Monthly Archives: Juni 2011

10 Tanda Bahwa Anak Anda Adalah Anak Berbakat Cerdas dan Jenius Seperti Einstein


Artikel yang anda cari sudah pindah kesini :

10 Tanda Bahwa Anak Anda Adalah Anak Berbakat Cerdas dan Jenius Seperti Einstein

Kamera Remote Control Mini Berhasil Tembus Pertahanan Makam Kuno Raja Suku Maya


Sebuah kamera kecil yang dikendalikan dari jarak jauh berhasil menembus makam seorang pemimpin suku Maya kuno. Kubur itu sudah terpendam selama 1.500 tahun.

Kamera itu berhasil memotret berbagai peninggalan di dalam makam. Di antaranya lukisan dinding, tembikar, dan kain kafan yang dilengkapi perhiasan batu permata hijau dan mutiara.

Makam itu pertama kali ditemukan pada 1999 di dalam sebuah piramida di antara reruntuhan kota Maya Palenque. Lokasi ini ada di bukit di selatan kota Chiapas, Meksiko. Tapi sampai sekarang Arkeolog belum bisa mengakses ke dalamnya.

Para ahli percaya, makam itu adalah milik seorang penguasa Maya yang hidup antara tahun 431 dan 550 Masehi. Demikian dirilis oleh Institut Antropologi dan Sejarah Nasional pada Kamis (23/6) kemarin.

Namun, dengan mengirimkan kamera ke kedalaman 16 kaki melalui sebuah lubang kecil di puncak piramida, peneliti akhirnya berhasil mengungkapkan apa yang ada di dalam makam untuk pertama kalinya.

“Karakteristik situs pemakaman menunjukkan bahwa tulang belulangnya kemungkinan milik seorang penguasa suci dari Palenque, kemungkinan adalah satu dari pendiri dinasti,” kata arkeolog Martha Cuevas.

Dinding makam dilukis dengan lukisan yang kaya dengan gambar orang-orang Maya berwarna merah. Suku Maya mencapai masa keemasannya antara tahun 250-900 Masehi.

Kualitas Mobil Semakin Menurun Dari Tahun Ke Tahun


Hasil studi yang dilakukan JD Power and Associates baru-baru ini menujukkan adanya penurunan kualitas pada mobil-mobil baru produksi 2011, terutama pada drive-train dan fitur interior mobil. Penurunan ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam lima tahun belakangan (sejak 2008).

Berdasarkan “The 2011 Initial Quality Study” tercatat rata-rata per 100 mobil baru yang dipasarkan tahun ini terdapat 122 masalah. Jumlah ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang mencatat 111 permasalahan.

Turunnya kualitas mesin dan transmisi di mata konsumen dipicu oleh harga bahan bakar tinggi dan regulasi yang ketat diterapkan pemerintah di AS. “Kondisi ini kadang menciptakan keraguan baru di mesin atau transmisi waktu mau “ngebut” atau pindah transmisi,” tulis laporan itu seperti dilansir caradvice (24/6/2011)

Masalah kedua, banyaknya pengenalan fitur-fitur multimedia baru seperti di antaranya hands-free dan sistem aktivasi lewat suara. Konsumen melihat piranti baru ini sebagai teknologi baru yang kurang berfungsi dengan baik.

David Sargent, Vice President of Global Vehicle Research JD Power and Associates mengatakan, prinsipal otomotif dunia perlu menyeimbangkan antara kebutuhan dengan teknologi baru dan menyediakan mobil yang bisa diandalkan, bebas masalah.

“Fitur-fitur baru itu memang perlu untuk memenangkan pilihan konsumen. Tapi, prinsipal juga harus bisa menjaga kepentingan model ini sekaligus menjaga kualitas produk yang tinggi,” beber Sargent.

Untuk piranti audio, hiburan dan sistem naviagasi pada dashboard mobil tercatat 28 lebih tinggi dari 2009. Artinya, teknologi baru tapi juga lebih banyak masalah yang tercipta darinya. ‘Teknologi yang kompleks harus ditinggalkan dan ciptakan lebih ramah digunakan (friendly user) dan bisa diandalkan saat mengemudi,” jelas Sargent.

