Monthly Archives: Juli 2008

Ludah Manusia Dapat Percepat Penyembuhan Luka


Para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).

Tim peneliti tersebut mendapati bahwa “histatin”, protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.

Penelitian itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.

“Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar,” kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dukutip Xinhua.

“Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka,” kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal.

“Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi obat baru.”

Netbook Pesaing Berat Notebook dan Merevisi Ulang Fungsi PDA


MENENTENG notebook sekarang ini memang sudah tidak praktis lagi, tetapi fungsi komputasi seutuhnya dan kenyamanan mengoperasikan masih sulit digantikan perangkat kecil. Maka, tidak heran jika notebook masih terlihat di tempat-tempat ngopi, ruang tunggu bandara, selain masih menjadi perangkat standar bagi tamu hotel.

Sejauh ini sudah berbagai upaya dilakukan, termasuk yang sangat populer adalah menggunakan perangkat seperti personal digital assistant (PDA) phone, di mana sebagian sudah bisa menggantikan fungsi komputer jinjing, termasuk ponsel dengan layar gulung dan proyektor mini, juga keyboard maya, tetapi tetap saja masih menambah keribetan dan belum praktis.

Setidaknya menulis (baca: mengetik) dengan nyaman dan cepat pada perangkat kecil ini masih menjadi kendala, dua ibu jari untuk menekan tombol pada QWERTY keyboard belum bisa menggantikan kecepatan penggunaan jari tengah dan telunjuk. Belum lagi dengan layar yang masih sekitar 3 atau 4 inci masih menjadi kendala pada kenyamanan mata.

Bahkan, peran PDA phone sekarang ini semakin terdesak dengan munculnya ponsel-ponsel pintar yang lebih mungil. Untuk kebutuhan darurat, smartphone sudah bisa menggantikan PDA phone, berkembangnya fenomena mobile web memberikan peluang lebih besar pada perangkat-perangkat kecil, membaca e-mail sudah bisa dilakukan melalui ponsel.

Para vendor ponsel lebih menyukai pendekatan ringkas dibandingkan dengan solusi rumit produk-produk yang dibuat vendor komputer melalui notebook dan keturunannya. Bahkan, sempat produsen komputer seperti Hewlett Packard (HP) tidak mau produk PDA buatannya disebut ponsel PDA.

Hal seperti ini yang tampaknya “menghalangi” proses konvergensi seutuhnya pada teknologi informatika dan komunikasi (TIK). Untuk menggantikan komputer kecil, vendor ponsel lebih menyukai pendekatan bergaya communicator dari Nokia. Bahkan, bentuk seperti Nokia E90 masih dirasakan besar bagi pengguna ponsel untuk bisa diselipkan di dalam saku.

Ada pendekatan lain dengan membuat notebook mini, tetapi biaya tidak bisa ditekan. Sementara notebook ukuran layar kecil (sekitar 8 inci), selain masih terkesan berat, juga harganya mengalahkan notebook yang lumrah.

Upaya lain seperti yang dilakukan Microsoft melalui proyek Origami, yang tiga tahun lalu diperkenalkan secara besar-besaran di Barcelona, Spanyol, dalam hajat 3GSM Congress. Proyek ini melahirkan sebuah notebook supermini, serupa dengan layar kurang dari 8 inci yang dikenal dengan nama Ultra Mobile PC (UMPC).

Langkah vendor komputer dalam upayanya membuat perangkat notebook yang ideal untuk kondisi mobile masih berlanjut. Salah satunya yang diprakarsai pembuat prosesor terkenal, Intel, dengan nama netbook, sebuah solusi yang menyerupai UMPC dengan penawaran harga yang menggiurkan.

“Netbook”

Netbook memang mengandalkan net atau jaringan, sebuah laptop kecil yang dirancang untuk berkolaborasi dengan jaringan internet. Banyak perangkat keras yang dikurangi atau diganti dengan komponen yang ringan karena memang tidak untuk dipergunakan bekerja berat.

Hasilnya adalah sebuah netbook yang ringan dan harga yang jauh lebih ringan dari notebook biasa. Kebutuhannya memang lebih untuk berhubungan dengan dunia maya, termasuk chatting, selain kebutuhan dasar untuk mengolah kata, presentasi, dan foto.

