Perbedaan Cara Pria dan Wanita Menyimpan Lemak Dalam Tubuh


Perbedaan antara pria dan wanita bukan hanya secara fisik, tapi juga bagaimana metabolisme tubuh mereka. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan tubuh pria dan wanita menyimpan lemak secara berbeda. Proses penyimpanan lemak pada tubuh pria membuatnya lebih beresiko besar menderita penyakit jantung atau obesitas. Dalam penelitian yang dilakukan Deborah Clegg, pakar diabetes dan obesitas, ia tertarik untuk mengetahui apakah wanita akan mengalami perubahan metabolisme yang sama seperti pria jika menjalani pola makan yang sama.

Ia melakukan penelitian dengan memberi makan tikus jantan dan betina diet tinggi karbohidrat, lemak dan gula. Pola makan ini setara dengan makan Big Mac dan minum soda besar setiap hari. Hampir 42 kalori tikus berasal dari lemak. Ini mirip dengan pola makan western yang 38 persen kalorinya berasal dari lemak.

Para peneliti kemudian menunggu sampai tikus-tikus memperoleh jumlah berat yang sama karena tikus jantan biasanya lebih besar dari betina. Dalam perjalanannya tikus jantan mengalami diabetes tipe 2 dan pembesaran hati, yang berhubungan dengan penyakit jantung, sedangkan betina mengalami kondisi yang lain.

“Kemudian kami melihat jaringan hewan. Kami menemukan otak tikus jantan memiliki peningkatan tanda peradangan, dan tikus betina tidak,” kata Clegg. Tanda peradangan pada otak bisa menunjukkan adanya sel lemak. Ketika peneliti menghilangkan ovarium tikus betina untuk meniru kondisi menopause, mereka melihat bahwa jaringan asam lemak tikus betina tampak seperti jantan. Perbedaan komposisi yang dramatis antara tikus jantan dan jaringan asam lemak tikus betina pra-menopause adalah penemuan yang paling mengejutkan, kata Clegg.

“Jaringan otak jantan mencerminkan jenis lemak yang mereka dapat dari diet. Jadi pada dasarnya, Anda adalah apa yang Anda makan. Dan itu berlaku untuk jantan, “kata Clegg. Dari penelitian Clegg sebelumnya pada 2011, ia menemukan bahwa jaringan lemak perempuan bisa membesar seperti stocking. Mereka dapat menyimpan lemak ekstra, sementara jaringan lemak laki-laki tidak bisa.

Menanggapi hasil studi ini, Biff Palmer, profesor kedokteran penyakit dalam, mengatakan hasil studi tersebut sejalan dengan apa yang para ahli sudah ketahui tentang biologis pria dan wanita. “Wanita cenderung menumpuk lemak di pinggul dan paha. Kita tahu secara biologis lokasi penyimpanan tersebut punya kemampuan terus membesar, “kata Palmer.

“Pada pria, kami mengakumulasikan lemak berlebih dalam perut. Sel-sel lemak ini kemampuannya membesar lebih sedikit. Kemudian kelebihan lemak harus pergi ke tempat lain, dan berdasarkan studi pada tikus kita menemukan bahwa lemak ini pergi ke otak,” katanya. Berdasarkan evolusinya, wanita menyimpan lemak di paha dan pinggul untuk mempersiapkan tubuh mereka akan kehamilan. Sementara pria menyimpan lemak di pankreas, hati, dan seperti studi tersebut, di otak.

Dengan kata lain, wanita memiliki tempat penyimpanan lemak yang bisa diperluas, sedangkan pria tidak. Itu sebabnya pria perlu melakukan diet rendah lemak.

Menikah Bukan Jaminan Tidak Akan Kesepian


Berada di tengah-tengah orang banyak, tak berarti membuat orang tidak bisa merasa kesepian. Sebab, rasa kesepian bukan berdasarkan jumlah orang di sekeliling Anda, tapi lebih kepada kualitas suasana hati.
Menurut sebuah survey, setidaknya 40 persen orang pernah merasa kesepian selama hidupnya. Namun, banyak juga yang tidak menyadari bahwa dirinya merasa kesepian.

