Category Archives: Kesehatan

Tata Cara Administrasi Racun Sianida dan Penanggulangannya


Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung (C=N), terdapat dalam bentuk gas seperti hidrogen sianida (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl), atau bentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN). Sianida adalah racun yang bekerja cepat dan mematikan. Akibat racun sianida tergantung pada jumlah paparan dan cara masuknya ke dalam tubuh, dapat melalui pernapasan atau pencernaan. Racun ini menghambat sel tubuh mendapatkan oksigen sehingga yang paling terpengaruh adalah jantung dan otak.

Paparan dalam jumlah kecil mengakibatkan napas cepat, gelisah, pusing, lemah, sakit kepala, mual dan muntah serta detak jantung meningkat. Paparan dalam jumlah besar menyebabkan kejang, tekanan darah rendah, detak jantung melambat, kehilangan kesadaran, gangguan paru serta gagal napas hingga korban meninggal (Utama, 2006). Dosis minimum yang dapat menyebabkan kematian berkisar 200 mg dari potasium atau sodum sianida, dan dapat diabsorpsi melalui kulit (Olson 2007 & Meredith 1993).

Di mana Sianida Ditemukan?
1. Sianida ditemukan pada bahan alami seperti singkong, dan almond. Bagian pangkal batang dan biji buah-buahan, seperti aprikot, apel, dan buah persik, mungkin memiliki sejumlah besar bahan kimia yang dimetabolisme untuk sianida, namun bagia yang biasa dimakan dari tanaman ini mengandung sianida dalam jumlah yang jauh lebih rendah.
2. Sianida juga terkandung dalam asap rokok dan produk pembakaran bahan sintetis seperti plastik.
3. Pada industri manufaktur, sianida digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan plastik.
4. Sianida digunakan pada proses pencetakan foto.
5. Garam sianida digunakan dalam metalurgi untuk elektroplating, pembersihan logam, dan menghapus emas dari bijih.
6. Gas sianida digunakan untuk membasmi hama di kapal dan bangunan.
7. Sianida dapat ditemukan dalam produk-produk berbasis asetonitril yang digunakan untuk menghapus kuku palsu.

Cara Kerja Sianida:
1. Sianida mencegah penggunaan oksigen oleh sel-sel tubuh sehingga terjadi kematian sel.
2. Sianida lebih berbahaya bagi jantung dan otak dari organ-organ lain karena jantung dan otak menggunakan banyak oksigen.
3. Keparahan keracunan yang disebabkan oleh sianida tergantung pada jumlah paparan sianida pada seseorang, rute keracunan, dan lamanya waktu terpapar.
4. Gas sianida yang terhirup melalui pernapasan paling berbahaya, tapi sianida yang tertelan dapat menjadi racun juga.

Tanda dan Gejala Paparan Sianida Langsung:
1. Dalam jumlah kecil, sianida yang terpapar melalui rute pernapasan atau diabsorpsi melalui kulit, atau melalui makanan yang mengandung sianida, dalam beberapa menit akan menimbulkan beberapa atau semua tanda-tanda berikut:

Pusing
Sakit kepala
Napas cepat
Denyut jantung cepat
Mual dan muntah
Kegelisahan
Kelemahan

2. Paparan sianida dalam jumlah besar melalui setiap rute di atas, dapat menyebabkan efek berikut:

Kejang
Hilang kesadaran
Tekanan darah rendah
Cedera paru
Gagal pernapasan menyebabkan kematian
Denyut jantung yang lambat

3. Namun tanda-tanda dan gejala-gejala ini tidak selalu berarti bahwa seseorang telah terkena sianida.

Bagaimana Anda bisa melindungi diri sendiri, dan apa yang harus dilakukan jika Anda terkena sianida

a. Bila kita diperkirakan bernapas di area/ruangan yang mengandung gas sianida, segera tinggalkan area tersebut dan berpindah ke area di mana udara segar cukup tersedia, hal ini angat efektif dalam mengurangi paparan gas sianida.

