Monthly Archives: September 2012

Ditemukan Cumi Cumi Vampir Dari Neraka Dilaut Dalam


Satu lagi hewan unik yang perangainya berhasil dikuak. Kali ini, para ahli biologi telah membongkar rahasia cumi vampir, hewan misterius yang memakan bangkai makhluk hidup yang membusuk di dasar samudera.

Cumi bernama Vampyroteuthis Infernalis itu dijuluki “cumi vampir dari neraka” karena panampakannya yang sangar. Ia memiliki jejak filogenetik khusus dan kategori taksonomis tersendiri, yakni gabungan karakter gurita dan cumi-cumi dalam formula evolusi unik yang telah bertahan jutaan tahun.

“Cumi vampir tercatat sebagai satu-satunya spesies dalam Ordo Vampyromorpha,” kata Hendrik Joving dan Bruce Robison, peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute, California, Jumat 28 September 2012.

Spesies berukuran 30 sentimeter yang tergolong cephalopoda ini pertama ditemukan tahun 1903. Ia hidup di samudera beriklim sedang dan tropis, menghuni perairan pada kedalaman 600-900 meter di sebuah ceruk habitat dengan kadar oksigen sangat rendah untuk mendukung kehidupan.

Joving mengatakan, tubuh cumi vampir berwarna merah gelap dan berbentuk seperti payung yang sedang mengembang. Segala gerakan di sekitar cumi dideteksi dengan mata yang sensitif. Mata belok berukuran 2,5 sentimeter itu memantulkan sinar biru-gelap yang sekaligus berfungsi menakut-nakuti pemangsa ketika cumi vampir berenang ke atas menjauhi dasar laut.

Kedua biolog mengatakan penelitian tersebut merupakan hasil interaksi mereka dengan cumi vampir selama 30 tahun lewat robot penjelajah bawah laut, percobaan laboratorium dan metode pembedahan. Karya mereka diterbitkan dalam jurnal Proceeding of Royal Society B.

Mereka, misalnya, memeriksa saluran pencernaan dan feses cumi vampir untuk mengetahui bahwa hewan tersebut bersifat detritivor (pemakan bangkai). Cumi vampir akan menghampiri lalu memakan bangkai atau sisa bangkai makhluk laut yang tenggelam perlahan ke dasar laut dan telah dikerubuti crustacea dan zooplankton.

“Yang masih menjadi teka-teki besar dari semua hal tentang cumi vampir adalah karakteristik mulutnya,” ujar Robison, seperti dikutip laman Phys.org.

Cumi vampir yang sedang mangap tampak seperti payung hitam yang terbuka. Mulut lebarnya dikelilingi delapan lengan yang saling dihubungkan dengan jaringan kulit semacam jaring membentuk kantong berwarna hitam. Lengan-lengannya dihiasi puluhan pengisap dan tonjolan serupa jari yang disebut cirri.

Ia juga memiliki sepasang lengan lain yang disebut filamen retraktil. Kedua lengan itu dapat dijulurkan dan menjangkau mangsa yang letaknya beberapa kali ukuran tubuh cumi vampir itu sendiri. Mangsa yang tertangkap filamen retraktil lalu ditarik ke dalam kantong untuk dilahap.

Berbeda dengan cephalopoda lainnya, filamen retraktil cumi vampir yang lengket ini diduga juga berfungsi sebagai sensor untuk mendeteksi mangsa hidup dan predator yang mengancam. “Tetapi bukti sejauh ini menunjukkan lengan itu untuk menjangkau dan menangkap potongan makanan,” kata Joving.

Potongan makanan yang tertangkap kemudian direkatkan menjadi sebuah bola kecil dengan lendir dari jaringan sekretorik yang ada pada pengisap. Bola kecil itu lalu diangkut ke dalam rahang cumi-cumi menggunakan cirri. Perilaku makan cumi vampir, imbuh Joving, memang tidak seperti cephalopoda lainnya.

Perilaku tersebut menunjukkan adaptasi unik yang memungkinkan cumi vampir menghabiskan sebagian besar hidupnya pada kedalaman laut dengan konsentrasi oksigen yang sangat rendah. Jumlah predator di laut dalam memang sedikit, “Tapi makanan khas cephalopoda juga langka,” ujarnya.

Terbukti Orang Yang Suka Nonton Film Romantis Ternyata Sulit Berkomitmen dan Puas Dalam Hubungan


Penggemar fanatik film atau drama televisi (TV) bertema romantis seperti ‘The Vow’ dan ‘Ugly Betty’ mungkin perlu waspada terhadap masa depan percintaannya. Semakin orang terlarut dalam penggambaran cinta tak realistis di cerita drama TV, semakin kecil kemungkinannya dia mau berkomitmen dalam hubungan asmara di kehidupan nyata.