Menurut psikolog Guy Winch, Ph.D., kesepian tidak hanya dialami mereka yang belum memiliki pasangan. Sebab, mereka yang sudah menikah pun bisa mengalami kesepian. Lebih kurang, sekitar 60 persen orang yang kesepian adalah mereka yang sudah menikah.

“Ketika pasangan suami istri sudah tidak berbagi rasa kasih sayang secara dalam, mereka tidak akan terkait lagi secara emosional, kondisi yang demikian menimbulkan kesepian. Ini membuat mereka merasa tersisih dan kesepian,” ujar Winch, penulis The Squeaky Wheel: Complaining the Right Way to Get Results, Improve Your Relationships and Enhance Self-Esteem.

Lebih lanjut, Winch mengungkapkan bahwa pasangan suami istri akan merasa kesepian jika pasangan mereka tidak bisa lagi menawarkan hubungan emosional dan kehangatan. Dengan keadaan seperti ini, mereka akan rentan merasa kesepian dan tidak diperhatikan.

Perlu Anda ketahui bahwa rasa kesepian bisa membuat tubuh berada di bawah tekanan. Faktanya, rasa kesepian memberikan reaksi yang luar biasa dan langsung berdampak kepada tubuh, hingga meningkatkan tekanan darah dan kolesterol. Akibatnya, respon tekanan fisik dan psikologis pun bergerak semakin aktif.

“Oleh karena itu, perasaan kesepian yang kronis akan meningkatkan risiko jantung. Sebab, tubuh secara konstan berada di dalam tekanan. Makanya, orang yang mengidap kesepian akut akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular,” sebut Winch.

Tak hanya itu, rasa kesepian pun akan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Sistem ini akan kurang berfungsi secara efisien dan menyebabkan tubuh jadi lemah hingga mudah terserang berbagai macam penyakit.

Cara Pencegahan Penyakit Alzheimer Yang Tidak Ada Obatnya


Dokter S. Saunderajen menjelaskan para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor risiko penyebab Alzheimer. Diantaranya faktor usia lebih dari 65 tahun, faktor keturunan, lingkungan yang terkontaminasi dengan logam, rokok, pestisida, gelombang elektromagnetik, riwayat trauma kepala yang berat, rokok, dan penggunaan terapi sulih hormon pada wanita. “Banyak faktor tersebut penyebab penyakit ini,” kata Saunderajen dalam sebuah diskusi kesehatan yang berlangsung pertengahan Oktober ini di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

Dokter yang berpraktek di beberapa rumah sakit ini menjelaskan, dengan mengetahui faktor risiko di atas dan hasil penelitian yang lain, dianjurkan beberapa cara untuk penyakit Alzheimer. Misalnya, menerapkan gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga, tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol. Kemudian mengkonsumsi sayur dan buah segar.

“Hal ini penting karena sayur dan buah segar mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Radikal bebas ini yang merusak sel-sel tubuh. Menjaga kebugaran mental adalah dengan tetap aktif membaca dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan,” kata dia. “Penyakit ini bisa dihindari dengan banyak berolahraga, tidak banyak pikiran atau selalu dalam keadaan ceria,” lanjutnya lagi

Untuk pengobatan, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. “Obat-obatan yang ada bersifat memperlambat progresivitaspenyakit. Karena penyakit Alzheimer bersifat kronis dan semakin lama pasien semakin tergantung pada orang lain, maka sangat diperlukan kesabaran dari keluarga atau orang yang merawatnya. Pengertian dan kesabaran dari orang-orang di sekitarnya membuat memperlambat perkembangan penyakit,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan obat-obatan yang saat ini dipergunakan para dokter adalah penghambat asetilkolinesterase seperti Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf ringan hingga sedang. “Pada Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan dengan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu.”

