Bulan Pluto Charon Berjalan Tidak Teratur dan Tidak Punya Orbit


Sistem di Pluto ternyata aneh dan rumit, tak seperti yang diduga sebelumnya. Observasi Teleskop Antariksa Hubble mendapati empat bulan terkecil yang mengelilingi Pluto dan bulan terbesarnya, Charon, bergoyang dan jungkir balik tak tentu arah. Keempat bulan terkecil di Pluto adalah: Nix, Hydra, Kerberos, dan Styx.

“Kalau Anda berdiri di Nix, matahari mungkin terbit di barat dan tenggelam di timur satu hari, dan kemudian terbit di timur dan tenggelam di utara, pada hari lain,” kata Mark Showalter, peneliti senior di SETI Institute di Mountain View, California, seperti dilansir media, Kamis (4/6).

Sampai saat ini, hanyalah Hyperion, bulannya Saturnus, yang diketahui memiliki rotasi yang kacau seperti itu di sistem Tata Surya kita. Dalam tulisannya di Jurnal Nature, Rabu (3/6) kemarin, Showalter dan Douglas Hamilton dari Universitas Maryland, College Park, menulis bahwa gerakan yang kacau balau itu disebabkan oleh tarikan gravitasi Charon.

Charon sendiri diperkirakan terbentuk di tengah sistem Pluto pada 4 miliar tahun lalu dan sejak saat itu ia menyebabkan kekacauan rotasi di Pluto. Soalnya, Pluto dan Charon memiliki ukuran yang hampir sama. Alih-alih satu mengorbit ke yang lain, Charon dan Pluto diduga sama-sama mengorbit di sebuah pusat gravitasi yang sama. Inilah yang disebut oleh astronom sebagai “binary planet”.

Sedangkan keempat bulan kecil-kecil lebih seperti bola liar karena tak punya gravitasi internal untuk menarik mereka berada pada bentuk putaran yang tetap. Jadi, saban keempat bulan ini melintasi Charon, mereka akan mengalami guncangan gravitasi yang membuat pergerakan mereka kacau.

Menurut para ahli itu, kalau Charon ditarik keluar dalam sebuah model komputer, maka pergerakan keempat bulan kecil akan lebih teratur. Keempat bulan keci di Pluto itu sebenarnya belum lama ditemukan. Nix dan Hydra ditemukan pada 2005. Lalu Kerberos dan Styx ditemukan pada 2011 dan 2012.

Seluruh sistem Pluto ini berada pada jarak 300 miliar mil dari Bumi. Teleskop seperti Hubble hanya mampu merekam mereka seperti titik cahaya yang amat kecil. Showalter dan tim melihat keanehan pergerakan bulan di Pluto tatkala melihat titik-titik itu bergerak tak tentu dan kadang-kadang lebih terang atau malah meredup dalam rentang waktu satu dekade data Hubble.

Awalnya mereka mengira bisa membuat pola. Tapi akhirnya mereka menyadari hal itu tak bisa dipolakan. “Ini benar-benar situasi yang tak bisa diprediksi,” kata Showalter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s