Mural Tentang Kegiatan Para Politikus Suku Maya Ditemukan


Sebuah mural Maya kuno unik ditemukan di hutan hujan Guatemala. Mural ini merupakan salah satu yang unik karena jauh beda ketimbang mural tentang kehidupan raja, yang selama ini ditemukan. Mural ini menggambarkan kegiatan politik raja Suku Maya.

Mural yang ditemukan pada 2010 itu menggambarkan adegan kehidupan seorang penasihat yang sedang berbincang dengan raja. Seorang raja yang sedang duduk ini digambarkan memakai pakaian serupa dengan Dewa Angin Suku Maya.

Di belakang raja tersebut berdiri seorang pembantu yang hampir tersembunyi di hiasan kepala sang raja. “Munculnya pembantu itu membuat mural tambah unik karena menjelaskan apa yang dilakukan para intelektual kerajaan Suku Maya saat itu,” kata Bill Saturno, pemimpin penelitian, seperti dikutip dari Livescience, Senin, 23 Februari 2015. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Antiquity edisi Februari.

Penemuan mural ini mengantarkan tim peneliti arkeologi dari Boston University menemukan kerangka pria yang terkubur persis di bawah mural. Pria tersebut ditemukan masih mengenakan pakaian yang sama dengan si pria penasihat dalam gambar. Saturno menduga tempat ditemukannya kerangka pria tersebut merupakan tempat istirahat para penasihat raja.

Tim yang dipimpin Saturno menemukan mural berumur 1.250 tahun ini di Kota Xultun Kuno saat sedang membersihkan jejak penjarahan di kota tersebut. Kota ini terletak di timur laut Guetamala. Saat ditemukan, ujar Saturno, warna mural ini sudah mulai tergerus.

“Daerah tropis mempercepat pelapukan dan pemudaran warna,” kata pria asisten profesor arkeologi di Boston University ini. Meski begitu, ruang persegi panjang tempat mural dan kalender Maya—yang dikenal sebagai sistem penanggalan tertua dalam sejarah–ditemukan masih dalam kondisi baik.

Saturno mengatakan, mural ini salah satu dari dua gambar terkenal di dataran rendah Maya bagian timur. Gambar Xultun ini dilukis di atas di bidang dinding dengan warna merah, biru, hijau, dan hitam. Lukisan ini ditemukan bersama satu lukisan tiga orang penasihat di sisi lain.

Kondisi pintu masuk ke ruangan lukisan ini telah dirusak oleh oknum. Bersama timnya, dia menggali pintu masuk lain untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.

Menurut Saturno, seorang pria yang berlutut di depan raja berlabel itz’in Taaj, atau ‘obsidian junior’. Sementara lukisan tiga orang berpakaian hitam dan duduk bersila di dinding barat diberi label sakun Taaj, atau ‘obsidian junior’.

Dia masih belum mengetahui makna pasti dari ‘obsidian’. Tapi, Saturno menduga arti dari ‘obsidian’ merupakan anggota intelektual keraajaan. “Juga semacam penasihat dan penulis.” Di dinding yang sama juga banyak ditemukan tulisan tentang Suku Maya Kuno.

Mural tersebut juga bisa jadi menggambarkan konsultasi antara raja dan para obsidian tersebut. Pemakaian kostum dewa angin, menurut Saturno, merupakan pakaian resmi saat raja sedang bekerja.

Saturno berpendapat, di dalam ruangan tersebut para obsidian sedang menasihati sang raja. Untuk mengingat pertemuan tersebut, para seniman mungkin merekamnya dalam lukisan dinding. Sedangkan gambar pembantu raja yang duduk di belakangnya, kata Saturno, bertugas untuk menahan hiasan kepala raja yang besarnya menyamain tubuh raja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s