Kemudian Saunderajen menyebutkan obat lain seperti rivastigmine yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf ringan hingga sedang. “Biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu,” kata dia.

Dalam beberapa jurnal imiah menyebutkan ada korelasi antara penyebab alzheimer dengan kurang berolahraga sewaktu muda. Tentunya, setiap orang pasti pernah lupa akan suatu hal. Dan keadaan tersebut normal, apabila kita lupa akan hal-hal yang jarang dilihat. Tetapi bagaimana bila kita lupa akan nama benda atau orang yang berada di sekitar kita? Tentunya, hal ini bukan seuatu yang normal dan disebut dengan gejala Demensia Alzheimer.

Menurut dokter S. Saunderajen dalam sebuah diskusi kesehatan yang berlangsung pertengahan Oktober ini di Kawasan Sudirman, Jakarta Pusat menerangkan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Alzheimer. “Melakukan aktivitas fisik untuk mengurangi risiko demensia, pada riset dunia mengatakan bahwa aerobik, tai chi dapat mengurangi risiko Alzheimer hingga sekitar 30 persen termasuk pada aktivitas sosial,” kata Saunderajen.

Dokter yang berprakter di beberapa rumah sakit di Jakarta ini juga menjelaskan, “Alzheimer ada di sekitar kita. Karena itu, perlunya meluangkan waktu berkualitas dengan orang yang kita cintai atau misalnya ikut berpartisipasi dalam lari The Color Run yang kan berlangsung November mendatang. Hal-hal begini akan memberikan ‘awareness’ pada generasi muda bahwa salah satu cara untuk mengurangi terkena Alzheimer dengan berlari santai,” ungkapnya panjang lebar.

Kemudian Saunderajen juga menjelaskan bagaimana tanda-tanda Demensia Alzheimer merupakan sebuah gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan. “Misalnya seperti, lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, atau lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan, bahkan lupa mengaduk air minum,” ungkap Saunderajen.

Menurutnya, pada tahun 2013, terdapat 44 juta orang di seluruh dunia yang terdiagnosa diantaranya Demensia Alzheimer. Dia menjelaskan pada Demensia Alzheimer ini merupakan suatu gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi daya ingat, emosi dan pengambil keputusan. Dia memperkirakan pada tahun 2030 akan ada 76 juta Orang Dengan Dementia (ODD). Kemudian ada 135 juta ODD pada tahun 2050.

“Kemudian terdapat 7,7 juta kasus demensia baru setiap tahun di seluruh dunia dan satu kasus baru setiap empat detik. Kalau mau dihitung secara kerugian ekonomi global akibat demensia adalah USD$ 604 miliar,” kata Saunderajen mengutip World’s Alzheimer Report WHO-ADI pada tahun 2012.

Untuk Indonesia, diperkirakan estimasi jumlah ODD adalah sekitar 1 juta di tahun 2013. Angka ini akan meningkat menjadi 2 juta pada 2030. Kemudian 4 juta ODD di tahun 2050. “Dan untuk biaya ekonomi yang dikeluarkan untuk negara-negara berpenghasilan menengah ke atas, seperti Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1,7 milyar setiap tahun,” kata dia mengutip World Alzheimer’s Report WHO-ADI pada tahun 2014.

Dia juga menjelaskan, peningkatan usia harapan hidup di Indonesia akan meningkatkan jumlah penduduk usia lanjut. Pada tahun 2000 jumlah penduduk usia lanjut mencapai 7,28 persen. Pada jumlah ini akan terus meningkat dan pada tahun 2020 diproyeksikan jumlah lansia akan mencapai 11,34 persen.

