Monthly Archives: September 2011

Kucing Kembar Siam Bermuka Dua Hidup Selama 12 Tahun Pecahkan Rekor Dunia


Dua belas tahun sudah, Frank dan Louie, berbagi hidup di tubuh yang sama. Keduanya terlahir siam, menempel dalam satu tubuh dengan dua mulut, dua hidung, tiga mata, dan dua telinga. Hingga hari ini, tak ada gangguan kesehatan yang berarti pada keduanya.

Sara Wilcox, juru bicara Guinness World Records, menyatakan mereka adalah kucing jenis Janus tertua di dunia. Disebut ‘Janus’ berdasar klasifikasi zoologis Inggris, Dr Karl Shuker, yang menamakannya sesuai nama Dewa Romawi yang bermuka dua.

Frank dan Louie mengalami duplikasi craniofacial, sebuah kondisi kongenital yang sangat jarang. Dikenal juga sebagai diprosopia, individu yang bersangkutan akan memiliki dua wajah yang mirip dalam satu kepala.

Di dunia kucing, kata Wilcox, hal ini sangat jarang terjadi. kalaupun terjadi, biasanya individu yang bersangkutan tak akan hidup lama.

Frank dan Louie lahir pada 8 September 1999. Merayakan ulang tahunnya, nama keduanya dicatat dalam edisi terbaru Guinness World Records yang akan diterbitkan tahun 2012.

Marty, seorang dokter hewan yang juga pemilik kucing itu, menemukannya secara tak sengaja. Tahun 1999, ia kedatangan pengunjung membawa anak kucing seukuran telapak tangannya, memintanya untuk melakukan suntik mati atau eutanasia. Marty menolak. Wanita asal Massacusetts ini menawarkan ganti: sanggup memelihara keduanya.

“Membesarkan kedua, tiap hari bagai sebuah keajaaiban bagi saya,” kata Marty.

Iklan

Teori Baru Runtuhnya Menara WTC


Menara kembar pencakar langit World Trade Centre (WTC) di New York, yang dihantam dua pesawat pada 11 September 2001, tidak runtuh akibat kebakaran, tetapi akibat melelehnya aluminium dua pesawat tersebut. Demikian laporan harian Belanda, Spits, yang terbit dengan “Teori Baru Mengenai 9/11”, sebagaimana dikutip Radio Nederland, Kamis (22/9/2011).

Keruntuhan disebabkan oleh kombinasi melelehnya dinding aluminium akibat suhu panas yang luar biasa ditambah semburan air dari alat-alat pemadam kebakaran otomatis di setiap ruangan. Itulah yang menyebabkan ledakan yang menghancurkan konstruksi bangunan.

Laporan harian itu berdasarkan hasil penelitian Christian Simensen, seorang ilmuwan Norwegia, yang disampaikan dalam sebuah kongres teknologi di San Diego, Amerika Serikat. Simensen bekerja di sebuah lembaga penelitian Norwegia, Sintef.

Simensen mengambil contoh percobaan yang dilakukan oleh pabrik aluminium Alcoa beberapa tahun lalu. Para ilmuwan mencampur 20 kilogram aluminium yang meleleh dengan 20 liter air. Serta merta, timbul ledakan dahsyat yang menghancurkan ruangan laboratorium dan membuat lubang selebar 30 meter. Kandungan aluminium kedua pesawat yang menghantam kedua gedung World Trade Centre New York mencapai 30 ton.

Teori Simensen cocok dengan keterangan saksi mata yang mendengar ledakan dahsyat saat kedua gedung pencakar langit World Trade Centre runtuh. Ledakan hebat tersebut sampai menimbulkan tuduhan bahwa kedua gedung itu sengaja diledakkan oleh aparat keamanan Amerika.

Menurut Spits, selama sepuluh tahun, Pemerintah Amerika Serikat melakukan berbagai penelitian mengenai penyebab runtuhnya kedua gedung pencakar langit itu.

