Monthly Archives: Maret 2015

Mari Mengenali Selera Musik Kucing Piaraan Kita


Para pemilik kucing mungkin berpikir mereka bisa bersama-sama menikmati musik dengan hewan kesayangannya. Tapi itu salah besar. Musik yang digemari manusia ternyata tak berpengaruh bagi kucing.

Riset yang dilakukan Universitas of Wisconsin­Madison menunjukkan kucing tak peduli akan musik apa pun yang digemari manusia, entah keroncong, klasik, jazz, ataupun rock alternatif. Hewan itu memiliki selera sendiri soal musik akibat faktor sistem pendengaran yang berbeda.

Studi yang dimuat dalam jurnal daring Applied Animal Behaviour Science, Februari lalu, tersebut menunjukkan reaksi kucing berubah saat mendengar musik yang dibuat khusus untuk mereka. Jenis musik ini bakal terdengar aneh di telinga manusia. Beberapa sampel musik bagi kucing dibuat berdasarkan tempo dengkuran, nada, atau suara yang dibuat saat hewan itu merawat anaknya.

“Kami tak meniru suara kucing. Kami berusaha membuat musik dengan nada dan tempo yang menarik bagi kucing,” kata pemimpin riset, Charles Snowdon, seperti ditulis laman universitas pada 10 Maret lalu.

Para peneliti membuat musik kucing dengan mengevaluasi konteks sistem indra pendengaran binatang itu. Kucing ternyata membuat dan mengenali suara satu oktaf lebih tinggi daripada yang diketahui manusia. “Sangat penting untuk mendapatkan nada yang tepat, lalu membuat musik dengan tempo yang menarik perhatian mereka,” kata Snowdon, profesor bidang psikologi.

Dalam uji coba tersebut, Snowdon dan koleganya, Megan Savage, memainkan lagu di sebuah tempat penampungan yang memiliki 47 ekor kucing. Ada empat sampel lagu, yaitu dua musik klasik dan dua “lagu kucing” ciptaan komposer Universitas Maryland, David Teie. Reaksi kucing yang membuat dengkuran, mendekati pelantang, lalu menggosokkan badannya dinilai sebagai perilaku positif.

Adapun perilaku kucing yang mendesis keras, melengkungkan tubuh, dan menegakkan seluruh rambut tubuhnya digolongkan sebagai reaksi negatif. Kucing ternyata berlaku lebih positif terhadap “lagu kucing” ketimbang musik klasik. Respons mereka terhadap “lagu kucing” muncul setelah 110 detik, lebih cepat ketimbang terhadap musik klasik, yang rata­rata setelah 171 detik. Bahkan pada musik pop, rap, R&B dan rock, kucing tidak bereaksi bahkan cukup byk yang langsung pergi.

Respons tersebut menggambarkan mereka tak tertarik pada musik pop, rap, R&B dan rock manusia . “Sebagian kucing butuh waktu lebih lama untuk bangun dan menyadari apa yang terjadi. Beberapa bahkan langsung pergi dari ruangan,” kata Snowdon.

Hasil Penelitian Ilmiah Mengenai Khasiat Obat Herbal


Pemakaian obat herbal sering dianggap bertentangan dengan pemakaian obat dokter. Bahkan, ada beberapa dokter yang secara ekstrem melarang penggunaan obat herbal untuk membantu proses penyembuhan penyakit. Padahal tidak ada salahnya menggunakan obat herbal bila pasien dan dokter saling berdiskusi dan melakukan penilaian.

Menurut Kepala Program Studi Obat Tradisional Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter Arijanto Jonosuwojo, ada kesalahpahaman yang mengatakan bahwa dokter melarang sama sekali pemakaian obat-obatan herbal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam ini pun menegaskan, obat-obatan herbal yang dapat digunakan adalah obat-obatan yang memiliki evidence base atau proses yang digunakan secara sistematik untuk menemukan, menelaah, dan memanfaatkan hasil studi sebagai dasar dari pengambilan keputusan klinis.