“Kita perlu waspada juga dengan adanya peningkatan penyakit yang berhubungan dengan proses degenerative, diantaranya Demensia Alzheimer. Gejalanya mudah dikenali yaitu tidak dapat hidup mandiri dan akan menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

Pada penyakit ini, kata Saunderajen terjadi proses penuaan otak abnormal yang merupakan bagian dari proses degenerasi pada seluruh organ tubuh. Hal ini akan menimbulkan berbagai gangguan neuropsikologis dan masalah yang terbesar adalah Demensia Alzheimer dengan prevalensinya diperkirakan sekitar 15 persen pada penduduk berusia lebih dari 65 tahun.

“Memang Alzheimer dianggap sebagai proses menua yang wajar. Dan masih minimnya masyarakat mengetahui penyakit ini. Penderita baru dibawa berobat pada stadium lanjut dimana sudah terjadi gangguan kognisi yang berat dan ganggun perilaku sehingga penatalaksanaannya tidak memberikan hasil memuaskan. Seharusnya pada stadium dini,” ungkap Saunderajen

Sinkhole Di Rusia Akhirnya Mampu Menjelaskan Misteri Segitiga Bermuda


Sejumlah lubang misterius mirip sinkhole (lubang runtuhan) yang berukuran raksasa ditemukan di Siberia, salah satunya di wilayah terpencil di Semenanjung Yamal, yang berarti ‘akhir dunia’, dalam bahasa penduduk asli Nenets. Penemuan tersebut memicu banyak spekulasi tentang asal-usulnya. Kini, sebuah laporan tersebut menawarkan penjelasan alternatif soal teka-teki lubang tersebut, bahkan mengklaim ada kaitannya degan misteri Segitiga Bermuda. Apa hubungannya?

Namun, sejumlah ilmuwan lain yang tak terlibat dalam penyusunan laporan terbaru berpendapat, mekanisme sinkhole yang aneh itu, bagaimanapun, tak menjelaskan peristiwa kehilangan kapal, pesawat, atau manusia di Segitiga Bermuda — area laut imajiner yang menghubungkan 3 wilayah yaitu Bermuda, San Juan – Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Juli lalu, penggembala rusa Siberia menemukan kawah raksasa yang menganga di Semenanjung Yamal. Tak hanya itu, 2 lubang aneh lain juga ditemukan, satu di Distrik Taz dan lainnya di Semenanjung Taymyr. Sementara para ilmuwan berspekulasi soal penyebanya, asal usul mereka masih jadi misteri.

Pada bulan yang sama, ilmuwan Rusia menuliskan studi mereka di jurnal Nature, yang menyebut ledakan gas yang terperangkap dalam permafrost atau tanah beku — yang dikenal sebagai metana hidrat (methane hydrates) — mungkin membentuk sinkhole raksasa itu. Mereka menyebut, udara dekat dasar kawah diketahui mengandung konsentrasi tinggi metana yang luar biasa.

Kini, para peneliti bahkan melompat lebih jauh dengan mengatakan bahwa metana hidrat bertanggung jawab atas lenyapnya kapal dan pesawat serta manusia di Segitiga Bermuda — yang sampai kini belum terungkap. Demikian dikabarkan Siberian Times, yang mengutip laporan Science in Siberia — media mingguan yang diterbitkan cabang Russian Academy of Sciences.

Meski keberadaan Segitiga Bermuda masih kontroversial, para ilmuwan berpegang pada gagasan bahwa terlepasnya gas metana bisa menenggelamkan kapal di sejumlah perairan.

“Jadi mungkin bahwa sinkhole yang sama, yang terbentuk di laut, juga memproduksi gas hidrat yang terdekomposisi,” kata Vladimir Romanovsky, ahli geofisika yang mempelajari permafrost dari University of Alaska Fairbanks, yang tak terlibat dalam penelitian, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Rabu (15/9/2014).

Metana biasanya relatif padat di dasar laut. Stabil pada tekanan lebih dari 35 bar dan pada suhu rendah. Namun, sekali robek, ia akan pecah dan membentuk gelembung gas yang naik lalu meledak di permukaan air.

