5 Fakta Menegangkan Tentang Mumi Dari Papua


Siapa bilang mumi cuma ada di Mesir. Datanglah ke Wamena, di sana Anda bisa melihat mumi Papua yang umurnya mencapai ratusan tahun. Berikut 5 faktanya yang menarik dan mungkin Anda belum tahu. Tak perlu jauh-jauh ke Mesir, Anda bisa melihat mumi di Wamena. Bedanya, mumi di Wamena tidak dibalut perban tapi bentuk jenazahnya masih utuh dan berwarna hitam

Berikut 5 fakta mumi Papua:
1. Ada 6 mumi Papua di Wamena
Ada sekitar 6 mumi yang ada di Wamena, yakni di Distrik Kurulu dan Distrik Asolagaima. Mumi Papua tidak disimpan di museum, melainkan ditaruh di rumah Honai dan disakralkan. Rumah Honai sendiri adalah rumah adat suku Dani yang menempati wilayah Wamena.

2. Umurnya 300 tahun
Mumi-mumi di Wamena diperkirakan umurnya mencapai ratusan tahun. Salah satu mumi di Distrik Asolagaima diyakini berumur 300 tahun. Asal tahu saja, mumi-mumi Papua ini dulunya adalah para panglima perang atau kepala suku. Bukan orang sembarangan!

3. Mumi Papua berwarna hitam dan posisinya duduk
Mumi Papua posisinya tidak tidur telentang, melainkan seperti sedang duduk dan menatap ke langit. Mulutnya terlihat menganga. Kedua tangannya memegang masing-masing kedua lututnya. Mungkin, tak sedikit traveler yang bulu kuduknya bergidik saat melihat mumi yang berwarna hitam ini. Meski tidak diperban seperti mumi-mumi di Mesir, Mumi papua ternyata menggenakan ikat kepala dan koteka. Itu adalah pakaian adat mereka yang mana juga ikut ‘dimumikan’.

4. Proses menjadikan mumi
Proses menjadikan jenazah ke mumi di Wamena memakan waktu yang lama. Pertama, jenazah dijemur dan dikeringkan di gua dengan syarat harus dilakukan pihak keluarga. Syarat lainnya adalah orang yang mengawetkan jenazah tersebut tidak boleh minum air putih, makan tebu dan ubi bakar tanpa dicuci. Setelah itu, jenazah diletakan di atas api kemudian ditusuk dengan tulang babi. Ini bertujuan untuk membuang lemak yang ada di dalam tubuh jenazah. Jika diperhatikan sudah banyak bagian-bagian tubuh mumi Papua yang terkelupas.

5. Pembawa keberkahan
Ada fakta menarik tentang mumi Papua. Sebelum para panglima atau kepala suku meninggal, mereka ternyata berpesan kepada masyarakat di tempat tinggalnya untuk diawetkan menjadi mumi. Mereka berpesan seperti itu karena yakin, mereka yang nantinya menjadi mumi bisa membawa keberkahan bagi masyarakat setempat. Terang saja, kini mumi Papua jadi salah satu sumber penghasilan karena wisatawan yang mau memotretnya harus merogoh kocek. Tarifnya tergantung penawaran Anda.

Tehnik Budidaya Semut Rangrang


Perkembangan dunia perunggasan semakin tahun semakin meningkat. Jika dilihat dari manfaatnya, terdapat dua jenis unggas yaitu unggas konsumsi dan unggas hias. Salah satu unggas hias yang banyak menjadi tren adalah burung kicauan. Kualitas pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi performa burung kicau.

Jenis pakan yang biasa digunakan oleh para peternak dan pecinta burung kicau diantaranya biji-bijian dan serangga.
Kroto atau telur semut rangrang merupakan bahan pakan yang digemari oleh burung-burung insektivora, seperti cucakrawa, jalak, murai batu, kacer, kutilang, dan beo. Kroto merupakan salah satu pakan incaran para pecinta burung hias. Kroto menjadi bahan pakan yang sangat populer tak lain adalah karena kandungan proteinnya yang sangat tinggi dan sangat digemari burung kicauan.

