Mari Mengenali Selera Musik Kucing Piaraan Kita


Para pemilik kucing mungkin berpikir mereka bisa bersama-sama menikmati musik dengan hewan kesayangannya. Tapi itu salah besar. Musik yang digemari manusia ternyata tak berpengaruh bagi kucing.

Riset yang dilakukan Universitas of Wisconsin­Madison menunjukkan kucing tak peduli akan musik apa pun yang digemari manusia, entah keroncong, klasik, jazz, ataupun rock alternatif. Hewan itu memiliki selera sendiri soal musik akibat faktor sistem pendengaran yang berbeda.

Studi yang dimuat dalam jurnal daring Applied Animal Behaviour Science, Februari lalu, tersebut menunjukkan reaksi kucing berubah saat mendengar musik yang dibuat khusus untuk mereka. Jenis musik ini bakal terdengar aneh di telinga manusia. Beberapa sampel musik bagi kucing dibuat berdasarkan tempo dengkuran, nada, atau suara yang dibuat saat hewan itu merawat anaknya.

“Kami tak meniru suara kucing. Kami berusaha membuat musik dengan nada dan tempo yang menarik bagi kucing,” kata pemimpin riset, Charles Snowdon, seperti ditulis laman universitas pada 10 Maret lalu.

Para peneliti membuat musik kucing dengan mengevaluasi konteks sistem indra pendengaran binatang itu. Kucing ternyata membuat dan mengenali suara satu oktaf lebih tinggi daripada yang diketahui manusia. “Sangat penting untuk mendapatkan nada yang tepat, lalu membuat musik dengan tempo yang menarik perhatian mereka,” kata Snowdon, profesor bidang psikologi.

Dalam uji coba tersebut, Snowdon dan koleganya, Megan Savage, memainkan lagu di sebuah tempat penampungan yang memiliki 47 ekor kucing. Ada empat sampel lagu, yaitu dua musik klasik dan dua “lagu kucing” ciptaan komposer Universitas Maryland, David Teie. Reaksi kucing yang membuat dengkuran, mendekati pelantang, lalu menggosokkan badannya dinilai sebagai perilaku positif.

Adapun perilaku kucing yang mendesis keras, melengkungkan tubuh, dan menegakkan seluruh rambut tubuhnya digolongkan sebagai reaksi negatif. Kucing ternyata berlaku lebih positif terhadap “lagu kucing” ketimbang musik klasik. Respons mereka terhadap “lagu kucing” muncul setelah 110 detik, lebih cepat ketimbang terhadap musik klasik, yang rata­rata setelah 171 detik. Bahkan pada musik pop, rap, R&B dan rock, kucing tidak bereaksi bahkan cukup byk yang langsung pergi.

Respons tersebut menggambarkan mereka tak tertarik pada musik pop, rap, R&B dan rock manusia . “Sebagian kucing butuh waktu lebih lama untuk bangun dan menyadari apa yang terjadi. Beberapa bahkan langsung pergi dari ruangan,” kata Snowdon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s