b. Menjauhlah dari area terbuka yang diperkirakan mengandung sianida.

c. Jika Anda tidak bisa keluar dari area di mana gas sianida diperkirakan ada, ambil posisi serendah mungkin, mendekati tanah.

d. Jika Anda berpikir Anda mungkin telah terpapar sianida, Anda harus mengganti pakaian Anda, cepat mencuci seluruh tubuh Anda dengan sabun dan air, dan mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

Melepas Pakaian Anda:

1. Cepat melepas pakaian yang mungkin terpapar sianida.

2. Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, setiap pakaian yang harus melalui kepala harus digunting di badan dan tidak dilepas melalui kepala. Hindari menyentuh daerah yang terkontaminasi, dan
melepas pakaian secepat mungkin.

Mencuci Bagian yang Terpapar:

1. Secepat mungkin, mencuci sianida yang terpapar di kulit dengan sejumlah besar sabun dan air. Mencuci dengan sabun dan air akan membantu melindungi dari setiap bahan kimia yang terpapar pada tubuh kita.
2. Jika mata Anda terbakar atau penglihatan Anda kabur, bilas mata Anda dengan air biasa selama 10 sampai 15 menit. Jika Anda memakai kontak lens, lepas dan satukan dengan pakaian yang terkontaminasi. Jangan memakai kembali kontak lens tersebut, Jika Anda mengenakan kacamata, cucilah dengan sabun dan air, kemudian dapat dipakai kembali setelah dicuci.
3. Jika Anda mengenakan perhiasan, jika perhiasannya dapat dicuci, cucilah dengan sabun dan air, dan dapat dipakai kembali. Namun jika tidak dapat dicuci, maka satukan dengan pakaian yang terkontaminasi.

Membuang Pakaian yang Terkontaminasi Sianida:
1. Tempatkan pakaian yang terkontaminasi dalam kantong plastik. Hindari menyentuh daerah yang terkontaminasi menyentuh pakaian. Gunakan sarung tangan saat mengemas atau hindari kontak langsung dengan pakaian yang terkontaminasi, dengan menggunakan penjepit atau sarung tangan plastik atau sekadar plastik untuk melindungi tangan. Kemudian alat bantu apa pun yang menyentuh pakaian yang terkontaminasi juga harus dimasukkan ke dalam tas.

2. Segel tas dan kemudian masukkan tas dalam kantong plastik yang lain. Membuang pakaian Anda dengan cara ini akan membantu melindungi Anda dan orang lain dari setiap bahan kimia yang mungkin terpapar di pakaian Anda.

Bagaimana Perlakuan Pasien Keracunan Sianida?

Keracunan sianida diperlakukan dengan penangkal spesifik dan perawatan medis di rumah sakit.Penangkal untuk keracunan sianida diberikan sesegera mungkin setelah paparan. Dokter harus segera menangani dan tidak menunggu konfirmasi laboratorium. Hal yang paling penting adalah bagi korban untuk mendapat perawatan medis sesegera mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Olson, K. R., 2007, Poisoning and Drug Overdose, 2nd edition, 145-147, Prentice-Hall International Inc., USA

Henry, J.A., H.M., Wiseman, 1997, Management of Poisoning : A handbook for health care workers, World Health Organization, Geneva

Olson, K. R., 2007, Poisoning and Drug Overdose, 2nd edition, 145-147, Prentice-Hall International Inc., USA

Nio, 1989, Zat-zat Toksik yang Secara Alamiah Ada pada Bahan Makanan Nabati, Cermin Dunia Kedokteran.

*) Keri Lestari Dandan, Departemen Farmakologi dan farmasi Klinik, Fak Farmasi UNPAD

Manfaat Makan Kaldu Rebusan Tulang Ikan


Saat ini muncul tren di antara kalangan pelaku diet paleo untuk mengonsumsi kaldu rebusan tulang. Sisa-sisa tulang apa saja baik dari ayam, sapi, atau ikan dikumpulkan dan direbus kembali untuk diekstrak kaldunya dan diolah menjadi makanan berkuah. Apa yang menjadi pendorong tren ini dan manfaat apa yang diharapkan? Ahli nutrisi Dr Kellyann Petrucci menjelaskan bahwa kaldu-kaldu yang keluar setelah tulang direbus lama (lebih dari 12 jam) ini yang diincar oleh orang-orang.

