Cara Mengawetkan Bawang Secara Alami Dengan Rumah Bawang


rumahbawangKomoditas bawang merah bisa disimpan di tempat tertentu agar bisa tahan lama. Dengan begitu, bisa lebih menguntungkan ketika panen raya dan mencegah harga jatuh. Bawang merah dengan penanganan pasca panen yang baik sebetulnya bisa disimpan sampai enam bulan. Sigit Nugraha, seorang peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Kementerian Pertanian menyebutkan, pada 2007 pihaknya berhasil merancang ‘rumah bawang’ untuk menyimpan bawang merah.

‘Rumah bawang’ bisa dibangun di tengah sawah dan bisa menyimpan bawang merah selama 6 bulan. Setelah dipanen, bawang merah perlu dikering dan dianginkan di bawah sinar matahari selama 7-9 hari untuk mencegah busuk. Namun repotnya, cara ini sulit dilakukan jika matahari ternyata tidak muncul. ‘Rumah bawang’ dibangun dengan menerapkan sistem pengeringan-penyimpanan atau instore drying. Ruang dapat diatur sesuai kondisi optimum untuk proses pengeringan dan penyimpanan bawang merah.

“Bawang merah teknik penyimpanannya supaya bisa tahan 6 bulan yaitu dengan instore dryer. Peneliti kita dari Balai Besar Pasca Panen sudah bisa membuatnya. Bangunan itu tidak perlu energi listrik karena pakai panas matahari. Sebab yang diperlukan bawang merah itu hanya sirkulasi udara dan matahari saja,” ungkap Rudi Tjahtjohutomo, Kepala Balai Besar Pascapanen Kementerian Pertanian kepada detikFinance di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (16/10/2015).

Rudi menjelaskan, bangunan tersebut bisa menampung 5-10 ton bawang merah dengan ukuran 6×6 meter dengan tinggi 3 meter. “Kapasitas 5-10 ton. Atap bangunan terbuat dari fibre glass transparan yang dilengkapi dengan aerasi. Dinding dari fibre glass atau plastik juga bisa. Rangka dari besi atau kayu,” jelasnya. ‘Rumah bawang’ ini, kata Rudi, sudah direplikasi dengan bantuan biaya dari Bank Indonesia.

“Sudah direplikasi, di Kalteng sudah ada. Itu sudah dipakai petani terbukti bisa menyimpan bawang merah selama 6 bulan,” ucapnya. Rencananya, lanjut Rudi, dryer ini akan dibangun di daerah sentra-sentra bawang merah. Bawang yang sudah dipanen, setelah disortir, bisa disimpan di dalam bangunan tersebut. ‘Rumah bawang’ tidak perlu listrik.

“Pakai tenaga matahari dan windblower untuk memutar udara. Kalau di dalam panas, akan mengeluarkan suhu dari dalam. Kalau matahari terlalu terik, lapisan terpal di atas akan digulung. Kalau panas sedang, bisa dibuka. Ini praktis sekali,” terangnya. Bawang merah yang dikeringkan dalam bangunan ini hanya butuh waktu 3 hari. Jika dibanding teknik penjemuran di lahan sawah atau bahu jalan, membutuhkan waktu 9 hari dan risiko terkena hujan.

Keuntungan lainnya, lanjut Rudi, risiko susut pun berkurang. Petani di Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya sudah pernah mencobanya. “Sudah dicoba oleh petani di Banturung ada 3 unit di sana bisa bertahan enam bulan dengan penyusutan hanya 4-5%. Sangat sederhana bentuknya dan sangat sesuai karena bisa dibangun di dekat sawah petani bawang merah,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s