7 Tahap Penting Dalam Perkembangan Anak Yang Terbawa Hingga Dewasa


Seribu hari pertama atau hingga usia 2 tahun ialah periode penting dalam tumbuh kembang anak. Sebab, semua pondasi dasar kemampuan anak terjadi dalam rentang ini. Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Dr dr Ahmad Suryawan, Sp(A)K mengatakan, membentuk anak cerdas harus dilakukan sejak dalam kandungan hingga 1.000 hari kehidupannya.

“Ada 7 kunci utama mengapa 1.000 hari pertama kehidupan anak harus diprioritaskan,” katanya saat mengisi seminar dan workship “Siap Cerdaskan Si Kecil Sejak Dini?” yang diselenggarakan oleh Morinaga di Dyandra Convention Center, Sabtu 21 Februari 2015.

Kunci pertama ialah perkembangan otak. Dokter Wawan mengungkapkan, perkembangan otak manusia hanya terjadi dalam satu fase yang cepat, yakni pada periode titik kritis pertama 1.000 hari kehidupan anak. “Sebanyak 80 persen perkembangan otak terjadi pada 2 tahun pertama. Berikutnya pada usia 2-6 tahun hanya berkembang 15 persen saja,” ujarnya. Periode titik kritis pertama itu terjadi sekitar 280 hari, yakni pembentukan organ-organ utama seperti otak, jantung, paru, hati, ginjal, mata, telinga, dan hidung.

Kunci kedua mengapa 1.000 hari pertama penting ialah karena pada masa itulah pembentukan dasar kemampuan fisik. “Perkembangan fisik anak juga tergantung pada perkembangan dasarnya,” kata Wawan. Kunci berikutnya ialah karena pembentukan dasar komunikasi verbal, kompetensi sosial, dan pembelajaran nilai perilaku benar dan salah terjadi saat itu.

Kunci keenam ialah peletakan dasar kesehatan jangka panjang. Bukti ilmiah kedokteran membuktikan, sebagian besar penyakit metabolik-degeneratif pada usia dewasa sudah diprogram sejak usia 1.000 hari pertama ini. “Seperti penyakit jantung koroner, obesitas, alergi bahkan kanker sudah diprogram sejak usia 2 tahun itu,” ungkap alumnus Fakultas Kedokteran Unair Surabaya tersebut.

Wawan mengakui, tak sedikit orang tua yang belum memahami periode kritis ini. Akibatnya, orang tua terlambat menangani anak yang diketahui mengalami gangguan pertumbuhan. Tak jarang itu disebabkan adopsi kebiasaan mengasuh anak yang salah dari generasi sebelumnya. “Contohnya anak lambat bicara. Pas tanya ke mertua dianggap santai, dalihnya ‘dulu suamimu juga baru bisa ngomong setelah 4 tahun. Lalu baru cari dokter setelah usia 2 tahun, padahal fasenya sudah lewat.”

Oleh karena itu 1.000 kehidupan hari pertama, kata Wawan, diibaratkan sebagai “Jendela Kesempatan” atau window of opportunity yang hanya terjadi sekali seumur hidup. “Bila kesempatan ini digunakan dengan baik, maka ini periode terbaik untuk membentuk anak berkualitas atau membetulkan sebuah gangguan,” ujarnya. Sebaliknya, jika kesempatan ini disia-siakan, anak dapat mengalami gangguan permanen seumur hidupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s