Kroto dihasilkan oleh semut rangrang (Oecophyla smaragdina) yang sampai saat ini masih belum banyak dibudidayakan.
Masyarakat di Thailand dan Filipina tidak membudidayakan kroto untuk pakan burung atau ikan saja, melainkan sebagai bahan pangan bagi manusia juga. Produk pangan “ajaib” ini dapat ditemukan di pasar tradisional di negara tersebut. Bagi mereka, kroto memiliki cita rasa yang lembut layaknya krim.

Di Indonesia, budidaya semut rangrang untuk menghasilkan kroto masih jarang dilakukan masyarakat. Pemenuhan kebutuhan kroto tersebut umumnya dipasok dari hasil tangkapan alam. Meskipun sudah mulai ada yang membudidaya, masih belum dilakukan penelitian tentang jenis pakan apa yang paling berpengaruh terhadap produktivitas kroto.

Komponen yang sangat penting sebagai sumber nutrisi bagi ternak semut rangrang untuk berproduksi adalah pakan.
Zat gizi utama yang dibutuhkan oleh semut rangrang, yakni protein dan karbohidrat (gula).

Alternatif sumber pakan bagi semut rangrang adalah tulang sapi dan cacing tanah yang cukup mudah untuk didapat.
Tulang merupakan limbah yang berasal dari rumah tangga atau Rumah pemotongan Hewan (RPH) yang belum maksimal penggunaannya, tetapi memiliki kandungan mineral dan kalsium, serta lemak yang cukup tinggi. Sumber protein bagi semut rangrang bisa didapat dari cacing tanah yang memiliki kandungan protein cukup tinggi, yakni protein 56.44% dan mengandung 13 macam asam amino esensial.

Program kreativitas mahasiswa (PKM) di bidang kewirausahaan tahun 2012/2013 tentang “Budidaya Semut Rangrang (Oecophyla smaragdina) sebagai Penghasil Kroto untuk Pakan Burung Kicauan” menjadi salah satu pendorong untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait aktivitas mencari makan dan produktivitas pada perlakuan pakan yang berbeda. PKM ini dihelat oleh Abdul Rachman, mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), selaku ketua pelaksana kegiatan.

Penelitiannya ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pakan yang diberikan, yaitu cacing tanah dan tulang sapi terhadap produktivitas semut rangrang dalam menghasilkan kroto. Aktivitas makan pada semut rangrang juga diperhatikan untuk mengetahui waktu terbaik semut dalam mencari makan. al ini dapat membantu peternak dalam memperbaiki manajemen waktu pemberian pakan. Bahan yang akan digunakan yaitu bibit semut rangrang penghasil kroto sebanyak 10 koloni.

“Dua jenis pakan yang digunakan adalah cacing tanah dan tulang sapi. Tepung kanji digunakan untuk proses pemanenan. Air gula diberikan secara rutin sebagai sumber energi semut rangrang,”kata Abdul Rachman, mahasiswa Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Alat yang digunakan yaitu rak kayu, sarang toples, tempat pakan dan minum, baki, kapur semut, lakban hitam, oli bekas, ember plastik besar, kamera digital, tripod, ember plastik kecil, ayakan bambu, sarung tangan karet, sepatu boot, sapu lidi, pisau, plastik kemasan, thermometer bola basah bola kering, penyemprot air, dan timbangan.
“Kandang dikontrol dan dibersihkan setiap satu minggu sekali utuk menghindari kontaminasi penyakit,”papar Abdul Rachman. Pengamatan aktivitas makan pada semut dilakukan selama 10 menit setiap jam selama penelitian berlangsung agar diketahui jumlah semut yang makan pada waktu tertentu.

Pengukuran suhu dan kelembaban relatif dilakukan selama penelitian agar diketahui suhu optima produktivitas semut rangrang. “Sarang dipanen setelah terbentuk lima generasi, yakni sekitar 100 hari agar didapatkan kroto yang optimal,”tutur Abdul Rachman. Pemanenan dilakukan pada pagi hari dengan alat bantu berupa sarung tangan, sepatu boot, ayakan, tepung kanji, bak, ember, dan pisau. Hasil panen diayak untuk memisahkan kroto dan koloni semut.

