Tahun 2018 Seluruh Listrik Di Bali Akan Didapat Dari Energi Hijau Terbaharukan


Pemerintah Provinsi Bali menargetkan, pada tiga tahun mendatang, seluruh tenaga listrik bersumber pada daya energi baru terbarukan. Target ini bakal dicapai dengan beberapa langkah yang dibantu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Semua pembangunan dan pengembangan di Bali harus berdasar pada keberlanjutan energi dan ketahanan lingkungan alam,” ujar Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Ahad, 18 Oktober 2015.

Made menyatakan Bali mempunyai potensi energi bersih, seperti tenaga sinar matahari (sel surya), tenaga angin, dan arus laut. Salah satu gedung yang sudah memakai teknologi ini adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, yang memakai energi surya berkapasitas 4 megawatt. Dalam waktu dekat, kantor Pemprov Bali juga bakal berenergi baru terbarukan.

Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral William Sabandar menyatakan asistensi lembaganya dilakukan melalui tiga langkah. Tahap pertama, pembangkit listrik tenaga uap di Denpasar bakal dialihkan ke tenaga gas yang efisien dan ramah lingkungan. Jika tahap ini selesai, Kementerian mencari potensi listrik bersih hingga ke daerah pedesaan. Eksplorasi mencakup penghitungan kapasitas dan daya transmisi dengan memperhatikan pertumbuhan konsumsi jangka menengah.

Selanjutnya, Kementerian berencana membangun pusat energi bersih di Bali. Lembaga ini bertujuan mendukung pemerintah mereformasi sektor energi dan menjadi jembatan penanaman modal bagi energi bersih. “Nanti tidak hanya Bali, semua daerah harus punya pusat energi bersih,” kata William. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menjadikan Bali sebagai provinsi dengan pemanfaatan energi bersih 100 persen pada 2018 mendatang.

Berangkat dari rencana tersebut, pemerintah berkomitmen akan mendorong Bali untuk berfokus pada pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). “Pada bulan Juli tahun ini, Kementerian ESDM telah menandatagani nota kesepahaman dengan Gubernur Bali. Ini untuk membentuk langkah-langkah sistematis dalam rangka mencapai 100 persen energi bersih pada tahun 2018” jelas Menteri ESDM, Sudirman Said dalam sambutannya pada Renewable Energy Forum di Nusa Dua, Bali, Sabtu (17/10).

Menyusul adanya program energi bersih 100 persen, Sudirman bilang pemerintah pusat menyatakan bakal mendorong pengembangan EBT yang bersumber dari tenaga solar (matahari), angin, dan arus laut. Ini mengingat kawasan yang dikenal dengan julukan ‘Pulau Dewata’ tersebut memiliki potensi sumber EBT. Di mana contoh pengembangan tenaga solar di Bali, ditandai dengan ditempatkan panel surya dengan kapasitas 4 MW di Bandar Udara Ngurah Rai yang disusul pemasangan di kantor Gubernur Bali dalam waktu dekat. “Penggunaan teknologi energi baru tidak hanya terbatas membantu penyebaran akses energi untuk semua lapisan masyarakat, namun juga turut menjaga lingkungan alam, sehingga kesehatan masyarakat akan turut terjaga,” tutur Sudirman.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika mengatakan, bahwa program pengembangan energi baru terbarukan merupakan hal yang sangat penting dalam rangka menjaga keberlanjutan energi. Pastika memastikan akan mengembangakan pemanfaatan EBT di Bali secara konsisten dan berkelanjutan. “Semua pembangunan dan pengembangan di Bali harus berdasar pada keberlanjutan energi dan ketahanan lingkungan alamm,” ujar Pastika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s