Selain itu, mereka yang ‘kecanduan’ cerita romantis yang disajikan di TV atau film dilaporkan cenderung kurang puas dengan kehidupan percintaan mereka. Hal itu telah terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini.

Seperti dikutip dari Huffington Post, studi tersebut melibatkan 392 orang yang telah menikah. Mereka disurvei mengenai tingkat kepuasan dalam hubungan, pengharapan dan komitmen, serta keyakinan mereka pada penggambaran kisah hubungan romantis di TV dan frekuensi mereka menonton drama romantis.

Untuk mengindikasikan kecenderungan partisipan menerima cerita fiksi romantis sebagai penggambaran dalam kehidupan nyata, mereka diminta menjawab ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’ terhadap pernyataan seperti: ‘Televisi memperlihatkan hubungan romantis (di TV) selayaknya di kehidupan nyata’ dan ‘Televisi membantu saya mengerti apa yang sebenarnya saya harapkan dari hubungan romantis yang saat ini saya jalin’.

Beberapa film dan serial yang masuk dalam kategori drama romantis, di antaranya ‘The Hills’, ‘Bachelor’, ‘Days of Our Lives’, ‘Pretty Woman’, ‘The Notebook’ dan ‘Sleepless in Seattle’. Hasil analisa data, partisipan yang punya keyakinan tinggi terhadap cerita di serial TV romantis cenderung sulit untuk berkomitmen pada hubungan yang sedang dia jalani dan lebih sering membandingkan pasangannya sekarang dengan orang lain.

“Orang yang terpengaruh kisah cinta di televisi cenderung melihat hubungan nyata mereka selalu kurang. Mereka berharap punya hubungan asmara seperti di cerita drama sehingga selalu merasa tidak puas,” ungkap para peneliti dalam penyataan tertulis.

Studi tersebut telah diterbitkan dalam jurnal Mass Communication and Society. Penulis penelitian, Jeremy Osborn dari Albion College di Michigan mengatakan, penelitian tersebut menjelaskan bagaimana TV bisa memengaruhi hubungan asmara dengan cara yang tidak pernah diduga sebelumnya.

“Kita hidup di dalam masyarakat yang terus menerus membenamkan diri dalam imej yang dibentuk media baik lewat TV maupun internet. Tapi kebanyakan dari mereka tidak menyadari bagaimana imej tersebut memengaruhi mereka,” terang Jeremy.

Enam Sebab Wanita Gagal Orgasme


Dibanding pada laki-laki, serba-sebi orgasme pada perempuan jauh lebih misterius dan tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Termasuk ketika beberapa perempuan susah mencapai orgasme, penyebabnya bukan cuma karena kurang terangsang.

Beberapa hal yang bisa membuat permepuan susah orgasme saat berhubungan seks adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Yourtango, Selasa (25/9/2012).

1. Penyakit
Berbagai jenis penyakit kronis mulai dari diabetes mellitus, multiple schlerosis, kanker dan cedera tulang punggung bisa merusak fungsi seksual para perempuan. Bukan cuma secara fisik saja, tetapi juga secara psikologis sebab kadang adanya penyakit tersebut bisa mengurangi rasa percaya diri.

2. Obat-obatan
Beberapa obat memiliki efek samping yang membuat perempuan jadi kurang peka terhadap rangsang seksual. Contohnya obat-obat untuk mengontrol tekanan darah, antialergi dan beberapa jenis psikotropik terutama golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) yang memang dilaporkan sering memicu gangguan orgasme.

3. Penuaan
Seiring bertambahkan usia, perempuan makin sedikit memproduksi esterogen. Menurunnya hormon seks permepuan tersebut membuat aliran darah ke berbagai titik sensitif berkurang, sehingga kepekaannya terhadap rangsang seksual juga menurun.

4. Anggapan orgasme pada perempuan adalah tabu
Nilai-nilai negatif tentang seks kadang tertanam sejak kecil sehingga tanpa sadar mempengaruhi cara seseorang merespons situasi erotis. Misalnya menjauhi hal-hal berbau seksual untuk menghindari kesan sebagai permepuan nakal, lalu justru mengalami kesulitan saat seharusnya menikmati.

