Category Archives: Dunia Binatang

Cara Mengenali Arus Laut Yang Membawa Ikan Di Perairan Indonesia


Penelitian untuk mencari daerah-daerah ”panen ikan” telah banyak dilakukan berbagai pihak. Salah satu caranya, mencari keterkaitan antara arus atau gelombang di dekat pantai dan tingkat kesuburan daerah tangkapan ikan. Dengan mengetahui keterkaitan itu, bisa diketahui pula di mana dan kapan ikan bakal berlimpah.

Jika masyarakat nelayan punya informasi itu, diharapkan nelayan bisa bekerja lebih efektif dan efisien. Nilai ekonomi yang dinikmati pun akan meningkat.

Fadli Syamsudin, Peneliti Utama Bidang Oseanografi BPPT, menjelaskan korelasi berbagai arus di pantai selatan Jawa beberapa waktu lalu. ”Pulau Jawa amat penting karena di sana bertemu berbagai arus mainstream. Pada pertemuan arus itu banyak terdapat zat hara sehingga banyak ikan,” ujar dia.

Di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa terdapat banyak arus dan gelombang yang melintas. Baik yang sifatnya musiman, tengah musiman, atau yang merupakan arus global. Di sana juga terdapat rezim gelombang Kelvin Samudra India (IOKW) yang memiliki karakter khusus. ”Di selatan Jawa, gelombang Kelvin merambat sepanjang pantai dari barat ke timur. Karakter gelombang ini, di belahan bumi selatan, garis pantai berada di sebelah kiri gelombang,” kata Fadli.

Arus selatan
Selain itu juga terdapat Arus Selatan Jawa (SJC) yang melintas sepanjang tahun. Arus SJC berganti-ganti dari timur ke barat atau sebaliknya sesuai angin musim. Arus SJC yang baru saja melintasi Laut Tiongkok Selatan dan Samudra India akan membawa banyak uap air sehingga banyak hujan di Indonesia.

Arus tersebut, tambah Fadli, terperangkap di pantai, di dalam Radius Rossby. Radius Rossby adalah jarak yang terkait dengan kecepatan dan panjang gelombang Rossby—gelombang yang terjadi karena pengaruh kemiringan pantai. Arus ini berada pada jarak 120 kilometer-160 kilometer. Fadli mengatakan, ”Ukuran Radius Rossby berbeda-beda pada setiap perairan.” Di selatan Pulau Jawa, Radius Rossby jaraknya 180-200 kilometer dari pantai.

Pada saat musim barat, kata dia, tinggi paras laut lebih tinggi daripada muka air laut di daerah lepas pantai. Adapun perputaran arus global yang seperti ban berjalan mengelilingi bumi dari Samudra Pasifik menuju ke Samudra Atlantik, Samudra Indonesia, dan kembali ke Samudra Pasifik.

Selain itu, Indonesia juga dilalui Arus Lintas Indonesia (Arlindo atau Indonesian Throughflow/ITF) yang mengalir dari Samudra Pasifik ke Samudra India. Arus ini membawa massa air hangat dari Pasifik melalui Indonesia ke Samudra India.

Berdasarkan penelitian (Gordon, 1986), ITF berperan penting dalam sirkulasi termohalin. Massa air yang ada di kedalaman Laut Atlantik naik (upwelling) dan menjadi hangat di Pasifik, lalu berjalan kembali ke Atlantik.

Di selatan Pulau Jawa juga banyak fenomena akibat interaksi lautan-atmosfer. Fenomena musiman, antarmusim, dan fenomena dengan periode lebih panjang seperti El Nino (El Nino Southern Oscillation/ENSO) amat berdampak terhadap transportasi laut dan perikanan tangkap.
Proses fisik

Proses terjadinya arus dan gelombang demikian kompleks. Proses tersebut melibatkan dinamika atmosfer dan lautan yang amat bergantung pada faktor-faktor temperatur, interaksi laut-daratan, massa air laut, topografi dasar laut, dan angin. Untuk melihat sebaran ikan, proses fisik menjadi sesuatu yang dominan. Ikan biasa berada di perairan yang hangat, banyak zat hara sebagai makanan mereka. Kedua hal tersebut muncul sejalan dengan beberapa fenomena oseanologi. ”Ikan amat sensitif terhadap perubahan iklim (tahunan),” ujar Fadli.