Ketika tulang direbus lama beragam mineral penting seperti kalsium, magnesium, gelatin, dan kolagen akan keluar dari dalamnya yang diyakini baik untuk kulit, persendian, dan kesehatan perut secara keseluruhan. “Gelatin membantu memperkuat pencernaan. Dia bisa membantu meredakan inflamasi kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh. Manfaatnya Anda bisa jadi lebih mudah menguruskan badan, merasa lebih berenergi, dan bahkan terbebas dari masalah kulit seperti eczema,” kata Petrucci kepada Medical Daily dan dikutip pada Selasa (8/12/2015).

Selain manfaat dari kandungan zat, kaldu rebusan tulang sendiri bisa membantu program diet karena membuat seseorang mudah kenyang berkat kepadatannya. “Saat Anda hanya meminum satu cangkir sop, Anda akan merasa seperti makan satu porsi meski sebetulnya yang masuk itu baru hanya 50 sampai 60 kalori,” tutup sang penulis buku ‘Living Paleo for Dummies’. Untuk menjaga kesehatan tulang, orang-orang dianjurkan berolahraga secara rutin. Selain itu perlu nutrisi yang bersahabat untuk tulang. Nah, makan ikan setulang-tulangnya disebut-sebut baik untuk kesehatan tulang.

“Nutrisi yang kaya akan kalsium antara lain ikan yang dikonsumsi dengan tulang-tulangnya,” ujar Medical Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia, dr Marko Lumalessil, MM, MH. Kes. Biasanya orang ikan yang dimakan setulang-tulangnya adalah yang dipresto dan ikan teri. Namun butuh asupan ikan dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan kalsium di atas 1.000 mg bagi orang yang berusia 35 tahun ke atas.

Selain itu nutrisi yang baik untuk tulang adalah sayuran warna hijau, seperti brokoli. Susu juga disebut sebagai asupan yang bersahabat dengan kesehatan tulang. “Tapi tidak hanya nutrisi saja ya. Karena olahraga juga penting untuk tulang,” imbuh dr Marko. Olahraga yang rutin dilakukan akan mendukung kebebasan bergerak. dr Marko pun menganjurkan olahraga minimal tiga kali per minggu, di mana masing-masing dilakukan selama 30 menit. Untuk bisa bebas bergerak dibutuhkan tulang yang kuat, keseimbangan badan yang baik dan otot lentur.

“Ada studi klinis, olahraga terbaik untuk kepadatan tulang yakni dengan pembebanan misalnya jogging, aerobik, angkat beban, menghentak seperti body combat atau zumba. Jalan kaki sambil membawa barang belanjaan, yoga,” terang dr Marco.

Tehnik Mengencangkan Vagina Agar Kembali Seperti Perawan


Vaginal tightening atau proses pengencangan dinding vagina dengan teknik laser menjadi salah satu metode perawatan organ intim kewanitaan yang bisa dipilih wanita untuk mengencangkan vagina yang telah kendur. Teknik pengencangan vagina ini dilakukan dengan cara menghantarkan panas pada dinding vagina.

Dijelaskan oleh dr. Holly Banerjee, M.D dari 8th Avenue Clinic, laser tersebut ditembakkan ke dalam dinding vagina yang tidak menimbulkan rasa sakit dan efek samping apapun. Dengan menggunakan sinar laser yang berfrekuensi hingga 2.940 nanometer, tujuan perawatan area intim wanita ini untuk merangsang pertumbuhkan kolagen agar vagina lebih elastis dan kencang. Dengan durasi pengerjaan selama 15 – 30 menit, dokter 32 tahun itu mengatakan hasilnya sudah bisa dirasakan sejak pertama kali melakukan perawatan.

