Monthly Archives: November 2012

Menguap dan Kantuk Setelah Makan Pertanda Tubuh Kebanjiran Insulin


Habis kenyang, terbitlah kantuk. Kondisi ini biasa terjadi saat usai makan. Akhirnya, Anda tak berhenti menguap.

Coba cek kembali apa yang sudah Anda makan. Makanan yang tinggi kandungan karbohidrat, lemak dan gula ternyata bisa menjadi pemicunya.

Makanan-makanan tersebut dapat mempengaruhi perubahan hormonal dalam tubuh.

Organ pencernaan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencerna makanan berlemak. Jika tubuh tak memiliki persediaan energi yang cukup, Anda akan mudah merasa lemas dan mengantuk.

Gula dan karbohidrat sederhana juga bisa bertindak seperti itu, karena dapat menurunkan energi dengan cepat pula. Penurunan gula dalam darah yang terlalu cepat mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan membuat Anda sering menguap agar mendapatkan oksigen lebih banyak untuk pembakaran energi.

Minuman atau makanan manis juga menyebabkan sel-sel otak, yang biasa disebut neuron orexin, di hipotalamus juga sangat sensitif terhadap glukosa. Akhirnya, menyebabkan pankreas melepaskan insulin. Hormon insulin yang tinggi akan mempengaruhi produksi hormon serotonin dan melatonin, yang memicu rasa kantuk dan keinginan untuk tidur.

Solusi terbaik adalah Anda membatasi memakan tiga jenis makanan tersebut atau berhenti sebelum kenyang.

Laba Laba Tarantula Beracun Jadi Snack Anak Anak Di Kamboja


Warnanya hitam. Bentuknya bulat-bulat. Ukurannya mendekati besar kepalan tangan. Rada berbulu pada permukaan kulit. Dan memiliki delapan kaki. Itulah tarantula.

Di banyak negara, tarantula dikenal sebagai laba-laba beracun. Bahkan tak sedikit yang ngeri akan binatang bertelur itu.

Tapi di Kamboja, khususnya pada Desa Trov Pheang Ctas, tarantula menjadi buruan anak kecil. Dengan tangan tak berpelindung, si anak menangkap tarantula. Kemudian, hewan itu dibersihkan serta dibalur dengan mentega.

“Goreng. Lalu hap! Tarantula masuk ke mulut si anak,” tulis situs berita Daily Mail, Rabu, 21 November 2012.

Fotografer Inggris, George Nickles, yang memotret kehidupan di Desa Trov Pheang Ctas, hanya terdiam melihat hal itu. “Mereka begitu santai memburu tarantula, seperti anak-anak Inggris yang tengah memanen stroberi,” kata Nickles. “Saya takjub.”

Tarantula, tikus, kadal, katak, dan kalajengking merupakan menu biasa yang kerap disantap warga Kamboja. Namun tidak ada rekam jejak yang menunjukkan sejak kapan mereka memakan hewan beracun atau berbisa.

“Beberapa sumber mengatakan kebiasaan itu muncul sejak pasukan Khmer Merah berkuasa di Kamboja,” kata Nickles. “Banyak warga yang kelaparan, hingga nekat memakan hewan berbahaya.”

Dalam memburu tarantula, anak-anak Kamboja terkadang membekali diri mereka dengan bambu atau cangkul. Dengan alat itu, mereka gali sarang tarantula. Begitu si hewan keluar, hup! Ditangkaplah binatang itu.

“Mereka pegang bagian punggung tarantula agar terhindar dari gigitannya,” kata Nickles.

Pesawat Tanpa Suara Kini Bisa Diciptakan Dengan Meniru Sayap Burung Hantu


Rapat yang mendadak berhenti sekejap karena terganggu bising pesawat terbang bisa menjadi masa lalu. Para ilmuwan kini mengembangkan pesawat penumpang dengan tingkat kebisingan rendah. Mereka mencoba meniru kemampuan burung untuk terbang diam-diam saat mencari mangsa.

Burung hantu adalah kuncinya. Ia mengandalkan bulu khusus untuk mengurangi suara sehingga dapat menangkap mangsanya diam-diam. Prinsip struktur sayap inilah yang dipelajari ilmuwan untuk merancang pesawat terbang yang tak banyak menimbulkan bising.