“Gas hidrat diketahui ada di sepanjang tepi benua di Atlantik Utara AS, dengan area luas di Blake Ridge sebelah utara Segitiga Bermuda,” kata Benjamin Phrampus, ilmuwan bumi dari Southern Methodist University, Dallas. Dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Physics pada 2003, gelembung yang muncul dari lepasnya metana dari dasar laut memang bisa membuat sebuah kapal tenggelam.

Dalam melakukan studi tersebut, para ilmuwan membuat model lambung kapal dan melepaskan gelembung di bawahnya, dan merekam apa yang terjadi. Ternyata, jika kapal tersebut berada tepat di atas gelembung, maka ia akan kehilangan daya apung dan karam.

Namun, meski fenomena tersebut berlaku pada model kapal, belum ada bukti bahwa itu terjadi di dunia nyata. Demikian kata Phrampus. Apalagi, pelepasan metana dalam skala besar tak pernah dilaporkan sepanjang sejarah — terkait hilangnya kapal dan pesawat di area diduga Segitiga Bermuda.
Kali terakhir lantai laut di area itu menjadi ventilasi gas adalah setelah Zaman Es (ice age), sekitar 20 ribu tahun lalu.

“Aku menganggap itu sebagai teori yang menarik. Tak lebih,” kata Phrampus.

Angkatan Laut AS atau US Navy tidak meyakini adanya Segitiga Bermuda. Sementara U.S. Board on Geographic Names tidak mengakuinya sebagai nama resmi. Belakangan, menurut pasar asuransi Lloyd’s of London, tak ada lagi kapal yang tenggelam di area itu

Universitas Brawijaya Ciptakan Mobil Berbahan Bakar Batu


Mobil prototipe berbahan bakar batu kapur buatan Universitas Brawijaya Malang menjadi juara dua dalam Chemical Engineering Car Competition (Chem E Car) di Perth, Australia, 28 September 2014. Adapun juara pertama diraih Universiti Teknologi Petronas Malaysia dan juara ketiga ditempati Universitas Gadjah Mada. Peserta kompetisi ini berbagai perguruan tinggi dari kawasan Asia dan Australia.

“Kompetisi ini melombakan prototipe mobil dari sumber energi alternatif melalui reaksi kimia,” kata Ketua Tim Exotric II Dobita Amanda F., Kamis, 9 Oktober 2014. Tim ini terdiri dari Dobita; Rizka Dwi Octaria; Dwi C. Pujayanti; Afida Khofsoh, mahasiswa Teknik Kimia; dan Sidiq Darmawan, jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya.

Sebelum mengikuti kompetisi, tim melakukan riset selama dua bulan. Mereka menyiapkan secara optimal sehingga menghasilkan yang terbaik. Mereka juga memperbaiki berbagai sistem Exotric sehingga menjadi Exotric II.

Perbaikan meliputi sistem transfer energi, pemberhentian, reaksi kimia, dan chasis. Para mahasiswa teknik ini memanfaatkan reaksi kimia batu kapur dengan asam klorida atau Hcl sehingga menghasilkan reaksi eksotermis. Reaksi kimia tersebut menghasilkan energi panas yang diubah menjadi listrik.

Reaksi tersebut menggunakan susunan bahan semikonduktor tipe-P (pembawa muatan hole) dan tipe-N (pembawa muatan elektron) yang disusun sedemikian rupa. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang ditransmisikan ke roda mobil.

Mereka belajar dari nol secara otodidak untuk menciptakan mobil prototipe tersebut. Sebelumnya, mereka juara tiga dalam Chem-E-Car Indonesia Competition 2014 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 12 April 2014 lalu.

