Sering Mendengarkan Polusi Suara Musik Dapat Menyebabkan Gemuk


Paparan polusi suara bisa membuat seseorang stres bahkan meningkatkan tekanan darah. Tak hanya itu, baru-baru ini penelitian di Swedia menemukan hubungan antara paparan polusi suara dengan timbunan lemak di perut.

Studi yang dilakukan para peneliti di Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institute, Stockholm menemukan bahwa paparan polusi suara dalam jangka panjang bisa memengaruhi metabolisme dan menyebabkan timbunan lemak di daerah perut. Ketua peneliti, Charlotta Eriksson menuturkan polusi suara harus diakui sebagai bahaya kesehatan lingkungan.

“Studi kami bersifat observasional sehingga kedua hal ini lebih memiliki keterkaitan, bukan sebagai sebab dan akibat. Tapi, bisa jadi lewat studi ini polusi suara dapat lebih dipertimbangkan sebagai ancaman kesehatan yang lebih berbahaya dari sebelumnya,” terang Eriksson.

Dikutip dari Newsmaxhealth, Kamis (28/5/2015), untuk studi ini Eriksson dan rekannya mengumpulkan data lebih dari 5.000 orang yang tinggal di lima daerah pinggiran kota dan pedesaan di sekitar Stockholm. Para peserta sebelumnya sudah berpartisipasi dalam Stockholm Diabetes Prevention Program sejak 1992-1998. Di tahun 2002 dan 2006 saat peserta berusia 43-66 tahun, mereka diminta mengisi kuisioner.

Pertanyaan kuisioner berisi bagaimana gaya hidup peserta, kondisi kesehatannya, tingkat stres psikologis, insomnia, serta seberapa banyak paparan polusi suara yang dialami peserta. Selain itu, tekanan darah dan ukuran pinggang serta pinggul peserta juga diperiksa. Hasilnya, ditemukan bahwa pada wanita terdapat peningkatan ukuran pinggang dan pinggul sebesar 0,08 inci untuk setiap tambahan 5 desibel paparan polusi suara.

“Sedangkan pada pria, ukuran pinggang-pinggulnya meningkat 0,06 inci untuk setiap tambahan 5 desibel paparan polusi suara. Mekanisme utama yang mendasari hubungan ini adalah polusi suara bisa meningkatkan kadar stres kortisol yang mampu merangsang akumulasi lemak di daerah perut. Polusi suara juga berpengaruh pada kualitas tidur yang berkaitan dengan jumlah lemak di dalam perut,” tutur Eriksson.

Sementara, Dr David Katz, Direktur Yale University Prevention Research Center mengatakan polusi suara yang berasal dari suara pesawat, mobil, atau kereta api akan lebih parah dampaknya pada kesehtan ketika dibarengi pula dengan pola hidup tidak sehat. “Misalnya pada masyarakat kurang mampu yang tinggal di pinggir rel kereta, ditambah pola makan yang tidak tepat, maka risiko berbagai penyakit dan obesitas makin tinggi,” kata Dr Katz.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s