“Keunggulan vaginal tightening ini hanya dilakuan dalam satu kali treatment saja, setelah itu mereka sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Tetapi saran saya sebaiknya jangan berhubungan intim dulu selama seminggu,” ujarnya saat ditemui di SKYE, Menara BCA, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015).

Dokter yang sudah 8 tahun menggeluti dunia kecantikan medis itu juga memaparkan, berhubungan intim sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak tiga hari menjalani laser vaginal tightening. Tetapi agar lebih aman dan ideal, sebaiknya tunggu selama satu minggu agar area organ kewanitaan tetap steril dan bersih di bagian dalamnya. “Setelah melakukan vaginal tightening sebenarnya tidak ada pantangannya, tetapi agar lebih aman dan bersih, saran saya seminggu setelahnya baru berhubungan intim kembali,” katanya.

Vaginal tightening memiliki daya tahan yang cukup lama tergantung dari seberapa sering hubungan seksual dilakukan. Menurutnya, 95 persen wanita yang melakukan prosedur ini memiliki peningkatan kepuasan seksual dan 85 persen pasangannya merasakan perubahan.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara ini mengatakan, vaginal tightening dianjurkan untuk wanita yang sudah pernah menjalani proses bersalin secara normal meskipun usianya masih terbilang muda. Proses laser dinding vagina ini juga direkomendasikan untuk wanita yang sudah mengalami menopause dan sulit untuk mengontrol rasa ingin buang air kecil yang terus-menerus Banyak perempuan mengeluh soal vagina mereka yang terlalu sesak atau terlalu longgar. Tak sedikit laki-laki yang mempermasalahkan hal tersebut pada pasangan mereka.

Dikutip dari laman Psychologytoday, pengertian vagina terlalu kencang atau longgar penuh dengan mitos. Mitos tentang vagina yang berkembang di antaranya bahwa vagina perawan sangat ketat, hilangnya keperawanan secara permanen akan mengendurkan vagina, seks yang sering akan membuat vagina mengendur, proses persalinan membuat vagina kendur selamanya.

Jaringan otot terlipat vagina sangat elastis seperti akordeon atau mulut manusia. Coba lakukan ini, tarik sudut mulut Anda ke arah telinga kemudian lepaskan. Apa yang terjadi? Mulut akan segera kembali ke posisi asal karena jaringan elastis. Lakukan itu seratus kali. Tidak ada peregangan yang permanen. Mulut akan segera kembali ke posisi sebelum ditarik.Demikian halnya dengan vagina. Ketika dia dalam posisi istirahat, bukan ketika bergairah seksual atau proses persalinan, jaringan otot vagina akan tetap rapat seperti akordeon tertutup.

Kecemasan akan membuat otot-otot vagina mengepal lebih erat. Itu sebabnya para perempuan muda kesulitan memasukkan tampon.Saat perempuan terangsang secara seksual, jaringan otot vagina akan sedikit rileks. Secara biologis hal tersebut masuk akal. Evolusi terjadi untuk memfasilitasi reproduksi. Vagina yang ketat dapat menghambat hubungan seksual dan reproduksi. Tubuh perempuan akan berevolusi dengan memiliki gairah seksual yang dapat mengendurkan otot-otot vagina. Mengendurnya otot vagina memungkinan mudahnya penyisipan saat ereksi.

Ketika vagina terlalu ketat saat bercinta, perempuan akan merasa tidak tertarik untuk bercinta. Selain itu juga tidak punya cukup waktu untuk pemanasan yang memungkinkan otot vagina rileks saat penetrasi. Sebagian besar perempuan membutuhkan setidaknya 30 menit aktivitas sensual seperti ciuman, pelukan, atau saling pijat. Dengan pemanasan tersebut vagina akan cukup santai ketika harus melakukan penetrasi. Dengan kata lain, solusi untuk vagina yang sesak adalah pemanasan panjang. Jika membutuhkan pelumas, cobalah pelumas komersial.