Penelitian Membuktikan Bahwa Wanita Pemakai Rok Ditempat Kerja Lebih Sukses dan Bergaji Besar


Seberapa sering Anda memperhatikan pakaian yang Anda kenakan saat bekerja di kantor? Jika selama ini Anda tak terlalu memperhatikannya, ada baiknya Anda mulai memperbaikinya sejak sekarang.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengungkapkan bahwa Anda lebih baik mengenakan rok untuk bekerja ketimbang celana panjang. Riset yang dilakukan oleh University of Hertfordshire itu mengungkapkan bahwa perempuan yang mengenakan rok saat bekerja akan mendapat kesan lebih positif dan mendapat peluang lebih besar untuk diterima dengan baik di lingkungan kerjanya.

Selain itu, para pengguna rok juga dianggap lebih punya rasa percaya diri dan diyakini akan mendapatkan gaji lebih besar dibandingkan mereka yang lebih suka mengenakan celana panjang saat bekerja.

Riset ini mensurvei sebanyak 300 orang wanita yang mengenakan rok maupun celana panjang saat bekerja dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait rasa percaya diri, gaji, fleksibilitas, kepercayaan, dan kesuksesan.

Menurut Profesor Karen Pine, yang memimpin riset tersebut, secara umum, kesan pertama terhadap mereka yang mengenakan rok adalah lebih formal dan sering kali dianggap lebih akurat.

“Setelah melihat wajahnya sedetik, orang akan membuat penilaian tentang kepribadian orang lain dan atribut kerja mereka. Secara umum, wanita mempunyai pilihan mode berpakaian lebih luas ketimbang laki-laki dan tetap harus menjaga identitas yang menyeimbangkan antara profesionalitas dan daya tarik,” ungkap Profesor Pine.

Ia menambahkan bahwa rok memungkinkan penggunanya untuk mencapai keseimbangan tersebut tanpa memperlihatkan sikap provokatif. “Apa yang kita kenakan menunjukkan banyak hal hanya dalam hitungan detik. Berpakaian untuk memberikan kesan tertentu sangatlah penting dan bahkan bisa menjadi kunci sukses,” ujar sang profesor.

Namun Profesor Pine juga mengingatkan untuk tidak berlebihan agar tidak menjadi masalah. “Hati-hati dengan busana berdada terlalu rendah atau rok yang terlalu pendek. Penelitian lain mengungkapkan bahwa ‘pakaian yang provokatif’ justru menunjukkan rendahnya tingkat profesionalitas,” sambung dia.

“Kita mungkin berpikir bahwa mode hanyalah kesenangan yang boros dan kepribadian kita yang menyenangkan akan memudar atau terganggu oleh noda sup di jaket kita. Itu tidak benar,” ujar Profesor Pine.

Ribuan Warga Amerika Melihat Bola Api Hijau Melintas Langit 7 Negara Bagian


Sebuah bola api misterius melesat di langit malam Amerika Serikat, Rabu (14/9/2011) waktu setempat, dan mengejutkan warga yang melihatnya.

Bola api tersebut bisa dilihat oleh sebagian warga di tujuh negara bagian di bagian barat AS, mulai dari Phoenix, Las Vegas, hingga ke kawasan pantai di California selatan.

Laporan penampakan obyek misterius tersebut membanjiri pihak berwajib dan kantor-kantor media di wilayah-wilayah itu. Warga mengaku melihat bola api berwarna hijau kebiruan melesat dengan cepat dari barat ke timur sekitar pukul 19.45 waktu AS bagian barat (Pacific Daylight Time/PDT atau sekitar pukul 09.45 WIB hari Kamis, 15/9/2011).

Sebagian warga lainnya melaporkan, obyek itu berwarna kuning dan oranye. Beberapa saksi mata sempat merekam objek tersebut dan mengunggahnya di YouTube.

Berbagai spekulasi muncul tentang bola api itu, mulai dari pesawat makhluk alien yang jatuh sampai kecelakaan pesawat udara biasa.

Namun, Manajer Program Benda Langit Dekat Bumi (Near-Earth Object) NASA Don Yeomans mengatakan, kemungkinan besar benda misterius itu adalah sejenis meteor berukuran besar yang secara ilmiah dinamakan “bola api” (fireball).

