Monthly Archives: Mei 2014

Pendek Tapi Manis … Tren Rok Mini Kembali Berlanjut


Rok mini kembali menjadi tren saat ini. Terutama setelah munculnya demam K Pop yang melanda dunia, girlband yang membawa rok mini serta memperlihatkan kaki jenjang hingga kembali menjadi tren fashion. Tahukan Anda pada 1960-an, rok mini merupakan fenomena yang luar biasa dan memiliki dampak yang besar bagi remaja saat itu?

Pada 60-an merupakan zamannya ekspresi budaya para remaja dan juga awal dari gerakan pembebasan seksual karena penemuan pil KB. “Jadi itu momen sejarah,” kata Valerie Steele, Direktur dan Kepala Kurator The Museum Fashion Institute of Technology (FIT) di New York. “Sebenarnya rok pendek sudah menjadi tren sejak tahun 1920-an, dan saat itu perempuan dipandang lebih seksual karena kebebasan untuk pergi ke luar rumah dan memilih pasangan. Perempuan saat itu bebas menciumi pria sebelum menikah, tapi mereka masih tencam hamil,” ujarnya.

DI antara banyaknya revolusi pada 60-an, serta banyak sejarah yang perlu dicatat pada masa itu. Seperti musik swinging yang dipopulerkan The Beatles, manusia pertama yang ke bulan serta rok mini yang kemudian menjadi ikon era paling abadi. Tren itu diperkuat dengan beberapa desainer fashion berpengaruh di London seperti Mary Quant, Andre Courreges, John Bates dan Jean Varon yang menciptakan rok mini sehingga menjadi pendorong kekuatan mode di era 60-an.

Lalu bagaimana di Indonesia? Pada 2012, perihal rok mini sempat menjadi kontroversi karena ‘celetukan’ ketua DPR, Marzuki Alie mengenai dilarang bagi perempuan mengenakan rok mini karena bisa memicu pelecehan seksual dan pemerkosaan. Mungkin banyak pria yang bermoral rendah dan tidak punya ahlak yang baik.

Rok mini seakan hanya menjadi simbol bagi remaja. Tren rok mini sekarang ini bukan saja milik kaum remaja. Wanita dewasa sepertinya sah-sah saja mengenakan rok mini untuk memperlihatkan kaki jenjangnya. Meski bertambahnya usia proposional tubuh seorang wanita tidak lagi seperti kala remaja, atau penghakiman dari masyarakat bagi wanita usia dewasa yang mengenakan rok mini, tapi menurut sebuah studi terbaru yang dilakukan departemen store terkenal di Inggris, Debenhams, mengungkapkan bahwa wanita senang mengenakan rok mini sampai usia 40 tahun. Sedangkan angka dari tahun 1980 menunjukkan bahwa rata-rata wanita berhenti membeli rok mini ketika mencapai usia 33 tahun.

“Jika tren ini berlanjut, tidak ada keraguan bahwa dalam dekade berikutnya di pertengahan usia 40-an dan awal 50-an, wanita menganggap rok mini sebagai bagian penting dari lemari pakaian sehari-hari mereka,” tulis Debenhams dalam laporannya.

Namun tidak semua negara sependapat dengan hal itu. Di beberapa negara di Afrika, wanita yang memakai rok mini bahkan tidak terlihat di wilayah tertentu. Seperti pada 2010, wali Kota Castellammare di Stabia, Italia, mengeluarkan perintah kepada polisi untuk mendenda perempuan gemuk atau jelek yang terlihat mengenakan rok mini. Sebuah laporan dari Guardian mengungkapkan pada akhir Februari sekitar 200 perempuan turun ke jalan Ibu Kota Uganda untuk memprotes undang-undang antipornografi terbaru, yang melarang perempuan mengenakan pakain yang ketat hingga memperlihatkan bentuk paha, payudara, dan bokong mereka yang sensual sehingga membuat pria terangsang.

