempat kemunculan cacing itu memang baru saja dilanda banjir besar baru-baru ini. Tapi kemunculan cacing dan posisinya yang ‘berbaris’ itu menimbulkan tanda tanya tersendiri. Ribuan cacing berkerumun dalam kelompok-kelompok, persis spageti, di Eisenhower State Park di Denison, Texas. Ranger di taman itu mengatakan, cacing-cacing itu membentuk barisan kerumunan cacing di tengah jalan, di garis pemisah.

“Kami masih bertanya-tanya, mengapa mereka berbaris di tengah jalan,” kata Ben Herman, pengawas taman itu, kepada ABC News. Kemunculan cacing dari dalam tanah bukanlah hal baru. Selain pengaruh musim penghujan, ada juga kasus kemunculan cacing sebelum terjadinya gempa bumi. Tapi kemunculan cacing di Texas ini aneh betul. Ada yang menduga itu ada kaitan dengan banjir dan posisi jalan raya yang memang paling tinggi dari area sekitarnya. Dan garis tengah jalan raya adalah area tertinggi di jalan itu.

Cacing disebut memang suka berkumpul dalam kelompok besar dan saling berkomunikasi melalui kontak tubuh. Mereka cenderung berkerumun secara massal ketika ada kondisi yang tak semestinya dan mencari tempat yang aman bersama-sama. Munculnya cacing-cacing tanah ke permukaan dan pesan berantai telah meresahkan warga Yogyakarta dan sekitarnya, yang pernah menjadi korban gempa dahsyat pada 2006. Meski para pakar yang dihubungi mengatakan fenomena itu tak ada kaitannya dengan gempa besar, wajar saja jika warga resah. Soalnya, sebelum gempa besar melanda Yogyakarta pada 27 Mei 2006, fenomena yang sama terjadi. Tak cuma cacing, perilaku aneh juga diperlihatkan burung, ular, dan hewan lainnya.

Munculnya cacing-cacing tanah di permukaan mulai terjadi sekitar 10-12 hari sebelum gempa melanda. Saat itu musim kemarau dan cacing bermunculan di mana-mana, tak hanya di permukaan tanah. Kemunculan cacing makin tinggi sekitar dua hari sebelum gempa terjadi. Tapi untuk fenomena yang disebut terjadi baru-baru ini, Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.

Mbah Rono, demikian ia akrab dipanggil, mengatakan tak yakin selama selama sembilan tahun sejak 2006 ada energi yang cukup untuk menyebabkan gempa sebesar 2006. Gempa besar di kawasan Yogyakarta, kata Mbah Rono, pernah juga terjadi pada 1943. Artinya perlu cukup waktu yang lama untuk kemudian terjadi gempa yang besar pada 2006. Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurutnya, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim. Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi

asyarakat Yogyakarta heboh dengan munculnya fenomena cacing tanah yang keluar dari dalam tanah dalam keadaan lemas. Situasi ini mengingatkan pada keadaan sebelum terjadinya gempa besar pada 2006. Tapi pakar yang dihubungi CNN Indonesia menyatakan fenomena itu tak ada hubungannya dengan gempa. Kepala Badan Geologi Surono mengatakan fenomena itu lebih kepada masa transisi musim hujan ke musim kemarau.

Mbah Rono, demikian ia akrab dipanggil, mengatakan tak yakin selama selama sembilan tahun sejak 2006 ada energi yang cukup untuk menyebabkan gempa sebesar 2006. “Gunung Merapi pun dalam status yang normal,” katanya . Gempa besar di kawasan Bantul, Yogyakarta, kata Mbah Rono, pernah juga terjadi pada 1943. Artinya perlu cukup waktu yang lama untuk kemudian terjadi gempa yang besar pada 2006. Masyarakat, kata Mbah Rono, tak perlu panik. Namun tetap diminta selalu waspada sebab ada atau tidak fenomena cacing, kawasan selatan Pulau Jawa memang termasuk rawan gempa.