Dengan demikian, harapan untuk meningkatkan mobilitas pada notebook setidaknya sudah menemukan jalan. Karakternya menyerupai sebuah ponsel PDA, tetapi bisa mengetik dengan lebih nyaman dan mata tidak terlalu berat karena berhadapan dengan layar yang terlalu sempit.

Hanya memang produk yang dirancang untuk kebutuhan bergerak ini masih terlalu besar untuk diselipkan dalam saku. Namun, dengan ukuran (dan tebal) sebesar buku diary, netbook sangat memadai untuk dibawa ke rapat-rapat eksekutif.

Yang mengejutkan ketika produk netbook Aspire One dari Acer diluncurkan di Jakarta pekan lalu, harganya tidak lebih mahal dari ponsel pintar buatan vendor ponsel besar. Harga gres Rp 4 juta masih separuh harga communicator, tetapi sudah memiliki fungsi mobilitas komputasi sama dengan notebook yang dikenal selama ini.

Ini merupakan kejutan yang membuat optimis karena selama ini notebook kecil harganya selalu lebih mahal dari notebook standar. Sebut saja seperti flybook, ketika baru keluar notebook kecil tapi berat ini nilainya sudah mendekati kisaran 2.000 dollar AS dan image harga notebook kecil ini akan rusak oleh hadirnya netbook.

“Kami berharap agar produk yang kami kembangkan dapat memberikan banyak manfaat di dunia nyata,” kata Jason Lim, Presdir Acer Indonesia, dalam acara peluncuran Aspire One pada Kamis pekan lalu di Jakarta. Acer Aspire One ini merupakan jawaban dari keinginan para konsumen memiliki mobilitas tinggi.

Diperkirakan, netbook akan menjadi fenomenal, diperhitungkan sampai 2011 akan tersedia lebih dari 50 juta di seluruh dunia. Selain Aspire One, perangkat netbook yang hadir sejak Juni lalu, antara lain, adalah OLPC XO-1, One A110, HP 2133 Mini-Note PC, Asus Eee PC, CloudBook, Classmate PC, MSI Wind PC, dan VIA OpenBook.

“Netbook merupakan jenis yang baru, berbeda dengan UMPC. Jika netbook ukuran layarnya bisa sampai 10 inci, pada UMPC lebih kecil dari 8 inci,” kata Husen Halim, Senior Manager Product Marketing Departement Acer Indonesia.

Aspire One sendiri memiliki layar LCD 8,9 inci dengan resolusi 1.024 x 600 pixel, sudah sesuai untuk kebutuhan akses internet. Kebanyakan situs internet menggunakan lebar 1.024 piksel sehingga pengguna tidak perlu menggeser layar ke kanan setiap kali, kecuali scroll-up maupun down, karena tidak ada batasan untuk ukuran panjang pada tampilan situs internet.

Aspire One dikembangkan dari hasil penelitian Acer, bahwa aplikasi yang paling sering digunakan setiap orang adalah penggunaan e-mail, chatting, dan browsing. Dalam keadaan bergerak, orang tidak akan melakukan tugas-tugas yang berat, seperti membuat gambar teknis yang dulu hanya bisa dilakukan di atas meja gambar khusus.

Fitur yang menarik adalah One Mail yang dapat mengendalikan enam account e-mail berbeda dalam satu window, selain juga fitur Messenger bisa menangani secara serentak langganan IM yang populer. Yang menarik, netbook ini dilengkapi dengan kamera, siap untuk melakukan video chatting, sekarang tinggal bergantung pada kemampuan jaringan.

Aspire One

Penggunaan sistem operasi Linpus Linux memberikan keuntungan seperti lebih cepat dibuka dibandingkan Windows, solusi office bisa didapatkan dari OpenOffice yang setara dengan Microsoft Office. Berkas-berkas tulisan melalui fitur Writer (pada Microsoft namanya Word) yang bisa disimpan dalam ekstensi berkas doc (sama dengan ekstensi Word 95/97/2000/XP maupun Word 6.0), rtf, txt, html, xml.

Selain fungsi office lain seperti Spreadsheets (untuk Excel), Presentations (untuk PowerPoint), termasuk fungsi Photo Master untuk membuka hasil potret dari kamera digital, Media Master untuk menampilkan video dan musik digital. Untuk presentasi, disediakan port VGA untuk dihubungkan ke proyektor LCD atau sejenisnya.