Setelah lewat 50 tahun penemuan rok mini, masih banyak hambatan yang ditemukan, terutama di beberapa negara yang memiliki fundamentalisme agama. “Kita telah menjadi jauh lebih menerima keberagaman di negara-negara Barat, namun secara internasional hal tersebut telah berubah ke kanan. Kami melihat banyak budaya mencolok di perempuan dengan cara berpakaian yang hiper konservatif dan penyembunyian tubuh,” kata Valerie Steele, Direktur dan Kepala Kurator The Museum Fashion Institute of Technology (FIT), di New York.

Di sebagian besar dunia dimana para prianya kurang bisa menahan nafsu, katanya, memakai rok mini tidak bisa sebebas di negara barat. “Kalau melihat ke masa depan yang jauh lebih bebas dan mundur ke masa lalu yang lebih terbatas, rok mini merupakan simbol keduanya,” kata Valerie.

Bekas Luka Orang Asia Lebih Lama Sembuh


Luka yang menimbulkan bekas di kulit dapat menurunkan rasa percaya diri. Apalagi bila berada di bagian-bagian tubuh yang tidak tertutup, misalnya di wajah. Sayangnya, orang Asia, termasuk Indonesia, merupakan ras yang lebih sulit sembuh lukanya dibandingkan orang Barat atau Kaukasia. Inilah yang kemudian membuat bekas luka lebih sulit hilang, bahkan tanpa perawatan luka yang memadai, bekas luka akan permanen.

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik Irena Sakura Rini mengatakan, jika luka pada orang Kaukasia bisa sembuh dalam lima hari, orang Asia baru sembuh setelah tiga minggu. Bahkan bagi sebagian orang, bekas luka berpotensi menjadi keloid. “Ini karena pada kulit orang Asia jumlah sel melaninnya lebih banyak,” kata Irena pada media briefing Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indoensia (PERAPI), Senin (26/5/2014) di Jakarta.

Irena menjelaskan, sel melanin merupakan sel pada bagian dermis kulit yang berfungsi memberi warna pada kulit. Karena sel melanin lebih banyak, maka warna kulit cenderung berwarna lebih gelap dibandingkan orang Kaukasia. Di samping manfaatnya yang melindungi kulit dari paparan sinar matahari, sel melanin juga berfungsi untuk menyembuhkan luka. Namun jika jumlahnya terlalu banyak, sel-sel ini terlalu aktif bekerja, tarik menarik sehingga luka tidak bisa segera sembuh.

“Saat sel melanin terlalu aktif, mereka berebut untuk menyembuhkan luka, tarik menarik sehingga inflamasi atau peradangan pada luka akan berlangsung lebih lama,” jelas dokter dari RS Dharmais ini. Irene mengatakan, saat terjadi luka, sel melanin dan kolagen pada dermis akan merespon untuk menutup luka tersebut. Namun jika sel melanin bekerja terlalu aktif maka akan merangsang kolagen terbentuk semakin tebal yang akhirnya membuat keloid pada bekas luka.

Maka untuk mempercepat penyembuhan luka, Irena menyarankan supaya orang lebih banyak mengonsumsi vitamin C yang menekan pertumbuhan melanin. Di samping itu, orang juga perlu menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan guna mencegah melanin menjadi terlalu aktif.

Cara Mencegah Terkena Cacar Air Berulang Kali


Akhir-akhir ini kabar kelangkaan vaksin varisela alias vaksin cacar air sedang ramai diperbincangkan. Beberapa rumah sakit di kota-kota besar di Indonesia juga dikabarkan kesulitan mendapatkan vaksin ini. Meski bukan termasuk vaksin dasar yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya vaksin ini tetap diberikan. Sebab, sebelum ditemukannya vaksin ini, tercatat banyak kematian yang diakibatkan oleh cacar air.