“Kami tidak bisa memastikan 100 persen, tetapi hampir bisa dipastikan obyek itu adalah sebuah bola api, meteor seukuran bola basket atau bola bisbol yang pecah sebelum jatuh ke tanah,” papar Yeomans.

Yeomans menambahkan, bola api biasanya disebabkan oleh pecahan asteroid yang memasuki atmosfer Bumi. Warna hijau kebiruan yang dilaporkan saksi mata menunjukkan obyek itu mengandung unsur magnesium dan nikel, sementara warga oranye mengindikasikan obyek itu memasuki atmosfer dengan kecepatan beberapa kilometer per detik, yang masih terhitung kecepatan sedang untuk sebuah meteor.

Menurut ilmuwan NASA tersebut, bola api memang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan bintang jatuh, kategori meteor yang lebih kecil.

Meski demikian, bola api hampir selalu terjadi setiap minggu di suatu tempat di Bumi, biasanya di atas lautan sehingga jarang ada orang yang melihat. “Itu adalah fenomena alam biasa dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Yeomans.

Juru bicara Badan Penerbangan Federal AS (FAA), Ian Gregor, juga telah menyatakan, tidak ada insiden penerbangan yang melibatkan pesawat udara di wilayah barat AS pada waktu tersebut.

Wanita Dengan Lidah Terpanjang Di Dunia


Pepatah kuno pernah mengatakan, janganlah memanjang-panjangkan lidah nanti bisa terselip karena lidah itu tak bertulang.

Namun demikian, kalimat bijak itu agaknya tak berlaku bagi mahasiswa 21 tahun asal California, Amerika Serikat. Justru karena bagian anatomi tubuh yang sangat panjang itulah, cewek ini dinobatkan sebagai pemilik lidah terpanjang di dunia.

Guiness World Records mencatat lidah Chanel Tapper memiliki panjang 9,75 centimeter. Itu artinya, dua kali lipat rata-rata dari milik lidah orang normal atau panjangnya hampir sama dengan Apple iPhone . “Dia sanggup menggigit burger sekali lahap.”

Lidah Tapper mulai mendapatkan banyak perhatian ketika dia berusia delapan tahun saat foto bersama di acara Halloween. Namun penampilannya dianggap lebih tua dibandingkan dengan usia sebenarnya. Untuk itu, tim penilai mengulang pengambilan gambar. “Mereka meragukanku.”

“Anak-anak gadis atau kaum perempuan bakal berteriak histeris jika mereka melihat aku melet atau memperlihatkan lidah di depannya,” ujar Tapper.

“Aku kerap mendapatkan pertanyaan seperti ini, ‘Dapatkah lidahmu menyentuh hidung atau siku? Dan, apakah orang-orang akan tersedak jika menciummu?”

Cara Membuat Biofuel dari Koran dan Majalah Bekas


SEJUMLAH ilmuwan di Tulane University New Orlean telah menyempurnakan turunan bakteri Clostiridium yang dinamai TU-103. Mikroba tersebut merupakan yang pertama kali dari jenisnya yang mampu melakukan sintesis butanol dari selulosa.

Mikroba TU-103 ini dapat memproses beragam jenis tanaman dan produk tanaman dan mengubahnya menjadi butanol. Dengan kata lain mikroba ini memiliki kemampuan yang salah satunya mampu mengubah setumpuk koran bekas menjadi bahan bakar.

TU-103 ditemukan oleh David Mullin, seorang profesor di departeman biologi sel dan molekular Universitas Tulane bersama postdoctoral Harshad Velankan serta mahasiswa Hailee Rask yang dikerjakan selama dua tahun lebih.

Tim tersebut tengah menguji mikroba pada ampas tebu, bahan limbah berserat yang dihasilkan selama pemanenan.

“Selulosa ada di mana-mana: kertas, rumput, daun, bonggol jagung, batang jagung dan limbah hasil pertanian. Barang-barang tersebut tersedia dalam skala besar karena batang dan bonggol jagung umumnya dibuang sebagai limbah,” papar Mullin.

