Monthly Archives: Januari 2013

Ekonomi Petani “Ndeso” Budi Dharmawan


Sebagian orang menganggap Budi Dharmawan sebagai sosok nyeleneh. Pada usia hampir 73 tahun ia justru sibuk masuk-keluar desa. Ia mengumpulkan donasi dari kolega dan membangun embung atau waduk kecil buatan di desa terpencil. Baginya, tindakan nyeleneh itu hanya pemantik awal menggugah kembali rasa senasib sepenanggungan yang memudar.

Budi Dharmawan tak sekadar berwacana. Bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Yayasan Obor Tani, dia sudah menunjukkannya dengan membangun embung buatan di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Beberapa tokoh yang berkunjung, seperti mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih, menyuarakan kekagumannya.

Embung di puncak bukit itu memiliki volume 8.000 meter kubik. Adapun di lahan sekitar 20 hektar yang mengelilingi embung tersebut tertanam sekitar 4.000 batang pohon kelengkeng itoh. Ada sekitar 120 keluarga pemilik yang mengurus lahan itu. Saat musim kemarau seperti saat ini tanaman itu dengan mudah mendapat air hasil ”menabung” selama musim hujan.

Padahal, sebelum dibangun embung pada Juli 2008, bukit tersebut tandus. Warga hanya memanfaatkan lahan untuk menanam singkong atau pisang. Hasilnya tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar pemuda desa kemudian menjadi buruh penebang pohon atau merantau sebagai kuli bangunan dan buruh pabrik.

Kini sebagian dari mereka kembali ke desa untuk mengolah lahan. Setiap pekerjaan yang mereka lakukan mendapat upah, yang jumlahnya bervariasi, dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per hari.

Selama tiga tahun warga mendapat pendampingan dari Yayasan Obor Tani. Mereka baru ”dilepas” setelah memiliki jaringan pasar dan para petani bisa mendapat penghasilan bersih lebih dari Rp 1 juta per bulan.

Untuk mewujudkan hal itu, adik ekonom Kwik Kian Gie yang juga sering dipanggil Kwik Kian Djin ini mengumpulkan dana sekitar Rp 1 miliar dari sejumlah pengusaha kenalannya. Dana itu digunakan untuk membuat waduk dan program pengembangan sentra kelengkeng di Genting. Sampai kelengkeng bisa berbuah pada tahun ketiga diperlukan dana Rp 1,5 miliar.

”Kalau nombok, itu memang harus ada supaya kegiatan bisa berjalan,” tutur Budi dalam perbincangan di Hortimart, perkebunan buah miliknya di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, pekan lalu.

Budi mengaku sengaja memilih buah sebagai komoditas yang didorong karena merasa produk ini paling memungkinkan para petani memiliki penghasilan mencukupi. Apabila memilih pertanian pangan, petani hanya bisa sekadar hidup karena berhadapan dengan pemerintah yang berupaya menekan harga pangan.

Sementara itu, bila memilih komoditas pertanian industri, menurut dia, petani akan tetap hidup seadanya, sedangkan perusahaan terus bertambah kaya.

Pertanian tegalan

Awalnya Budi menggagas pembentukan Yayasan Obor Tani pada tahun 2006. Menelurkan program pemberdayaan ini tak lepas dari keprihatinannya menyaksikan kondisi petani tegalan di pedesaan.

Selama ini pemerintah memberi porsi besar untuk pertanian sawah. Begitu banyak waduk raksasa dibuat. Namun, sebaliknya dengan pertanian tegalan. Para petani tegalan tidak terlatih untuk menghasilkan produk, baik secara kuantitas maupun kualitas.

”Hal lain yang membuat miris adalah banyak sekali buah-buahan impor di Indonesia. Bahkan buah impor itu sudah merambah hingga kota-kota kecamatan. Apakah kita tidak bisa menghasilkan buah berkualitas? Bisa! Iklim mendukung, curah hujan mencukupi, tanah kita juga subur,” tuturnya.

Dia memimpikan, dengan pola pengembangan satu sentra buah di satu desa, buah-buah lokal yang berkualitas bisa kembali berjaya. Tentu hal ini juga memberi pekerjaan bagi penduduk desa dan meningkatkan daya beli mereka.

Oleh karena itu, Budi berupaya menggapai impiannya itu dengan mengajak perusahaan yang berhasil untuk membantu orang-orang desa.