“Banyak spesies burung hantu telah mengembangkan bulu khusus untuk menghilangkan kebisingan aerodinamis sayap mereka secara efektif,” ujar Dr Justin Jaworski dari Universitas Cambridge.

Semua sayap, baik yang alami maupun rekayasa, saat terbang akan membuat pusaran bergolak karena memotong udara. Dan inilah yang menimbulkan suara, termasuk pesawat konvensional dengan sayap tipis dan keras itu.

Tapi burung hantu memiliki atribut fisik berbeda yang memungkinkannya terbang tanpa suara. Mereka memiliki sisir bulu kaku sepanjang tepi muka sayap. Bulu itu berbahan halus lembut dan terdapat di atas dan pinggiran sayap sekunder fleksibel. Hingga saat ini belum diketahui apakah bising yang minimal ini disebabkan atribut tunggal atau kombinasi antara ketiganya.

Para peneliti berusaha mengungkap misteri ini dengan mengembangkan teori kemampuan sayap sekunder (trailing edge) burung hantu. Sebelumnya percobaan pada burung nokturnal ini menunjukkan kebisingan suara sayap akan berkurang tergantung pada kecepatan udara.

Menggunakan model matematika, para ilmuwan menunjukkan elastisitas dan sifat pori pada sayap sekunder pesawat. Sehingga kebisingan aerodinamik bisa diatur dengan kecepatan penerbangan.

Profesor Nigel Peake, saat mempresentasikan laporan penelitian ini di hadapan American Physical Society di San Diego, mengatakan nantinya sumber kebisingan pada sayap pesawat konvensional bisa dihilangkan.

Air dan Tanah Di Mars dan Bumi Berasal dari Sumber yang Sama


Air di Mars dan Bumi berasal dari sumber yang sama, meteorit yang mendarat di planet tersebut dalam masa awal pembentukannya.

Ilmuwan menganalisis komposisi dua batuan langka Mars yang mendarat di Bumi sebagai meteorit. Analisis menunjukkan bahwa air yang ada di planet merah itu berasal dari benda langit yang sama.

Hasil riset ini berlawanan dengan pandangan bahwa air di Bumi dan Mars berasal dari komet. Air berasal dari meteorit chondrite yang memiliki mineral yang bisa terintegrasi dengan planet tempatnya mendarat.

“Meteorit itu memiliki cairan basalt, cairan basalt yang berbeda dengan hasil erupsi gunung berapi di Hawaii,” kata John Jones, peneliti di Johnson Space Center, Badan Penerbangan dan Antariksa NASA di Houston.

Meteorit yang dianalisis merupakan sampel murni yang memiliki unsur-unsur yang mudah menguap di lingkungklan Mars. Meteorit tersebut juga merepresentasikan dua sumber air berbeda di Mars.

Salah satu meteorit berasal dari lapisan mantel Mars, dengan kuantitas air di wilayah itu sama dengan hidrogen di Bumi. Sementara meteorit lain diperkaya dengan unsur-unsur yang terdapat di lapisan dangkal dan atmosfer Mars.

Meteorit yang berasal dari mantel menunjukkan bahwa bagian dalam Mars kering. Meteorit lainnya menunjukkan bahwa permukaan Mars pernah sangat basah pada suatu waktu.

“Ada beberapa teori yang bersaing dalam menerangkan keberagaman komposisi meteorit Mars. Hingga studi ini, belum ada bukti langsung bahwa lava primitif memiliki material dari permukaan Mars,” ungkap Tomohiro Usui, pimpinan studi ini seperti dikutip Space, Selasa

Robot Curiosity milik Badan Penerbangan dan Antariksa NASA kembali membuat penemuan mengejutkan. Setelah menganalisis sampel tanah Mars, Curiosity menemukan bahwa tanah di planet merah tersebut sama dengan tanah di Hawaii.

Curiosity menggunakan instrumen Chemistry and Mineralogy (CheMin) untuk menganalisis tanah Mars. Teknik analisis yang digunakan dikenal dengan difraksi sinar X. Teknik ini untuk pertama kali digunakan untuk menganalisis sampel tanah selain tanah di Bumi.