Penelitian yang dilakukan di Pasifik, mengamati terjadinya fenomena ENSO. Pada saat terjadi El Nino, kolam panas di utara Papua dari barat bergeser ke Laut Pasifik di timur. Kekosongan akibat pergeseran tersebut diisi oleh massa air dengan suhu lebih rendah, massa air dari bawah bergerak ke atas. Kedalaman massa air panas ini sekitar 300 meter.

Upwelling yang terjadi membawa lapisan termoklin—batas antara massa air hangat dan massa air dingin—naik. Pada lapisan tersebut banyak terdapat zat hara. ”Karena banyak zat hara, di sana banyak berkumpul ikan. Maka, saat terjadi El Nino banyak ikan,” kata Fadli.

Pada saat terjadi fenomena El Nino, di Samudra India terjadi Indian-Ocean Dipole (IOD) positif yang ditandai dengan berpindahnya massa air dari timur ke barat. Massa air ini membawa banyak ikan. Saat melewati selatan Jawa, ”Ada gelombang Kelvin yang membawanya dari barat ke timur,” ujar Fadli.

Gelombang Kelvin ditimbulkan angin pasat dari barat ke timur yang bertiup kuat, ”Gelombang Kelvin menyeret kolam panas yang diikuti upwelling yang membawa banyak ikan,” katanya. Secara umum, ikan tidak menyukai suhu tinggi. Sebaliknya, ketika terjadi IOD negatif yang bersamaan dengan La Nina, ikan tidak banyak.

Penelitian tentang arus dan gelombang memang amat penting untuk perikanan tangkap, terutama bagi nelayan nontradisional. Namun, selain penelitian tentang fenomena ENSO- IOD dan pengaruhnya terhadap upwelling, beragam gelombang dan arus pembawa massa air, juga dibutuhkan penelitian lain. ”Penelitian akan perilaku ikan amat penting karena setiap jenis memiliki pola migrasi berbeda,” ujar Kunarso dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro pada sebuah diskusi.

Pertarungan Modern Antara Buaya Melawan Hiu Terjadi Di Australia


Anda yang pernah berkunjung ke Surabaya tentu pernah melihat lambang kota itu yang menampilkan seekor buaya dan ikan hiu yang akan bertarung. Nah, pertarungan ikan hiu dan buaya yang menjadi lambang Kota Surabaya terjadi di dunia nyata di Australia. Kejadian luar biasa itu disaksikan puluhan turis di tepi Sungai Adelaide, Taman Nasional Kakadu, Northern Territory.

Saat itu, seekor buaya air asin berkaki tiga berusia 80 tahun, yang dikenal bernama Brutus, terlihat tengah bertarung dengan seekor ikan hiu. Ikan hiu yang terlihat terjepit di antara rahang buaya yang memiliki panjang tubuh 5,5 meter itu tampak tak kuasa menandingi keperkasaan si buaya, meski Brutus sudah kehilangan sebagian besar giginya.

Salah seorang wisatawan, Andrew Paice, yang tengah mengikuti wisata air di kawasan itu, mengatakan, putrinya yang berusia tujuh tahun sangat takjub dengan pemandangan yang tersaji di depan matanya itu. “Kami semua para turis yang berada di atas perahu belum pernah melihat kejadian seperti ini. Bahkan, pemandu wisata yang sudah 30 tahun bekerja di wilayah itu juga belum pernah menyaksikannya,” ujar Andrew.

Para wisawatan tengah dalam perjalanan pulang ketika perahu yang mereka tumpangi melintasi Brutus yang sedang berada di tepian sungai. “Saat kami melintasi buaya itu, kami melihat ada semacam sirip di mulut Brutus. Awalnya kami kira buaya itu sedang menyantam barramundi (sejenis ikan) atau hewan lain,” tambah Andrew.

“Saat pemandu wisata membawa perahu kami lebih dekat ke arah Brutus, baru kami sadari bahwa sirip itu adalah milik seekor ikan hiu,” ujar Andrew. Peristiwa langka itu langsung menjadi berita di sejumlah media setempat yang terbit pada Selasa (5/8/2014), yang di bagian akhir berita, media menyebut Brutus menjadi pemenang dalam pertarungan itu.

Dinosaurus Karnivora Raksasa Ternyata Berevolusi Menjadi Burung


Burung-burung masa kini ternyata merupakan keturunan keluarga dinosaurus pemakan daging. Sebuah studi yang dikerjakan ilmuwan University of Southampton menguak bagaimana karnivora raksasa yang dulu merajai daratan akhirnya berevolusi menjadi burung. Penelitian itu menunjukkan tubuh dinosaurus buas menyusut selama evolusi yang berlangsung lebih dari 50 juta tahun.

Dalam jurnal Science, 31 Juli 2014, para peneliti memaparkan bagaimana dinosaurus bertransformasi menjadi burung. Anggota dinosaurus teropoda, nenek moyang burung modern, menjadi satu-satunya dinosaurus yang tubuhnya diketahui terus menyusut. “Para leluhur burung itu mengembangkan trik adaptasi baru, seperti bulu, sayap, furcula (tulang yang berada di antara leher dan dada burung) dan bergerak empat kali lebih cepat ketimbang dinosaurus lain,” kata Darren Naish, pakar palaeontologi vertebrata di University of Southampton.

Michael Lee, profesor dari School of Earth and Environmental Sciences, University of Adelaide, mengatakan, di dunia yang diisi hewan raksasa, para leluhur burung punya peluang hidup lebih besar dengan berubah menjadi lebih kecil dan ringan. Adaptasi anatomi, seperti kemampuan memanjat pohon, meluncur, dan terbang juga membantu mereka bertahan hidup. “Yang terpenting, evolusi itu membuat nenek moyang burung selamat dari bencana hantaman meterorit yang membunuh semua dinosaurus kerabat mereka,” kata Lee.

Dalam studi itu, para peneliti mempelajari lebih dari 1.500 data anatomi dinosaurus untuk merekonstruksi pohon keluarga hewan itu. Dengan pemodelan matematika, mereka melacak evolusi adaptasi dan perubahan ukuran tubuh setiap dinosaurus. “Dinosaurus yang paling dekat relasinya dengan burung semuanya berukuran kecil. Banyak dari mereka, terutama Microraptor, punya kemampuan memanjat dan meluncur,” kata Gareth Dyke, pengajar senior palaeontologi vertebrata di University of Southampton. Leluhur burung mengalami evolusi paling inovatif dibanding dinosaurus lain. “Dalam evolusi, burung mengalahkan dinosaurus lain. Mereka selamat dari bencana, sementara kerabatnya yang bertubuh lebih besar tidak bertahan,” kata Lee.

Penjelasan Ilmiah Mengapa Anjing Suka Mencium Pantat


Mungkin sering kali kita melihat anjing-anjing saling berkejaran, kemudian mereka mengendus anus anjing yang lain. Mengapa anjing mengendus anus anjing lain? Ternyata ada hal yang lebih penting dari yang terlihat itu. Perilaku ini berguna untuk melacak jenis kelamin, diet, keadaan emosional, dan komunikasi kimia yang kompleks.

Tahun 1975, Dr George Preti dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia meneliti sekresi anal anjing untuk mempelajari perilaku tersebut. Penelitian itu menjelaskan bagaimana hidung anjing memiliki sensitivitas 10.000 hingga 100.000 kali daripada hidung manusia. Nah, ketika anjing membaui bagian belakang anjing lain itu ia mengumpulkan informasi penting.

Preti menemukan bahwa pada belakang anjing terdapat area yang disebut kantong anal. Kantong ini akan mengeluarkan bahan kimia yang digunakan anjing lain untuk mengidentifikasi anjing tersebut. Bau alami anjing itu keluar dari kelenjar apokrin. Sementara itu, kelenjar lain yang disebut sebaceous berfungsi meminyaki kulit dan bulu anjing.

Dr Preti menemukan bahwa senyawa kimia dari kelenjar tadi menghasilkan aroma anjing yang dikenal sebagai trimetilamina. Ini merupakan senyawa organik yang merupakan produk dekomposisi tumbuhan dan hewan, yang baunya sering dikaitkan dengan ikan busuk atau bau mulut.

Aroma yang dilepaskan oleh anjing tergantung pada beberapa faktor yang telah disebutkan sebelumnya, diet, jenis kelamin, keadaan emosional, dan lainnya. Ketika salah satu anjing membaui anjing lain, ia mampu menangkap rincian ini dan mempelajari informasi yang seharusnya. Akan tetapi, bagaimana anjing dapat menangkap bau ini bila ada bau yang lebih kuat seperti dari kotoran anjing itu sendiri, misalnya?

Jangan salah, anjing memiliki sistem penciuman kedua pada hidung mereka yang hipersensitif, yang disebut organ Jacobson. Organ ini dirancang khusus untuk komunikasi kimia. Dengan mengatur saraf ke otak, organ ini mampu menghindari organ lain di hidung yang digunakan untuk mencium dan membiarkan untuk mengetahui karakteristik kimia bau dari anjing tersebut.

Jadi, dari penelitian yang kemudian divideokan tersebut dapat ditarik dari jawaban pertanyaan mengapa anjing mengendus anus anjing lain, yakni untuk mengenal satu sama lain dengan cara aromatik khusus.

Anjing Ternyata Juga Suka Cemburu Seperti Manusia


Ada riset yang menyatakan anjing merupakan sahabat terbaik manusia, dan anjing terus menginginkan keadaan ini. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan PLOS ONE, ternyata anjing mampu merasakan kecemburuan,.

Ini merupakan eksperimen pertama oleh psikolog dari University of California, Christine Harris, untuk meneliti kecemburuan anjing, seperti dikutip Reuters, Rabu, 23 Juli 2014. Para pemilik 36 anjing trah kecil diminta melakukan tiga hal. Mereka mencurahkan perhatian kepada mainan berbentuk anjing, hiasan manusia labu, serta membaca buku anak-anak dengan keras, sembari mengabaikan hewan peliharaan mereka.

Para peneliti pun memperhatikan reaksi anjing-anjing tersebut. Hampir 80 persen anjing mendorong atau menyentuh para pemilik ketika mereka lebih memilih meluangkan waktu dengan mainan. Anjing-anjing itu melakukannya dua kali lebih sering ketika para pemilik bermain dengan hiasan manusia labu. Bahkan saat para pemilik mereka membaca buku, anjing-anjing ini empat kali mendorong mereka.

Seperempat jumlah anjing menyalak kepada mainan berbentuk anjing, sambil mengibaskan ekor mereka. Hanya ada satu anjing yang menyalak pada hiasan manusia labu dan buku. “Kami tidak bisa menanyakan perasaan pribadi anjing, tentu saja, tapi mereka terlihat sangat ingin menjaga hubungan sosial yang dimiliki,” kata Harris.

Dari studi serupa dalam penelitian terhadap kecemburuan yang dimiliki bayi, anjing disebut memiliki emosi lebih dalam dibanding hewan lainnya. Para peneliti mengatakan kecemburuan ini bisa berkembang karena hewan berusaha menjaga hubungan seksual mereka dengan pasangannya, atau berlomba mencari perhatian dari orang tuanya.

Hal ini bisa muncul pada anjing yang memiliki hubungan baik dengan manusia. Memahami kecemburuan ini menjadi tugas ilmiah penting menurut para peneliti. Mereka menilai kecemburuan kerap dianggap penyebab pembunuhan antar kelompok budaya.

Ikan Paus Yang Terdampar Pertanda Stok Ikan Di Lautan Mulai Berkurang


Perjalanan paus jenis sperm whale (Physeter macrocephalus) yang menyimpang dari jalur migrasinya hingga terdampar di pantai utara Karawang, Jawa Barat, berbuah kematian. Hal ini merupakan sinyal bahwa laut tak ramah lagi. Paus betina sepanjang 12 meter, berbobot 2.500 kilogram, dan berusia 5 tahun, itu terdampar Rabu (25/7) di Pantai Tanjung Pakis, Karawang. Ia dievakuasi ke laut lebih dalam pada Sabtu. Namun, Minggu pagi, beberapa nelayan menemuinya tak bernyawa di perairan Kampung Beting, Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

”Jenis paus itu membutuhkan makan seberat 3 persen dari bobot tubuhnya setiap hari,” kata periset mamalia laut pada Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Fahmi, Senin (30/7), saat dihubungi dalam perjalanan dari Karawang.

Terdampar selama empat hari tanpa makan adalah malapetaka tersendiri bagi paus. Menurut Fahmi, paus yang mendamparkan diri biasanya dalam keadaan terluka. Peneliti mamalia laut dari Institut Pertanian Bogor, Totok Hestirianoto, mengatakan, ada kemungkinan tidak hanya satu paus yang salah jalur lintasan hingga Laut Jawa. Biasanya, batas jalur migrasi paus dari Samudra Pasifik sampai di Selat Bali atau perairan utara Jawa Timur bagian timur.

”Ada kemungkinan paus itu memburu ikan-ikan kecil hingga perairan dangkal di Laut Jawa,” katanya.Sperm whale memiliki struktur mulut di kepala bagian bawah. Ini menjadikannya sebagai pemangsa penghuni dasar laut, seperti ikan pari, cumi, atau gurita.

Dugaan perburuan sperm whale terhadap ikan-ikan kecil hingga terdampar di Laut Jawa menjadi sinyal menipisnya stok ikan di laut. Menurut Totok, jalur migrasi sperm whale dari Samudra Pasifik masuk ke perairan Indonesia paling barat adalah di Selat Makassar, kemudian menuju Samudra Hindia dengan batas lintasan di Selat Bali.

”Kami sedang mengobservasi jalur migrasi mamalia laut ini di Selat Bali,” kata Totok.

Dari Kabupaten Bekasi dilaporkan, tim gabungan memutuskan untuk menenggelamkan bangkai paus. Koordinator Wildlife Jakarta Animal Aid Network Benfika mengatakan, paus akan ditenggelamkan dengan cara dililit jaring dan diikat dengan tali berpemberat konblok. Diperlukan 25 konblok dengan berat masing-masing 50 kilogram. Paus tidak dipotong dan dibagikan dagingnya karena dikhawatirkan mengandung bakteri berbahaya.

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori mengatakan, pihaknya telah memerintahkan otopsi terhadap bangkai paus. Selain itu, tulangnya akan disusun untuk disimpan di museum.

Ia mengakui, penanganan mamalia laut yang dilindungi itu belum sinkron di antara dua kementerian. Kementerian Kehutanan berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Ekosistem dan Sumber Daya Hayati, sementara Kementerian Kelautan dan Perikanan berpegang pada UU No 31/2004 tentang Perikanan.

Ikan Paus Ditemukan Membusuk di Pantai Tanaki Siau


Seekor ikan paus yang belum diketahui jenisnya dilaporkan terdampar di tepi pantai kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Seorang warga Siau, Buyung Mangangue mengatakan bahwa tubuh ikan paus tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

“Tubuh ikan itu sudah hancur, isi perutnya sudah terburai ke luar,” kata Buyung, Rabu (23/7/2014). Menurut dia, paus yang berukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar hampir tiga meter tersebut pertama kali dilihat warga lima hari yang lalu.

“Mereka kira itu badan perahu yang terbalik. Tetapi ketika hanyut mendekati pantai baru warga tahu bahwa itu paus,” jelas Buyung. Warga yang tidak paham tentang cara memperlakukan bangkai paus tersebut, hanya membiarkan ikan raksasa itu tersangkut di pohon bakau yang banyak terdapat di pantai Tanaki.

Kepala Desa Tanaki, Frans Pongoh mengakui pula bahwa mereka tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan terhadap bangkai paus itu. “Memang baunya sudah sangat busuk, tetapi tidak tahu mau bagaimana,” ujar Frans.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi penyebab terdamparnya ikan paus tersebut. Pada Februari lalu, seekor ikan paus juga terdampar di pantai Tambala, Tombariri, Minahasa.