Dari seluruh merek yang masuk sebagai sampel, Lexus tercatat punya masalah paling rendah dengan 73 permasalahn per 100 mobil. Pada posisi kedua terdapat Honda (86 masalah), Acura (89). Selanjutnya, Mercedes-Benz, Mazda, Porsche, Toyota, Infiniti, Cadillac dan GMC mengecewakan karena melebihi rata-rata industri (100) sampai 107 masalah.

Ford menjadi salah satu merek yang mengalami kemunduran, dengan menduduki posisi 23 dari sebelumnya masuk lima besar. Raffi Festekjian, director of automotive research JD Power menyatakan, “Ford merupakan korban dari usaha yang terlalu banyak, terlalu cepat.” Terakhir, MINI, Volkswagen, Mitsubishi, Suzuki dan Dodge tercatat sebagai lima terbuncit.

Berikut Daftar Mobil Paling Berkualitas 2011 di AS

* Sub-compact : Honda Fit (Jazz) * Compact : Honda Civic/Honda Insight * Compact sports : Mazda MX-5 * Compact premium sports: Mercedes-Benz E-Class Coupe/Cabriolet * Midsize : Honda Accord * Midsize premium : Lexus GS * Midsize sports : Dodge Challenger * Entry premium : Lexus ES * Large : Ford Taurus * Large premium : Lexus LS

Highest quality trucks/SUVs by segment:

* Compact crossover : Honda Element * Compact MPV : Chevrolet HHR * Entry premium crossover : Mercedes-Benz GLK-Class * Midsize crossover : Honda Accord Crosstour * Large crossover : Chevrolet Tahoe * Midsize premium crossover: Lexus GX * Large premium crossover : Cadillac Escalade * Large pickup : Ford F-150 LD * Midsize pickup : Honda Ridgeline * Minivan : Chrysler Town & Country

Wanita Terbukti Lebih Ahli Dalam Bermain Saham dan Investasi Dibanding Laki-laki


Perempuan dikenal dengan intuisinya yang tajam, karena itu sebenarnya Anda pun bisa berinvestasi sebaik pria. Bahkan, lebih baik.

Menurut sebuah studi baru dari Barclays Capital and Ledbury Research, perempuan cenderung menghasilkan lebih banyak uang di pasar saham. Penyebab utamanya karena mereka tidak mengambil terlalu banyak risiko. Biasanya mereka membeli, dan menahannya. Cara ini mereka pilih karena sebenarnya mereka tidak memiliki kepercayaan diri sebesar pria.

“Perempuan lebih cenderung memiliki hasrat untuk mengontrol diri lebih besar daripada pria,” begitu kesimpulan dari studi tersebut. “Dan mereka juga percaya bahwa strategi ini efektif.”

Alhasil, mereka bertransaksi lebih sedikit, tapi mendapat lebih banyak. Dari sebuah studi yang dilakukan Merryll Lynch pada tahun 2005, terlihat bahwa 35 persen perempuan menahan investasi terlalu lama dibandingkan pria (47 persen). Studi akademis pada tahun 2009 mendapati bahwa perempuan menghasilkan 1 persen lebih banyak per tahun.

Perempuan juga dilaporkan memiliki hasrat kontrol diri lebih besar dalam pendekatan mereka terhadap manajemen keuangan, demikian menurut Chun Xia, profesor bidang keuangan di Hong Kong yang merupakan salah satu peneliti. Mereka cenderung lebih mudah stres, dan kewaspadaan mereka memengaruhi keinginan yang lebih kuat untuk disiplin dalam hal keuangan.
Padahal, sebetulnya pria lah yangmembutuhkan disiplin lebih kuat dalam manajemen investasi. Sebab, mereka cenderung terlalu percaya diri dalam berinvestasi.

