Manfaat Makan Kaldu Rebusan Tulang Ikan


Saat ini muncul tren di antara kalangan pelaku diet paleo untuk mengonsumsi kaldu rebusan tulang. Sisa-sisa tulang apa saja baik dari ayam, sapi, atau ikan dikumpulkan dan direbus kembali untuk diekstrak kaldunya dan diolah menjadi makanan berkuah. Apa yang menjadi pendorong tren ini dan manfaat apa yang diharapkan? Ahli nutrisi Dr Kellyann Petrucci menjelaskan bahwa kaldu-kaldu yang keluar setelah tulang direbus lama (lebih dari 12 jam) ini yang diincar oleh orang-orang.

Ketika tulang direbus lama beragam mineral penting seperti kalsium, magnesium, gelatin, dan kolagen akan keluar dari dalamnya yang diyakini baik untuk kulit, persendian, dan kesehatan perut secara keseluruhan. “Gelatin membantu memperkuat pencernaan. Dia bisa membantu meredakan inflamasi kronis dan meningkatkan kesehatan tubuh. Manfaatnya Anda bisa jadi lebih mudah menguruskan badan, merasa lebih berenergi, dan bahkan terbebas dari masalah kulit seperti eczema,” kata Petrucci kepada Medical Daily dan dikutip pada Selasa (8/12/2015).

Selain manfaat dari kandungan zat, kaldu rebusan tulang sendiri bisa membantu program diet karena membuat seseorang mudah kenyang berkat kepadatannya. “Saat Anda hanya meminum satu cangkir sop, Anda akan merasa seperti makan satu porsi meski sebetulnya yang masuk itu baru hanya 50 sampai 60 kalori,” tutup sang penulis buku ‘Living Paleo for Dummies’. Untuk menjaga kesehatan tulang, orang-orang dianjurkan berolahraga secara rutin. Selain itu perlu nutrisi yang bersahabat untuk tulang. Nah, makan ikan setulang-tulangnya disebut-sebut baik untuk kesehatan tulang.

“Nutrisi yang kaya akan kalsium antara lain ikan yang dikonsumsi dengan tulang-tulangnya,” ujar Medical Marketing Manager Fonterra Brands Indonesia, dr Marko Lumalessil, MM, MH. Kes. Biasanya orang ikan yang dimakan setulang-tulangnya adalah yang dipresto dan ikan teri. Namun butuh asupan ikan dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan kalsium di atas 1.000 mg bagi orang yang berusia 35 tahun ke atas.

Selain itu nutrisi yang baik untuk tulang adalah sayuran warna hijau, seperti brokoli. Susu juga disebut sebagai asupan yang bersahabat dengan kesehatan tulang. “Tapi tidak hanya nutrisi saja ya. Karena olahraga juga penting untuk tulang,” imbuh dr Marko. Olahraga yang rutin dilakukan akan mendukung kebebasan bergerak. dr Marko pun menganjurkan olahraga minimal tiga kali per minggu, di mana masing-masing dilakukan selama 30 menit. Untuk bisa bebas bergerak dibutuhkan tulang yang kuat, keseimbangan badan yang baik dan otot lentur.

“Ada studi klinis, olahraga terbaik untuk kepadatan tulang yakni dengan pembebanan misalnya jogging, aerobik, angkat beban, menghentak seperti body combat atau zumba. Jalan kaki sambil membawa barang belanjaan, yoga,” terang dr Marco.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s