5. Kurang Kasih Sayang
Seorang wanita akan sulit untuk merasa lepas berekspersi saat berhubungan seks jika tidak mendapatkan kasih sayang dalam situasi non-seksual. Bisa juga karena punya trauma yang menyakitkan di masa lalu, misalnya pernah mengalami pelecehan seksual.

6. Menyimpan amarah dan kebencian
Berbagai permasalahan di luar ranjang seringkali muncul dan sangat mempengaruhi kehidupan seksual di atas ranjang. Meski tetap berhubungan seks misalnya, beberapa perempuan cenderung menahan diri untuk tidak terlalu menikmati karena diam-diam sedang marah dengan pasangannya.

Pria Tak Bertestis Ternyata Berumur 20 Tahun Lebih Panjang


Mendengarnya saja rasanya sudah bikin ngilu, tapi memang beberapa raja di zaman dahulu sering mengebiri pelayan pria. Tujuannya agar mereka dapat dipercaya apabila sang Raja meninggalkan selirnya sampai beberapa bulan. Ternyata, tindakan tak manusiawi ini bisa membuat panjang umur.

Pengebirian atau kastrasi adalah tindakan bedah atau kimia yang bertujuan untuk menghilangkan testis pada pria. Ada juga yang praktiknya memotong penis dan bahkan ada pula yang dilakukan dengan memotong penis dan testis sekaligus.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pengebirian dapat membuat orang yang dikebiri berumur panjang hingga 20 tahun lebih lama dibanding usia kebanyakan pria. Temuan ini didasarkan pada penelitian terhadap pelayan istana pria atau kasim di Korea.

Peneliti ​​menemukan bahwa kasim yang mengabdi pada Dinasti Chosun hidup sampai berusia rata-rata 70 tahun atau sekitar 14 – 19 tahun lebih lama daripada pria yang masih memiliki testisnya. Dinasti Chosun di Korea berlangsung pada tahun 1392-1910 Masehi. Untuk mendapat akses ke istana, para pria ketika itu terkadang harus dikebiri terlebih dahulu.

Dalam laporan yang dimuat jurnal Current Biology, para peneliti menemukan bahwa 3 dari 81 kasim bahkan bisa hidup sampai usia 100 tahun lebih. Hal ini membuat para kasim masuk dalam kelompok centenarian atau orang yang bisa mencapai usia 100 tahun.

Peneliti Kyung-Jin Min dari Inha University dan Cheol Koo-Lee dari Korea University percaya bahwa panjang umur yang dimiliki kasim itu tidak hanya disebabkan oleh gaya hidup di istana saja, namun ada aspek penting lainnya.

“Kecuali untuk beberapa kasim, sebagian besar kasim hidup di luar istana dan menghabiskan waktu di dalam istana hanya ketika sedang bertugas. Anehnya, rata-rata usia raja dan keluarga kerajaan yang menghabiskan hidupnya di dalam istana justru paling pendek. Mereka biasanya hanya hidup sampai usia pertengahan empat puluhan,” kata Kyung-Jin Min seperti dilansir Medical Daily, Selasa (25/9/2012).

Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa mamalia betina umumnya hidup lebih lama dibandingkan pria. Penyebabnya adalah testosteron yang hanya dimiliki pria ini melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Testoteron ini diproduksi di testis.

Para peneliti menemukan bahwa pengebirian biasanya memperpanjang umur hewan, tetapi pengaruhnya pada manusia belum begitu jelas. Penelitian lain juga menyatakan bahwa pengebirian dapat menyebabkan gangguan mental.

Sepanjang sejarah, kasim kebanyakan dipekerjakan sebagai penjaga atau pelayan harem di Timur Tengah dan Asia. Di Korea, kasim dari dinasti Chosun diizinkan untuk menikah oleh pengadilan dan memiliki anak dengan cara mengadopsi.

Semua Wanita Yang Suka Ganti Pasangan dan Seks Bebas Ternyata Sering Mengalami Kekerasan Sejak Kecil


Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya mengapa sejumlah wanita suka melakukan seks berisiko, seks tak aman atau gonta-ganti pasangan. Hal ini bukanlah semata karena kebebasan seksual atau rendahnya moral yang dimiliki para wanita ini. Sebaliknya menurut sebuah studi terbaru, wanita yang suka seks berisiko justru telah lama mengalami kekerasan.

Kekerasan yang dimaksud bisa berarti mengalami kekerasan secara langsung atau hanya menyaksikan sejumlah kejadian kriminal, baik ketika masih kecil maupun saat sudah beranjak dewasa.

Bahkan secara khusus wanita yang sering mengalami kekerasan secara langsung seperti pelecehan seksual lebih rentan terlibat dalam seks tanpa perlindungan sekaligus cenderung menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol sebelum bercinta.