“Hasil penemuan ini dapat memproduksi bio-butanol dengan biaya lebih murah yang dapat menghemat biaya bahan bakar per galon. Sebagai bahan bakar, bio-butanol terbuat dari selulosa yang secara dramatis menurunkan emisi karbon dioksida dibandingkan bensin dan memiliki dampak positif pada limbah tempat pembuangan sampah.

Dibanding etanol, butanol merupakan produk yang lebih baik. Ia memanfaatkan limbah dari produk bahan yang telah ada. Bukan terbuat dari tanaman yang ditanam khusus untuk membuat bahan bakar.Butanol memiliki kandungan energi yang hampir setara dengan bensin namun dengan emisi yang jauh lebih rendah.

Profesor praktisi di departemen ilmu bumi dan lingkungan Universitas Tulane, Jeffrey Sigler mengatakan,”Biofuel seperti butanol, secara umum lebih baik untuk kualitas udara dibanding bensin. Bahan ini memiliki pembakaran yang lebih bersih.”

“Jika limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku biofuel, nampaknya ini bisa menjadi sebuah langkah maju yang sangat penting dalam mereduksi emisi CO2 dari beragam jenis bahan bakar, sekaligus meminimalisir dampak penggunaan lahan,” tambahnya.

Hebatnya lagi, butanol tidak membutuhkan modifikasi khusus agar dapat digunakan pada mesin pembakaran yang ada saat ini untuk dapat berfungsi sebagai bahan bakar. Oleh karena itu wajar saja jika Mullin memiliki harapan besar pada TU-103 dan butanol sebagai bahan bakar masa depan.

Arkelolog Austria Temukan Sekolah Gladiator Romawi Yang Masih Utuh


Arkeolog Austria menyatakan telah menemukan sekolah pelatihan gladiator Romawi yang cukup besar dan masih utuh. Bekas sekolah itu terletak di wilayah timur ibukota Wina dan ditemukan dengan menggunakan radar imagery. Sekolah itu merupakan bagian dari kota Romawi yang merupakan pos terdepan militer dan perdagangan yang cukup penting pada 17 abad yang lalu.

Meskipun penggalian belum dilakukan, gambar yang diambil dari radar menunjukan kompleks sekolah yang memiliki 40 sel untuk pegulat dikelilingi tembok yang cukup tebal. Di lokasi itu terdapat tempat pelatihan dan tempat mandi yang cukup besar.

Di luar tembok, hasil pemidaian radar menunjukan lokasi yang dipercaya oleh arkeolog sebagai tempat pemakaman bagi pegulat yang meninggal dalam pelatihan. “Ini merupakan sensasi dunia, dalam arti yang sesungguhnya,” kata Gubernur negara bagian Lower Austria, Erwin Proell, seperti dikutip BBC.

Sekolah yang merupakan bagian dari kota ini merupakan tempat kediaman bagi sekitar 50.000 orang pada 1.700 tahun yang lalu. Kota ini merupakan lokasi perdagangan dan militer terbesar yang berhubungan dengan kekaisaran Romawi di wilayah Asia yang berbatasan dengan daratan Eropa utara dan tengah.

Pejabat mengatakan bangunan sekolah pelatihan gladiator yang ditemukan ini merupakan saingan dari Ludus Magnus, yang merupakan sekolah pelatihan gladiator terbesar di Roma.

Salah satu yang membedakannya adalah reruntuhan kayu yang terletak di tengah arena pelatihan yang biasa digunakan oleh gladiator sabagai musuh tanding.

Museum Romawi Jerman mengatakan gambar tiga dimensi sekolah itu merupakan perpaduan dari barak dan sebuah penjara. Pihak museum mengatakan, gladiator seringkali dinyatakan bersalah sebagai pelaku kriminal atau tahanan perang dan juga diperlakukan sebagai budak.

Para ahli belum menentukan waktu penggalian sekolah gladiatorini, dan mengatakan mereka membutuhkan waktu untuk mematangkan rencana. Kompleks sekolah itu sangat besar dan baru kurang dari 1% saja yang digali walaupun sebenarnya penggalian sudah dimulai sekitar tahun 1870.