Vaksin cacar air berisi virus penyebab cacar air yaitu varicella-zoster yang sudah dilemahkan. Diharapkan tubuh seseorang yang sudah divaksin memiliki kekebalan terhadap virus ini sehingga tidak terjangkit cacar air di masa mendatang. Yuk kita kenali lebih dalam mengenai vaksin cacar air. Berikut informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber, dan ditulis pada Senin (26/5/2014):

1. Tak dibutuhkan jika pernah terinfeksi
Pada prinsipnya vaksin ini sangat disarankan untuk diberikan kepada anak berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah menderita cacar air. Untuk mereka yang sudah pernah menderita cacar air, vaksin ini tidak perlu diberikan.

2. Diberikan mulai umur 12 bulan
Sebaiknya vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 12 bulan. Vaksin ini diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama dapat diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun.

3. Kisaran Harga
Harga vaksin tambahan di Indonesia masih tergolong mahal lantaran harus didatangkan dari luar negeri. Vrilril misalnya, vaksin tersebut bisanya didapat dengan harga minimal 275 ribu rupiah. Tetapi di rumah sakit atau klinik swasta, vaksin varisela bisa saja dijual dengan harga yang lebih tinggi. Meski demikian, terdapat organisasi-organisasi kesehatan yang menjual vaksin dengan harga lebih ekonomis dari rumah sakit swasta. Misalnya saja Rumah Vaksinasi, menyediakan vaksin semacam ini dengan harga Rp 450 ribu. Sementara itu, Klinik In Harmony di Jakarta Pusat menjualnya dengan harga Rp 600 ribu.

4. Produsen vaksin cacar air
Vaksin cacar air di Indoensia diproduksi oleh GlaxoSmithKline dan Sanofi pasteur. Dua produsen tersebut bukan merupakan produsen lokal. Itulah mengapa harga vaksin cenderung lebih tinggi karena tidak ada produsen lokal yang sanggup menembus pasar nasional dibidang vaksin.

5. Tempat mendapatkan vaksin cacar air
Vaksin cacar air dapat diperoleh di berbagai rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah. Tak hanya di rumah sakit, vaksin cacar juga bisa didapatkan di organisasi vaksinasi seperti Rumah Vaksinasi. Selain itu vaksin juga bisa didapatkan di berbagai klinik kesehatan yang direkomendasikan oleh IDAI.

Produk Militer Yang Dibuat Sendiri Oleh Indonesia Termasuk Pesaing F-16


Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengembangkan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di masa depan. Langkah ini untuk menciptakan kemandirian pemenuhan alutsista dari industri pertahanan dalam negeri.

Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Badan Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Silmy Karim mengatakan pemerintah Indonesia memiliki 7 program penguasaan alutsista. Program tersebut sedang dan terus berlangsung, termasuk melibatkan negara asing dan BUMN Indonesia.

“Jadi program nasional ada 7. Pertama produksi propelan (bahan baku roket), tank (medium), kapal selam, IFX (jet tempur), misil, roket, fregate. Itu 7 program masih berjalan,” kata Silmy di Kementerian Pertahanan Jakarta, Senin (26/5/2014).

BUMN strategis yang digandeng antara lain: PT Dahana (Persero), PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) hingga PT LEN (Persero). Upaya menggandeng BUMN agar ada transfer teknologi dari negara mitra terhadap BUMN strategis.

Pengembangan alutsista di dalam negeri juga memiliki banyak manfaat. Disamping menghidupkan industri pertahanan dalam negeri, juga mampu menghemat devisa dan pajak akibat impor alutsista per tahun.

“Yang jelas anggaran pertahanan kisarannya meningkat terus. Setidaknya 30% untuk belanja alutsista. Keunggulan lain dari sektor pajak, alih teknologi, penguasaan SDM, kemudian kemandirian alutsista,” jelasnya.

Produk-produk yang dikembangkan dan sedang berjalan seperti medium tank. Pengembangan medium tank ini melibatkan PT Pindad dan pemerintah Turki. Turki dinilai memiliki kapasitas mengembangkan dan memproduksi medium tank canggih.

