Monthly Archives: Oktober 2008

Habitat Berang-Berang Langka Yang Terancam Punah Ditemukan Di Sungai Ciliwung


Hampir setiap siang, ada sepasang tamu yang mengunjungi halaman rumah Avi Mahaningtyas. Keduanya berenang mencari makanan di Sungai Ciliwung, tepat di belakang kediaman Avi, di kawasan Rawajati Timur, Jakarta Selatan. “Sejak saya tinggal delapan tahun lalu, sepasang berang-berang itu sudah ada di sini,” kata Avi kepada Tempo kemarin.

Selain berang-berang atau lutra-lutra, ada lima ekor kera yang menghuni halaman belakang rumah Avi seluas 115 meter itu. Begitu juga puluhan jenis burung. Namun, kera itu kini tidak tersisa lagi. Beruntung Avi masih bisa mendengar suara kicau burung dan menyaksikan berang-berang jumpalitan di sungai di belakang rumahnya.

Berang-berang yang berada di Rawajati Timur memang sisa dari mamalia karnivora yang masuk famili Mustelidae. “Ada sepasang lagi di Sungai Ciliwung, di wilayah Depok,” kata Ady Kristanto, peneliti dari Fauna & Flora International (FFI). Ady juga mendengar ada sepasang berang-berang yang hidup di Sungai Pesanggrahan di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dua hari lalu, FFI dan Jakarta Green Monster meluncurkan hasil survei tentang keanekaragaman hayati di Ibu Kota. Satwa dan flora yang masih hidup mereka sajikan dalam sebuah buku bertajuk Alam Jakarta: Panduan Keanekaragaman Hayati yang Tersisa di Jakarta. Foto-foto cantik hewan tersebut melengkapi buku yang dapat menjadi pegangan para guru.

Survei itu sendiri dilakukan sejak 2006. “Ternyata masih ada hotspot keanekaragaman hayati di Jakarta,” kata Jito Suharjito, Direktur FFI untuk Indonesia. Berang-berang, misalnya, yang disangka sudah musnah dari perairan Ibu Kota ternyata masih ada.

Minimnya populasi hewan berbulu tebal dan halus membuat berang-berang sebagai hewan langka di Jakarta. Jika tidak ada upaya perlindungan, mereka terancam punah. Hewan lain yang terancam punah secara global adalah burung bubut Jawa, jalak putih, dan bangau bluwok.

Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) dalam bahasa Inggris disebut Sunda coucal atau Java coucal. Burung ini berwarna hitam mengkilap ungu dengan sayap berwarna merah karat. Burung yang diketahui hanya hidup di Pulau Jawa (endemis) ini hidup dari mengkonsumsi serangga, katak, ular, dan tikus. Burung pemalu ini berbiak pada Januari-Maret dengan jumlah setiap sarangnya sekitar 3-5 butir.

Bubut Jawa merupakan salah satu spesies burung yang masuk kategori terancam punah secara global dengan status rentan (vulnerable). Status ini memiliki arti bahwa spesies itu memiliki peluang untuk punah lebih dari 10 persen dalam waktu 100 tahun, jika tidak ada upaya untuk perlindungan.

Populasi bubut Jawa di Indonesia, kata Ady, diperkirakan cuma 500 individu. Dari jumlah ini, ada empat individu hidup di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jakarta Utara. Di suaka ini juga tinggal empat ekor jalak putih. Di Jawa, populasi jalak putih cuma 200 ekor. Sementara itu, bangau bluwok menempati Pulau Rambut di utara Jakarta dengan populasi sekitar 800 ekor.

Ancaman utama terhadap spesies burung-burung ini adalah perusakan habitat, yaitu hutan mangrove dan rawa di daerah pesisir. Sayangnya, hutan bakau di pesisir Jakarta terancam hilang. Kini yang tersisa cuma di Muara Suaka Margasatwa Angke dan Kamal Muara, Jakarta Utara. “Luasnya sekitar 200 hektare,” kata Ady.

Biang keladi merosotnya keanekaragaman hayati di Jakarta adalah pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan. Banyak ruang terbuka hijau yang dianeksasi untuk permukiman, perkantoran, dan fasilitas umum lainnya. Ruang ini dapat berfungsi sebagai hutan kota, taman kota, dan pertanian kota.

Padahal, pada zaman Belanda, aneka satwa dan flora menghiasi kota ini. Ketika itu harimau dan badak masih terlihat berkeliaran di luar benteng Belanda. Nama-nama wilayah di Jakarta berasal dari nama pepohonan. Misalnya Cempaka Putih, Kayu Putih, Kemang, Kosambi, Menteng, juga Kebayoran, yang berasal dari “bayur”. Semua itu menunjukkan pola penggunaan lahan pada masa lalu tempat daerah-daerah tertentu dikenal dari hasil perkebunannya.