Sebelumnya, studi tentang hal semacam ini pernah dilakukan sejumlah peneliti terhadap wanita-wanita Afro-Amerika yang seringkali tidak diuntungkan dalam aspek sosio-ekonomi. Namun ternyata peneliti dari India menemukan kesamaan fenomena seks berisiko pada wanita-wanita India.

Psikiater dan psikoterapis Dr. Anjali Chhabria yang menyepakati studi ini berkomentar, “Selama 20 tahun berpraktik, saya telah menemui banyak sekali wanita yang menikmati perilaku seks berisiko. Lalu ketika Anda melihat riwayatnya lebih jauh maka Anda akan menemukan adanya pelecehan emosi dan seksual, kekerasan seksual, bahkan inses.”

“Studi ini juga mengungkapkan tertutupnya masyarakat India terhadap isu seksualitas tak dapat menampik fakta bahwa kasus semacam ini seringkali terjadi diantara mereka. Nyatanya, kasus ini terjadi dimanapun di India, di dalam tingkatan sosial manapun, bahkan sangat umum terjadi pada remaja maupun wanita berusia 50-an,” tambahnya.

Senada dengan Dr. Chhabria, psikiater lain, Dr. Milan Balakrishnan menambahkan bahwa mereka yang terpapar kekerasan, terutama yang mengalami pelecehan seksual di masa kecil tak hanya cenderung memperlihatkan perilaku seksual yang berisiko tinggi dan ketergantungan obat-obatan tetapi juga gangguan internal seperti rentan terkena depresi dan gangguan kecemasan.

Para korban kekerasan seksual ini juga cenderung berubah menjadi orang-orang yang suka mengambil risiko dan nekat, terutama terlihat pada perilaku seksualnya dan lebih sering menunjukkan perilaku impulsif.

Lalu apa penyebabnya? Dr. Chhabria menerangkan bahwa orang-orang yang terpapar kekerasan menjadi lebih peka terhadap kekerasan dibanding orang yang tak pernah mengalaminya sehingga toleransinya juga meningkat.

Bahkan mungkin mereka menemukan tingkat kesenangan tersendiri dan menganggap seks biasa itu membosankan sehingga secara sadar mereka malah mencari-cari kepuasan seksual dengan terlibat dalam seks berisiko sekaligus melakukan perilaku berisiko lainnya yaitu penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

“Lagipula meski para korban kekerasan seksual ini berupaya mengubur traumanya sedalam mungkin, mereka menganggap perilaku berisiko itu sebagai ekspresi kemarahan yang tepat. Tak heran jika mereka cenderung ‘membalas dendam’ pada lawan jenis dengan cara memikat perhatian mereka agar mau terlibat dalam seks berisiko,” pungkas Dr. Chhabria seperti dilansir dari timesofindia, Selasa (25/9/2012).

Padahal jelas-jelas seks berisiko akan menempatkan pelakunya pada risiko terserang HIV, penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Sinar Lampu Ternyata Bisa Membuat Badan Bertambah Gemuk


Seseorang yang berusaha menurunkan berat badan harus memperhatikan paparan pencahayaan lingkungan di sekitarnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa cahaya buatan dari lampu listrik mungkin merupakan faktor risiko yang terkait obesitas.

“Cahaya buatan dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis, yang membantu mengatur siklus tidur. Jika hal ini terjadi, tubuh akan mengalami kondisi yang disebut circadian desynchrony, dimana metabolisme akan terganggu dan pada akhirnya dapat menyebabkan obesitas,” kata Cathy Wyse, seorang peneliti di University of Aberdeen’s Institute of Biological and Environmental Science, Inggris.

Dengan mengurangi paparan cahaya buatan dan memaksimalkan pencahayaan alami sinar matahari, seseorang dapat terhindar dari risiko obesitas.

Seperti dilansir prevention, Jumat (14/9/12), berikut cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah penambahan berat badan karena efek pencahayaan:

1. Makan makanan berlemak dalam kondisi pencahayaan yang remang-remang

Ketika Anda dihadapkan pada makan malam yang terdiri dari makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti daging merah dan produk susu, redupkan pencahayaan ruang makan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa makan dalam ruangan dengan pencahayaan yang remang-remang dapat mencegah seseorang makan berlebihan.

Hindari makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur agar pencernaan tidak bekerja selama Anda tidur. Hal ini akan mengganggu metabolisme tubuh, menyebabkan makanan tidak tercerna dengan baik dan lemak akan menumpuk di perut.

