Kecerdasan Buat Mampu Kalah Manusia Dalam Permainan Poker


Sudah sejak lama manusia diadu dengan komputer atau kecerdasan dalam berbagai permainan. Terakhir, ilmuwan dari Universitas Carnegie Mellon mengadu manusia dan Caludio, sebuah kecerdasan buatan, dalam permainan Poker Texas Hold’em. Pada permainan terakhir, manusia bisa mengungguli kecerdasan buatan dalam komputer super yang didesain ilmuwan Carnegie Mellon. Tapi dalam permainan yang lain, komputer yang lebih unggul.

Pada 1996 juara dunia catur Garry Kasparov berhadapan dengan Deep Blue, komputer super buatan IBM dan menang. Tapi setahun kemudian, pada permainan yang sama, Kasparov kalah. Begitu pula pada 2011. Komputer super Watson dari IBM berhasil mengalahkan Ken Jenning, sang juara dalam permainan Jeopardy. Tapi mengapa kecerdasan buatan bisa kalah dari manusia dalam permainan poker?

Profesor Tuomas Sandholm, pembuat Claudio, mengatakan pada permainan catur dan Jeopardy, informasi soal permainannya bisa disediakan secara lengkap ke dalam ‘otak’ komputer. Tapi pada permainan poker tak demikian. Meski kalah kali ini, selisih antara Claudio dan lawannya, pemain poker profesional Doug Polk, 26 tahun, dan tiga pemain poker profesional lainnya, rupanya tak terlalu besar. Profesor Sandholm mengatakan akan menulis ulang algoritma Claudio, berdasarkan permainan yang digelar selama dua pekan terakhir. Kalau begitu, pemenangnya nanti tampaknya akan sulit ditebak.

Cita-cita manusia membuat artifical intellgince (AI), atau kecerdasan buatan untuk mempermudah manusia. Namun bagi beberapa orang yang disebut orang jenius, Al bisa menjadi ancaman seperti halnya Ultron di sekuel film Avengers. Di film layar lebar yang diangkat dari komik Marvel itu, diceritakan Ultron adalah kecerdasan buatan dari Tony ‘Iron Man’ Stark (Robert Downey Jr) yang malah berbalik menyerang kelompok pahlawan super ini.

Dalam dunia nyata kecerdasan buatan sudah ada dalam beberapa peranti lunak dan keras yang ditanamkan. Sadar atau tidak, di masa depan beberapa orang jenius ini takut akan kehadirannya. Seperti CNN Indonesia rangkum dari berbagai sumber, mulai dari ilmuwan hingga bos teknologi menyuarakan nada sumbang dan kekhawatirannya mengenai kedatangan AI yang bisa ‘menjajah’ manusia.

Stephen Hawking
Fisikawan nyentrik asal Inggris ini menyatakan kecemasannya terhadap kecerdasan buatan yang menurutnya dapat mengancam keberadaan manusia di masa depan.”Jika ada sekumpulan alien cerdas mengirimkan pesan berbunyi ‘kita akan tiba di Bumi beberapa dekade lagi’, apakah manusia akan membalas ‘baik, hubungi kami jika sudah sampai — lampu akan kami biarkan menyala’? Tentu saja tidak. Inilah yang terjadi seputar AI,” ujar Hawking kepada media Inggris The Independent. Ia kembali menyinggung soal perkembangan AI tak lama setelah mendapatkan teknologi baru untuk pembaruan komputer canggihnya. AI akan berkembang dengan sendirinya dalam kisaran yang saya yakin akan terus meningkat. Sementara kita, manusia, terbatas oleh evolusi biologis, nantinya tidak akan mampu bersaing dan akhirnya akan tersingkir,” tutur Hawking kepada BBC.

Bill Gates
Menurut pendiri Microsoft Bill Gates, kecerdasan buatan harus dikelola dengan baik agar hal yang tak diinginkan manusia tidak terjadi. “Pertama, mesin-mesin nantinya akan mengerjakan banyak pekerjaan untuk kita dan dibuat agar tidak menjadi super cerdas,” kata Gates dikutip dari Metro.co.uk. “Itu (kecerdasan buatan) seharusnya menjadi positif jika kita mengelolanya dengan baik,” lanjutnya. Gates menambahkan meskipun ia kini aktif bekerja pada proyek-proyek yang melibatkan kecerdasan buatan sebagai asisten digital pribadi, seperti Cortana, ia mengatakan bahwa hal ini dapat membahayakan manusia jika dikembangkan secara berlebihan.

Elon Musk
Sebagai pendiri perusahaan teknologi Tesla dan perakit wahana antariksa SpaceX, Elon Musk tentunya memiliki antusias tinggi terhadap perkembangan teknologi. Siapa sangka, ia menjadi salah satu orang yang menentang AI. Ia sempat berkomentar pada pertengahan November lalu bahwa kemajuan teknologi khususnya AI kini berkembang semakin cepat dan manusia bisa saja terancam eksistensinya. Kemudian bulan Oktober silam ia juga memberikan pernyataan sensasional tentang AI. Saking bahayanya, ia meyakini AI bisa dipakai untuk memanggil setan. “Cerita tentang laki-laki menggunakan pentagram dan air suci guna mengendalikan setan tak kunjung berhasil, maka AI bisa digunakan untuk memanggil setan,” ujarnya. Musk juga sempat berbagi kicauannya di akun jejaring sosial Twitternya bahwa AI lebih bahaya dari senjata nuklir.

Steve Wozniak
Salah satu pendiri Apple Steve Wozniak mengungkapkan keresahannya terhadap kehadiran Al yang berkembang dengan cepat dan bisa beradaptasi layaknya manusia. Sebab menurutnya, selain memiliki manfaat, juga sangat berpotensi membahayakan umat manusia. AI bisa sangat buruk bagi umat manusia. Kita bisa menjadi ‘hewan peliharaan’ untuk ‘tuan robot’ atau hanya semut yang tergencet. Tak perlu diragukan lagi, komputer akan mengambil alih dunia dari manusia,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s