”Bangsa Indonesia itu dibangun atas dasar rasa kekeluargaan dan senasib sepenanggungan. Bukan atas dasar suku, agama, atau golongan. Ada banyak pengusaha kaya, tetapi banyak juga masyarakat desa yang miskin. Tak ada salahnya mereka yang kaya membantu yang miskin. Kalau daya beli masyarakat desa naik, tentu perusahaan dapat manfaat juga,” tutur Budi.

Pola pikir Budi tersebut kerap dipertanyakan kakaknya, Kwik Kian Gie. Meski memiliki tujuan akhir yang sama, mereka memilih jalan berbeda. Kwik Kian Gie mencoba memperbaiki kondisi bangsa dengan masuk ke pusat kekuasaan, tetapi, kata Budi, kakaknya seperti memegang sakelar dan ingin menghidupkan rangkaian lampu yang ternyata rusak. Sulit dilakukan.

Dia sendiri mengibaratkan tindakannya itu seperti memperbaiki dan menghidupkan satu rangkaian lampu. Dengan harapan, setelah lampu ini menyala akan banyak yang turut melakukan hal serupa.

Budi mengaku tidak punya keinginan terselubung. Dia merasa sudah menjadi pengusaha sukses. Selama menjalankan program ini dia juga mengaku tidak pernah merasa kecewa. Apa sebabnya?

”Ini karena saya menganggap semua itu dilakukan untuk diri saya sendiri, bukan orang lain. Ini untuk memenuhi impian saya sehingga saya tidak akan menyesal,” tutur laki-laki yang sempat mengabdi sebagai perwira Angkatan Laut itu.

Hal itu pula yang membuat dia tidak ambil pusing dengan berbagai kendala yang dihadapi. Termasuk saat program di Desa Genting tersebut nyaris terhambat karena ada pejabat di Kabupaten Semarang yang berjanji memberi bantuan pipa paralon untuk jaringan penyiraman tanaman. Berbulan-bulan janji tinggal janji. Budi yang mengetahui bahwa stafnya menunggu perwujudan janji tersebut langsung meminta pipa paralon segera dibeli, tanpa menunggu janji yang belum jelas itu.

Dia berharap, apa yang dilakukannya, meski kecil, bisa disambut banyak pihak. Hingga akhirnya percikan impian itu bisa betul-betul terwujud dan masyarakat desa mandiri. Bukankah kemakmuran desa juga berarti kemakmuran bagi kota dan akhirnya kemakmuran bagi bangsa?

 

Biodata

• Nama: Budi Dharmawan atau Kwik Kian Djin • Lahir: Juwana, Pati, 26 November 1936 • Istri: Indrasari Tjokrodjojo (71) • Anak: – Angki Lestari Dharmawan (45) – Lisa Ambarwati Dharmawan (43) – Arya Budi Dharmawan (41) • Pendidikan: – Sarjana Teknik Mesin ITB, 1961 – Sarjana Muda Administrasi Niaga Unpad, 1961 • Pekerjaan: Direktur Utama PT Cengkeh Zanzibar • Organisasi: – Ketua Umum Yayasan Obor Tani – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Jawa Tengah – Ketua Pengurus Yayasan Pembina Pendidikan 17 Agustus 1945, Semarang – Ketua Dewan Pertimbangan Yayasan Pendidikan Karangturi Semarang – Ketua Umum Yayasan Dana Olahraga Jawa Tengah.

Iklan

Fakta Fakta Tentang Minuman Bersoda


Sering kali kita mendengar bahwa minuman-minuman yang mengandung kafein dan asam fosfat seperti minuman bersoda berpengharuh pada kesehatan tulang, dintaranya karena faktor kafein dan fosfor yang ada di dalamnya. Selama belasan tahun para ilmuwan melakukan berbagai investigasi untuk menjawab hal ini.

Ini adalah 10 fakta atas pertanyaan seputar minuman bersoda dan kesehatan tulang.

T: Apakah mengonsumsi minuman berkafein atau minuman berkarbonasi melemahkan tulang dan menyebabkan osteoporosis?
J: Tidak. Mengonsumsi minuman berkafein atau minuman bersoda tidak melemahkan tulang atau menyebabkan osteoporosis. Seperti yang dilansir oleh the Internatinonal Osteoporosis Foundation (IOF), faktor resiko osteoporosis adalah usia, jenis kelamin (lebih rentan pada perempuan), bawaan keluarga, menopause, gizi buruk, kekurangan kalsium, serta asupan vitamin D, kurang olahraga, berat tubuh yang kurang (terlalu kurus), merokok, dan konsumsi alkohol yang berlebihan (sumber: IOF- Systoms/Risk Factors)

T: Apakah penelitian ilmiah menunjukan minuman bersoda dapat menyebabkan kerusakan pada tulang?
J: Tidak. Selama lebih dari 15 tahun, serangkaian organisasi ilmiah dan organisasi advokasi pasien telah mempelajari apakah minuman bersoda yang mengandung fosfor dan/atau kafein memiliki pengaruh terhadap kesehatan tulang dan menyimpulkan bahwa tidak ada efek negatif pada individu yang sehat, sejauh asupan kalsiumnya mencukupi.