Kroto ditimbang untuk mengetahui produktivitas kroto. Larva ratu semut dipisahkan dan dihitung, larva ratu semut dapat diketahui dari ukurannya yang lebih besar dari larva lainnya. Sedangkan produktivitas ratu semut dapat diketahui dengan cara menghitung ratu semut dari koloni. Abdul Rachman bersama Dosen pendamping Ir. Hotnida C. H. Siregar, Msi menerangkan, tim-nya mulai melakukan pengadaan alat sekitar bulan Maret.

Lokasi penelitian ini terletak di ruang Laboratorium Genetika Ternak Fapet IPB. Ruangan yang diperoleh cukup cocok untuk pemeliharaan semut ini karena kondisinya yang cukup gelap. Bibit kroto yang dipesan berasal dari salah satu tempat pembibitan di daerah Ciapus, Bogor, Jawa Barat. “Semut-semut yang sudah ditempatkan pada masing-masing rak tidak langsung dberikan perlakuan pakan, namun dibiarkan untuk beradaptasi dahulu selama satu minggu dengan pemberian pakan ulat hongkong dan air gula,”kata Dosen pendamping Ir. Hotnida C. H. Siregar, Msi.

Dalam penelitian selanjutnya, tidak menggunakan cacing tanah sebagai pakan dan pakan tulang sapi diganti dengan tulang ayam. Pakan cacing tanah diganti karena ketika diberikan ke semut, cacing bergerak aktif sehingga sering keluar dari rak pemeliharaan sulit untuk pengontrolannya. Sedangkan pakan tulang sapi diganti dengan tulang ayam, sebab tulang sapi mudah membusuk dan menimbulkan bau yang tidak enak ketika diberikan dalam beberapa hari ke semut.
“Pakan tulang ayam lebih tahan lama dan tidak menimbulkan bau yang tidak enak. Pemberian pakan ulat hongkong sebagai kontrol dan pembanding dari pakan tulang ayam yang diberikan. Saat ini pakan yang masih banyak digunakan di para pembudidaya semut rangrang adalah ulat hongkong,”tandas Ir. Hotnida C. H. Siregar, Msi.

Rencana berikutnya yang akan tim lakukan yakni pelaksanaan jadwal piket setiap harinya, yakni dalam hal pembersihan kandang, dan pengecekan pakan. Selanjutnya akan dilakukan uji proksimat terhadap sampel pakan yang akan digunakan untuk mengetahui kadar kandungan gizi pada pakan.

Pemeliharaan akan dilakukan selama sekitar 2,5- 3 bulan hingga proses pemanenan. “Selain itu akan dilakukan juga pengamatan terhadap tingkah laku makan semut tersebut,”kata Dosen pendamping Ir. Hotnida C. H. Siregar, Msi.

Mahasiswa Universitas Trisakti Ciptakan Bahan Bakar Dari Solar Campur Air Agar Hemat


Jika pemerintah berupaya membatasi solar, Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dari Program Studi Teknik Mesin justru berhasil membuat inovasi untuk penghematan solar dengan menciptakan bahan bakar pengganti yang mereka beri nama Solar Air. Solar Air memiliki bahan utama solar sebanyak 70 persen, ditambah bahan zat adiktif 20 persen dan air 10 persen. Solar Air, diklaim berkekuatan sama dengan solar biasa dan dapat menghemat penggunaan solar hingga 10 persen.

Wakil Dekan Universitas Trisakti Dr Ing AC Arya mengatakan inovasi solar air yang merupakan hasil kerja dan inovasi, serta hasil pengembangan mahasiswanya merupakan terobosan baru yang sangat membanggakan pihaknya. Menurut Arya ditengah kisruh subsidi BBM dan kelangkaan bahan bakar solar yang ramai dibicarakan, mahasiswa Trisakti langsung berinovasi untuk menghemat penggunaan solar dengan menciptakan solar air ini.

“Seluruh jajaran Universitas Trisakti sangat Bangga dengan kerja keras yang dilakukan oleh para mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Program Studi Teknik Mesin,” kata Arya, Senin (11/8/2014). Karenanya, kata dia, pihaknya akan mendukung penuh inovasi ini, dan berharap akan bermanfaat bagi masyarakat luas, setelah nanti ditawarkan pembuatannya secara massal kepada pemerintah maupun swasta.