Berdasarkan hasil analisis, David Bish, anggota tim investigasi CheMin mengatakan, “Sampel tanah Mars yang telah kami analisis di Mars selama beberapa minggu secara mineral sama dengan material basalt yang telah mengalami pelapukan di Bumi.”

Bish seperti dikutip Space.com, Selasa (30/10/2012), mencontohkan, tanah Mars tersebut memiliki kemiripan dengan tanah di wilayah vulkanik di Mauna Kea, Hawaii. Adalah kristal tanah itu yang punya kemiripan.

Ilmuwan berencana untuk menggunakan informasi yang didapatkan kali ini untuk mengungkap apakah planet yang paling mirip dengan Bumi di Tata Surya itu bisa mendukung kehidupan mikroorganisme.

“Mineralogi tanah Mars menjadi referensi untuk menduga-duga sekarang. Ini menarik bukan hanya secara akademik. Tanah planet ialah refleksi paparan permukaan planet dan sejarahnya, menyimpan informasi iklim masa lalu dan saat ini,” kata David Vaniman, Planetary Science Institute di Tucson, Arizona, seperti dikutip Reuters, Selasa.

Analisis kali ini juga mengungkap bahwa tanah Mars memiliki kandungan utama berupa feldspar (mineral yang tersusun atas potassium dan sodium), pyroxene dan olivine. Sekitar separuh dari tanah Mars tersusun atas material non kristal, seperti kaca vulkanik, yang terbentuk dari pecahan batuan.

Proses pelapukan yang kemudian membentuk karakteristik tanah Mars bisa terjadi lewat beberapa cara, termasuk interaksi dengan air atau oksigen seperti pelapukan di Bumi. Douglas Ming dari Johnson Space Center di Houston mengatakan, badai pasir dan tumbukan meteorit juga bisa berpengaruh.

Curiosity telah mendarat di Mars sejak 6 Agustus 2012 yang lalu. Sebelumnya, Curiosity juga menemukan bahwa batu Mars yang dinamai batu Jake juga punya kemiripan dengan batuan Bumi. Selain itu, Curiosity juga menemukan bukti terkuat adanya air di Mars. Curiosity menganalisis tanah yang diambil di wilayah Mars yang disebut Rocknest. Tujuan akhir Curiosity adalah Gunung Sharp, diharapkan bisa dicapai tahun depan.

Rotifera bdelloid Mampu Mengintegrasikan DNA Hewan Lain Kedalam Kode Genetiknya


Perilaku seksual rotifera bdelloid terbilang unik. Invertebrata renik yang ditemukan di hampir semua perairan ini menjadi satu-satunya hewan yang mampu bertahan hidup tanpa seks seumur hidup mereka.

“Makhluk mikroskopis yang semuanya betina ini telah melewati 80 juta tahun terakhir tanpa seks,” kata Alan Tunnacliffe, profesor di Universitas Cambridge, Inggris, yang memimpin penelitian, Rabu 21 November 2012.

Penelitian juga menguak hal unik lain. Hewan aseksual ini ternyata doyan menelan DNA asing dari makhuk hidup sederhana lainnya, seperti bakteri, jamur dan ganggang, untuk menyambung hidup. Hal ini diketahui usai tim peneliti menemukan 10 persen dari gen aktif dalam tubuh bdelloid berasal dari makhluk renik lainnya.

Tunnacliffe mengaku belum mengetahui bagaimana transfer gen tersebut terjadi. Dugaan sementara menyatakan perilaku makan bdelloid lah yang memicu terjadinya pertukaran materi genetik. “Bdelloids akan makan apa saja yang berukuran lebih kecil dari kepala mereka,” ujarnya.

Perilaku makan bdelloid sangat berpengaruh terhadap kemampuan mereka bertahan hidup. Sebab, hewan yang mampu membelah diri ini sebelumnya diperkirakan akan punah karena kurangnya keragaman genetik dan mengalami mutasi gen lantaran berkembang biak dari individu yang sama.

“Tapi hewan ini telah berhasil menghindari segala dampak buruk perilaku aseksual dan berkembang menjadi setidaknya 400 spesies,” ujar Tunnacliffe.