“Dokter bukannya menolak pemakaian obat herbal, melainkan karena dokter terikat dengan Undang-Undang Kedokteran, yang akhirnya tidak memperbolehkan memakai obat-obat yang belum ada evidence base,” ujar Arijanto dalam sebuah seminar yang diadakan oleh SOHO group di Hotel Le Meridien, Rabu, dua pekan lalu.

Penilaian obat herbal berdasarkan level pembuktian ilmiahnya, menurut Arijanto, dibagi menjadi delapan level. Mulai dari penelaahan dan kontrol uji coba secara acak atau Randomized Controlled Trial (RCT) hingga pendapat para ahli. Karena itu, penggunaan obat herbal tidak bisa sembarangan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia telah membuat pedoman pemakaian obat herbal. “Pemakaian harus memenuhi aspek keamanan, bermanfaat, dan berkualitas,” ujar Arijanto.

Di Indonesia, regulasi pemakaian obat herbal sudah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor 1109 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pengobatan Komplementer-Alternatif Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Selain itu, ada pula Kepmenkes Nomor 12 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Herbal, dan Kepmenkes Nomor 3 Tahun 2010 tentang Saintifikasi Jamu dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan.

Menurut Arijanto, saat ini perkembangan ilmu dan teknologi telah mendukung dalam memastikan respon maksimal yang dihasilkan suatu tanaman obat (efikasi). “Beberapa tanaman obat tradisional bahkan telah terbukti efikasinya secara ilmiah,” ujar Arijanto yang juga Ketua Perhimpunan Peneliti Bahan Obat Alami Cabang Surabaya.

Ditemukan Batu Akik Bangsa Viking Bertuliskan Allah Dalam Bahasa Arab


batu akik bertuliskan Allah dalam bahasa arabSebuah cincin berusia lebih dari 1.000 tahun menjadi bukti adanya hubungan antara bangsa Viking dan dunia Islam. Cincin yang digali dari sebuah kuburan wanita abad ke-9 di Swedia ini memiliki batu yang bertuliskan lafadz “untuk Allah” atau “kepada Allah” dalam bahasa Arab.

Penemuan ini memperkuat teori yang menyebut bangsaViking melakukan hubungan bisnis dengan para saudagar Islam. Cincin ini ditemukan dalam sebuah penggalian di pusat perdagangan bangsa Viking di Birka, Swedia, pada akhir tahun 1800-an. Awalnya, batu cincin ini dianggap sebagai kecubung ungu, tapi belakangan para ahli mengungkapkan bahwa itu adalah kaca berwarna yang merupakan benda eksotis pada masa itu.

Para peneliti di Unversitas Stockholm menggunakan pemindaian dengan mikroskop elektron untuk memastikan material dan tulisan huruf Arab yang tertera pada batu itu. Bangsa Skandinavia memang diketahui melakukan perdagangan benda-benda dari kaca dengan bangsa Mesir dan Mesopotamia hingga 3.400 tahun yang lalu. Jadi, kemungkinan besar bangsa Viking mendapatkan benda-benda dari kaca ini dari wilayah tersebut.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scanning menyebutkan: “Cincin ini mungkin mengandung bukti material tentang adanya interaksi langsung antara Bangsa Skandinavia di zaman Viking dengan dunia Islam.

“Sebagai satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang ditemukan di situs arkeologi Skandinavia, ini menjadi benda unik di antara benda-benda lain pada zaman Viking.”

Cara Membedakan Madu Hutan Dengan Madu Ternak


Madu Indonesia terdiri dari dua jenis yaitu madu budi daya dan madu hutan. Kuntadi, peneliti lebah dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Kementerian Kehutanan mengatakan madu budi daya berasal dari perut lebah apis mellifera. “Lebah ini mencari nektar dari bunga yang tumbuh di lahan pertanian atau ladang,” katanya.