T: Apakah yang dimaksud dengan fosfor?
J: Fosfor adalah mineral alami dan berperan penting dalam bagaimana tubuh kita mendapatkan energi. Fosfor adalah komponen utama tulang dan gigi. Asam fosfat (mengandung fosfor) banyak digunakan sebagai pengawet pada bermacam makanan dan minuman. Sebagian kecil digunakan pada beberapa minuman kola untuk mempertajam rasanya. Fosfor dapat ditemukan pada susu, keju, daging, roti, dedak beras, cereal, telur, kacang-kacangan, ikan, 100% jus, minuman rasa buah, minuman berbahan dasar kedelai, minuman ringan (soft drink), minuman ringan-rendah kalori dan minuman olah raga.

T: Berapa rekomendasi asupan fosfor per hari?
J: WHO dan FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nation) belum mengeluarkan rekomendasi ini, namun beberapa negara sudah. Contohnya di Inggris, referensi asupan gizi untuk fosfor adalah 550mg/hari (dewasa), tidak termasuk wanita hamil atau menyusui (sumber: British Nutrition Foundation). The U.S. Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan asupan fosfor hingga 700mg/hari (dewasa di atas 18 tahun), termasuk wanita hamil dan menyusui (sumber: IOM 1997)

T: Berapa kadar fosfor dalam minuman bersoda?
J: Kandungan fosfor dalam minuman soda sangat sedikit. Fosfor dipakai dalam bentuk asam fosfat, yang dipakai untuk mempertajam rasa pada minuman kola. Satu gelas (240mL) Coca-Cola misalnya , mengandung 41 mg fosfor. Sebagai perbandingan, dalam takaran yang sama, susu mengandung 200mg fosfor, 1 piring ayam masak (140 gram) bisa mengandung 230mg fosfor dan 1 piring nasi putih (150 gram) mengandung 90 mg fosfor.

T: Benarkah asam fosfat dalam minuman bersoda memiliki pengaruh lain bagi tubuh dibanding dengan fosfor yang ada dalam makanan lainnya?
J: Tidak. Asam fosfat yang dikonsumsi dari minuman kola atau minuman bersoda lainnya akan dicerna dalam lambung dan diserap tubuh sebagai fosfat. Hal ini berlaku sama pada makanan lainnya yang mengandung fosfor, seperti dari daging, keju, kacang-kacangan atau biji-bijian yang juga akan diserap tubuh sebagai fosfat. Untuk alasan inilah, asam fosfat juga dihitung sebagai salah satu sumber fosfor dalam kebutuhan total asupan fosfor bagi tubuh.

Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) telah menetapkan batas toleransi maksimum untuk asupan harian untuk fosfor, yaitu 70mg/kg berat badan. Ini mencakup fosfor dari semua sumber untuk rata-rata laki-laki dewasa dengan berat rata-rata 70 kg, setara dengan 4.900 mg fosfor/hari. Segelas (240ml [8 fl. oz]) Coca-Cola mengandung 41 mg fosfor.

T: Apakah vitamin K juga penting untuk membantu tulang kuat dan sehat?
J: Benar. Beberapa studi membenarkan vitamin K berdampak pada kondisi tulang yang lebih baik pada orang dewasa dan anak-anak. (sumber: Bugel 2008; Tsugawa 2006; Feskanich 1999; Booth 2000-2004; van Summeren 2008). Tubuh membutuhkan vitamin K sebagai sumber mineral tulang untuk memperkuatnya. Seperti kalsium dan vitamin D, vitamin K juga merupakan zat gizi pentingyang membantu untuk membentuk tulang yang kuat.

T: Apakah pemanis berkalori seperti gula berpengaruh pada tulang?
J: Pada bulan Juni 2008, ada sebuah penelitian yang melihat pengaruh pemanis berkalori seperti gula dan high fructose corn syrup (sirup jagung tinggi fruktosa) pada kesehatan tulang. Hasilnya adalah tidak ditemukannya cukup literatur ilmiah untuk menyimpulkan pengaruh ini. (Sumber: Tsanzi 2008). Tahun 2003, sebuah publikasi menunjukan gula meningkatkan pengeluaran kalsium lewat air seni, namun didapati bahwa tubuh kita akan beradaptasi sehingga tidak menimbulkan net loss kalsium (sumber: Fitzpatrick 2003). Yang terpenting adalah tetap menjalankan pola makan sehat, cukup kalsium, vitamin D dan K, ditambah dengan aktivitas fisik termasuk berolahraga dengan beban.