Pada netbook ini memang tidak tersedia drive untuk CD/DVD ROM supaya tidak memakan tempat. Untuk memori tambahan mengandalkan kartu memori, baik berupa flash disc (ada tiga slot USB), selain slot memori yang bisa menerima format SD, MMC, Memori Stick (MS dan MS Pro), dan xD.

“Pada produk ini bahkan sudah bisa menerima kartu memori SDHC, yang di pasar sudah ada dengan kapasitas sampai 16 GB. Ketika kartu dicolokkan ke dalam slotnya, secara otomatis akan menambah kapasitas memori yang tersedia,”kata Munir Werlin, Manager Channel Development Dept Acer Indonesia, ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Kompas.

Pada netbook ini tidak menggunakan hard-disk mekanis berkapasitas besar yang berat dan memakan tempat, tetapi lebih dipilih jenis SSD berkapasitas 8 GB dengan kapasitas RAM 1 GB. Jadi, memang tak bisa diperlakukan seperti menggunakan desktop, tetapi aplikasi bergerak sudah sangat terpenuhi.

Sudah menggunakan prosesor Intel Atom berkecepatan 1,6 GHz, Aspire One merupakan netbook pertama dengan prosesor atom. Prosesor atom dirancang untuk hemat energi, semula datang dengan lima varian dari 800 MHz sampai 1,86 GHz yang membutuhkan daya dari 160 miliwatt (mW) sampai 220 mW.

Bandingkan, untuk sebuah PDA Atom V dari MWg (penerus O2) paling cepat masih menggunakan Intel XScale PXA 270 520 MHz.

Pendukung mobilitas masih menggunakan koneksi LAN dan WiFi untuk standar 802.11b/g, sangat menarik untuk digunakan di luar negeri yang banyak memiliki koneksi WiFi yang gratis. Pihak Acer juga sudah merencanakan koneksi melalui jaringan 3G dan terutama yang menarik adalah koneksi broadband.

Dengan harga yang meriah ini, seharusnya bisa ditangkap para operator yang sudah mengembangkan jaringan High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) seperti Indosat, XL, maupun Telkomsel. Bukan hanya menangkap peluang akses broadband mereka, tetapi juga penyediaan modem untuk HSDPA yang harganya masih lebih dari seperempat harga netbook-nya.

Termasuk layanan kartu kredit juga bisa menjadi alternatif pilihan barang dagangannya. Sekarang terserah mau pilih smartphone, PDA phone, atau netbook, bergantung pada kebutuhan Anda.

Teknologi India Telah Membuat India Mampu Meluncurkan Laptop Seharga 100.000 Rupiah


Untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan, pemerintah India mendorong pengembangan laptop seharga 10 dollar AS atau sekitar Rp100.000-an (seratus ribu rupiah). Laptop tersebut akan dipakai di sekolah-sekolah menengah atas.

“Risetnya akan dilakukan Institut Sains India di Bangalore dan Institut Teknologi India di Chennai,” ujar D Purandeswari, Menteri Negara Pendidikan Menengah India dalam sebuah konferensi pers di Delhi, Selasa (29/7). Ia tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai spesifikasi komputer tersebut, namun memastikan sebagian ongkos pembuatannya akan disubsidi pemerintah.

Selain penyediaan laptop murah, pemerintah India juga mengembangkan peralatan akses Internet murah. Jaringan Internet akan dibangun sampai ke pelosok untuk meningkatkan pembelajaran jarak jauh berbasis IT. Sekolah-sekolah menengah rencananya juga akan diberi bandwidth cuma-cuma untuk mengakses Internet dalam program pendidikannya.

India termasuk negara dengan penetrasi Internet rendah. Dari 1,13 miliar penduduk, hanya terdapat 4,38 juta pelanggan Internet berkecepatan tinggi.

Upaya memajukan IT India untuk pendidikan telah dirintis sejak lama bersama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan Intel. India juga pernah mencanangkan pengembangan komputer dengan harga murah sebelumnya.

Pemerintah India tidak berminat dengan program One Laptop Per Child (OLPC) yang digagas Nicholas Negroponte. Alasannya, pemberian laptop untuk setiap anak sekolah dinilai akan menghasilkan dampak sampingan terutama menmghambat kreativitas dan daya analisis. Meski demikian, pilot project OLPC dilakukan di sana sejak tahun lalu dengan dukungan salah satu penyedia jasa Internet, Reliance Communication.