“Ini progres dengan Turki. Turki punya ahli. Dia punya perusahaan ahli bikin tank,” jelasnya.

Sedangkan untuk kapal perang, RI melalui PAL menggandeng perusahaan Belanda mengembangkan dan memproduksi kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) atau Fregate. PAL juga berkerjasama dengan Korea Selatan mengembangkan dan memproduksi kapal selam di Surabaya, Jawa Timur.

Selain kapal, program lainnya adalah pengembangan jet tempur. Untuk pengembangan ini, Indonesia menggendeng Korea Selatan. Program tersebut bernama Korea Fighter experiment/Indonesia Fighter experiment (KFX/IFX). Pesawat tempur ini merupakan generasi 4.5 atau pesaing dari F16 versi terbaru. Pengembangan ini melibatkan PT Dirgantara Indonesia.

Poppy Kucing Tertua Didunia Yang Pecah Rekor Di Guinness World Records


Poppy benar-benar panjang umur. Kucing betina asal Bournemouth, Inggris, itu memecahkan rekor sebagai kucing hidup tertua di dunia dengan usia 24 tahun. Poppy lahir pada Februari 1990 dan sepanjang hidupnya sudah ada lima Perdana Menteri Inggris serta empat Presiden Amerika Serikat menjabat.

Usia Poppy dalam dunia kucing tergolong luar biasa. Kucing rumahan rata-rata hidup 15 tahun. Jika dikonversi ke umur manusia, usia Poppy setara 114 tahun, setahun lebih muda dari Misao Okawa, wanita asal Jepang yang dinobatkan sebagai manusia tertua.

Poppy–kini buta dan tuli–tinggal bersama pemilik ketiganya, Jacqui West. Si kucing lebih banyak menghabiskan waktu dengan bersantai di dalam rumah.

Poppy berbagi rumah bersama keluarga West yang memiliki dua putra, empat kucing, kelinci, dan hamster. “Poppy jelas kucing hebat dan dia punya pengaruh besar di rumah. Jika kucing lain ingin merebut makanannya, dia masih bisa menggigitnya,” kata West, seperti ditulis Guinness World Records dalam lamannya, Selasa, 20 Mei 2014.

Keluarga West tidak mengetahui mengapa Poppy bisa hidup selama itu. Yang jelas, Poppy makan makanan kaleng dan makanan kering. Sesekali Poppy mengkonsumsi makanan cepat saji, seperti ayam goreng, kebab, ikan, dan keripik.

Sebelum Poppy, ada Pinky, kucing asal Kansas yang menempati tahta kucing tertua. Pinky mati tahun lalu pada usia 23 tahun. Sedangkan kucing tertua yang pernah tercatat dalam sejarah adalah Creme Puff dari Austin, Texas. Saat mati pada 2005, Creme Puff tercatat berusia 33 tahun dan 3 hari.

Umur panjang dalam dunia hewan bukanlah hal aneh. Kura-kura raksasa rata-rata hidup sekitar 100 tahun. Bahkan ada kura-kura di sebuah kebun binatang India dilaporkan berumur 250 tahun. Seekor gajah Asia di kebun binatang Taiwan tercatat berusia 86 tahun. Pada 2006, para peneliti Amerika Serikat berhasil menemukan tiram di dasar laut dekat Islandia yang umurnya diperkirakan 507 tahun.

Sementara itu, di dunia tumbuhan, pohon seperti pinus bisa hidup ratusan hingga ribuan tahun. Pohon pinus di California tercatat berusia hampir 5.000 tahun. Ada lagi koloni pohon pando di Utah yang sudah berusia 80 ribu tahun. Pada 2007, peneliti menemukan bakteri di Siberia yang usianya diperkirakan lebih dari setengah juta tahun.