Dalam soal burung, misalnya. Pada 1946, di Jakarta masih ditemukan 256 jenis burung. Pada 2006-2007, Jakarta Green Monster dan FFI melakukan survei. “Kami hanya temukan 121 jenis burung, termasuk burung pantai,” kata Jito.

Kini Pemerintah Provinsi Jakarta gembar-gembor memperbanyak ruang terbuka hijau. Sayangnya, ruang terbuka hijau yang disediakan umumnya tak efektif karena tidak memperhatikan struktur ideal. Penciutan luas lahan hijau dan letaknya yang terserak berjauhan menurunkan kualitas ekosistem di tiap-tiap petak ruang terbuka hijau.

Kecuali Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan tidak ada lagi koridor dingin dari luar kota ke pusat perkotaan. Kecilnya area tidak mendukung sebagian biota untuk hidup di dalamnya. Letaknya yang berjauhan tanpa adanya jalur penghubung menyebabkan biota-biota di dalamnya hidup terisolasi. Akibatnya, jumlah jenis hewan yang hidup di dalamnya pun menyusut.

Pembangunan yang tidak terencana dan konsisten, kata Nining Saptohadi, membuat Kota Jakarta sakit. “Kota tidak hanya untuk manusia, tapi juga tempat tinggal satwa dan flora,” kata dosen di Universitas Indonesia dan Universitas Trisakti itu. Berang-berang, bubut Jawa, jalak putih, dan bangau bluwok kini butuh ruang hidup di antara hutan beton Jakarta

Iklan

Tsunami Di Aceh Merupakan Tsunami Terbesar Sepanjang Sejarah Samudra Hindia


Gelombang tsunami yang menyapu hingga 230 ribu nyawa manusia hampir empat tahun lalu adalah yang terbesar yang pernah dibangkitkan dari Samudra Hindia sepanjang 600 tahun. Kesimpulan ini didapat oleh dua studi geologi yang hasilnya dimuat dalam jurnal Nature edisi terbaru.

Panjangnya waktu itu pula yang membuat tsunami dahsyat di pengujung 2004 ini masuk akal. Sepanjang 600 tahun tekanan geologis menghimpun energi di dasar samudra, untuk kemudian “meletus” hingga mampu mengoyak lautan dan membangkitkan gelombang sangat tinggi yang mematikan ke daratan.

Studi dilakukan oleh dua tim peneliti di Thailand dan Sumatera (Utara) yang sama-sama menggali sumur dan mengambil sampel dari dalamnya. Dari sana mereka mengaku bisa melihat bukti tsunami terakhir yang sebanding dengan yang terjadi pada 26 Desember 2004 itu, yang menerjang antara tahun 1300 dan 1400. Sampel yang dianalisis berupa endapan pasir dasar laut yang berdasarkan usianya (lewat teknik pengukuran karbon) diduga ditinggalkan oleh gelombang laut saat itu.

Tim peneliti itu, dalam jurnal Nature, mengatakan bahwa tsunami 2004 menelan korban di 14 negara. Di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera bagian utara, gelombang yang datang setinggi lebih dari 30 meter. Adapun di Thailand, endapan pasir yang ditinggalkannya sejauh 2 kilometer dengan ketebalan 5-20 cm

Altar dan Pripih ditemukan Babadan Kediri


Penggalian di situs Dusun Babadan, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menuai hasil. Setelah menemukan enam arca, sekeping kepeng Cina, dan fondasi candi, tim arkeolog kali ini menemukan sebuah bangunan mirip altar dan pripih tempat sesaji pemujaan.

“Temuan semakin menguatkan jika kawasan ini dulu merupakan tempat beribadah atau pemujaan,” kata Ning Suryati, arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan, Mojokerto, kemarin.

Pripih yang ditemukan berukuran panjang, lebar, dan tinggi sekitar 12 sentimeter. Benda yang terbuat dari bahan semacam batuan dan berbentuk kubus itu biasa digunakan sebagai pelengkap dalam upacara pemujaan dalam tradisi Hindu kuno.

Suryati menduga bangunan mirip candi adalah pintu masuk menuju candi. Sayangnya, bagian atas bangunan itu tidak ada sehingga belum bisa diketahui bentuk atau wujud aslinya. “Kami berharap temuan ini berkaitan dengan temuan di situs Tondowongso yang kami prediksi sebagai peninggalan Kerajaan Kediri kuno abad ke-11,” kata Suryati.