Menurut dia, mobil prototipe tersebut berpeluang dikembangkan menjadi kendaraan yang diproduksi massal. Apalagi bahan bakar minyak terus menyusut. Bahkan negara harus menghabiskan anggaran besar untuk subsidi BBM. Sedangkan bahan baku batu kapur cukup melimpah, terutama di Malang selatan. Kekayaan alam tersebut bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.

Cara Mengamati Gerhana Bulan Biru Di Indonesia


Tahukah Anda? Gerhana bulan tak selalu berwarna kemerahan, tetapi bisa juga kebiruan. Gerhana bulan yang berwarna kebiruan pernah teramati dari Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, tepatnya saat totalitas gerhana pada 10 Desember 2011, antara pukul 21.07 dan 21.57 WIB.

Bulan yang berwarna kebiruan itu teramati oleh astronom amatir Ma’rufin Sudibyo. Cahaya biru tampak mengumpul pada satu titik di piringan bulan. Selain di Gombong, gerhana yang berwarna kebiruan juga pernah teramati pada 9 Desember 1992 di beberapa wilayah Asia Tenggara. Gerhana biru ini diobservasi oleh peneliti bernama Richard Keen.

Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi. Sementara itu, warna kebiruan muncul jika ada zat atau partikel lain yang “mengganggu” pembiasan itu.

Salah satu sebab bulan berwarna biru adalah adanya partikel debu vulkanik yang ukurannya lebih besar dari gelombang warna merah (0,7 mikron). Warna kebiruan saat gerhana tahun 1992 diduga disebabkan oleh partikel debu vulkanik akibat letusan Pinatubo.

Seusai Krakatau meletus pada tahun 1883, bulan juga terus-menerus berwarna kebiruan, bukan hanya saat gerhana.

Penjelasan lain dari fenomena bulan kebiruan adalah hamburan ozon. Bulan kebiruan saat gerhana di Gombong diduga akibat faktor ini. Kecil kemungkinan, warna kebiruan disebabkan oleh letusan Merapi tahun 2010.

Gerhana berwarna kebiruan ini adalah bukti bahwa bulan biru tidak cuma kiasan, tetapi benar-benar ada.

Bulan biru alias blue moon sebelumnya dimaknai sebagai purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Bulan biru biasanya terjadi setiap 2,5 tahun dan hanya sekali dalam setahun. Namun, dalam periode 19 tahun sekali, bulan biru bisa terjadi dua kali dalam setahun.

Penjelasan Ilmiah Fenomena Selenelion


Bukan hanya gerhana Bulan total biasa yang bakal terjadi Rabu (8/10/2014) senja ini. Ada fenomena lebih langka yang berpotensi untuk diamati, yaitu selenelion. Selenelion adalah fenomena di mana Bulan dan Matahari berada dalam posisi saling berseberangan atau berjarak 180 derajat dari sudut pandang manusia di Bumi.

Astronom amatir Ma’rufin Sudibyo mengatakan, selenelion adalah fenomena yang secara geometris sebenarnya tidak mungkin. Pasalnya, bila Matahari dan Bulan saling berseberangan, keduanya takkan terlihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Ma’rufin mengungkapkan, selenelion bisa terlihat akibat kemampuan atmosfer tebal Bumi dalam membiaskan cahaya, membuat benda-benda langit terangkat dari posisi aktualnya.Pembiasan membuat Bulan yang sejatinya sudah tenggelam 4 menit sebelumnya masih tampak ada di ufuk barat dalam pengamatan manusia.

“Demikian juga saat kita lihat Matahari tepat hendak terbit, sejatinya ia baru akan terbit 4 menit kemudian,” katanya. Selenelion bisa terjadi saat senja ataupun fajar. Saat selenelion senja, yang teramati adalah Bulan terbit di timur dan Matahari tenggelam di barat.

Sementara, saat fajar, selenelion yang terlihat adalah Bulan belum tenggelam di ufuk barat saat Matahari sudah terbit di ufuk timur.

