Zaman Dahulu … Afrika Adalah Daerah Yang Lembab dan Basah


Dengan mempelajari hasil sedimentasi Danau Bosumstwi, Ghana, 20 ribu tahun terakhir, para ilmuwan mengungkap perubahan iklim mendadak dan perubahan pola cuaca. Para ilmuwan dari Northern Arizona University menerbitkan hasil analisis tersebut dalam sebuah makalah di jurnal Nature Geoscience.

“Afrika ternyata dulu pernah menjadi daerah yang lembap,” kata Nicholas McKay, anggota penelitian, seperti dikutip dari Livescience. Danau Bosumstwi terbentuk atas benturan meteor dengan bumi. Sampel danau diperoleh dari hasil pengeboran di kedalaman seribu kaki di bawah danau. Dari pengeboran tersebut, para peneliti mengungkap rentang umur sampai satu juta tahun. Tapi, para peneliti hanya berfokus pada umur 20 ribu tahun terakhir.

Jurnal McKay menggambarkan bagaimana lanskap Afrika berubah dari lingkungan yang lembap menjadi kering seperti sekarang ini. Penelitian di Gurun Sahara sebelumnya menunjukkan proses transisi tersebut terjadi pada rentang 5.000-6.000 tahun lalu. Analisis Danau Bosumtwi mengungkap kondisi lembap bertahan sampai 3.000 tahun lalu.

“Meskipun perubahan kondisi lanskap terjadi dalam skala besar, perubahan di daerah utara dan selatan terjadi secara bertahap,” tulis McKay dan timnya. McKay menyebutkan perubahan lanskap dan iklim di Afrika sangat kompleks. Tapi hal itu tak menutup kemungkinan bagi tim untuk menganalisis perubahan iklim pada masa depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s