Berbangga lah Anda sebagai perempuan, karena menurut Dan Abrams dalam bukunya, Man Down: Proof Beyond a Reasonable Doubt That Women Are Better Cops, Drivers, Gamblers, Spies, World Leaders, Beer Tasters, Hedge Fund Managers, and Just About Everything Else, perempuan lebih hebat daripada laki-laki hampir dalam segala hal.

Dalam pengamatannya, perempuan menjadi prajurit yang lebih hebat karena jarang mengeluh sakit. Mereka menjadi mata-mata yang lebih jago karena mampu membuat orang lain berbicara. Mereka lebih mampu mengingat wajah dan kata-kata. Hillary Clinton membuktikan diri mampu menjadi sekretaris negara yang sangat kapabel. Dan siapa yang tak mengenal Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat Managing Director World Bank Group?

Sebaliknya, banyak pria yang kurang hati-hati sehingga menghancurkan dirinya sendiri. Anthony Weiner, Eliot Spitzer, Bill Clinton, Dominique Strauss-Kahn dari IMF, Arnold Schwarzenegger, dan John Edwards, mempertaruhkan reputasinya karena terlibat skandal dengan perempuan. Banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan jabatannya

Mie Buatan Mahasiswa Universitas Brawijaya Rebut Juara Pertama Kompetisi Pangan Internasional di New Orleans


Mie buatan tiga mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Kota Malang, Jawa Timur, berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi pangan internasional yang digelar di New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat (AS), pada 11-14 Juni 2011.

Ricky Setyawan (22), salah seorang mahasiswa tersebut, pada Selasa mengatakan bahwa kompetisi yang diikuti sejumlah negara itu bertujuan mencari solusi pangan bagi negara-negara berkembang dengan ketentuan nilai pangan harus memiliki zat besi lebih.

Untuk itu, dirinya bersama dua rekan lainnya, Meidina Nurfitriani (22) dan Masa Mukti (19), terinspirasi membuat mie dengan bahan-bahan asli Indonesia, seperti campuran tepung ubi jalar, tempe, singkong, serta belut.

“Pembuatan mie pada umumnya menggunakan 100 persen tepung gandum, namun kita eksplorasi dengan bahan-bahan lain, seperti tepung tempe dan belut, serta ubi jalar dan singkong,” kata Ricky dalam keterangan persnya di Malang.

Alasan menggunakan campuran itu, menurut Ricky, karena bahan tersebut sangat murah dan mudah dicari di Indonesia, selain itu nilai kandungan zat besi juga banyak dan cocok bagi negara berkembang.

“Dalam presentasi yang kita lakukan di depan panelis dari berbagai negara, kita mendapatkan nilai lebih, sebab selain banyaknya kandungan zat besi, mie yang kita buat memiliki nilai ekonomis,” kata mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) itu.

Ricky menjelaskan, pesaing terberat dalam kompetisi itu berasal dari Amerika dan India, dengan membuat roti dan biskuit dari bahan singkong.

“Amerika dalam kompetisi itu mengikutkan roti berbentuk burger dan biskuit, namun dalam presentasinya mereka kalah dengan kita. Oleh karena itu patut kita syukuri,” kata Ricky.

Menanggapi prestasi anak didiknya, Rektor Unibraw, Prof Yogi Sugito, menyambut baik kemenangan tersebut, karena diraihnya juara pertama mahasiswanya tersebut adalah kali pertama dalam kompetisi pangan internasional.

“Sebelumnya kita juga pernah ikut dalam kompetisi itu, dan tahun 2010 hanya menduduki peringkat tiga besar,” kata Yogi.

Rencananya, Unibraw akan mematenkan produk mie instan itu dan memberikan penghargaan kepada tiga mahasiswa yang telah mengaharumkan nama akademisi di tingkat internasional.

“Kita akan berikan beasiswa lanjutan bagi ketiga mahasiswa itu, dan hasil karyanya akan kita pantenkan, jika perlu akan kita produksi secara massal dengan membuat pabrik mie instan itu,” katanya menambahkan.