“Jelas bahwa inovasi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas terutama pengguna solar, diantaranya adalah nelayan,” kata Arya. Menurut Arya, solar air dicoba di kapal cepat dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu, yang dimulai padA Minggu (10/8/2014) dan akan berakhir dalam 5 hari ke depan. “Hasil ujicoba untuk sementara ini sangat memuaskan,” katanya.

Ketua Panitia Uji Coba Bahan Bakar Solar Air, Dimas Airlangga, yang merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti yang ikut berperan dalam inovasi solar air ini berharap inovasi solar air ini menjadi salah satu solusi, permasalahan BBM di Indonesia.

“Kami akan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu ini dengan bahan bakar solar air ini dimana perjalanan sampai 5 hari. Sampai saat ini hasilnya sangat memuaskan setelah beberapa pulau kami kelilingi,” katanya, Senin (11/8/2014).

Menurut Dimas, jika ujicoba dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu selama lima hari berhasil, barulah solar air akan ditawarkan untuk digunakan oleh masyarakat umum, dan nelayan secara khusus. Dimas menjelakan Solar Air yang terdiri dari 70 persen solar, 20 persen bahan adiktif dan 10 persen air, sangat aman bagi lingkungan dan tidak memiliki efek merusak.

“Solar air ini termasuk bio solar yang sangat aman bagi lingkungan, sekaligus tidak akan merusak mesin,” ujar Dimas. Ia mengatakan inovasi dan uji coba solar air ini juga akan dipersembahkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang 69 pada 17 Agustus 2014 mendatang

Cara Memakai Air Kelapa Untuk Menghilangkan Jerawat


Buah kelapa diketahui memiliki banyak manfaat dan khasiat. Secara umum air kelapa mengandung 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak dan 0,46 persen mineral.

Menurut situs web Health Digest, air kelapa antara lain bermanfaat untuk mengatur tekanan darah. Menurut penelitian, air kelapa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan kadar tekanannya sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya.

Air kelapa juga mampu mengontrol kadar gula darah, menurut situs itu. Jadi, jika Anda sedang menjalani program penurunan berat badan, air kelapa sangat tepat ditempatkan pada daftar minuman diet Anda. Sebab selain rendah lemak, air kelapa membantu seseorang merasa kenyang dan mengurangi keinginan mengemil.

Air kelapa juga meningkatkan kekebalan tubuh karena kaya akan nutrisi dan vitamin, seperti riboflavin, niasin, thiamin, piridoksin, dan folat. Air kelapa memiliki sifat antivirus dan antibakteri yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda melawan infeksi virus seperti flu.

Bagi ibu hamil, dokter sering menganjurkan air kelapa selama kehamilan karena membantu mengatasi sembelit, mengaktifkan fungsi hati dan membantu sistem pencernaan.

Air kelapa juga mengandung mineral, kalium, dan magnesium yang bermanfaat untuk meningkatkan fungsi ginjal. Air kelapa juga berfungsi sebagai deuritik yang meningkatkan aliran dan produksi urin.

Untuk kesehatan kulit Anda, air kelapa mampu membantu menghilangkan jerawat dan membuat kulit tetap awet muda. Caranya dengan membasuh wajah dengan air kelapa dan biarkan selama semalam.

Pesawat Temput Buatan Indonesia Akan Mengudara Tahun 2015


PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sedang mengembangkan dua tipe pesawat asli karya anak bangsa. Pesawat yang dirancang adalah untuk angkutan penumpang dan keperluan tempur. Lantas bagaimana kelanjutan proyek pesawat terbang itu?

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI Andi Alisjahbana menerangkan pesawat penumpang tipe N219 baru siap diperkenalkan ke publik (roll out) pada awal tahun 2015. Tiga bulan berikutnya atau sekitar bulan Maret, N219 akan menjalani uji coba terbang perdana (first flight). “Roll out awal 20015. Itu 2-3 bulan habis roll out baru first flight,” kata Andi saat acara RITECH Expo 2014 di Kantor BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu (9/8/2014).