Vagina longgar
Usai berhubungan seks, jaringan otot vagina secara alami akan mengencang kembali. Berhubungan seksual tidak secara permanen meregangkan vagina. Dalam proses berhubungan seksual, vagina akan melonggar selama bergairah, dan kembali mengencang sesudahnya, tidak peduli seberapa sering perempuan berhubungan seks.Vagina akan meregang banyak saat melahirkan, seperti halnya akordeon. Setelah persalinan bisakah vagina kembali ketat? Jawabannya adalah ya, setidaknya pada perempuan muda, yaitu perempuan di akhir usia belasan dan awal dua puluhan.

Dalam waktu enam bulan setelah melahirkan vagina pada perempuan muda akan kembali seperti saat dia belum melahirkan. Namun ada pengecualian, jika peregangan elastis yang besar terjadi berkali-kali maka vagina sulit terkunci seperti sedia kala. Ini terjadi pada perempuan muda setelah kelahiran ganda yang membuat otot vagina lelah. Namun saat ini banyak perempuan melahirkan setelah usia 30 tahun, beberapa bahkan memiliki anak setelah usia 40 tahun. Perempuan yang melahirkan setelah usia 30-an tahun akan melihat kelonggaran vagina yang tetap setelah persalinan satu anak.

Beberapa perbaikan cepat untuk vagina yang longgar di antaranya adalah melakukan hubungan intim dalam posisi laki-laki di atas. Pendekatan pengencangan vagina yang sering direkomendasikan oleh terapis adalah latihan kegel. Latihan kegel memperkuat otot-otot dasar panggul yang mengeliling vagina.

Flu Lebih Cepat Menular Dari Saudara Daripada Dari Ibu


Penelitian terbaru terhadap 1.306 bayi menemukan bahwa batuk rejan pada bayi saat ini lebih sering ditularkan oleh saudara kandung dibanding oleh ibu si bayi. Padahal semula diduga para ibulah yang paling sering menularkan batuk rejan akibat kedekatannya dengan anak-anak yang masih bayi. Hingga pada 2008, banyak peneliti curiga bahwa bukan ibu sumber utama penularan batuk rejan pada bayi.

“Mengetahui darimana mereka tertular penyakit itu adalah hal penting, jadi kita bisa mencari pendekatan pencegahan dan pengobatan yang sesuai,” kata Tami Scoff dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta, Amerika Serikat. Menurut CDC, batuk rejan dapat menjadi penyakit yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian bagi bayi.

Penyakit ini lebih dikenal dengan istilah resmi, Pertusis. Dulu, sang ibu dikenal sebagai orang yang paling mungkin menularkan infeksi Pertusis kepada anaknya. Dalam studi baru ini, para peneliti menggunakan data antara tahun 2006 dan 2013 dari 1.306 bayi di tujuh negara bagian, seperempat dari mereka berumur kurang dari dua bulan.

Mereka meneliti dengan cara menanyakan siapa yang mengidap batuk rejan ini antara satu sampai tiga bulan sebelum bayi-bayi itu memulai batuknya. Dengan hal ini, para peneliti dapat mengetahui apa dan siapa sumber infeksi atas 44 persen bayi itu.

Hasilnya adalah, saudara kandung mereka lah yang paling mungkin menularkan batuk rejan ini, dengan persentase 36 persen, dibandingkan dengan para ibu, yakni 21 persen dan para ayah hanya mencapai 10 persen.

Para peneliti itu kemudian menulis dalam jurnal Pediatrics bahwa perubahan ini tidaklah mengejutkan. Pasalnya, batuk rejan pada saat ini menjadi hal yang sering terjadi kepada anak-anak. Hal ini diakibatkan proteksi versi vaksin batuk rejan terbaru yang melemah dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi masuk akal bahwa kita melihat transisi dari ibu ke saudara kandung sebagai sumber infeksi,” kata Skoff kepada Reuters Health. Penelitian ini, menurutnya, menunjukkan bahwa meskipun orang-orang disekitar bayi itu telah divaksinasi, hal itu tidak akan menghalangi batuk rejan untuk menular.

