Perbedaan Rekomendasi Makanan Kolesterol Amerika dan Indonesia


Baru-baru ini para ahli gizi di Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi terbaru yang salah satunya menyebutkan konsumsi kolesterol tak perlu ditakuti. Walau demikian, ternyata rekomendasi tersebut belum bisa diterapkan di Indonesia. Dr.Toto Sudargo, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan, cara memasak kebanyakan orang Indonesia masih menghasilkan makanan yang tidak sehat.

Ia menjelaskan, hampir semua produk hewani mengandung kolesterol. Cara pengolahan pada bahan makanan tersebut akan berdampak pada kandungan nutrisinya. “Kebanyakan orang masih belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mengolah bahan makanan, misalnya saja dengan cara di goreng menggunakan minyak jelantah, hal tersebut tentunya akan menghasilkan makanan yang tidak sehat. Celakanya hal tersebut banyak terjadi di Indonesia,” katanya.

Sedangkan di negara maju proses pemasakan sudah sangat modern dan efisien, bahkan tidak menggunakan minyak jelantah, sehingga para ahli gizi Amerika mengatakan bahwa kolesterol tidak perlu ditakuti. “Selain itu lemak jenuh untuk masyarakat Indonesia, tetap harus dibatasi karena sangat berpotensi sebagai pemicu kolesterol tinggi. Untuk asupan lemak dalam seharinya dibatasi antara 15-25%”, jelasnya.

Makanan yang mengandung lemak jenuh diantaranya adalah daging, mentega, atau makanan yang digoreng. Selain itu, menurutnya kebiasaan masyarakat Indonesia yang lebih senang mengonsumsi makanan manis, gurih, dan asin, juga beresiko meningkatkan faktor risiko penyakit jantung seperti hipertensi dan diabetes melitus. Peran petugas kesehatan khususnya ahli gizi di Indonesia sangat penting dalam menanamkan perilaku makan sehat pada masyarakat.

“Edukasi yang disampaikan dapat berupa pembatasan akan konsumsi makanan tinggi kolestrol yg dimasak menggunakan minyak jelantah serta cara pengolahan yang tepat agar kandungan gizi dalam makanan tidak rusak dan terkontaminasi,” katanya.

Rekomendasi terbaru yang dikeluarkan para ahli gizi di Amerika Serikat menyebutkan, kolesterol bukan lagi nutrisi yang perlu ditakuti. Namun, gula dan lemak jenuh perlu mendapat perhatian. Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dietary Guidelines Advisory Commite setiap lima tahun sekali ini dibuat oleh 14 pakar independen bersama dengan Departemen Pertanian AS.

Mereka menyebutkan, penduduk AS harus didorong untuk menjalankan pola makan yang kaya sayuran, buah, serealia utuh, makanan laut, dan kacang-kacangan. Sementara itu, makanan yang harus dikonsumsi dalam jumlah sedang antara lain produk susu rendah lemak dan non-lemak, alkohol (pada orang dewasa), mengurangi daging merah dan yang diproses, serta membatasi makanan dan minuman yang mengandung gula dan biji-bijian yang disosoh (refined).

“Pola makan ini bisa dicapai dengan berbagai cara dan harus disesuaikan dengan faktor biologi tiap individu dan kebutuhan medis, seperti halnya preferensi sosial budaya,” kata mereka. Komite tersebut juga tidak menyebutkan tentang kolesterol. Ternyata, saat ini kolesterol memang tidak dianggap sebagai hal yang perlu dikhawatirkan. Penelitian juga menunjukkan, kolesterol yang berasal dari makanan bukan sesuatu yang harus diwaspadai.

Walau demikian, konsumsi lemak jenuh disarankan kurang dari 10 persen dari total kalori harian. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi susu rendah lemak atau nonlemak, serta memilih daging tanpa lemak. “Tetapi, tak ada rekomendasi untuk mengurangi total asupan lemak atau menggunakan produk makanan bebas lemak,” kata Wakil Ketua Komite Alice Lichtenstein kepada majalah Time.

Beberapa orang menganggap keren jika ia memiliki daftar makanan apa saja yang harus dihindari. Makin panjang daftarnya, makin pintarlah ia merasa. Untuk makanan kemasan hal ini memang benar, tapi tidak untuk makanan alami. Makin bervariasi yang kita asup justru makin baik. Alan Christianson, dokter naturopati, mengatakan, pola makan yang terlalu membatasi bahan makanan tertentu justru bisa mengakibatkan kekurangan zat gizi, membuat saluran pencernaan lemah, serta menyebabkan stres emosional.