Microsoft Research Center di India, sejak dua tahun terakhir justru mengembangkan aplikasi agar satu komputer dapat diakses lebih dari satu orang. Selain akan menekan biaya, penggunaan berkelompok akan memacu kolaborasi. Salah satunya aplikasi MightyMice yang memungkinkan 30 mouse dapat dipakai bersama di satu komputer yang telah diinstal platform Multipoint

Enam Ratus Spesies Terumbu Karang Indonesia Terancam Punah


Sedikitnya 600 atau 75 persen dari sekitar 800 spesies terumbu karang dunia berada di perairan Indonesia. Namun, lebih dari separuh spesies di Indonesia terancam punah akibat kerusakan terumbu karang yang mencapai 65 persen di kawasan seluas 51.000 meter persegi di seluruh Nusantara.

Di Bali, lokasi yang mengalami kerusakan berdasarkan penelitian The Nature Conservancy adalah Pantai Sanur (Denpasar). Adapun terumbu karang di lokasi lain, seperti Pantai Amed (Karangasem), Nusa Penida (Klungkung), Tejakula (Buleleng), dan Serangan (Denpasar), berangsur membaik.

Senior Advisor Marine Science Indonesia Marine Program Office Conservation International, Mark Erdmann, di Denpasar, Senin (28/7), mengatakan, perlu ada gerakan untuk mengingatkan para pelaku industri pariwisata yang mulai membahayakan biota laut.

Kebakaran

Semak belukar seluas 5 hektar di petak 36 K, juga semak belukar dan 10 pohon pinus di petak 36 H seluas 0,35 hektar di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terbakar. Kawasan itu merupakan wilayah penambangan pasir dan batu Jurangjero.

Api mulai tampak hari Minggu (27/7) pukul 17.00 dan berhasil dipadamkan pada Senin pukul 11.00. Kepala TNGM Tri Prasetyo mengatakan, pihaknya masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi timbulnya kebakaran kembali di area itu dan mencari penyebabnya.

Kawasan lereng Gunung Merbabu di Kabupaten Magelang juga terbakar. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Gunung Merbabu Wilayah II Anggit Haryoso mengatakan, kebakaran terjadi pada Senin petang. Hingga pukul 20.00, api belum dapat dipadamkan. Belum diketahui luas area yang terbakar

Digelar 100 Penemuan Bangsa Indonesia untuk Peringati Hari Kebangkitan Teknologi


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan menggelar LIPI Expo 2008, di Jakarta, (4-6 Agustus), yang akan memamerkan 100 hasil penemuan (invensi) LIPI untuk memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) sekaligus 100 tahun Kebangkitan Nasional.

“Alhamdulillah Wakil Presiden berkenan membukanya,” kata Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggara Jenie seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, di Jakarta, Selasa.

Dalam acara tersebut, selain memamerkan 100 invensi LIPI, juga digelar seminar hasil penelitian kompetitif LIPI dengan pidato kunci lima manteri, dua Gubernur, Ketua Kamar Dagang dan Industri serta Dirut Pertamina.

Menteri yang hadir yaitu Menkokesra Aburizal Bakrie, Menteri Kesehatan Fadilah Supari, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menperin Fahmi Idris, dan Mendiknas yang diwakili oleh Dirjen Fasli Djalal.

Menurut Umar, Wapres Jusuf Kalla pada pertemuan itu memberi sugesti bahwa hasil penelitian harus bisa diserap dan dimanfaatkan masyarakat.

“Artinya kalau penelitian itu baik dan canggih tetapi mahal maka tidak ada artinya,” kata Umar menirukan pernyataan Wapres.

Hasil-hasil penelitian di bidang pangan yang akan dipamerkan antara lain mengunggulkan padi tahan kekeringan dan tahan hama. Selain itu juga ada kedelai plus yang dengan teknologi rizobium, produktivitasnya bisa ditingkatkan, serta teknologi inseminasi buatan untuk ternak.

Di bidang energi LIPI misalnya menghasilkan perangkat penghemat listrik Electrical Fuel Treatment (EFT) untuk menghemat bahan bakar yang sudah dipasarkan dan diekspor.