Menurut Mbah Rono, pihaknya selalu memantau aktivitas tektonik maupun vulkanik di sekitar Yogyakarta. Namun kedatangan gempa, katanya, tak bisa diramalkan oleh siapapun. Profesor Sunarno dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada juga berpendapat serupa. Menurut ahli fisika ini, masyarakat tak perlu panik karena fenomena cacing lebih kepada perubahan musim. Lagi pula, menurut Sunarno, belum ada bukti empirik bahwa keluarnya cacing dari dalam tanah kemudian akan disusul terjadinya gempa bumi.

Alat Early Warning System (EWS) yang dimiliki Sunarno dan timnya pun tak mendeteksi adanya aktivitas bumi yang patut dikhawatirkan akhir-akhir ini. “Semua dalam keadaan stabil,” tuturnya. Sunarno menduga, keluarnya cacing dari dalam tanah terjadi karena perubahan kelembaban tanah ke arah musim kemarau. “Cuaca akhir-akhir ini pun sering cepat berubah, mendung mendadak yang berarti terjadinya kondensasi karena penguapan air tanah yang cukup besar,” katanya.

Penjelasan Ilmiah Secara Fisika Suara Terompet Di Langit


Sebelum fenomena suara terompet di langit ramai terjadi, jauh sebelum itu pernah ada fenomena suara yang dikenal dengan istilah The Hum. Fenomena suara gemuruh ini terjadi di sejumlah tempat, seperti di Taos, New Mexico; Bristol, Inggris; Largs, Skotlandia; sampai ke Bondi, Australia. Laporan awal soal Hum sebetulnya pertama kali muncul pada 1950-an. Orang-orang melaporkan adanya suara dengungan berfrekuensi rendah, debaran, atau gemuruh. Bunyinya pun cukup lama terdengar.

Tapi secara umum Hum hanya bisa didengar di dalam ruangan, dan terdengar lebih keras pada malam hari ketimbang saat siang hari. Selain itu, ia hanya terjadi di daerah pedesaan atau yang agak terpencil. Mungkin karena frekuensinya rendah, Hum tak terdengar di kota yang berisik.

Sejumlah penelitian sudah dilakukan untuk mengungkap misteri Hum. Pada 2003 konsultan akustik Geoff Leventhall dari Surrey, Inggris, meneliti suara itu. Hasilnya, dia mendapati hanya dua persen orang yang hidup di daerah yang terdengar Hum, yang mendengar suara itu. Mayoritas berusia 55 sampai 70 tahun. Seperti dilansir Livescience, menurut mereka yang mendengar suara itu—biasa disebut sebagai hummers—suara Hum itu seperti bunyi mesin diesel yang idle dan suara itu terasa ‘menyiksa’. Malah, ada kasus bunuh diri yang mempersalahkan fenomena ini sebagai penyebabnya.

“Ini seperti semacam siksaan, kadang-kadang Anda seperti ingin berteriak saja,” kata Katie Jacques, dari Leeds, Inggris, seperti dilansir BBC. “Malam yang buruk, saya susah tidur.” Bristol, Inggris, adalah tempat pertama di Bumi yang secara resmi disebut tempat terjadinya Hum. Pada 1970-an disebut ada 800 orang di kota pantai itu yang mendengar Hum. Waktu itu mereka menduga suara timbul dari lalu lintas dan bunyi pabrik yang beroperasi 24 jam.

Lalu pada 1991 Hum terdengar di Taos, New Mexico. Malah suara ini terdengar selama bertahun-tahun dan meresahkan sebagian warga di kota itu. Satu tim dari Los Alamos National Laboratory, Universitas New Mexico, Sandia National Laboratories, dan ilmuwan lain belum berhasil mengidentifikasi sumber suara itu. Suara Hum yang lain terdengar di Windsor, Ontario. Begitu juga di Bondi, daerah pantai di Australia. Daily Telegraph pernah mengulas bunyi, yang disebut telah menyebabkan ‘kegilaan’ kepada orang-orang.