Lebah mellifera biasanya diternakkan. Sehingga madu budi daya juga dikenal sebagai madu ternak. Sudiro, petani madu asal Jepara, Jawa Tengah, memiliki ratusan papan lapis kayu yang berisi koloni lebah mellifera. Menurut Sudiro madu ternak biasanya berasal dari bunga yang sama. Inilah yang membuat madu ternak kerap dilabeli sesuai asal bunganya, misalnya, madu randu berasal dari pohon randu, madu sonokeling, dan madu lengkeng. Lebah ternak bersarang di tempat yang sudah dibuatkan oleh petani. Mayoritas sarang lebah ternak berbentuk kardus kotak.

Adapun madu hutan berasal dari perut lebah apis dorsata. Lebah ini mencari nektar bunga dari tanaman di hutan. Lebah dorsata hidup liar di hutan. Menurut Kuntadi lebah ini bersarang di pohon dengan ketinggian antara 20-30 meter. Satu pohon bisa terdapat 100-200 sarang. Berbeda dengan petani lebah ternak, usaha petani madu hutan lebih berat pada proses pengambilan sarang lebah. “Letaknya sering di ujung cabang pohon,” katanya.

Ketua Asosiasi Petani Madu Hutan Tesso Nilo Riau Achmad Wazar mengatakan sulit mengidentifikasi madu hutan yang dipanen berasal dari jenis nektarnya. Berbeda dengan madu ternak, penamaan madu hutan mengacu pada lokasi misalnya madu hutan tesso nilo berasal dari Hutan Tessno Nilo, atau madu hutan dari Hutan Danau Sentarum dikenal dengan nama madu hutan Kalimantan.

Menurut Achmad warna madu hutan rata-rata merah gelap, sedangkan madu ternak warnanya lebih cerah. Madu hutan juga lebih encer karena sarangnya berada di lokasi terbuka sehingga potensi terpapar air hujan lebih besar. Adapun sarang lebah ternak berada di tempat tertutup terlindungi dari air. Kandungan madu hutan maksimal 22 persen sedangkan madu ternak maksimal 18 persen. Berdasarkan acuan Standar Nasional Indonesia (SNI) madu disebut asli atau murni jika kandungan airnya maksimal 22 persen. Ketua Umum Jaringan Madu Hutan Indonesia Rio Bertoni mengatakan madu hutan mendominasi volume madu nasional. “Sekitar 75 persen,” ujarnya. Sisanya disuplai oleh madu ternak sebesar 25 persen.

Untuk soal harga bervariasi. Direktur Utama PT Madu Pramuka yang memproduksi madu ternak membanderol madunya seharga Rp 150-200 ribu per kilogram. Adapun madu hutan Riau dibanderol Rp 70 ribu per kilogram. Menurut Kuntadi madu hutan termahal adalah madu hutan pelawan Bangka Belitung yang dibanderol Rp 500-700 ribu per kilogram. Berbeda dengan madu hutan pada umumnya, madu hutan pelawan lebih cerah. “Tidak mudah menggumpal meski disimpan di kulkas,” katanya.

Peneliti lebah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Sih Kahono, mengatakan keunikan madu adalah memiliki rasa, aroma, dan warna yang berbeda. Alasannya, setiap madu yang dihasilkan lebah bergantung pada jenis nektar bunga yang dihinggapinya. “Meski lebahnya sama, kalau nektar bunganya berbeda, akan berbeda aroma, rasa, dan warna madunya,” katanya. Peneliti yang menekuni habitat lebah lebih dari 29 tahun itu menggambarkan keunikan madu seperti kopi. “Rasa kopi tidak seragam.”

Karena keberagaman ini, sulit mengidentifikasi keaslian madu. Menurut Kahono, mitos-mitos untuk menguji keaslian madu kerap salah kaprah. Misalnya, madu asli tidak dihinggapi semut. Menurut Kahono, mitos ini salah karena madu ada yang disukai semut. “Tergantung kadar gulanya,” ucapnya.