Mata Manusia Terbukti Mampu Melihat Medan Magnetik


Binatang yang sering bepergian jauh seperti kura-kura dan paus bungkuk bisa mengindera medan magnetik bumi sebagai alat bantu navigasi. Namun, dalam sebuah penelitian terbaru ditemukan bahwa manusia juga memiliki bakat melihat medan magnetik itu.

Kemampuan melihat medan magnetik pada manusia berasal dari protein cryptochrome yang tersimpan di dalam mata. Protein unik ini membantu binatang mengenali medan magnetik saat bermigrasi jarak jauh.

“Mungkin kemampuan melihat medan magnet bisa dianggap sebagai indra keenam pada manusia,” ujar peneliti dari University of Massachusetts Medical School, Steven Reppert kepada LiveScience.

Untuk membuktikan kemampuan melihat medan magnet pada manusia, peneliti memasang protein cryptochrome ke tubuh lalat buah yang telah dililit kumparan. Lalat buah sendiri diketahui tidak memiliki cryptochrome.

Selanjutnya, peneliti mengalirkan arus listrik melalui kumparan sehingga terjadi induksi magnetik. Dengan mengubah posisi induksi dan kekuatan medan magnet, peneliti menemukan lalat buah dalam percobaan ini menjadi sensitif terhadap medan magnet.

Saat ini Reppert melanjutkan penelitiannya pada cara kerja otak membaca informasi dari protein cryptochrome. “Pada tingkat dasar, kami tertarik bagaimana informasi dari cryptochrome dipindahkan ke sel saraf,” ujarnya.

Peneliti lain dari University of Illinois, Klaus Schulten, yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyambut temuan Reppert. “Laporan di dalam makalah penelitian ini sangat mengagumkan,” kata dia.

Menurut dia, efek protein cryptochrome sebagai penyerap medan magnetik baru bisa dipastikan pada lalat buah. Namun, manusia bisa saja membutuhkan protein ini dalam tahapan evolusi sebelumnya. “Sangat beralasan jika manusia memiliki respons terhadap medan magnet. Akan sangat menguntungkan bagi manusia zaman dulu,” kata Schulten.

Mahasiswa Yogyakarta Temukan Alat Tambal Ban Portable


Arifuddin menunggangi sepeda motornya membelah aspal Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Surabaya, tujuannya ke Yogyakarta, sejauh 267 kilometer, mengunjungi teman. Tiba-tiba ban belakangnya ogel-ogelan karena kehabisan udara. “Kena paku,” ujarnya. Celingak-celinguk mencari bantuan, hanya gelap yang ia dapati. Sendirian di tengah malam, dia menuntun Honda Megapro, yang berbobot lebih dari 100 kilogram, melewati hamparan sawah serta kebun sampai keringat mengucur deras dan napasnya “Senin-Kamis”. Lajang 23 tahun ini memutuskan bermalam di sebuah pom bensin, baru meneruskan misi mencari tukang tambal ban keesokan harinya.

Dia ingin melupakan pengalaman pahit tahun lalu itu. Bersama dua rekannya di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, dia menciptakan mesin tambal ban elektrik, yang dinamai Tab-Trik Portable. “Konsepnya sangat sederhana,” ujar Arifuddin kepada Tempo pekan lalu. Komponen utamanya adalah pemanas dari baja tahan karat atau stainless steel bergaris tengah lima sentimeter. Seperti di tukang tambal ban, pemanas berguna merekatkan tambalan pada karet ban. Daya panas datang dari listrik. Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah, ini memasang dua kabel, lengkap dengan pentolannya, sehingga pengguna bisa memilih sumber setrum-dari colokan rumah atau aki sepeda motor. Dari aki berdaya 5 ampere dan 12 volt, inverter mengubah setrum DC jadi AC.

Panas berasal dari lilitan kawat pemanas solder, yang menghasilkan suhu 150 derajat Celsius pada lempengan baja. Arus listrik yang masuk juga melewati unit pengatur waktu, yang mati dalam 13 menit. “Kurang dari itu tambalan tidak merekat maksimal. Tapi, kalau lebih, ban bisa meleleh,” kata mahasiswa jurusan teknik elektro tingkat akhir itu.