Kebanyakan peneliti yang menginvestigasi Hum menyatakan suara itu adalah nyata, bukan hasil dari histeria massal atau bunyi dari luar Bumi. Penyebabnya disebut macam-macam. Mulai dari tekanan tinggi di jalur pipa gas, perangkat komunikasi, radiasi elektromagnetik berfrekuensi rendah namun masih bisa didengar telinga manusia. Ada juga yang menyebutkan itu faktor dari alam, termasuk kegiatan seismik seperti gempa yang amat kecil yang bisa disebabkan oleh gelombang laut. Ada juga yang punya hipotesis bahwa Hum disebabkan kegiatan militer atau dampak komunikasi di kapal selam.

Selama puluhan tahun suara aneh berfrekuensi rendah mengganggu banyak orang di sejumlah tempat di Bumi. Ilmuwan dari Centre National de la Recherche Scientifique mengklaim telah menemukan penyebab suara itu. Menurut mereka, suara The Hum terjadi akibat dari aktivitas mikroseismik pada gelombang lautan yang menghantam dasar laut. Hantaman yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan konstan ini disebut menghasilkan suara gemuruh atau debaran.

“Tekanan gelombang pada dasar laut menghasilkan gelombang seismik yag menyebabkan Bumi mengalami vibrasi,” kata Fabrice Ardhuin, peneliti senior di sana, seperti dilansir The Independent pada April lalu. Gelombang berkelanjutan memproduksi suara yang berlangsung selama 13 sampai 300 detik. Tapi suara ini hanya bisa didengar sebagian orang yang sensitif pada suara itu, atau perangkat seismik.

Suara seperti terompet dari langit yang memekakkan telinga warga di Jerman, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada beberapa waktu lalu ada yang menduganya berasal dari luar Bumi, tepatnya suara alien. Benarkah demikian? “Audio atau suara itu butuh perambat, sementara di luar Bumi itu tidak ada atmosfer. Tidak mungkin suara misterius itu datangnya dari luar angkasa, karena tidak ada perambatnya,” tutur Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin saat dihubungi .

Menurut Thomas, suara terompet seperti Sangkakala tersebut sudah jelas berasal dari Bumi yang dirambat ke atmosfernya. Walaupun ia sendiri belum bisa menyatakan mengenai penyebab pastinya apa, namun ia menekankan sumber suara tersebut datangnya dari planet kita sendiri. “Belum tahu juga saya apakah itu asalnya dari bencana alam di Bumi atau lainnya, yang jelas bukan dari luar Bumi,” tekan Djamaluddin. Ia menambahkan, apabila ada unsur yang memang berasal dari luar angkasa, kemungkinan besar itu adalah benda antariksa seperti komet, asteroid, hingga meteor yang betul-betul jatuh atau menabrak Bumi, bukan berupa audio atau suara.

Sementara menurut pendapat badan antariksa Amerika Serikat, NASA, suara terompet tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi, kata NASA. “Jika manusia memiliki antena radio–bukan–telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri,” juru bicara dari NASA menjelaskan, seperti dikutip dari Tech Times.

Suara keras mirip terompet dari langit sempat bikin ketakutan banyak warga di sejumlah negara seperti Jerman, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada masih misteri. Suara gemuruh keras dari angkasa tersebut diyakini seperti campuran suara terompet, logam berdecit, dan mesin pesawat. Fenomena aneh itu nyatanya sudah pernah terjadi selama beberapa tahun belakang yaitu sejak 2008 di negara bagian California dan Texas hingga Negeri Kanguru. Situs StrangeSounds.org bahkan mengumpulkan sekitar 150 video rekaman suara aneh yang kerap terjadi tersebut.

Tak sedikit yang beranggapan suara menyeramkan itu adalah terompet sangkakala Tuhan ataupun berasal dari peradaban alien. Baca: Suara Seperti Terompet Terdengar dari Langit Mengutip laporan situs berita Union Tribune San Diego, para ilmuwan mengatakan suara tersebut bisa berasal dari bencana alam seperti gempa bumi, gelombang air pasang, sampai ledakan gas metana.

Sementara itu, peneliti dari U.S. Geological Survey, David Hill menuturkan, gempa bumi kecil di bawah permukaan Bumi bisa memancarkan suara yang berasal dari pecahan kerak Bumi. Selain itu, Hill juga berpendapat, suara tersebut bisa saja terpancar dari meteor. Teori lainnya dari analisis program riset pemerintah AS High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) menyatakan suara itu berasal dari pengaruh dari lini daya listrik, radiasi elektromagnetik, tekanan tinggi gas, dan jalur komunikasi perangkat nirkabel.