Suryati dan anggota tim arkeolog lainnya memiliki tantangan besar untuk memastikan prediksinya itu. Dengan alokasi waktu yang tinggal dua pekan ke depan, mereka mengaku pesimistis. Dana untuk ekskavasi menjadi pangkal persoalan.

“Dana subsidi dari Pemerintah Kabupaten Kediri hanya Rp 20 juta. Itu pun kami menalangi dulu,” ujar Suryati. “Jika pemerintah perhatian, ini sebenarnya temuan yang sangat penting dan signifikan.”

Gambar Perahu Makassar Ditemukan Dalam Gua Aborigin Pertanda Orang Makassar Lebih Dulu Kontak dengan Aborigin


Gambar perahu phinisi khas Makassar dalam lukisan cadas di Australia menunjukkan interaksi Suku Abvorigin dengan pelayar Bugis atau Makassar sudah lama berlangsung. Hal ini juga menunjukan kebesaran peradaban makassar pada masa lampau yang mungkin melebih kejayaan kerajaan Majaphit yang peninggalannya tidak dapat ditemukan diluar wilayahnya.

Suku Aborigin yang merupakan penduduk asli benua Australia mungkin sudah melakukan interaksi begitu lama dengan para pelayar Bugis atau Makasan dari Makassar. Hal tersebut dapat dilihat dari lukisan cadas yang baru-baru ini ditemukan di Australia utara.

Lukisan tersebut bisa jadi mengubah sejarah nasional Australia yang banyak menjadi referensi selama ini yang cenderung mengagungkan kulit putih. Suku Aborigin umumnya diyakini terisolasi dengan kebudayaan luar sebelum pendatang kulit putih mendiami benua tersebut. Namun, penduduk asli di utara ternyata telah berhubungan dengan orang Makassar. Mungkin ratusan tahun lebih dulu daripada orang-orang Eropa yang datang ke sana tahun 1700-an.

Orang-orang Avorigin bahkan kemungkinan pernah berlayar ke Makassar untuk melihat kebesaran kerajaan Makasar yang ada pada waktu itu. Ini dapat dilihat dari lukisan monyet di atas pohon yang hanya dapat dilihat di Pulau Sulawesi. Gambar rumah-rumah adat Makassar dan perahu phinisi juga tampak di antara ribuan lukisan cadas yang dinding gua dan batuan yang tersebar di kawasan adat Aborigin, Arnhem Land. Lukisan lain menggambarkan tentara-tentara perang dunia II, satwa yang kini telah punah, termasuk barang-barang modern seperti sepeda, pesawat, dan mobil. Lukisan-lukisan tersebut berusia antara 15.000 tahun hingga 50 tahun.

“Satu kawasan yang sebelumnya belum pernah didokumentasikan ini merupakan situs lukisan paling besar di Australia,” ujar Paul Tacon, profesor antropologi dari Universitas Griffith, Queensland, Australia. Situs yang disebut Djulirri itu dilaporkan pertama kali tahun 1970-an oleh pakar batuan George Chaloupka namun belum pernah diteliti. Tacon baru melakukan ekspedisi ke sana pada Agustus 2008 bersama tetua Suku Aborigin, Ronald Lamilami.

Suku Aborigin kental dengan budaya lisan. Namun, mereka suka menggambar di batuan cadas sebagai gambaran kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan turun-temurun dan tekniknya terus berubah dari generasi ke generasi. Pada beberapa situs, lukisan sampai 17 lapisan. Saat ini, hanya orang-orang tua yang memiliki hak menggmabar di cadas.

Ngengat Vampir Pengisap Darah Ditemukan Di Siberia


Ini bukanlah sekadar rumor menjelang Haloween di akhir Oktober. Para peneliti serangga baru-baru ini menemukan kumpulan ngengat vampir di Siberia. Penemuan ini mengejutkan karena ngengat umumnya hanya makan sari buah dan bukan darah manusia.

Namun, hanya ngengat jantan yang memperlihatkan perilaku aneh tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa perilaku ini mungkin ada kaitannya dengan alasan seksual.

Bentuk fisiknya hanya sedikit berbeda pada pola sayap dengan spesies ngengat Calyptra thalactri yang biasa hidup di kawasan Russia. Entomolog dari Universitas Florida, Jennifer Zaspel malah memprediksi ngengat tersebut berkembang dari ngengat pemangsa buah.