Perilaku makan DNA asing dari makhluk hidup jenis lain tidak hanya menjaga keragaman gen dalam tubuh bdelloid. Hewan ini dikenal mampu menahan dehidrasi yang ekstrem, sebagian berkat DNA asing yang mereka telan.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Genetics ini menemukan bahwa beberapa gen asing diaktifkan ketika bdelloid mulai kehausan akibat habitat yang mengering. Gen-gen asing juga diduga berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi tubuh bdelloid dari dampak kekeringan.

“Antioksidan ini belum diidentifikasi, tapi kami berpikir itu hasil dari gen asing,” tambah Tunnacliffe.

Penelitian sebelumnya yang dipubliasikan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences tahun 2008 mengaitkan perilaku makan bdelloid dengan mekanisme perbaikan DNA. Kala itu para peneliti menemukan kemampuan bdelloid memperbaiki DNA telah berevolusi secara cepat berkat duplikasi gen.

Universitas Indonesia dan TNI Buat Kapal Tanpa Awak


Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjajaki kerjasama militer dengan Mabes TNI mengenai pemanfaatan kapal tanpa awak dalam pertahanan Indonesia.

“Kerjasama dengan Mabes TNI ini disebut Sea Ghost Project,” kata Humas Fakultas Tehnik UI Tikka Anggraeni di Depok, Rabu.

Mahasiswa UI yang terdiri atas mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Ricky/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Irvan JP Elliika/2008) dan Ilmu Komputer (M Anwar Ma’sum/2009).

Ia mengatakan konsep Road Map kerjasama tersebut adalah tentang Cyber Warfare dalam pertahanan Indonesia, dimana nantinya kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit.

“Kapal ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup,” ujarnya.

Menurut dia jika kapal tanpa awak ini terkena serangan hacker atau virus dalam komunikasi datanya oleh penyusup yang menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali, maka PUSINFOLAHTA-Mabes TNI akan melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini dapat dikendalikan dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh ataupun penyusup kembali.

Lebih lanjut ia mengatakan prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini ditampilkan di stand Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International EXPO Kemayoran pada 7-10 November 2012 yang lalu.

Dikatakannya kapal tanpa awak yang diberi nama Makara-02 ini sebelumnya telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous yang dilaksanakan di Pantai Kartini, Jepara, melalui bimbingan Dosen Perkapalan (Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc) dan Dekan FTUI (Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng).

Ia menjelaskan Makara-02 merupakan robot kapal tanpa awak yang dikembangkan dari Makara-01, yaitu robot kapal tanpa awak sebelumnya yang dilombakan di Amerika Serikat, Robot kapal tanpa awak ini berdimensi 4.94ft x x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing).

Dikatakannya aspek kunci dari desain Makara-02 adalah desain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai inovasi yang tinggi dibandingkan dengan peserta lain.

Robot kapal tanpa awak MAKARA-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi yang canggih.

Perkembangan Kapal tanpa awak ini berkembang pesat di Amerika Serikat, Israel dan bahkan telah digunakan di Singapura. Kinilah saatnya militer kelautan kita bergerak maju demi menjaga ketahanan bangsa Indonesia melalui SEA GHOST PROJECT Universitas Indonesia.

Binatang Buta Dengan Kaki Paling Banyak Didunia Ditemukan Di California


Anda pasti pernah mendengar yang namanya binatang kaki seribu atau millipede. Salah satu jenisnya adalah Trigoniulus corallinus. Tentu saja jumlah kakinya tak sebanyak itu.

Tapi, saking banyaknya, ada dua pasang kaki per sekmen, kecuali sekmen pertama di belakang kepala. Untuk itu, binatang dari kelas Diplopoda ini diberi julukan kaki seribu.

Nah, para ilmuwan baru-baru ini menemukan jenis millipede dengan kaki terbanyak yang penah ada di dunia. Ia adalah Illacme plenipes dengan jumlah kaki mencapai 750 buah.

Binatang ini memiliki ruas tulang luar yang transparan dan ditumbuhi rambut sehalus sutra. Di bagian kepalanya terdapat antena untuk mendeteksi benda yang ada di sekitarnya. Sebab, binatang ini tak memiliki indra penglihatan.