Malahan, ia menyarankan bagi para wanita untuk mendapatkan vaksinasi batuk rejan ketika sedang mengandung, agar antibodinya dapat diturunkan ke janin. Antibodi itu akan dapat memproteksi bayi tersebut hingga ia cukup dewasa untuk divaksinasi.

“Kalian bisa memberikan proteksi langsung kepada ibu dan bayinya,” ujar Skoff. “Terdapat beberapa data di Inggris yang menunjukkan bahwa vaksinasi pada saat kehamilan sangat efektif. Data itu sangat menjanjikan, maka dari itu kita menggunakan strategi ini.”

Kurang Tidur Dari 6 Jam Per Hari Mempermudah Terkena Flu


Kurangnya tidur adalah faktor utama Anda mudah influenza, menurut sebuah penelitian baru oleh Aric Prather, asisten profesor Psikiatri di Universitas California. Menurut penelitian itu, orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam, empat kali lebih mungkin jatuh sakit, dibandingkan orang yang tidur setidaknya tujuh jam setiap malamnya.

Dilansir The Telegraph, penelitian itu adalah yang pertama kali menghubungkan kebiasaan tidur seseorang dengan risiko terkena virus yang akan menimbulkan penyakit. Selain itu, kurangnya waktu tidur adalah faktor penting dan memiliki dampak pada kesehatan, mengalahkan kebiasaan merokok, stres, pendidikan dan gaji. Keempat hal itu dikenal memiliki dampak buruk pada kesehatan.

“Kurang tidur adalah faktor utama bagi orang-orang untuk terkena flu,” kata Prather. “Tidak perduli berapa usianya, tingkat stres, ras mereka, pendidikan atau gaji. Tidak peduli mereka perokok. Kurangnya tidur menjadi faktor utama,” tambahnya. Prather, lebih lanjut menambahkan, kurangnya tidur akan berdampak pada kesehatan manusia.

Menurut Sleep Council, asosiasi pengusaha kasur di Inggris, lebih dari sepertiga orang Inggris mendapatkan jam tidur kurang dari enam jam setiap malam. Bahkan, kurang tidur dapat menyebabkan penyakit kronis, kerentanan penyakit, obesitas, bahkan kematian dini. Hal itu juga dapat menyebabkan kecelakaan mobil, kesalahan medis dan hal lain yang terjadi karena rasa kantuk yang tinggi.

Penelitian yang dilakukan Prather sebelumnya, menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur rentan terhadap penyakit setelah mendapatkan vaksin. Sementara itu, penelitian lainya telah mengkonfirmasi bahwa sistem kekebalan tubuh akan melemah jika kurang tidur. Untuk menguji betapa pentingnya tidur, para peneliti memantau 163 relawan selama dua bulan. Mulai dari pola tidurnya, alkohol yang mereka konsumsi, rokok yang mereka hisap hingga tingkat stres mereka.

Kemudian, mereka dibawa ke sebuah hotel dan diberikan sebuah virus melalui tetes hidung dan diawasi ketat selama dua minggu. Setiap harinya, para ilmuwan mengambil sampel lendir untuk melihat bagaimana virus itu bereaksi. Akhirnya, penelitian itu menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari enam jam semalam akan 4.2 kali lebih mungkin terserang flu, dibandingkan dengan mereka yang jam tidurnya lebih dari 7 jam. Sedangkan orang yang tidurnya kurang dari lima jam, 4.5 kali lebih mungkin flu.

Para ilmuwan itu mengatakan, walaupun mereka sudah menemukan bahwa tidur itu penting, namun sangat sulit bagi mereka untuk membuat masyarakat percaya. “Pada budaya sibuk kita, masih ada harga diri terkait tidak cukup tidur dan menyelesaikan banyak pekerjaan,” tutur Prather

Virus Langka Berbahaya Berusia 30.000 Tahun Berhasil Dihidupkan Kembali


Tidak hanya fosil dinosaurus atau harta karun, virus pun ternyata juga bisa menjadi penemuan langka. Para peneliti Perancis menemukan sebuah virus yang berusia 30 ribu tahun di sebuah lapisan terdalam permafrost (tanah yang berada di titik beku) di Siberia.

