Diterpa El Nino Daerah Selatan Jawa Justru Diterpa Udara Dingin dan Hujan


Di tengah kemarau dan El Nino, warga di Bandung, Yogyakarta, dan sejumlah wilayah di selatan Jawa lewat media sosial justru mengatakan bahwa mereka merasa dingin. Bagaimana bisa hal itu terjadi? El Nino memang merupakan anomali suhu muka laut di Pasifik yang lebih tinggi dari biasanya. Fenomena ini biasa diikuti dengan kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Kerap terjadi bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia, El Nino oleh kalangan awam sering diartikan sebagai udara yang lebih panas ketimbang biasanya. Kenyataannya, El Nino bukan berarti udara yang terasa panas. “Beberapa daerah memang justru merasakan dingin,” kata Edvin Aldrin, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Edvin menerangkan, pada periode El Nino, suhu permukaan laut di perairan selatan Indonesia lebih rendah dari biasanya. Suhu dingin perairan selatan Jawa memengaruhi suhu daratan di sekitarnya. “Angin yang berembus juga punya suhu lebih rendah. Akibatnya, wilayah Jawa, terutama bagian selatan, akan merasa lebih dingin,” katanya ketika dihubungi. Meski suhu pada beberapa waktu akan terasa lebih dingin, bukan berarti hujan akan tiba. Frekuensi dan curah hujan tetap akan sangat rendah. Suhu yang lebih dingin di perairan selatan Jawa membuat peristiwa penguapan berkurang. Akibatnya, aktivitas pembentukan awan rendah.

Awan yang minim membuat curah hujan di Jawa dan sekitarnya sedikit. “Jadi, wilayah Jawa walaupun merasakan dingin, tetap akan kering,” ujar Edvin.Edvin mengungkapkan, ada gejala yang menunjukkan perkembangan El Nino kuat pada tahun 2015. Kekuatannya kemungkinan bisa menyamai El Nino tahun 1997 yang disebut sebagai yang terburuk.

Namun, apakah kekuatan El Nino kali ini akan memicu dampak buruk yang sama dengan tahun 1997? Edvin mengatakan, sulit untuk memperkirakan meski ada kemungkinan.Ada sedikit harapan bahwa El Nino tahun ini tak akan seburuk tahun 1997. Misalnya, masih hangatnya perairan barat Lampung yang berperan serta memicu hujan di Jakarta dan sekitarnya minggu lalu.

Menurut Edvin, meski El Nino terkuat terjadi tahun 1997, El Nino yang menghasilkan dampak terburuk bagi Indonesia justru terjadi tahun 1982. Meski mulai terdampak El Nino yang diperkirakan punya intensitas kuat, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per Senin (3/8/2015) menunjukkan bahwa perairan di barat Sumatera masih hangat. “Jadi wilayah Sumatera masih bisa mengalami hujan,” kata Edvin Aldrian, Kepala Penelitian dan Pengembangan BMKG.

Hangatnya perairan memungkinkan terjadinya penguapan air laut dan pembentukan awan yang kemudian akan menjadi hujan di wilayah sekitarnya, termasuk Jawa bagian barat. Prakiraan yang didasarkan pada citra satelit Himawari 8 itu berlaku selama 5 hari. Setelahnya, kondisi bisa berubah berdasarkan suhu permukaan laut di perairan barat Sumatera.

Hujan juga masih berpeluang terjadi di wilayah Kalimantan akibat terbentuknya badai tropis di wilayah utara Indonesia sejak Minggu lalu. Prakirawan cuaca di Tropical Cylone Warning Center BMKG, Agus Salim, mengungkapkan bahwa pada 2.150 kilometer sebelah timur laut Tahunan kini ada siklon tropis Soudelor.

“Cukup kuat, kecepatan angin maksimumnya 115 knots,” kata Agus. “Diprediksi masih bertahan dalam beberapa hari ke depan dan bergerak ke Taiwan.” Ekor siklon tropis itu mungkin memengaruhi pembentukan awan di wilayah utara Indonesia. Kalimantan bagian utara berpotensi hujan.Namun, secara keseluruhan, siklon justru akan membuat Indonesia bagian tengah dan timur bersih dari awan. Intensitas siklon yang kuat membelokkan arah angin monsun, menyapu bersih awan.

Dalam periode El Nino, perairan di Samudra Pasifik utara Papua menjadi lebih hangat dari biasanya. Kondisi hingga Juli, anomali suhu muka laut daerah tersebut sudah mencapai 1 derajat celsius. Anomali tersebut membuat curah hujan di wilayah Indonesia berkurang. Terjadi bersamaan dengan musim kemarau, El Nino membuat wilayah Indonesia semakin kering. Meski demikian, pengaruh El Nino tak terjadi secara tiba-tiba. Dalam periode awal, sejumlah wilayah Indonesia masih bisa mengalami hujan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s