Fenomena yang mengejutkan itu membuat para warga merekam menggunakan kamera ponsel dan mengunggahnya ke YouTube. Baca: NASA Jelaskan Soal Suara Terompet dari Langit “Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup intens,” kata seorang warga bernama Kimberly Wookey yang mengunggah video rekaman ke akun YouTube miliknya, sebagai dikutip dari Tech in Times.

Suara Trumpet Sangkakala Terdengar Di Atas Langit Eropa dan Amerika


Ada kegemparan yang muncul belakangan ini terkait dengan suara aneh yang muncul dari langit. Suara aneh ini bak suara terompet dan terdengar kencang. Di situs berbagi video YouTube ada beberapa penampakannya. Diketahui sejumlah negara di Kanada, Australia, Jerman dan Amerika Serikat warganya mengalami kejadian mendengar suara tersebut. Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial.

“Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns,” katanya di akun YouTube miliknya, yang dikutip dari Tech in Times. Bila menelusuri lebih jauh, keriuhan ini sudah terjadi sejak 2012. Kemudian berlanjut hingga 2013, dan 2014 dan menyebar terjadi di beberapa kota. Tapi sayangnya, hingga kini belum juga terpecahkan suara misterius itu.

Tanggal 29 Agustus 2013, Wookey mengaku ia dibangunkan oleh suara keras, yang diketahui ia telah mendengar sebelumnya. Dia berkata bahwa dia pergi untuk melihat anaknya yang juga ketakutan oleh suara. Wookey menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa peristiwa memiliki hubungan dengan agama, atau bahwa suara bisa berasal dari alien, kereta atau konstruksi. Dia, bagaimanapun, percaya bahwa peristiwa tersebut terjadi karena fenomena geofisika yang bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmiah. Orang-orang dari berbagai belahan dunia ketakutan dan sekaligus penasaran setelah mereka mendengar apa yang mereka yakini sebagai suara mirip terompet yang terdengar dari langit namun lokasinya tak diketahui.

Diketahui sejumlah negara di Kanada, Australia, Jerman dan Amerika Serikat mendengar suara tersebut. Bahkan beberapa di antaranya merekam menggunakan kamera ponsel dan mengunggahnya ke YouTube. Salah satu warga yang mendengar suara dari langit tersebut adalah Kimberly Wookey yang merekam suara misterius tersebut dan mengunggahnya ke situs jejaring sosial. “Ini adalah kedua kalinya saya mendengar suara ini. Pertama kalinya terjadi pada 19 Juni 2013 pada pukul antara 9 sampai 9.30 pagi. Tapi tidak cukup interns,” katanya di akun YouTube miliknya, yang dikutip dari Tech in Times.

Dalam entri lain, tanggal 29 Agustus 2013, Wookey mengaku ia dibangunkan oleh suara keras, yang diketahui ia telah mendengar sebelumnya. Dia berkata bahwa dia pergi untuk melihat anaknya yang juga ketakutan oleh suara. Wookey menambahkan bahwa dia tidak percaya bahwa peristiwa memiliki hubungan dengan agama, atau bahwa suara bisa berasal dari alien, kereta atau konstruksi. Dia, bagaimanapun, percaya bahwa peristiwa tersebut terjadi karena fenomena geofisika yang bisa dijelaskan dengan pendekatan ilmiah.

Sementara itu Aaron Traylor, warga Montana, mengatakan bahwa telah menderita mimpi buruk setelah ia mengunggah suara menakutkan tersebut. Dia menceritakan bagaimana istrinya membangunkannya satu malam karena ia berteriak dalam tidurnya. Suara aneh di langit yang terdengar di sejumlah kota di Eropa dan AS memunculkan berbagai spekulasi. Mulai dari yang mengutip dalil agama yakni suara sangsakala hingga yang ilmiah sebagai fenomena alam.