Arifuddin, Rizal Daus, 26 tahun, dan Sugianor, 22 tahun, merancang alat ini tahun lalu. Rekan satu rumah kos di Jalan Arif Rahman Hakim, Keputih, Surabaya, ini mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa yang diadakan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional pada Oktober 2010. Arifuddin dkk. termasuk di antara 5.000 kelompok yang terpilih mendapat dana penelitian. Pada April lalu, mereka kebagian Rp 6 juta untuk mewujudkan rancangannya.

Karena konsepnya sudah matang, tiga sekawan itu tak menemui banyak kesulitan. Bongkar-pasang dilakukan di laboratorium. Kadang dilanjutkan di tempat kos, yang hanya berjarak sepelemparan batu dari kampus. Mereka mengaku kesulitan membentuk casing dari aklirik. Desain beberapa kali berubah untuk menyesuaikan pembungkus dengan jeroannya. Hampir sebulan, mesin tercipta. Berbentuk kotak berukuran sepuluh sentimeter persegi, dilengkapi laci imut untuk menyimpan lem, karet penambal, pembuka pentil ban, dan aluminium foil.

Belum sempurna memang. Dosen pembimbing mereka, Joko Susila, mengatakan tampilan perangkat itu masih acakadut. “Desainnya masih perlu diperhalus,” kata pengajar teknik pengaturan ini.

Tab-Trik Portable ibarat kios tambal ban yang bisa dibawa ke mana-mana. Tapi ini tak akan berguna tanpa mekaniknya. Karena tidak bisa diwakili mesin, penambalan mesti dipelajari dan dikerjakan sendiri. Ibaratnya belajar jadi abang tambal ban. Menurut Arifuddin, menambal ban bukan perkara sulit. “Lihat saja, banyak anak kecil yang jadi tukang tambal ban,” katanya.

Arifuddin dkk. telah menyiapkan cara ganti ban dalam manual book alatnya. Ban kempis karena ban dalam sobek biasanya terkena benda tajam. Setelah menghentikan sepeda motor di tempat terang dan aman, hal yang harus dilakukan adalah membuka sekrup pentil dan melepaskan ban luar dari pelek. Permukaan ban dalam yang sobek dibersihkan, lalu bubuhi lem, klep penambal, dan alumunium foil. Nah, mulailah Tab-Trik bekerja. Setelah alat tersebut dicolokkan ke listrik atau aki, bagian yang akan ditambal ditempelkan pada lempeng baja pemanas, lalu ditutup. Tiga belas menit kemudian, tambalan akan melekat sempurna, dan ban siap digunakan kembali, setelah dipompa tentunya.

Menurut Arifuddin, orang awam butuh 30 menit untuk mengerjakan itu. Hampir sama dengan waktu menambal ban di kios pinggir jalan. Ini dengan catatan tidak ada antrean.

Mesin itu menelan modal sekitar Rp 250 ribu. Bagian terbesar adalah membeli inverter, yakni Rp 100 ribu. Arifuddin memperkirakan biayanya bisa ditekan jika alat itu diproduksi massal, menjadi sekitar Rp 150 ribu. Dia berencana mematenkan karyanya tersebut ke Kantor Hak Kekayaan Intelektual di Tangerang, Banten. “Tapi, urung karena belum ada duit,” katanya sembari nyengir. Menurut dia, untuk pendaftaran saja butuh Rp 1 juta.

Dengan ukuran mungil, Tab-Trik bisa masuk di hampir semua bagasi sepeda motor, juga ransel. Ditambah pompa dan besi pencungkil ban berukuran 15 sentimeter, mesin ini bisa jadi perangkat wajib untuk sepeda motor, layaknya ban cadangan dan dongkrak untuk mobil, terutama untuk perjalanan jauh. Dengan mesin ini, Arifuddin dkk. sudah mengucapkan selamat tinggal kepada tukang tambal ban.