Selain itu di acara LIPI Expo akan ada peluncuran buku berjudul “Beranda Perdamaian: 3 Tahun MOU Helsinki” karya pakar politik LIPI Prof Dr Ikrar Nusa Bhakti diikuti paparan LIPI, Universitas Syahkuala Aceh dan Pemda Nanggroe Aceh Darussalam.

Umar mengatakan, acara yang akan memamerkan hasil penelitian LIPI kepada masyarakat itu juga akan dihadiri para “stakeholder” LIPI seperti Lembaga Penelitian Non Departemen (LPND) lainnya di bawah Kementrian Ristek, perguruan tinggi, dan kalangan industri.

Selain itu acara tersebut juga akan menghadirkan para finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan Pemilihan Peneliti Muda Indonesia (PPMI) yang penghargaannya akan diserahkan oleh Menristek

Kapal Wisata Antariksa `WhiteKnightTwo` Diluncurkan – Siapa Saja Bisa Jalan-Jalan Ke Angkasa


Taipan Inggris, Richard Branson, Senin, meresmikan pesawat futuristik yang akan mengangkut wisatawan ke tepian langit sebagai bagian program antariksa Virgin Galactic yang amat dinantikan banyak orang.

Pesawat tersebut, WhiteKnightTwo, digelindingkan ke luar hangar di hadapan media dan para undangan, termasuk astronot Apollo 11 Buzz Aldrin, pada acara yang digelar pagi sekali di Gurun Mojave, utara Los Angeles.

Wahana ketinggian tinggi ini, yang juga diberi nama “Eve” sebagai penghormatan atas ibunda Branson, akan bertindak sebagai kapal induk untuk pesawat antariksa Spaceship Two, yang akan diluncurkan di udara dan membawa dua awak dan enam penumpang meluncur ke antariksa.

Penerbangan perdana WhiteKnightTwo diharapkan dapat berlangsung pada akhir tahun ini, dengan Spaceship Two akan digendong untuk penerbangan pertamanya tahun depan.

Virgin Atlantic berharap akan mengangkut turis antariksa pertamanya ke antariksa suborbit sekitar 110 kilometer di atas Bumi pada 2010.

Perusahaan itu telah menyatakan lebih dari 200 penumpang telah membayar tiket untuk penerbangan pertama, yang harganya mencapai 200.000 dolar.

“Penggelindingan WhiteKnightTwo mengangkat visi Virgin Galactic ke level berikut dan akan terus memberikan bukti yang kelihatan bahwa proyek paling ambisius ini tak hanya nyata, tetapi juga mencapai kemajuan luar biasa menuju tujuan kami bagi operasi komersial yang aman,” kata Branson dalam pernyataannya, seperti dikutip AFP.

“Kami memberinya nama `Eve` yang diambil dari nama ibu saya, Eve Branson, namun juga karena pesawat ini merupakan suatu awal yang baru dan pertama, peluang bagi kelompok astronot masa depan dan ilmuwan lainnya yang terus tumbuh untuk menyaksikan dunia kita dalam cahaya yang baru sama sekali,” tambah Branson.

Pesawat komposit karbon terbesar

Dalam wawancara dengan CNN, Branson mengemukakan ia dan anggota keluarganya akan menjadi salah satu pelancong antariksa pertama, dan mengakui dirinya diperkirakan akan merasa gugup saat lepas landas.

WhiteKnightTwo akan memiliki rentang sayap 43 meter dan merupakan pesawat dari komposit karbon terbesar di dunia, kata Virgin Galactic.

Dengan ketinggian maksimum lebih dari 50.000 kaki (15.240 meter), pesawat dengan tubuh kembar itu akan mampu melakukan empat penerbangan antariksa harian, imbuh Virgin Galactic.

Branson melukiskan penjelajahan antariksa sebagai batas terakhir penting yang berpotensi membantu mengatasi pemanasan global lewat pengembangan berbagai satelit cuaca, ilmu iklim dan pemantauan pertanian.

“Saya juga merasa yakin pada suatu hari nanti akan dapat memanfaatkan antariksa sebagai sumber energi bagi planet Bumi, melalui satelit tenaga surya, dengan menggunakan sumber yang paling tersedia secara berlanjut, yakni Matahari kita,” katanya kepada hadirin.