T: Apakah terlalu banyak mengonsumsi kafein menyebabkan tubuh sulit menyerap kalsium, melemahkan tulang, dan osteoporosis?
J: Tidak Benar. Selama lebih dari 15 tahun, serangkaian organisasi ilmiah dan organisasi advokasi pasien telah mempelajari apakah minuman bersoda yang mengandung fosfor dan/atau kafein memiliki pengaruh terhadap kesehatan tulang dan menyimpulkan bahwa tidak ada efek negatif pada individu yang sehat, sejauh asupan kalsiumnya mencukupi.

T: Disamping nutrisi dan aktivitas fisik, faktor gaya hidup lain apakah yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang?
J: Berdasarkan Internasional Osteoporosis Foundation (IOF), kebiasaan tidak merokok dan mehindari konsumsi alkohol berlebih merupakan gaya hidup yang penting dilakukan untuk melindungi tulang. (Sumber: IOF – Prevention)

Terbukti Daging Kambing Tidak Membuat Seks Pria Menjadi Hebat Tapi Malah Impoten


Jika Anda percaya bahwa daging kambing dan cokelat mampu meningkatkan hasrat seksual, segeralah mengganti menu makan malam.

Selama ini, kita begitu saja percaya pada mitos afrodisiak atau makanan yang berkhasiat meningkatkan hasrat seksual. Padahal, dengan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut, aktivitas seksual kita bisa letoi. Salah satu sebabnya adalah karena sejumlah makanan afrodisiak—seperti daging kambing dan cokelat—mengandung lemak jenuh.

“Jika makanan seperti itu terus-menerus dimasukkan ke dalam tubuh, maka tubuh harus menghabiskan waktu untuk membersihkan diri,” kata Briant Clemen, Wakil Direktur Hippocrates Health Institute di Palm Beach, Amerika Serikat, dalam bukunya 7 Keys to Lifelong Sexual Vitality. “Proses pembersihan ini malah membuat tubuh tidak dapat mencapai puncak seksualnya pada waktunya.”

Jadi, setiap makanan yang kita konsumsi seharusnya segara diserap oleh tubuh lewat usus. Sari pati makanan yang diserap inilah yang kemudian menjadi energi dan bahan dasar untuk regenerasi sel yang rusak. Tapi, lemak yang ada dalam makanan akan membuat proses penyerapan menjadi tertunda. Lemak itu harus diluruhkan terlebih dulu oleh tubuh hingga sari pati makanan yang lain bisa diserap.

Selain lemak membuat alat pencernaan kita bekerja lebih keras (dan menguras tenaga), tubuh juga perlu waktu untuk menyerap sari makanan. Inilah alasan Clemen menganggap makanan-makanan afrodisiak yang kerap jenuh lemak itu membuat tubuh tidak mencapai puncak seksual pada waktunya.

Bahkan, lebih dari itu, makanan tersebut ternyata malah dapat menyebabkan penyakit lever dan perlemakkan hati. Profesor Wimpie Pangkahila, Ketua Bagian Andrologi dan Seksologi dari Universitas Udayana mengatakan banyak orang salah mengartikan hakikat makanan afrodisiak. Apalagi tidak ada bukti ilmiah yang bersifat uji klinis bahwa suatu jenis makanan berfungsi sebagai afrodisiak. “Bagi saya, informasi itu hanyalah mitos,” ujar Wimpie.

Bahkan Wimpie mempertanyakan berapa banyak jumlah makanan yang harus dikonsumsi agar makanan afrodisiak itu berfungsi bagi kesehatan seksual seseorang. Menurut Wimpie, informasi ihwal makanan pembangkit hasrat seksual sedikit menyesatkan. Ia mencontohkan konsumsi daging kambing, yang malah meningkatkan kolesterol kemudian mengakibatkan gangguan fungsi seksual, misalnya disfungsi ereksi.

Wanita Ternyata Paling Suka Bernafsu Mengirim Foto Sensual dan Telanjang Dirinya Via Ponsel


Ponsel tak hanya berfungsi untuk kirim SMS dan telepon-teleponan saja. Buat pasangan yang tengah dilanda asmara, gadget canggih ini juga sering digunakan untuk bertukar pesan seksual hingga foto-foto sensual dan telanjang. Ternyata wanita adalah pihak yang paling keranjingan dengan aktivitas ini.