Kelompok kacang-kacangan juga sering sengaja dihindari karena takut alergi dan kandungan lemaknya. Padahal, penelitian menunjukkan manfaat kacang-kacangan, seperti menghambat penuaan, tinggi antiokidan, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, menurunkan kolesterol, meningkatkan energi, serta menurunkan nafsu makan. Jika Anda memilih untuk tidak mengkonsumsi kacang-kacangan, pertimbangkanlah kembali. Berikut adalah penjelasan mengapa sebaiknya kacang rutin kita konsumsi.

– Memperlambat penuaan dini
Pernahkah Anda mendengar tentang red wine dan umur panjang orang Perancis? Ternyata bahan yang ditemukan dalam anggur, yang disebut resveratrol, mampu mencegah kerusakan DNA yang menyebabkan penuaan. Beberapa kacang memiliki resveratrol dalam jumlah yang sebanding dengan anggur. Kacang hitam dan lentil termasuk yang tertinggi.

– Tinggi antiokidan
Kerusakan terbesar yang disebabkan oleh radikal bebas bisa kita lihat di kulit, sistem kekebalan tubuh, dan otak. Anda mungkin tahu bahwa antioksidan dari makanan seperti blueberry, teh hijau, kunyit dan buah delima dapat membantu mencegah kerusakan ini. Kacang-kacangan sebenarnya memiliki lebih banyak antioksidan dibanding makanan lain. Kacang-kacangan juga memiliki antioksidan unik yang dapat memblokir enzim, yang disebut α-glukosidase dan lipase pankreas, yang menyebabkan kenaikan berat badan dan diabetes. Kacang yang memiliki kandungan antioksidan tertinggi yaitu kacang hijau dan kacang aduki.

– Membantu menurunkan tekanan darah
Lebih dari delapan penelitian telah dilakukan untuk melihat apakah memasukkan kacang-kacangan dalam pola makan bisa meningkatkan tekanan darah. Semua penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang secara signifikan menurunkan sistolik (angka atas) dan diastolik (bawah angka) tekanan darah. Jenis kacang-kacangan yang diteliti meliputi pinto, navy, nothern, kacang polong dan kacang hitam.

– Mencegah kanker
Kanker adalah penyakit mematikan kedua setelah jantung yang diderita orang dewasa. Jenis yang paling umum dari kanker yang menyerang orang dewasa diantaranya yaitu kanker payudara, hati, usus, prostat dan lambung. Tidak hanya kacang saja yang secara ampuh mampu mengurangi risiko semua jenis kanker, tetapi ekstrak dari kacang-kacangan, yang disebut IP6, menurut suatu penelitian juga mampu sebagai obat untuk memerangi kanker.

– Membantu turunkan kolesterol
Menambahkan sesedikit satu porsi kacang-kacangan setiap harinya dapat menurunkan LDL-C (lemak jahat) berbahaya yang cukup untuk mengurangi risiko penyakit jantung hingga 25 persen.

– Mengurasi rasa ingin makan
Pernah berjuang untuk melawan keinginan mengkonsumsi makanan manis atau camilan? Kacang-kacangan mampu membantu Anda mengurangi ketagihan dan membuat Anda untuk lebih memilih makanan yang jauh lebih sehat.

– Meningkatkan energi dan menurunkan berat badan
Dalam studi terbaru, sebanyak 35 pria obesitas yang secara acak diminta menjalankan salah satu dari empat diet selama delapan minggu, salah satunya adalah tinggi kacang-kacangan. Berat badan mereka, komposisi tubuh, kadar kolesterol dan tingkat metabolisme semua diukur sebelum dan setelah perubahan diet. Kelompok yang menjalankan diet tinggi kacang-kacangan mengalami perbaikan dalam hal kesehatannya, seperti kehilangan sebagian besar lemak, nilai kolesterol yang turun, tekanan darah turun, sementara energi meningkat.

– Memperbaiki flora usus
Anda mungkin tahu bagaimana bakteri baik penting untuk fungsi kekebalan tubuh, perbaikan kulit dan proses pencernaan. Organisme ini membantu menghasilkan lemak rantai pendek yang menyembuhkan lapisan usus dan menurunkan risiko kanker di usus besar. Beberapa makanan yang memiliki lemak rantai pendek diantaranya yaitu kelapa dan mentega. Namun, sebagian besar, seperti butirat, asetat dan propionat, yang dibuat oleh bakteri usus, ditemukan pada jenis serat yang terdapat dalam kacang-kacangan.

– Membunuh jamur
Makanan olahan, antibiotik, kontrasepsi oral dan stres, dapat menyebabkan jamur pada usus. Jamur memberikan pengaruh buruk karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan membuat racun yang meningkatkan peradangan. Senyawa yang ditemukan di kacang telah terbukti dapat membunuh jamur dan mencegah infeksi jamur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s