Tapi hingga kini tak bisa terjawab jelas, dari mana suara yang menyeramkan itu berasal. Di situs berbagi video YouTube ada beberapa peristiwa yang merekam suara keras membahana itu. Melihat fenomena tersebut, para ilmuwan di Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) percaya kebisingan berpotensi berasal dari “kebisingan latar belakang” Bumi. “Jika manusia memiliki antena radio–bukan–telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri,” juru bicara dari NASA menjelaskan, seperti dikutip dari Tech Times.

NASA mengatakan bahwa suara tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi.

Hingga kini mungkin ribuan orang yang dari berbagai kota yang mendengar suara itu. Fenomena aneh itu tak juga terjawab. Suara bak terompet yang besar dan terdengar beberapa kali ini bagi yang mendengarnya amat mengejutkan.Suara misterius bak terompet terdengar beberapa kali dari langit. Peristiwa ini terjadi di sejumlah kota di AS, Eropa, Kanada, hingga Australia. Sejumlah analisa muncul, mulai dari terompet sangkakala seperti yang tertulis di kitab suci, adanya makhluk asing, sampai suara gempa bumi.

Suara bak terompet ini sudah ramai sejak 2012, namun hingga 2015 ini tak juga terpecahkan. Di situs berbagi video YouTube tayangan soal suara aneh ini juga banyak diabadikan. Kemudian, lembaga antariksa AS NASA juga sudah membuat analisa soal suara itu, tapi tak memuaskan. Nah, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) pun sudah mendengar soal isu suara aneh ini. “Belum tahu juga saya apakah itu asalnya dari bencana alam di Bumi atau lainnya, yang jelas bukan dari luar Bumi,” kata Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin.

Thomas mengungkapkan apabila ada unsur yang memang berasal dari luar angkasa, kemungkinan besar itu adalah benda antariksa seperti komet, asteroid, hingga meteor yang betul-betul jatuh atau menabrak Bumi, bukan berupa audio atau suara. Sementara menurut pendapat badan antariksa Amerika Serikat, NASA, suara terompet tersebut bisa dibandingkan dengan musik latar yang biasanya dapat didengar di klasik film fiksi ilmiah. Namun, para pakar menekankan bahwa suara yang datang dari Bumi bukan fiksi ilmiah. Emisi radio alami dari planet Bumi seperti ini yang sangat banyak dan lumrah terjadi, kata NASA.

Langka … Seorang Bayi Lahir Dengan Kantung Ketuban Utuh


Kantung ketuban biasanya pecah ketika bayi dilahirkan. Tetapi, pada kasus yang langka terkadang ada bayi yang dilahirkan utuh dengan kantung ketubannya. Salah satunya dialami bayi Silas Philips yang terlahir prematur. Silas lahir prematur tiga bulan sebelum waktunya di Cedars-Sinai Medical Center di California, Amerika Serikat. Dokter yang menangangi persalinan ini terkejut melihat kantung ketubannya masih utuh. Silas terbungkus di dalam bersama plasenta dan tali pusar. Sampai kantungnya pecah, ia masih mendapat oksigen melalui plasenta.

Kantung ketuban merupakan kantung bening dengan cairan pucat di dalam rahim. Di tempat ini, bayi tumbuh dan berkembang sebelum dilahirkan. Cairan ini membantu melindungi bayi dari guncangan dan cedera, serta memudahkan untuk bernapas dan menelan. Bisa juga untuk mempertahankan suhu bayi secara konstan. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan kantung ketuban utuh setelah kelahiran amat sangat langka, sekitar 1 dari 80.000 kelahiran. Kejadian tak lazim ini membuat dokter yang membantu kelahiran Silas, William Binder berdecak kagum.

“Meskipun terdengar klise, kami sampai menahan napas. Itu benar-benar momen yang sangat mengagumkan, dan pastinya akan terus saya ingat selama beberapa waktu,” ujarnya, “Dia baru berusia sekian detik, namun masih berada di dalam kantung ketuban bersama dengan plasenta dan tali pusarnya.” Usai mengambil gambar kejadian langka tersebut di hadapannya, Binder bekerja kembali mengeluarkan Silas dari kantung ketubannya dan membuat ia bisa bernapas. Namun, ibu Silas tidak menyadari kejadian luar biasa itu sampai Binder menunjukan foto kepadanya.