Aktivitas berkirim foto sensual hingga seronok lewat ponsel ini akrab disebut dengan istilah sexting. Menurut anggapan awam, biasanya pria adalah pihak yang paling bernafsu melakukan aktivitas seperti ini. Tapi penelitian menemukan sebaliknya.

Sebuah penelitian yang dilakukan profesor sosiologi di University of Nebraska, Diane Kholos Wysocki, dibantu profesor sosiologi di Universitas Washburn, D. Cheryl Childers, menemukan bahwa wanita lebih suka mengirim foto telanjang serta pesan bermuatan seks ketimbang pria.

Dalam penelitiannya, Wysocki menggunakan data sebuah survei online terhadap 5.187 orang pengunjung situs dewasa. Situs tersebut melayani aktivitas ‘perselingkuhan’ karena memfasilitasi pria dan wanita yang sudah menikah untuk mencari pasangan baru.

Survei ini dilakukan di tahun 2009 dan menanyakan 68 butir pertanyaan mengenai penggunaan internet dan perilaku seksual peserta. Hasilnya menemukan bahwa sekitar dua pertiga wanita yang disurvei melakukan sexting, sedangkan pada pria hanya sekitar setengahnya.

“Perselingkuhan masih hidup dan sexting semakin meningkat. Tapi saya tidak percaya internet membuat orang jadi doyan selingkuh. Yang sering jadi masalah adalah ada sesuatu yang terjadi dengan pernikahan,” kata Wysocki seperti dikutip dari New York Times, Kamis (24/1/2013).

Hasil penelitian juga menemukan bahwa para wanita juga tidak begitu cemas apabila kepergok sedang melihat gambar bermuatan seksual. Namun penelitian ini memiliki kelemahan dalam pemilihan sampel, sebab pesertanya adalah pengunjung situs perselingkuhan. Jadi belum dapat dikatakan mewakili populasi secara keseluruhan.

Penelitian Membuktikan Bahwa Pria Alami Gangguan Seksual Karena Pasangannya Gemuk


Barangkali ini alasannya mengapa banyak pria yang lebih tertarik pada wanita langsing. Menurut penelitian, pria yang punya pasangan wanita berpinggang ramping lebih jarang alami gangguan seksual alias impotensi.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Archives of Sexual Behavior itu menyebutkan, kecenderungan pria tertarik pada wanita berpinggang ramping itu bisa dijelaskan dalam kaitan evolusi.

Manusia secara alamiah memang terprogram untuk mempersepsikan kegemukan dengan gangguan kesehatan. Sementara wanita yang langsing lebih dianggap sehat dan secara reproduksi lebih baik.

Dalam studi terbaru yang melibatkan 699 pria berusia 35-65 tahun ini para peneliti berusaha menemukan kaitan antara ukuran pinggang seorang wanita dan persepsi pria akan daya tarik seksual pasangannya serta kepuasan seksual. Para peneliti mengukur fungsi seksual para pria menggunakan daftar pertanyaan Indeks Internasional Fungsi Ereksi. Selain itu dicatat juga berapa kali para pria itu melakukan hubungan seksual.

Hasil studi mengungkapkan, pria yang puas dengan performa seks terakhir mereka adalah pria berusia muda, punya pasangan muda dan berpinggang ramping. Selain itu pria-pria tersebut juga lebih puas pada kehidupan seksual mereka.

Bukan hanya itu, besar kecilnya pinggang wanita juga terkait dengan fungsi ereksi yang lebih baik, frekuensi keberhasilan penetrasi penis, serta rasa ketertarikan seksual yang sangat kuat.

Menurut ketua peneliti Stuart Brody, profesor psikologi dari Universitas West, Skotlandia, ada dua penjelasan dari “efek pinggang” ini. Alasan pertama adalah lemak perut yang berlebihan pada wanita akan mengurangi hasrat seksual mereka pada level hormonal sehingga kadar libido pun berkurang.

Alasan kedua adalah pria memang merasa wanita langsing lebih menarik sehingga tak akan banyak masalah di tempat tidur.

“Penjelasannya demikian, makin ideal bentuk tubuh wanita, makin besar daya tarik seksualnya bagi pria sehingga mereka pun akan bercinta lebih sering, punya ereksi lebih kencang dan lebih puas dengan kehidupan seksnya,” katanya.

Para peneliti juga mencatat bahwa hasil penelitian ini tidak cuma bisa diterapkan pada wanita, karena mereka juga menemukan makin lebar pinggang pria, makin rendah kepuasan seksual mereka.