“Kami melihat perubahan dari pemangsa atau penghisap nektar atau sari buah menjadi penusuk buah hingga kulit dan penghisap darah,” ujarnya. Namun, untuk memastikan perbedaan ngengat tersebut dengan ngengat biasanya harus dilakukan studi genetika untuk melacak kapan perilaku tersebut mulai berkembang dalam kehidupannya.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya mengapa perilaku tersebut muncul? Dengan fakta hanya ngengat jantan yang melakukannya, Zespel yakin pejantan berupaya mendapatkan garam lebih banyak. Garam yang dibutuhkan tubuh mungkin ditransfer ke ngengat betina saat kawin.

Kandungan mineral dari asupan darah juga bermanfaat untuk menambah gizi bagi larva muda yang hanya makan daun. Mineral yang dibutuhkan terutama menambah pasokan sodium yang tidak banyak diperoleh dari daun.

Listrik Petir Ditemukan di Titan Bulan Saturnus, Menandakan Ada Kehidupan Disana?


Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Titan mungkin objek selain Bumi yang mendukung kehidupan. Keyakinan para ilmuwan tersebut semakin kuat dengan dideteksinya petir di atmosfernya baru-baru ini.

“Sejauh ini, memang belum terlihat petir di atmosfer titan,” ujar Juan Antonio Morente, peneliti dari Universitas Granada, Spanyol. Namun, ia mengatakan, aktivitas listrik di atmosfernya yang tebal telah terdeteksi.

Tim yang dipimpin Morente mengetahui adanya petir dari hasil rekaman data yang dikirimkan wahana milik badan antariksa Eropa (ESA) Huygens yang dilepaskan ke atmoster Titan pada tahun 2005. Huygens yang sebelumnya dibawa wahana lain bernama Cassini itu merupakan wahana pertama yang menembus atmosfer Titan yang tebal.

Saat wahana tersebut masuk ke atmosfer Titan, langsung terempas 30 derajat oleh dorongan angin yang kuat. Saat itulah, Huygens mendeteksi aktivitas listrik. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Icarus edisi terbaru.

Penemuan aktivitas listrik yang diyakini kuat sebagai petir itu menambah daftar kemiripan Titan dengan lingkungan Bumi. Sebelumnya, para ilmuwan mendeteksi danau minyak di permukaan Titan yang menjadikannya sebagai objek ruang angkasa kedua setelah Bumi yang diketahui memiliki cairan di permukaannya.

Hasil studi terbaru itu menunjukkan aktivitas listrik di sana melepaskan energi yang sebanding dengan petir di atmosfer Bumi. Yang membedakan, permukaan Titan sangat dingin dengan suhu sekitar -180 derajat Celcius sehingga makhluk apapun di Bumi tak akan kuat hidup di sana. Selama ini, petir diyakini sebagai energi yang pertama kali mereaksikan molekul-molekul organik yang merupakan benih kehidupan di Bumi.

Microsoft Umumkan Sistem Operasi Canggih Windows 7 Yang Tidak Akan Pernah Crash


Raksasa perangkat lunak Microsfot, Selasa, mengumumkan Windows 7 dan menyatakan sistem operasi mutakhirnya takkan menimbulkan gangguan.

Dalam Taklimat Pengembang Profesional perusahaan itu di Los Angeles, Microsoft mengatakan versi baru tersebut tak akan berisi pemberitahuan sembarangan, yang telah membuat gusar banyak pengguna Windows Vista.

Orang dapat memilih untuk menyaksikan lebih sedikit pengingat dan peringatan dari komputer mereka di dalam versi baru Windows 7, kata perusahaan tersebut, seperti dilaporkan Xinhua.

Ditambahkannya, orang akan dapat mencoba versi berikutnya Windows pada awal tahun depan.

Rancangan Windows 7 akan memudahkan orang berpindah antara membuka windows, files dan aplikasi. Rancangan tersebut juga diharapkan akan memberi pemakai komputer pribadi akses ke file yang belum lama digunakan, dan membuat jaringan kerja rumah jadi lebih otomatis, kata perusahaan itu.

Windows 7, pengganti Windows Vista, dijadwalkan memasuki peluncuran perdana awal 2010.

Microsoft berharap produk baru tersebut akan menghilangkang sebagian masalah yang menghambat peluncuran perdana Windows Vista dua tahun lalu dan terus mempertahankan reputasi sistem pengoperasian itu.

Pemakai telah mengeluh bahwa sistem Windows Vista memerlukan demikian banyak memori dibandingkan pendahulunya Windows XP dan gagal menjalankan beberapa aplikasi.

Banyak pengguna perusahaan bahkan dilaporkan meminta sistem komputer mereka diturunkan ke Windows XP