Posisi Geografis Dari Teknologi Layar Sentuh


Persaingan ponsel sekarang menjadi semakin ketat, bukan hanya karena kemajuan teknologi intuitif yang ditawarkan oleh Apple dengan seri iPhone 3G yang baru saja, tetapi ponsel memang sudah menjadi bagian kehidupan manusia untuk berkomunikasi secara lisan dan tulisan.

Ponsel terbaru Apple, iPhone 3G, hanya dalam waktu satu pekan setelah tersedia di pasaran dan berbagai operator dunia, mampu terjual sebanyak 1 juta unit dan menjadi fenomena penting perkembangan ponsel yang tidak hanya mengandalkan teknologi saja, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup manusia modern.

Banyak orang ingin melihat apakah iPhone, sebagai sebuah kombinasi antara iPod yang sukses di mana-mana dan teleponi seluler, mampu menjadi penentu tren kehidupan teknologi komunikasi informasi masa depan. Perangkat iPod, dalam berbagai generasi, ternyata sukses dan mampu menggerakkan industri lain, seperti otomotif, untuk mengasosiasikan diri dengan iPod.

Fenomena iPhone ini sejak lama sudah menjadi tantangan bagi para produsen ponsel dunia, termasuk Nokia Corporation asal Finlandia yang menguasai pangsa pasar ponsel dunia sekitar 40 persen. Banyak model ponsel di pasaran sekarang harus berjuang keras untuk diterima sebagai sebuah perangkat yang melambangkan kemajuan teknologi dan sekaligus sebagai life style.

Harga murah

Fenomena sebagai perangkat yang tidak terpisahkan dari gaya hidup sudah lama dikemas dengan berbagai model dan merek lain, termasuk fashion, otomotif seperti Porsche, dan sebagainya. Upaya ini ternyata tidak banyak menarik perhatian dan minat orang untuk beralih mengganti ponsel, seperti halnya orang berlomba dan, bahkan, bersedia membayar berapa pun harga yang ditawarkan untuk memiliki iPhone.

Menggandeng merek-merek rumah mode terkenal dunia oleh berbagai perusahaan ponsel ternyata tidak mampu meningkatkan penjualan dan menaikkan produktivitas. Bahkan, sebagian produsen ponsel dunia ternyata sekarang condong untuk menawarkan ponsel yang sangat murah, dengan harga jual sekitar Rp 300.000 yang cukup untuk digunakan sebagai perangkat komunikasi, baik suara maupun pesan singkat SMS.

Fenomena yang kita tangkap sekarang adalah sebuah ponsel dengan harga Rp 1 juta-1,5 juta juga sudah memiliki berbagai kemajuan dan fitur teknologi mutakhir, seperti ponsel-ponsel buatan China yang lengkap, bukan lagi hanya sebagai perangkat teleponi, melainkan gabungan sebuah kesatuan fitur lengkap, baik personal digital assistant (PDA), kamera digital, teve dengan penerima analog, maupun fitur lain yang jauh lebih lengkap dibandingkan yang ditawarkan ponsel dibuat merek-merek dunia, seperti Nokia, Sony Ericsson, Motorola.

Di pasaran Indonesia sekarang ini setidaknya ada lebih dari 50 merek ponsel buatan China, yang dijajakan secara masif memikat konsumen teleponi di mana-mana. Teknologi penggunaan SIM card ganda, misalnya, yang sukses diperkenalkan oleh produsen ponsel Samsung asal Korea Selatan, sekarang dijajakan dengan harga jauh lebih murah.

Berbagai ponsel China di pasaran sekarang memiliki semua kemajuan teknologi yang dijanjikan oleh sebuah ponsel, termasuk layar sentuh dan ketajaman monitor menggunakan resolusi QVGA. Dan sepertinya para produsen ponsel ternama mulai menarik napas panjang untuk mempertahankan pangsa pasar yang selama beberapa tahun terakhir ini mereka kuasai.

Jejaring sosial

Buat Nokia asal Finlandia, fenomena ini memang serius, menghadapi persaingan ponsel sebagai cermin kemajuan teknologi yang tertantang secara langsung oleh kehadiran iPhone, dan juga secara skala ekonomi yang harus bersaing dengan ponsel-ponsel merek baru buatan China yang sekarang tidak lagi menjadi ”tukang merakit ponsel”, tetapi ingin menjajakan keseluruhan pemahaman teknologi, manufaktur, manajemen, dan pemasaran untuk bermain dalam skala dunia.