Mitos lain, madu asli akan membuat bunyi letupan saat tutup botol kemasan dibuka. Kahono menilai mitos ini juga salah. Alasannya, letupan dihasilkan oleh udara hasil fermentasi. “Madu asli ada yang kental, tidak akan membuat letupan,” katanya.

Kahono juga menilai mitos menguji madu asli dengan korek api sebagai mitos aneh. Mitos itu mengajarkan, untuk menguji kemurnian madu, korek api dicelupkan ke madu lalu digesekkan. Jika tetap menyala, berarti madu itu asli. Menurut Kahono, pengujian korek api menggambarkan kandungan air. Madu yang tidak membuat korek api terbakar menggambarkan kadar air rendah. Sedangkan madu yang membuat korek api padam berarti kadar airnya tinggi. “Bukan menguji asli atau tidaknya.”

Kuntadi, peneliti lebah dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi Kementerian Kehutanan, mengatakan sulit menguji dengan cepat kemurnian madu. Dalam Standar Nasional Indonesia (SNI), parameter yang mudah diuji adalah kadar air. Kadar air madu asli dibatasi maksimal 22 persen. Cara lain untuk menguji kemurnian madu adalah mengecek di bawah mikroskop apakah dalam cairan madu itu ada benang sari atau tidak. “Madu asli harus ada benang sarinya,” katanya.

Kahono mengatakan karakter madu asli yang berbeda aroma, rasa, dan warnanya ini belum banyak diketahui konsumen. Akibatnya, banyak beredar madu yang diduga tidak murni. Mudah ditemukan produk madu yang diklaim sebagai madu murni tapi memiliki rasa, warna, dan aroma seragam. Hal yang hampir mustahil karena tak ada jaminan koloni lebah hanya hinggap di bunga yang homogen. “Ini harus diwaspadai.”

Mengapa Kita Merasa Lebih Cerdas Dari Simpanse


Mengapa kita lebih cerdas daripada simpanse? Lewat penelitian genetik terbaru, ilmuwan mengungkap jawabannya.

Menurut Marta Florio, peneliti dari Max Planck Institute of Molecular Cell Biology and Genetics, manusia bisa lebih cerdas daripada simpanse karena memiliki gen ARHGAP11B yang berperan dalam perkembangan otak.

Florio melakukan eksperimen dengan tikus putih. Gen ARHGAP11B diinjeksikan pada embrio tikus putih dan perkembangannya dilihat.

Hasil penelitian mengungkap bahwa gen tersebut membuat otak memiliki lebih banyak lekuk-lekuk, memungkinkan bagian neuro-korteks otak memiliki lebih banyak jaringan saraf. Dengan begitu, kecerdasan juga meningkat.

“Sangat keren bahwa gen kecil saja bisa memengaruhi fenotif (ekspresi) dari sel punca yang bertanggung jawab pada ekspansi neuro-korteks,” kata Florio.

Diberitakan Livescience, Kamis (26/2/2015), Florio percaya bahwa gen yang juga ditemukan pada jenis Neanderthal dan Denisovan tersebut bukan satu-satunya gen yang menentukan kecerdasan manusia.

Meski berbagi 99 persen DNA dengan simpanse, Florio percaya bahwa manusia masih menyimpan banyak perbedaan dengan simpanse sehingga lebih cerdas.

Evolusi memungkinkan volume otak manusia terus tumbuh besar. Sekitar 3,8 juta tahun lalu, spesies manusia purba Australopithecus afraensis hanya memiliki volume otak sebesar 50 sentimeter kubik.

Sementara itu, 1,8 juta tahun lalu, Homo erectus sudah memiliki volume otak dua kali A afraensis. Neanderthal kemudian punya volume otak 1,4 liter.

