Spesifikasi Kapal Perang SSV Indonesia Buatan PT. PAL Seharga 1 Triliun Rupiah


PT PAL (Persero) untuk pertama kalinya mendapatkan pesanan kapal perang dari negara asing. Filipina memesan 2 kapal perang jenis strategic sealift vessel-1 (SSV) buatan pabrik yang bermarkas di Surabaya ini. Bagaimana bentuknya? Kapal perang SSV adalah bentuk modifikasi dari kapal Landing Platform Dock (LPD) yang diproduksi PT PAL‎ dan disupervisi oleh Korea Selatan. Kapal ‎LPD sendiri kini dikenal dengan nama KRI Banda Aceh yang membantu proses evakuasi AirAsia QZ 8501 dan KRI Banjarmasin yang berkontrobusi membebaskan sandera perompak Somalia.

Bentuk‎ dari kapal SSV sebenarnya lebih pendek dibanding kapal perang terdahulunya itu. SSV memiliki panjang 123 meter sedangkan LPD 125 meter. Meski begitu, SSV bisa menampung lebih banyak penumpang yaitu 621 orang yang terdiri dari 500‎ penumpang dan 121 awak. Sedangkan LPD hanya 560 orang. Kapal yang dipesan Filipina sebanyak 2 unit ini dilengkapi dengan mobile hospital, di mana bisa mengakomodir evakuasi korban musibah atau perang secara langsung dan segera. Selain itu, di kapal senilai US$ 45 juta ini terdapat tempat parkir untuk tank, truk mobil perang seperti jeep, hingga helikopter.

“Juga dilengkapi senjata, tapi kami belum bisa sebutkan (jenisnya),” ujar Kepala Humas PT PAL Bayu Witjaksono pekan lalu. Karena digunakan untuk keperluan pertahanan atau perang, kapal ini juga didesain kuat dalam segala medan. BUMN produsen kapal, PT PAL (Persero) memenangkan tender pengadaan kapal perang dari pemerintah Filipina US$ 90 juta atau sekitar Rp 1 triliun lebih. Filipina tertarik dengan kapal perang buatan Surabaya berjenis strategic sealift vessel-1 (SSV). Apa keunggulannya?

Dalam proses tender, PAL bersaing dengan 8 negara lain, termasuk Korea Selatan, yang notabene merupakan ‘guru’ PAL dalam membuat kapal perang Landing ