Tata Cara Administrasi Racun Sianida dan Penanggulangannya


Sianida merupakan senyawa kimia yang mengandung (C=N), terdapat dalam bentuk gas seperti hidrogen sianida (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl), atau bentuk kristal seperti natrium sianida (NaCN) atau kalium sianida (KCN). Sianida adalah racun yang bekerja cepat dan mematikan. Akibat racun sianida tergantung pada jumlah paparan dan cara masuknya ke dalam tubuh, dapat melalui pernapasan atau pencernaan. Racun ini menghambat sel tubuh mendapatkan oksigen sehingga yang paling terpengaruh adalah jantung dan otak.

Paparan dalam jumlah kecil mengakibatkan napas cepat, gelisah, pusing, lemah, sakit kepala, mual dan muntah serta detak jantung meningkat. Paparan dalam jumlah besar menyebabkan kejang, tekanan darah rendah, detak jantung melambat, kehilangan kesadaran, gangguan paru serta gagal napas hingga korban meninggal (Utama, 2006). Dosis minimum yang dapat menyebabkan kematian berkisar 200 mg dari potasium atau sodum sianida, dan dapat diabsorpsi melalui kulit (Olson 2007 & Meredith 1993).

Di mana Sianida Ditemukan?
1. Sianida ditemukan pada bahan alami seperti singkong, dan almond. Bagian pangkal batang dan biji buah-buahan, seperti aprikot, apel, dan buah persik, mungkin memiliki sejumlah besar bahan kimia yang dimetabolisme untuk sianida, namun bagia yang biasa dimakan dari tanaman ini mengandung sianida dalam jumlah yang jauh lebih rendah.
2. Sianida juga terkandung dalam asap rokok dan produk pembakaran bahan sintetis seperti plastik.
3. Pada industri manufaktur, sianida digunakan untuk membuat kertas, tekstil, dan plastik.
4. Sianida digunakan pada proses pencetakan foto.
5. Garam sianida digunakan dalam metalurgi untuk elektroplating, pembersihan logam, dan menghapus emas dari bijih.
6. Gas sianida digunakan untuk membasmi hama di kapal dan bangunan.
7. Sianida dapat ditemukan dalam produk-produk berbasis asetonitril yang digunakan untuk menghapus kuku palsu.

Cara Kerja Sianida:
1. Sianida mencegah penggunaan oksigen oleh sel-sel tubuh sehingga terjadi kematian sel.
2. Sianida lebih berbahaya bagi jantung dan otak dari organ-organ lain karena jantung dan otak menggunakan banyak oksigen.
3. Keparahan keracunan yang disebabkan oleh sianida tergantung pada jumlah paparan sianida pada seseorang, rute keracunan, dan lamanya waktu terpapar.
4. Gas sianida yang terhirup melalui pernapasan paling berbahaya, tapi sianida yang tertelan dapat menjadi racun juga.

Tanda dan Gejala Paparan Sianida Langsung:
1. Dalam jumlah kecil, sianida yang terpapar melalui rute pernapasan atau diabsorpsi melalui kulit, atau melalui makanan yang mengandung sianida, dalam beberapa menit akan menimbulkan beberapa atau semua tanda-tanda berikut:

Pusing
Sakit kepala
Napas cepat
Denyut jantung cepat
Mual dan muntah
Kegelisahan
Kelemahan

2. Paparan sianida dalam jumlah besar melalui setiap rute di atas, dapat menyebabkan efek berikut:

Kejang
Hilang kesadaran
Tekanan darah rendah
Cedera paru
Gagal pernapasan menyebabkan kematian
Denyut jantung yang lambat

3. Namun tanda-tanda dan gejala-gejala ini tidak selalu berarti bahwa seseorang telah terkena sianida.

Bagaimana Anda bisa melindungi diri sendiri, dan apa yang harus dilakukan jika Anda terkena sianida

a. Bila kita diperkirakan bernapas di area/ruangan yang mengandung gas sianida, segera tinggalkan area tersebut dan berpindah ke area di mana udara segar cukup tersedia, hal ini angat efektif dalam mengurangi paparan gas sianida.

b. Menjauhlah dari area terbuka yang diperkirakan mengandung sianida.

c. Jika Anda tidak bisa keluar dari area di mana gas sianida diperkirakan ada, ambil posisi serendah mungkin, mendekati tanah.

d. Jika Anda berpikir Anda mungkin telah terpapar sianida, Anda harus mengganti pakaian Anda, cepat mencuci seluruh tubuh Anda dengan sabun dan air, dan mendapatkan perawatan medis secepat mungkin.

Melepas Pakaian Anda:

1. Cepat melepas pakaian yang mungkin terpapar sianida.

2. Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, setiap pakaian yang harus melalui kepala harus digunting di badan dan tidak dilepas melalui kepala. Hindari menyentuh daerah yang terkontaminasi, dan
melepas pakaian secepat mungkin.

Mencuci Bagian yang Terpapar:

1. Secepat mungkin, mencuci sianida yang terpapar di kulit dengan sejumlah besar sabun dan air. Mencuci dengan sabun dan air akan membantu melindungi dari setiap bahan kimia yang terpapar pada tubuh kita.
2. Jika mata Anda terbakar atau penglihatan Anda kabur, bilas mata Anda dengan air biasa selama 10 sampai 15 menit. Jika Anda memakai kontak lens, lepas dan satukan dengan pakaian yang terkontaminasi. Jangan memakai kembali kontak lens tersebut, Jika Anda mengenakan kacamata, cucilah dengan sabun dan air, kemudian dapat dipakai kembali setelah dicuci.
3. Jika Anda mengenakan perhiasan, jika perhiasannya dapat dicuci, cucilah dengan sabun dan air, dan dapat dipakai kembali. Namun jika tidak dapat dicuci, maka satukan dengan pakaian yang terkontaminasi.

Membuang Pakaian yang Terkontaminasi Sianida:
1. Tempatkan pakaian yang terkontaminasi dalam kantong plastik. Hindari menyentuh daerah yang terkontaminasi menyentuh pakaian. Gunakan sarung tangan saat mengemas atau hindari kontak langsung dengan pakaian yang terkontaminasi, dengan menggunakan penjepit atau sarung tangan plastik atau sekadar plastik untuk melindungi tangan. Kemudian alat bantu apa pun yang menyentuh pakaian yang terkontaminasi juga harus dimasukkan ke dalam tas.

2. Segel tas dan kemudian masukkan tas dalam kantong plastik yang lain. Membuang pakaian Anda dengan cara ini akan membantu melindungi Anda dan orang lain dari setiap bahan kimia yang mungkin terpapar di pakaian Anda.

Bagaimana Perlakuan Pasien Keracunan Sianida?

Keracunan sianida diperlakukan dengan penangkal spesifik dan perawatan medis di rumah sakit.Penangkal untuk keracunan sianida diberikan sesegera mungkin setelah paparan. Dokter harus segera menangani dan tidak menunggu konfirmasi laboratorium. Hal yang paling penting adalah bagi korban untuk mendapat perawatan medis sesegera mungkin.

DAFTAR PUSTAKA

Olson, K. R., 2007, Poisoning and Drug Overdose, 2nd edition, 145-147, Prentice-Hall International Inc., USA

Henry, J.A., H.M., Wiseman, 1997, Management of Poisoning : A handbook for health care workers, World Health Organization, Geneva

Olson, K. R., 2007, Poisoning and Drug Overdose, 2nd edition, 145-147, Prentice-Hall International Inc., USA

Nio, 1989, Zat-zat Toksik yang Secara Alamiah Ada pada Bahan Makanan Nabati, Cermin Dunia Kedokteran.

*) Keri Lestari Dandan, Departemen Farmakologi dan farmasi Klinik, Fak Farmasi UNPAD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s