Illacme plenipes, yang kini diklaim sebagai binatang dengan jumlah kaki terbanyak, meski jumlahnya tak sampai seribu, ditemukan di wilayah California, Amerika Serikat.

Tempat Paling Dingin Di Alam Semesta Ditemukan


Jika Anda berpikir tempat paling dingin di alam ini adalah Kutub Utara atau Kutub Selatan, mungkin Anda tidak bisa disalahkan karena di sana terdapat gumpalan “es abadi”.

Tapi, kalau berbicara alam semesta, dinginnya di kedua kutub itu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan suhu udara di Boomerang Nebula. Ya, di situlah tempat paling dingin di alam semesta ini. Boomerang Nebula masuk dalam konstelasi Centaurus. Jaraknya kurang-lebih 5.000 tahun cahaya dari bumi.

Boomerang Nebula adalah salah satu tempat di alam semesta yang unik. Pada 1995, dengan menggunakan Swedish ESO Submillimetre Telescope berdiameter 15 meter di Cile, dua ahli astronomi Sahai dan Nyman mengemukakan bahwa Boomerang Nebula adalah tempat paling dingin di alam semesta sejauh ini.

Suhu udara di sana adalah -272 derajat Celsius, atau hanya satu derajat lebih adem dibandingkan absolute zero (titik paling rendah dari semua temperatur). Bahkan latar belakang pancaran radiasi yang ditimbulkan oleh Big Bang, yang mencapai -270 derajat Celsius, masih kalah dingin ketimbang Boomerang Nebula.

Bentuk Boomerang Nebula yang mirip dasi kupu-kupu diyakini disebabkan oleh angin berkecepatan tinggi yang mencapai 500 ribu kilometer per jam. Angin itu membawa gas bersuhu rendah dari bintang mati di sekitarnya.

Bintang tersebut kehilangan berat massa sekitar satu per seribu material per tahun selama 1.500 tahun, demikian pernyataan kedua ahli astronomi itu. Kecepatan berkembangnya Nebula membuat daerah ini menjadi yang paling dingin di alam semesta.

Rahasia Otak Jenius Einstein Terungkap


Para ahli menemukan bagian otak Albert Einstein tidak seperti kebanyakan orang. Menurut ahli antropolog Florida State University Dean Falk, hal itu diduga terkait dengan kemampuan kognitif Einstein yang luar biasa.

Falk, bersama dengan rekannya, Frederick E. Lepore dari Robert Wood Johnson Medical School, dan Adrianne Noe, Direktur Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran, menjelaskan untuk pertama kalinya tentang korteks serebral otak Einstein hasil pemeriksaan terhadap 14 foto temuan baru.

Para peneliti membandingkan otak Einstein dengan 85 otak manusia normal. Mereka menemukan, berdasarkan studi pencitraan fungsional, otak Einstein memiliki fitur yang tidak biasa.

“Meskipun ukuran keseluruhan dan bentuk asimetris otak Einstein normal, korteks prefrontal, somatosensori (otak bagian pengecapan dan perasa dikulit), motor utama, parietal, temporal dan oksipital (bagian penglihatan dimata) nya luar biasa,” kata Falk. “Ini mungkin telah memberikan dasar-dasar neurologis untuk beberapa kemampuan visuospatial dan matematikanya, misalnya.”

Penelitian itu, “The Cerebral Cortex of Albert Einstein: A Description and Preliminary Analysis of Unpublished Photographs,” diterbitkan pada 16 November dalam jurnal Brain.

Setelah kematian Einstein pada tahun 1955, otaknya telah dipindahkan dan difoto dari berbagai sudut dengan izin dari keluarganya. Selanjutnya, foto itu dibagi menjadi 240 blok dan tersedia dalam slide histological.

Sayangnya, sebagian besar dari blok, foto, dan slide hilang dari pandangan publik selama lebih dari 55 tahun. Sebanyak 14 foto yang digunakan oleh para peneliti saat ini disimpan oleh Museum Nasional Kesehatan dan Kedokteran.