2. Dapatkan sinar matahari ketika bangun di pagi hari

Terpapar sinar matahari pagi selama 15 menit dapat membangunkan sel-sel tubuh setelah tertidur sepanjang malam. Sinar matahari juga dapat mengirimkan sinyal kuat ke otak dan membuat tubuh siap memulai aktivitas.

Hal ini dapat melancarkan metabolisme tubuh dan memudahkan seseorang dalam upaya penurunan berat badan. Begitu bangun tidur, berjalan-jalanlah di sekitar rumah atau sarapan di dekat jendela, sehingga Anda dapat terpapar sinar matahari pagi yang menyehatkan.

3. Redupkan lampu kamar ketika memasuki waktu tidur

Lampu kamar yang dibiarkan tetap menyala terang hingga larut malam dapat mengganggu produksi hormon melatonin tubuh yang berfungsi menginduksi tidur. Produksi hormon melatonin akan meningkat jika lingkungan sekitarnya gelap.

Kualitas tidur jelas mempengaruhi upaya penurunan berat badan seseorang, karena orang yang kurang tidur memiliki metabolisme tubuh yang buruk serta cenderung kelelahan sepanjang hari yang menyebabkan makan berlebihan.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, redupkan lampu kamar ketika memasuki waktu tidur atau dengarkan musik lembut 45 menit sebelum tidur untuk menginduksi tidur hingga sebesar 35 persen.

Ditemukan Lobster Jongkok Spesial Pemakan Plankton Warna Biru


–Kemampuan mengenali warna dalam kegelapan di dasar laut ternyata amat vital bagi lobster jongkok. Kemampuan itu menentukan hidup dan mati si lobster. Sebab, dengan kemampuan itu, mereka bisa membedakan mana mangsa yang bergizi dan mana mangsa yang beracun.

Para peneliti dari Nova Southeastern University di Florida, Amerika Serikat, menduga bahwa penglihatan warna lobster itu dapat dijelaskan lewat penemuan plankton berpendar biru di lingkungan tempat tinggalnya di kegelapan laut dalam Karibia yang tidak dapat ditembus sinar matahari.

“Lobster melihat cahaya biru ini sebagai tanda makanan yang berlimpah,” kata Tamara Frank, seorang ahli biologi yang memimpin penelitian itu. Tubuh plankton, yang menjadi sumber makanan lobster, tampak berpendar biru ketika mereka membentur anemon di dasar laut.

Kemampuan mengenali cahaya biru dan sinar ultraviolet memungkinkan lobster jongkok membedakan antara plankton dan tempat bertenggernya, anemon, yang memancarkan cahaya berwarna hijau redup. Tentakel anemon dikenal beracun bagi lobster jongkok.

“Lobster ini kerap nongkrong di anemon laut. Namun capit panjangnya hanya menangkap plankton yang berpendar biru dan memasukkannya ke mulut,” kata Frank. Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology pada 6 September lalu.

Rekan Frank dari Duke University, Sönke Johnsen, menemukan bahwa cahaya kehijauan yang berasal dari anemon laut merupakan tanda keberadaan zat racun. Sedangkan pendar cahaya berwarna biru berasal dari plankton yang menabrak anemon.

“Lobster jongkok mengembangkan kemampuan melihat warna untuk membedakan dua benda berpendar yang sangat kontras. Yang satu makanan sehat, yang lainnya beracun,” ujar Johnson.

Frank dan rekan-rekannya menemukan lobster jongkok saat melakukan sebuah misi eksplorasi laut dalam dekat Bahama pada 2009 dengan kapal selam Johnson-Sea-Link milik Harbor Branch Oceanographic Institute. Mereka mengambil spesimen lobster jongkok dengan menggunakan alat penyedot pada lengan kapal selam.

Di laboratorium, Frank menempatkan elektroda khusus pada kedua mata lobster untuk mengukur respons mereka terhadap cahaya dengan panjang gelombang, dan intensitas yang berbeda. Mata lobster yang merespons jenis cahaya tertentu akan memancarkan semacam sinyal listrik yang langsung ditangkap oleh elektroda.

Frank menemukan dua spesies lobster jongkok yang memiliki kemampuan melihat sinar biru dan ultraviolet, yakni Eumunida picta dan Gastroptychus spinifer. Lobster G. spinifer memiliki tubuh mungil. Lebar tubuhnya hanya sekitar 1,7 sentimeter dan panjangnya 2,5 sentimeter. Namun matanya cukup besar untuk melihat mangsa berukuran kecil.