“Ia berada dalam posisi janin dan Anda bisa melihat lengan dan kakinya meringkuk. Ini benar-benar keren untuk dilihat. Ketika saya tahu bahwa itu amat langka, saya seperti, ‘Ya Tuhan, kamu adalah bayi yang sangat spesial’,” lanjut Chelsea, ibu Silas.Aktris Hollywood Jessica Alba dikabarkan juga pernah mengalami hal serupa. Ia sempat bercerita tentang putrinya, Haven yang masih berada di dalam kantung ketuban saat lahir pada tahun 2011.

Waktu itu dia mengatakan, “Dokter tidak pernah melihat hal itu sebelumnya. Ia menarik perawat dan bilang, ‘lihat ini!’. Saat saya sedang mendorong (bayi keluar), ia meminta saya untuk berhenti sejenak dan menahan dorongan,” ucap Alba. Kantung ketuban pun akhirnya pecah dengan sendirinya setelah bayinya dilahirkan. Itu pula yang melatar belakangi nama Haven pada anaknya.

“Ketika saya masih dalam masa pemulihan, kami belum memilih nama untuknya. (Ayahnya, Cash Warren) menjemputnya dan mengatakan ia datang ke dunia dalam ‘tempat berlindung yang aman’ (safe haven), dan namanya terasa cocok bagi kami berdua.” Kantung ketuban mulai terbentuk dan terisi dengan cairan dalam beberapa hari seiring kehamilan wanita. Kandungan utama ketuban yakni air, tetapi sekitar 10 minggu kehamilan hingga seterusnya bayi mengeluarkan urine ke dalam cairan tersebut. Jumlah cairan ketuban meningkat secara bertahap sampai sekitar minggu ke-38, yang berfungsi mengurangi rasa sakit ketika melahirkan bayi.

Profil Marie Calvert Wanita Usia 61 Tahun Yang Ngeseks Dengan 3.000 Pria


Marie Calvert, 61 tahun, mengungkapkan kisah intimnya dengan para lelaki secara terbuka. Wanita yang tinggal di Sheffield, Inggris, ini menghitung kira-kira jumlah lelaki yang diajaknya “bergaul” sudah mencapai 3.000 orang. “Itu perkiraaan yang amat konservatif, dengan menghitung setiap tahun sekitar 100 lelaki dan berlangsung selama 30 tahun,” ujar dia kepada Guardian, 13 Februari 2015.

Wanita ini bukanlah pelacur atau pekerja seks. Ia wanita biasa dan memiliki suami bernama Barry. Mereka juga memiliki dua cucu sekarang. Marie menikah dengan Barry pada usia 19 tahun dan sebelumnya telah berpacaran selama lima tahun. Bahkan, sampai usia 28 tahun, ia masih menganut ideologi “satu lelaki”.

Keadaan berubah setelah pada suatu hari ia membaca majalah yang memuat kisah para pelaku pertukaran pasangan. Marie dan Barry sepakat mencobanya hingga akhirnya ketagihan sampai sekarang, bahkan mereka sudah mendirikan klub untuk “hobi” ini di Sheffield. “Orang lain suka menghabiskan waktu dengan yoga atau badminton. Saya suka ini,” ujar dia.

Setelah tua, Marie mengakui agak mengurangi urusan itu, tapi hanya sedikit. Menyesal? “Kalau ada penyesalan, mungkin, kenapa saya tidak membaca majalah itu lima tahun sebelumnya,” kata Marie.

Sinkhole Di Rusia Akhirnya Mampu Menjelaskan Misteri Segitiga Bermuda


Sejumlah lubang misterius mirip sinkhole (lubang runtuhan) yang berukuran raksasa ditemukan di Siberia, salah satunya di wilayah terpencil di Semenanjung Yamal, yang berarti ‘akhir dunia’, dalam bahasa penduduk asli Nenets. Penemuan tersebut memicu banyak spekulasi tentang asal-usulnya. Kini, sebuah laporan tersebut menawarkan penjelasan alternatif soal teka-teki lubang tersebut, bahkan mengklaim ada kaitannya degan misteri Segitiga Bermuda. Apa hubungannya?