Ilmuwan percaya, kecerdasan ditentukan oleh faktor lain selain volume otak, seperti proses pertumbuhan sel otak. Florio akan terus melakukan penelitian lanjutan pada embiro tikus putih untuk mengonfirmasi peran gen ARHGAP11B pada kecerdasan.

Bulan Kedua Bumi Berhasil Ditemukan


Siapa bilang Bumi cuma punya satu satelit alami? Selain Bulan, Bumi juga punya obyek-obyek kecil yang mengitarinya, salah satunya adalah 3735 Cruithne.

Duncan Forgan, research fellow di University of Saint Andrew, mengungkapkan bahwa 3735 Cruithne layaknya bulan kedua Bumi. Namun, berbeda dengan Bulan yang mengelilingi dengan lintasan elips, obyek berdiameter 5 kilometer itu punya lintasan sepatu kuda.

Lalu seperti apa wajah bulan kedua Bumi tersebut? Apakah sama dan mudah dilihat seperti halnya Bulan?

Salah satu citra terbaik 3735 Cruithne diambil lewat pengamatan dari Powell Observatory. Benda itu tampak sebagai titik cahaya putih. Lain dengan Bulan yang tampak bulat besar, 3735 Cruithne tampak kecil.

Citra lain diambil oleh instrumen NEOWISE milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

NEOWISE mengambil lima foto 3735 Cruithne dan mengolahnya menjadi gambar tunggal. Obyek itu tampak berwarna merah. James Bauer dari Jet Propulsion lab NASA mengatakan, 3735 Cruithne tampak merah karena meradiasi cahaya pada energi rendah.

Sebutan bulan kedua untuk 3735 Cruithne sebenarnya tak begitu tepat. Obyek itu tepatnya disebut Aten Asteroid.

Aten Asteroid merupakan asteroid minor yang berada di antara Bumi dan Matahari. Obyek itu memiliki orbit unik. Adapun 3735 Cruithne membentuk lintasan mirip kacang mete saat mengorbit Bumi.

Sayang, karena ukurannya yang kecil, 3735 Cruithne tak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi diperlukan teleskop.

Kapal Musashi Ditemukan Di Filipina


Setelah tenggelam 70 tahun lalu pada masa Perang Dunia II dan hilang, kapal legendaris milik Jepang, Musashi, berhasil ditemukan di lepas pantai Filipina.

Miliuner Paul Allen memimpin ekspedisi untuk menemukan salah satu kapal perang terbesar yang pernah dibuat itu. Dengan menggunakan kapal M/Y Octopus sebesar 125 meter, Allen menemukan kapal itu teronggok di kedalaman laut Sibuyan.

“Penemuan ini bukan hanya akan membantu menarasikan peristiwa Perang Dunia II tetapi juga mendekatkan pada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” demikian siebutkan dalam situs Allen seperti dikutip Livecsience, Kamis (5/3/2015).

Musashi dan Yamato termasuk dalam kapal perang tercanggih yang pernah ada. Yamato tenggelam pada 7 April 1945. Tahun 1980, kapal itu ditemukan di perairan 290 km barat daya Kyushu. Kapal terbelah menjadi dua, berada pada kedalaman 340 meter.

Musashi sendiri berhasil ditenggelamkan oleh Amerika pada 24 Oktober 1944 saat perang di Teluk Leyte. Sekitar 1.000 awak kapal tewas. Sejak saat itu, nasib awak kapal dan bangkainya misterius.

Allen belum menguraikan banyak soal kapal sepanjang 263 meter dan volume 66.250 metrik ton itu. Meskipun demikian, tweet Allen mengindikasikan bahwa kapal tersebut ditemukan pada kedalaman 1 km.

Tim peneliti merilis video kapal Musashi. Video memperlihatkan sejumlah bagian kapal seperti sistem peluncur serta roda pada katup mesin.

Allen telah lama menaruh perhatian pada soal teknologi. Dia merupakan salah satu pendukung misi SpaceShipOne. Tahun 2012, dia juga mendukung misi James Cameroon ke dasar Palung Mariana.