Makalah ini juga menerbitkan “peta” otak Einstein yang disiapkan pada tahun 1955 oleh Dr Thomas Harvey untuk menggambarkan lokasi 240 blok jaringan.

Cara Menimbulkan Rasa Segar Pada Saat Membuat Minuman Bersoda


Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa selama ribuan tahun, orang telah tertarik pada gelembung karena manfaatnya. Baik itu untuk meremajakan kulit saat digunakan untuk berendam air panas atau untuk perawatan di spa mineral maupun sensasi ‘krenyes’ di lidah pada saat meneguk minuman bersoda.Darimana sebenarnya gelembung ini berasal?

Sesuai dengan namanya, karbonasi merupakan proses dari karbon dioksida yang dimasukan ke dalam cairan dengan tekanan tinggi, sehingga menghasilkan gelembung dalam minuman dengan cita rasa “menggigit” atau “krenyes”. Karbon dioksida yang digunakan pada proses karbonasi pada dasarnya sama dengan gas alam yang kita keluarkan saat bernafas dan dihirup oleh tanaman saat proses respirasi, namun dalam bentuk produk komersial (commercially-produced version).

Produsen minuman saat ini menggunakan peralatan khusus untuk mencampurkan gelembung ke dalam cairan, tetapi Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa proses ini sebenarnya juga terjadi secara alami.

Sejarah Proses Karbonasi
Pada tahun 1500-an, ada sebuah desa di daerah Spa di Belgia yang menjadi salah satu resor pertama yang terkenal karena alamnya dan juga sumber air panas mineralnya. Spa membuat banyak orang tertarik untuk memanfaatkan air berkarbonasi karena sifatnya yang menyegarkan dan dipercaya dapat membantu pencernaan.

Mulai pertengahan abad ke-19, proses karbonasi mulai dikomersialisasikan dan minuman bersoda bermunculan di seluruh dunia. Orang yang pertama mengembangkan pembuatan minuman berkarbonasi adalah ilmuwan Inggris Joseph Priestly di akhir abad ke-18.

Dia menemukan sebuah metode karbonasi dengan ‘menembakan’ karbon dioksida ke dalam air dengan tekanan tinggi, menciptakan gelembung yang cukup mampu bertahan lama. Pada pertengahan tahun 1800-an, ilmuwan makanan mulai menambahkan gula, jus buah, dan rasa ke dalam air berkarbonasi untuk kesegaran dan bukan hanya untuk manfaat kesehatannya saja.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika minuman bersoda masuk ke mulut Anda, air berkarbonasi dapat memicu reseptor tertentu pada lidah untuk memberikan sensasi “menggelitik”. Bahkan, sebuah studi mengenai pengaruh karbonasi pada rasa menunjukkan bahwa karbonasi dapat meningkatkan kemampuan indera kita dalam merasakan manis dan asin.

Minuman bersoda akan tetap ‘mengigit’ atau ‘krenyes’ selama kemasannya belum dibuka. Hal ini karena segelnya sengaja dirancang untuk mencegah karbonasi menguap. Rasa krenyes yang unik dan menyegarkan dari minuman bersoda akan terasa optimal saat kandungan karbonasinya seimbang. Jika tutup kemasan dibuka terlalu lama, karbonasi akan menguap sehingga sensasi krenyes dalam minuman bersoda tersebut hilang.

Bertentangan dengan anggapan bahwa air berkarbonasi dapat membantu pencernaan, ada pula yang beranggapan bahwa air berkarbonasi dapat menyebabkan masalah lambung dan perut kembung. Apakah ini benar ?

Saat tertelan, sebagian besar karbonasi dalam minuman bersoda sebenarnya tidak sampai di lambung karena sebagian besar gas menguap ketika kemasan dibuka. Gelembung yang tersisa dalam minuman akan segera diserap melalui dinding saluran pencernaan. Dan, jumlah yang diserap oleh tubuh tersebut relatif sangat kecil dibandingkan dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan tubuh kita secara terus menerus secara alami saat kita menggunakan energi.

Kadang-kadang yang terjadi adalah bersamaan dengan udara yang tertelan ketika Anda minum terlalu tergesa-gesa, dan kelebihan gas tersebut akan dikeluarkan dari tubuh dengan cara bersendawa.