Namun, sejumlah ilmuwan lain yang tak terlibat dalam penyusunan laporan terbaru berpendapat, mekanisme sinkhole yang aneh itu, bagaimanapun, tak menjelaskan peristiwa kehilangan kapal, pesawat, atau manusia di Segitiga Bermuda — area laut imajiner yang menghubungkan 3 wilayah yaitu Bermuda, San Juan – Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Juli lalu, penggembala rusa Siberia menemukan kawah raksasa yang menganga di Semenanjung Yamal. Tak hanya itu, 2 lubang aneh lain juga ditemukan, satu di Distrik Taz dan lainnya di Semenanjung Taymyr. Sementara para ilmuwan berspekulasi soal penyebanya, asal usul mereka masih jadi misteri.

Pada bulan yang sama, ilmuwan Rusia menuliskan studi mereka di jurnal Nature, yang menyebut ledakan gas yang terperangkap dalam permafrost atau tanah beku — yang dikenal sebagai metana hidrat (methane hydrates) — mungkin membentuk sinkhole raksasa itu. Mereka menyebut, udara dekat dasar kawah diketahui mengandung konsentrasi tinggi metana yang luar biasa.

Kini, para peneliti bahkan melompat lebih jauh dengan mengatakan bahwa metana hidrat bertanggung jawab atas lenyapnya kapal dan pesawat serta manusia di Segitiga Bermuda — yang sampai kini belum terungkap. Demikian dikabarkan Siberian Times, yang mengutip laporan Science in Siberia — media mingguan yang diterbitkan cabang Russian Academy of Sciences.

Meski keberadaan Segitiga Bermuda masih kontroversial, para ilmuwan berpegang pada gagasan bahwa terlepasnya gas metana bisa menenggelamkan kapal di sejumlah perairan.

“Jadi mungkin bahwa sinkhole yang sama, yang terbentuk di laut, juga memproduksi gas hidrat yang terdekomposisi,” kata Vladimir Romanovsky, ahli geofisika yang mempelajari permafrost dari University of Alaska Fairbanks, yang tak terlibat dalam penelitian, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Rabu (15/9/2014).

Metana biasanya relatif padat di dasar laut. Stabil pada tekanan lebih dari 35 bar dan pada suhu rendah. Namun, sekali robek, ia akan pecah dan membentuk gelembung gas yang naik lalu meledak di permukaan air.

“Gas hidrat diketahui ada di sepanjang tepi benua di Atlantik Utara AS, dengan area luas di Blake Ridge sebelah utara Segitiga Bermuda,” kata Benjamin Phrampus, ilmuwan bumi dari Southern Methodist University, Dallas. Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Physics pada 2003, gelembung yang muncul dari lepasnya metana dari dasar laut memang bisa membuat sebuah kapal tenggelam.

Dalam melakukan studi tersebut, para ilmuwan membuat model lambung kapal dan melepaskan gelembung di bawahnya, dan merekam apa yang terjadi. Ternyata, jika kapal tersebut berada tepat di atas gelembung, maka ia akan kehilangan daya apung dan karam.

Namun, meski fenomena tersebut berlaku pada model kapal, belum ada bukti bahwa itu terjadi di dunia nyata. Demikian kata Phrampus. Apalagi, pelepasan metana dalam skala besar tak pernah dilaporkan sepanjang sejarah — terkait hilangnya kapal dan pesawat di area diduga Segitiga Bermuda.
Kali terakhir lantai laut di area itu menjadi ventilasi gas adalah setelah Zaman Es (ice age), sekitar 20 ribu tahun lalu.

“Aku menganggap itu sebagai teori yang menarik. Tak lebih,” kata Phrampus.

Angkatan Laut AS atau US Navy tidak meyakini adanya Segitiga Bermuda. Sementara U.S. Board on Geographic Names tidak mengakuinya sebagai nama resmi. Belakangan, menurut pasar asuransi Lloyd’s of London, tak ada lagi kapal yang tenggelam di area itu