Pentingnya Bakat Melukis Pada Anak


Joline dan Tobias, masing-masing berusia sepuluh dan sembilan tahun. Sejak kecil, mereka berdua gemar melukis. Sehingga, sejak usia empat dan tiga tahun mereka sudah mengikuti kursus melukis untuk mengasah bakat dan kemampuan mereka di atas kanvas. Tidak mengherankan, lukisan mereka kini sangat indah dan kaya warna layaknya pelukis profesional.

“Kami les seminggu sekali, di hari Minggu setelah (ibadah) gereja,” ujar Joline dengan penuh semangat pada acara pameran lukisan “Care for Others” yang digelar Emilie Faith Foundation, Yayasan World Harvest Indonesia, dan Heidy’s Art Painting Course di Belezza Shopping Arcade, Kamis (23/4/2015).

Tobias mengaku, pada dasarnya ia lebih suka melukis ragam jenis binatang. Joline pun setuju, namun ia juga senang melukis pemandangan, seperti pegunungan berbatu, taman yang dilengkapi bangku kayu, dan pemandangan lainnya. Dalam pameran tersebut, mereka berdua masing-masing menyajikan tiga buah lukisan. Hasil penjualan lukisan mereka akan disumbangkan bagi pendidikan anak-anak kurang mampu.

Bagi Tobias, pameran ini bukan yang pertama kali baginya. Sebelumnya, ia pernah mengikuti pameran serupa yang digelar di Galeri Nasional Indonesia. Ketika ditanya siapa yang membeli lukisannya, bocah lucu ini mengaku tidak tahu dan tidak mengenal sang pembeli. “Yang aku tahu, dia ini orang kaya. Sepertinya, dia ini orang yang sangat VIP,” tukas Tobias yang disambut tawa sang ibunda.

Lalu, dari mana inspirasi mereka ketika melukis? Mudah saja, Tobias mengaku inspirasi datang begitu saja secara spontan yang kemudian langsung dibuat sketsanya. Joline mengaku serupa, namun ia juga mencari inspirasi dari gambar-gambar maupun foto yang diperolehnya di internet.

“Kadang-kadang kami juga dapat inspirasi saat jalan-jalan. Kalau menemukan sesuatu yang bagus kami potret untuk dilukis. Melukis itu susah, soalnya harus menarik kuas dari kanan ke kiri dan bukan ke atas dan ke bawah. Kalau sudah cukup lelah, kami minum air putih, istirahat sebentar, lalu melukis lagi,” tutur Joline.

Linna, sang ibunda, mengaku telah melihat bakat melukis kedua buah hatinya sejak masih balita. Mereka berdua, yang merupakan siswa dan siswi SD IPEKA Internasional ini, lantas didaftarkan untuk mengikuti kursus melukis. Selain untuk mengasah bakat, Linna mengaku kursus melukis juga membantu perkembangan diri sang buah hati.

“Mereka memang suka melukis sejak kecil. Saya cukup bantu dorong bakat mereka saja. Untuk saya, hobi melukis itu cukup penting untuk mengembangkan kreativitas anak. Selain itu, yang saya tahu, melukis merupakan salah satu aktivitas yang cukup bagus untuk perkembangan motorik serta keseimbangan otak anak,” ungkap Linna.

Joline mengaku sangat senang ketika mengetahui lukisan hasil karyanya akan dijual dan hasil penjualannya disumbangkan untuk pendidikan bagi anak-anak yang kurang beruntung. “Saya tahu di luar sana banyak teman-teman yang kurang beruntung. Saya senang bisa membantu lewat sebuah lukisan, paling tidak, teman-teman yang kurang beruntung bisa mewujudkan impian mereka,” terang Joline.

Sebagai orangtua, penting untuk mengetahui bakat dan minat anak. Akan lebih bagus lagi apabila bakat tersebut diasah dan dikembangkan sebagai bekal di masa depan nanti. Di samping itu, tak ada salahnya mendidik buah hati untuk berbagi, agar mereka menyadari pentingnya mensyukuri hidup dan membantu sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s