Thailand Larang Bakar Dupa Untuk Cegah Kanker


Kementerian Kesehatan Thailand merilis larangan menyalakan dupa dan menempatkannya dekat makanan yang disajikan untuk sembahyang dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Menteri Kesehatan menilai mengkonsumsi makanan yang telah terkena abu dupa dapat menyebabkan keracunan logam berat dan memicu timbulnya kanker.

“Kami berusaha untuk mengurangi risiko dengan menerbitkan pedoman untuk membuat orang sadar bahwa pencahayaan dupa dan pembakaran kertas selama Tahun Baru Imlek bisa memiliki efek kesehatan yang serius,” kata Rajata Rajatanavin, dikutip dari Channel NewsAsia, Kamis, 19 Februari 2015.

Rajata menjelaskan bahwa studi yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menemukan bahwa asap dupa mengandung karsinogen, seperti butadiena dan benzene, yang dapat memicu kanker.

Membakar dupa memang menjadi ritual keagamaan dalam Tahun baru Imlek bagi masyarakat Tionghoa penganut Buddha di Asia. Umat Buddha percaya bahwa dupa berfungsi sebagai alat untuk memanjatkan doa dan membantu manusia berkomunikasi dengan para dewa.

Tahun Baru Imlek sendiri tidak ditetapkan sebagai hari libur di Thailand. Meskipun demikian, etnis Tionghoa di Thailand, yang populasinya mencapai sekitar 15 persen dari 67 juta penduduk, banyak yang merayakan Tahun Baru Imlek dan mengambil cuti agar dapat berkumpul bersama keluarga.

Meskipun tidak dapat melarang warganya untuk membakar dupa pada Tahun Baru Imlek, Rajata mengimbau agar etnis Tionghoa di Thailand agar memadamkan dupa setelah selesai memanjatkan doa. “Ini dapat memperkecil risiko kesehatan dan juga menghindari potensi kebakaran,” kata Rajata.

Hatthai Dechatrakul, 58 tahun, warga Thailand keturunan Tionghoa, menyatakan bahwa kebiasaan membakar dupa terancam punah. “Tante dan nenek saya memang membakar dupa, namun tidak banyak pemuda yang melakukannya,” kata Hatthai sembari menyalakan dupa di kuil Wat Mangkon Kamalawat di jantung Chinatown di Bangkok, Kamis. “Mereka kurang tertarik dan terikat dengan tradisi seperti ini.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s