Dalam sebuah penelitian baru yang dirilis dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, para peneliti mengategorikan virus itu sebagai “virus raksasa” dan diberi nama Mollivirus sibericum. Virus itu adalah yang terbesar keempat di antara virus yang telah ditemukan dan dianalisis sejak tahun 2003. Sebuah virus dapat dikatakan sebagai virus raksasa jika memiliki panjang 0.00002 inci.

Para peneliti menambahkan, penemuan ini bisa menjadi perhatian dalam menghadapi perubahan iklim dan pencairan es yang menjadi masalah di dunia saat ini. “Beberapa partikel virus yang masih menular saja sudah cukup untuk menghidupkan kembali virus berpotensi patogen,” kata salah seorang pemimpin studi, Jean-Michel Claverie, seperti dilansir dari laman TIME.

Ke depannya, para peneliti berencana untuk “membangunkan” kembali virus di dalam laboratorium yang aman. Jika ingin diteliti, virus itu harus diletakkan pada satu amuba yang nantinya dapat diperhatikan gerak-geriknya.

Rahasia Kecantikan Rambut Hitam Suku Dayak Indonesia


Umumnya, orang Indonesia terlahir dengan rambut warna hitam yang alamiah. Namun, seiring usia, terjadilah proses penuaan yang mengakibatkan tumbuh uban dan rambut pun menipis.

Alhasil, tak sedikit wanita berusia matang di Tanah Air melakukan segala cara untuk menghambat proses penuaan terutama pada rambut. Mereka memilih berbagai cara, mulai dari langkah natural hingga teknik berteknologi tinggi.

Hal tersebut di atas, bisa jadi bukan masalah bagi wanita Dayak. Pasalnya, para wanita suku yang bermukim di pedalaman Kalimantan tersebut, meski sudah berusia lanjut, rambut mereka tetap hitam legam dan tebal.

Pekan lalu, di sela-sela gebyar pembukaan perhelatan Karnaval Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, berkesempatan bertemu langsung dengan salah seorang wanita suku dayak bernama Lilis. Lilis yang merupakan istri dari penggiat seni kebudayaan suku Dayak di Kalimantan Barat, Yohanes Palaunsoeka, membeberkan rahasia unik rambut hitam dan tebal para wanita suku Dayak.

Sebelum sesi wawancara di mulai, Yohannes yang akrab disapa Anes, meminta kami untuk menebak usia Lilis.

Jika dilihat dari penampilan fisik Lilis yang terlihat bugar, cantik, kulit pun masih relatif muda, dan rambut tanpa uban, maka angka 40 tahun pun tercetus sebagai jawaban.

Anes pun tertawa mendengar jawaban tersebut, karena ternyata istrinya itu sudah berusia 50 tahun lebih. “Wanita Dayak itu sangat alami,” ujar Anes.

Lilis pun membenarkan pernyataan sang suami, dengan mengungkapkan rahasia rambut hitam legamnya. “Saya sering pakai buah langir untuk keramas. Jika digosok akan keluar busa,” terang Lilis. Kemudian, rahasia lainnya yang tak kalah unik adalah mereka rajin merawat rambut dengan bunga kembang sepatu. “Kembang sepatu ditumbuk kemudian dioleskan ke rambut,” Perawatan herbal dan alamiah itu, kata Lilis, membuat rambut kuat dan hitam lebih lama.

Selanjutnya, Lilis bercerita pernah mencoba mewarnai rambut. Namun, cat rambut itu justru luntur dan rambutnya tetap bertahan hitam pekat. Apabila Anda tertarik merawat rambut indah dan hitam, maka tak ada salahnya mencoba perawatan buah langir dan bunga kembang sepatu khas wanita Dayak.