Berbagai upaya dilakukan oleh Nokia, termasuk memperkenalkan OVI (www.ovi.com) sebagai sebuah tempat di jejaring internet dengan semua aktivitas kita untuk bekerja dan berhibur disediakan secara online. Upaya ini dimaksudkan untuk bisa mencegah Apple dengan iPhone menjadi fenomena yang menggerogoti pangsa pasar ponsel tradisional selama ini.

Nokia pun berusaha keras menampilkan berbagai produk terbarunya, terakhir dengan memperkenalkan seri sekuel lanjutan, seperti Nokia E71 yang dilegkapi dengan papan ketik QWERTY. Di seri yang paling kuat dan diandalkan, belum lama ini Nokia memperkenalkan seri N78, yang lengkap dan secara teknologi juga intuitif bagi anak muda yang keranjingan fenomena jejaring sosial berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain.

Nokia N78 secara fitur teknologi tergolong menggiurkan, memiliki layar monitor 2,4 inci yang lebih besar daripada ponsel tradisional, seperti seri N73 yang sangat populer di Indonesia. Bahkan, tampilan layar monitor yang terbilang besar dan menyenangkan ini memiliki 16 juta warna dan resolusi QVGA yang tajam setara dengan yang digunakan pada PDA ponsel.

Kamera digital yang sudah lama menjadi andalan para produsen ponsel dunia, pada Nokia N78 memiliki penekanan dengan menyajikan resolusi 3,2 megapiksel dengan auto focus dan lampu kilat menggunakan teknologi light emitting diode (LED) yang terbilang teknologi baru yang dimanfaatkan Nokia.

Fitur lain yang dimiliki ponsel terbaru seri N buatan Nokia ini juga termasuk radio FM, koneksi akses kecepatan tinggi 3,5G HSDPA, perangkat penentu posisi global GPS, koneksi nirkabel, serta pengeras suara stereo dengan kualitas suara yang jernih dan menyenangkan. Anak-anak muda yang mencoba Nokia N78 ini langsung tertarik dengan ponsel terbaru yang memiliki berbagai fitur menarik.

Posisi geografis

Berbagai keunggulan lain yang ditawarkan oleh Nokia N78 ini adalah kemampuannya untuk memberikan tanda pada foto digital yang diambil dengan memberikan posisi geografis dengan menghidupkan fungsi GPS. Sebuah foto yang dipotret langsung mencantumkan bujur timur dan lintang selatan, posisi pada saat foto diabadikan.

Fitur ini memang menjadi menarik dan sudah lama dibicarakan di lingkungan fotografer untuk memungkinkan mencatat posisi pengambilan foto. Fitur ini antara lain karena dalam era kamera digital, kita condong untuk memotret jauh lebih banyak daripada ketika kamera masih menggunakan teknologi analog.

Persoalan muncul ketika jumlah foto menjadi terlalu banyak dan sulit bagi seseorang untuk mengingat posisi pengambilannya. Kemajuan teknologi GPS yang sudah mencapai skala ekonomi murah untuk dimanfaatkan siapa saja serta kehadiran teknologi seperti Google Earth memungkinkan kita secara tepat untuk mengetahui posisi geografis dengan mengacu pada lintang dan bujur geografis.

Sekilas, Nokia N78 seharusnya juga memiliki popularitas yang setara dengan pendahulunya seri N73. Tampilannya yang minimalis, serta material yang digunakan mengesankan futuristik, menjadikan N78 sebagai ponsel canggih yang tersedia sekarang ini.

Fitur lain yang menarik adalah penggunaan navi-wheel yang memungkinkan menggerakkan tampilan menu atau foto digital yang terekam dalam microSD dengan menyentuh pakai jempol, setidaknya menjadi teknologi intuitif yang mirip dengan iPhone.

Sentuhan jari memang akan menjadi tren penting di masa yang tidak terlalu lama lagi bagi produsen ponsel. Nokia N78 mencobanya dengan menyentuh pinggiran monitor yang memudahkan kendali atas berbagai ragam menu dan fitur yang sekarang dicangkokkan pada sebuah ponsel.