PT Tesaputra Adiguna Gunakan Listrik Tenaga Surya


Sebuah rumah yang dijadikan kantor oleh PT Tesaputra Adiguna di Jalan Citamiang, Kota Bandung, mempelopori penggunaan panel surya sebagai sumber kebutuhan listrik mereka. Meski pemasangan panel surya ini terbilang mahal di awal, namun menurut perhitungan akan menghemat biaya listrik.

Penanggung Jawab pemasangan panel surya di perusahaan tersebut, Amirah Kaca menuturkan, pemasangan panel surya baru saja dilakukan sebulan terakhir. Meski belum ada angka pasti perbandingan sebelum dan sesudah penggunaan panel surya ini, namun ia menyatakan, biaya listrik bisa ditekan. Di rumah yang berkapasitas daya listrik 5.500 watt terpasang 33 panel surya dengan daya 5,7 kilowatt peak (KwP). Panel surya dipasang di atap di lantai 3 rumah tersebut.

“Dalam sehari dengan perhitungan waktu efektif panel ini 4 jam, bisa menghasilkan rata-rata 20-25 kwh. Dengan pemasangan panel surya ini sudah bisa mencukupi kebutuhan listrik di siang hari,” ujar Kaca. Untuk malam hari, masih dibutuhkan listrik suplai dari PLN karena panel surya tak akan berjalan saat malam. Meski begitu, biaya yang akan dikeluarkan tak akan semahal biasanya.

Apalagi, listrik yang dihasilkan panel surya saat siang hari bisa dikirim ke PLN. Sehingga biaya penggunaan listrik di malam hari selama sebulan akan dikurangi dengan jumlah akumulasi listrik yang dikirim ke PLN saat siang hari. “Jadi kita tukeran dengan PLN. Saat siang hari, PLN kan membutuhkan listrik, kita bisa kasih ke mereka. Sementara malam, kami yang disuplai PLN. Nantinya biaya penggunaan listrik kita di malam hari akan dikurangi listrik yang kita kirim,” tuturnya.

Untuk pemasangan teknologi panel surya skala menengah seperti ini, dibutuhkan biaya sekitar Rp 80-90 juta. Itu meliputi panel surya, inverter (alat pengubah daya DC dari panel surya menjadi AC) dan meter ekspor impor, alat untuk menghitung penggunaan listrik dan pengiriman listrik. Biaya investasi awal tersebut akan tertutupi dalam 7 tahun. Sementara usia teknologi panel surya ini bisa mencapai 20 tahun. “Setelah balik modal dalam 7 tahun untuk investasi, kita nantinya hanya tinggal membayar biaya listrik saat malam atau biaya minimum saja pada PLN,” jelasnya.

Ia mencontohkan, untuk membayar listrik setiap bulannya dikeluarkan biaya Rp 2,5 juta. Namun dengan panel surya ini, mereka hanya membayar biaya minimun listrik sebesar 40 kwh. Ia menjelaskan, pemasangan panel surya ini merupakan wujud kepedulian lingkungan untuk menggunakan energi yang terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

“Banyak yang menganggap ini proyek impossible diterapkan di rumah seperti ini. Kami ingin memulai supaya makin banyak yang menggunakan supaya nantinya panel surya ini jadi teknologi yang terjangkau karena banyak yang terjun ke pasar ini,” tuturnya. Petugas dari Bagian Distribusi PLN Kantor Distribusi Jabar Banten Babam menyebutkan, di Jabar, ini merupakan bangunan ke-3 yang telah menggunakan panel surya dan bekerjasama dengan PLN dalam sistem penggunaan dan pengirimannya. Sebelumnya, sudah ada perusahaan skala menengah lainnya di Depok dan Majalaya yang juga sudah menerapkan teknologi serupa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s