Asal-usul Istilah Selenelion
Tak seperti “supermoon” yang populer, istilah selenelion tak banyak dikenal oleh kalangan publik dan astronom amatir. Catatan William Poole berjudul “Antonie-Francois Payen, the 1666 Selenelion, and a Rediscovered Letter to Robert Hooke” mengungkap asal-usul istilah tersebut.

Dalam catatan yang dipublikasikan di The Royal Society Journal of the History of Science tahun 2007 itu, Poole mengungkap, selenelion dipopulerkan oleh Antonie-Francois Payen. Selenelion adalah penggabungan dari dua nama Dewa dalam mitologi Yunani, yaitu dewa Bulan yang bernama Selene dan dewa Matahari yang bernama Helios.

Para astronom pada masa lalu menyebut selenelion dengan gerhana horizontal atau gerhana parallax. Dahulu, para astronom masih berdebat kemungkinan manusia bisa melihat gerhana horizontal. Dan jika bisa, faktor apa yang membuat manusia bisa melihatnya.

Payen yang seorang pengacara sipil tertarik dengan fenomena selenelion itu. Ia banyak berkorespondensi dengan ilmuwan, termasuk astronom Perancis, Peter Gassendi. Gassendi adalah astronom yang juga penasaran dengan gerhana horizontal. Ia memburu fenomena ini dari 1643 hingga 1648 dan hanya sekali melihat.

Tahun 1666, Payen bersama rekannya, Henri Justel dan Ismael Boulliau, pergi ke puncak Montmatre di Paris untuk mengamati fenomena itu. Selenelion diprediksi terjadi pada 16 Juni 1666.Ekspedisi Payen dan rekannya gagal. Paris berawan. Namun, Payen mendapat laporan pengamatan dari utusan Pangeran Leopold di Florence yang mengamati dari Pulau Gorgona.

Laporan pengamatan itu ditulis oleh seorang akademisi bernama Alessandro Segni. Payen lalu menulis ulasan tentang pengamatan itu dengan judul “Selenelion ou Apparition Luni-Solaire.”Dalam ulasan itulah, istilah “selenelion” pertama kali digunakan. Istilah itu adalah buatan Payen.

Selain menulis ulasan, Payen juga berkorespondensi dengan Robert Hooke, ilmuwan penemu hukum elastisitas dan pioneer penggunaan mikroskop, yang saat itu menjadi kurator eksperimen di Royal Society.Dalam suratnya, Payen mendorong pembuktian selenelion dan menawarkan dirinya untuk membantu eksperimen bila diperlukan.

Hooke kemudian menjadi salah satu ilmuwan yang menerangkan bahwa selenelion memang bisa diamati manusia karena adanya pembiasan cahaya Matahari.

Penampakan Selenelion
Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa hari ini, “wilayah Jawa dan Sumatera berpeluang menyaksikan selenelion.”Dari Jakarta, selenelion yang teramati adalah Bulan yang terbit dalam kondisi gerhana dan berwarna merah dan Matahari yang juga semburat merah dan akan tenggelam di barat.

Fenomena ini akan teramati sekitar pukul 17.44-17.45 WIB nanti. Bulan sendiri nanti akan terbit pukul 17.43 WIB sementara Matahari akan tenggelam pukul 17.46 WIB. Dalam percakapan, Selasa (7/10/2014), Ma’rufin menyebut bahwa fenomena selenelion ini “sangat langka.”

Sementara, Thomas mengungkapkan, “ini mungkin pertama kalinya selenelion teramati dari Indonesia.”Belahan Bumi lain yang berpeluang mengamati selenelion diantaranya adalah wilayah Amerika Serikat. Warga Amerika Serikat bakal menyaksikan selenelion pada pagi hari. Bulan akan tenggelam di sisi barat sementara Matahari terbit di sisi timur.

Dengan langkanya keajaiban alam ini, selenelion yang terjadi bersamaan dengan gerhana senja ini terlalu sayang untuk dilewatkan.