Setelah uji terbang, N219 baru bisa memperoleh sertifikasi dari Kementerian Perhubungan selaku regulator. Sertifikasi ditargetkan paling lambat keluar pada Februari 2017. Sertifikasi ini penting sebagai syarat untuk produksi massal. Andi membenarkan sampai sekarang, Indonesia belum mempunyai pesawat asli buatan lokal yang lolos uji sertifikasi dari Kemenhub.

“N250 nggak bisa diproduksi karena belum disertifikasi,” jelasnya.

N219 merupakan pesawat baling-baling canggih karya putra-putri bangsa. Pesawat ini mampu membawa penumpang dan barang lebih banyak dibandingkan pesawat sejenis seperti Dornier 228-202. Pesawat Dornier ini telah dipakai oleh maskapai Susi Air. Pesawat N219 juga dibandrol jauh lebih murah ketimbang Dornier namun memakai teknologi kokpit terbaru.

“Kita targetnya ingin US$ 4,5 juta. Dornier baru dibeli seharga US$ 8 juta,” ujarnya

Sedangkan untuk pembuatan pesawat tempur, PTDI bersama Kementerian Pertahanan RI dan Korea Selatan memasuki tahap Engineering Manufacturing Development. Proses EMD dimulai tahun ini dan berlangsung hingga 10 tahun ke depan. Proses akhir EMD ini adalah sertifikasi pesawat Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

“Ini kita mulai tahun ini dan baru selesai 2025,” katanya.

Andi membenarkan proses EMD sempat tertunda karena adanya beberapa persoalan. Salah satunya adalah perbedaan permintan single engine (permintaan Korsel) dan double engine (permintaan Indonesia). Akhirnya disepakati bawah KFX/IFX akan memakai double engine. KFX/IFX merupakan pesawat generasi 4.5. Pesawat ini memiliki teknologi di atas F16 dan F18 namun di bawah pesawat F 22 dan F35. Pesawat ini paling tidak memiliki teknologi anti radar meski tidak secanggih pesawat F22 atau F35.

“Generasi 5 dia pakai teknologi tidak bisa dideteksi radar. Banyak teknologi yang dipakai sehingga nggak bisa dideteksi radar. Generasi 4.5 mendekati ke sana, tapi nggak secanggih itu,” paparnya.

Tiga Jenis Virus Ebola Dan Vaksinnya


Penyebaran virus ebola amat mengkhawatirkan. Sebagian besar pasien yang terpapar virus ini tak tertolong lagi. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, ada lima tipe virus ebola yang ditemukan di Afrika. Kelima varian virus itu sedang menjadi sorotan dunia yaitu Bundibugyo Ebolavirus (BDBV), Zaire Ebolavirus (EBOV), Reston Ebolavirus (RESTV), Sudan Ebolavirus (SUDV), dan Tai Forest Ebolavirus (TAFV).
Dari kelima spesies yang ada, tiga di antaranya BDBV, EBOV, dan SUDV merupakan jenis virus yang menyebabkan wabah Ebola di Afrika. “Ketiganya menimbulkan wabah pada manusia dan angka kematian yang tinggi,” kata Tjandra, Ahad, 10 Agustus 2014. Sementara itu untuk virus jenis RESTV, pernah ditemukan di Filipina dan Cina. Pernah menimbulkan wabah ebola pada monyet berjenis Macaque Monkeys di Filipina, virus ini bila menular ke manusia. Meski demikian, virus ebola jenis ini tidak menimbulkan kesakitan dan kematian.

Beberapa waktu terakhir ini, Ebola termasuk sebagai masalah besar yang dihadapi beberapa negara di Afrika dan menjadi sorotan dunia. Salah satu virus mematikan bagi manusia ini kini masuk dalam kategori Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), seperti halnya virus H1N1 dan Wild Polio Virus.

Uji klinis terhadap vaksin untuk virus mematikan Ebola tengah dilakukan dan mungkin baru akan siap untuk digunakan secara luas pada awal tahun depan. Hal ini ditegaskan perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) setelah melakukan pertemuan maraton beberapa hari ini. “Saya pikir (ketersediaan vaksin pada 2014) itu realistis,” kata Marie-Paule Kieny, asisten direktur jenderal badan kesehatan PBB itu.