Kucing Yang Hilang Saat Tsunami Ditemukan Dalam Keadaan Hidup


Tiga tahun terpisah dengan majikannya, Suika, seekor kucing betina berwarna hitam, berhasil pulang ke pangkuan pemiliknya, Kazuko dan Takeo Yamagishi, di Kota Ofunato, di Prefektur Iwate, Jepang.

Menurut laporan surat kabar Jepang Asahi Shimbun, yang kemudian dikutip BBC, Senin, 12 Mei 2014, Suika menghilang sejak 11 Maret 2011 lalu kala tsunami melanda Jepang.

Memang rumah keluarga Yamagishi tak sampai hanyut dibawa tsunami seperti sebagian rumah di kota ini. Namun, kucing kesayangan mereka tidak terlihat sejak saat itu. Selama tiga bulan, pasangan Yamagishi terus mencari keberadaan Suika, tapi hasilnya nihil. Suika menghilang begitu saja.

Hingga akhirnya pada 10 April lalu, pasangan lain melihat seekor kucing hitam meringkuk di sebuah hutan pinus di dekat rumah mereka. Karena kucing tersebut mengenakan kalung, mereka pun membawanya ke Ofunato Health Centre.

Beberapa hari berselang, tak ada yang mengklaim kepemilikan kucing hitam itu. Hingga akhirnya Ofunato Health Centre memutuskan untuk menaruh pengumuman di koran lokal. Saat akan difoto, karyawan koran tersebut melihat nama dan nomor telepon keluarga Yamagishi yang sudah memudar di kalung kucing tersebut.

Dari situlah Suika kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. “Dari mana saja kau?” kata Kazuko begitu pertama kali berjumpa kembali dengan kucing kesayangannya.

Tidak jelas bagaimana Suika bisa selamat dari tsunami. Yang jelas, setelah tiga tahun berpisah, keluarga ini bisa berkumpul kembali. “Ini benar-benar seperti mimpi,” ujar Kazuko penuh haru.

Puluhan Ahli Klimatologi Berkumpul di Puncak


Puluhan pakar klimatologi dari sejumlah negara di Asia Tenggara dan Belanda berkumpul di Puncak, Bogor, Selasa 20 Mei 2014. Mereka berdialog dan mengundang lebih banyak aktor untuk upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Program ini menyediakan media untuk dialog dengan penyedia data, pengguna dan stakeholder mengenai persyaratan berkaitan dengan aplikasi iklim dan strategi penelitian,” kata Kepala Badan Metrorologi Klimatilogi dan Geofisika Andi Eka Sakya.

Pertemuan dilakukan dalam kerangka lokakarya Southeast Asia Climate Assesment And Dataset (SACA&D) di Pusat Pendidikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Desa Citeko, Puncak, Kabupaten Bogor. Mereka rencananya akan berada di sana selama empat hari ke depan sejak Selasa.

Andi menjelaskan, SACA & D adalah visualisasi data iklim dan alat analisis yang dikembangkan Badan Meteorologi Belanda (KNMI) dan BMKG. Sistem data dan analisis itu beroperasi berdasarkan data iklim harian dimana Indonesia menyumbang suplai datanya lewat jaringan 60 stasiun yang dimilikinya.

Selain Indonesia ada sumbangan dari Singapura dengan 1 stasiun, Vietnam 14 stasiun, dan Malaysia sebanyak 7 stasiun. “Semua data ini dapat bermanfaat untuk masing-masing negara mengetahui kondisi iklim yang sedang bahkan akan terjadi,” kata dia.

Pakar Meteorologi dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Peer Hechler, menjelaskan adaptasi terhadap perubahan iklim merupakan masalah kompleks dan lintas sektor. Instansi pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta pada berbagai tingkatan, baik global, regional maupun nasional diharapkannya ikut terlibat.

Tak hanya itu yang dibutuhkan oleh masing-masing pihak tadi, adalah kebutuhan konstan informasi yang akurat mengenai tren iklim. “Ini akan membantu memudahkan dalam pengambilan keputusan, informasi kebijakan dan pelaksanaan tindak nyata,” katanya.