Saat ini tidak ada obat atau vaksin yang tersedia untuk mengatasi Ebola, salah satu virus paling mematikan yang pernah ada. Tapi Kieny menyatakan optimistis vaksin ini akan tersedia pada 2015. Sebelumnya, Jean-Marie Okwo Bele, pimpinan divisi vaksin di WHO, mengatakan perusahaan farmasi raksasa asal Inggris, GlaxoSmithKline, tampaknya akan memulai uji klinis terhadap vaksin tersebut bulan depan. Dia juga mengutarakan optimismenya tentang penyediaan vaksin secara komersial setelah uji klinis itu.

“Karena ini adalah keadaan darurat, kita bisa meletakkan prosedur darurat pada tempatnya, sehingga kita bisa menyediakan vaksin pada 2015,” katanya kepada stasiun radio Prancis, RFI, Sabtu. Kieny mengakui, bagaimana pun, vaksin itu tak akan diuji secara ketat sebagaimana vaksin dan obat-obatan lain. Targetnya, vaksin segera tersedia di pasar untuk membantu membendung epidemi, yang telah menewaskan hampir 1.000orang di Afrika Barat.

“Apakah diuji seperti vaksin lainnya? Tidak, sama sekali tidak. Itu tidak mungkin,” katanya, sehari setelah WHO menyatakan ebola sebagai epidemi darurat kesehatan internasional, Jumat. “Kami berharap, karena keadaan darurat, vaksin ini tidak akan diperlakukan sebagai sembarang obat atau vaksin lainnya.”

Beberapa vaksin dan obat ebola sedang diuji, antara lain, yang diproduksi oleh Mapp Biopharmaceutical di San Diego, Amerika Serikat. Dalam skala laboratorium, percobaan menunjukkan hasil yang menjanjikan terhadap monyet, dan mungkin efektif mengobati dua warga AS yang terjangkit virus itu di Afrika. Namun penggunaan obat eksperimental telah memicu perdebatan etis tentang apakah dibenarkan tim medis menggunakan obat-obatan yang belum teruji. Dan, jika dibenarkan, siapa yang harus diobati.

Cara Menular Virus Ebola Hingga Cepat Menyebar


Mewabahnya virus ebola di beberapa negara Afrika mulai menimbulkan kekhawatiran pada publik yang lebih luas. Banyak yang risau karena virus ini bisa saja menyebar dengan menumpang lalu lintas manusia dan barang secara global yang begitu cepat. Itu sebabnya, sebagai bentuk kewaspadaan, ada perlunya kita mengenali beberapa cara mencegah penularan virus mematikan ini. Berikut beberapa jenis tindak pencegahan terhadap penyebaran virus ebola yang bisa dilakukan:

Pertama, hindari daerah yang diketahui sebagai pusat awal wabah terjadi. Atau ketahui di negara mana saja virus ebola sudah menyebar. Sebagai contoh, sebelum bepergian ke Afrika, cari tahu tentang epidemi yang sedang berkembang saat ini. Cara yang dapat dilakukan dengan memeriksa ke situs Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Kedua, cuci tangan sesering mungkin. Tindakan pencegahan yang satu ini merupakan salah satu langkah penting yang perlu dilakukan. Sama halnya terhadap pencegahan yang ditimbulkan dari jenis penyakit menular lainnya. Cucilah tangan menggunakan sabun atau gunakan antiseptik yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol ketika sabun dan air tidak tersedia. Ketiga, hindari daging hewan liar di dan dari negara berkembang. Hindari membeli atau memakan binatang liar, termasuk primata yang dijual di pasar lokal.

Keempat, hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi. Perlu diperhatikan juga untuk menghindari kontak dengan cairan dan jaringan tubuh seseorang, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air liur. Orang yang terjangkit virus ebola paling cepat menular pada tahap akhir, biasanya ketika korban dalam keadaan parah atau bahkan sudah meninggal.

Kelima, ikuti prosedur pengendalian infeksi. Jika Anda seorang petugas kesehatan, kenakan pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker, dan perisai mata. Jauhkan orang yang terinfeksi dari orang lain. Buang jarum dan sterilkan instrumen kesehatan lainnya.

Keenam, jangan sembarangan menangani mayat korban ebola. Mayat orang yang meninggal karena ebola masih dapat menular. Tim khusus dan terlatih harus mengubur mayat menggunakan peralatan yang tepat.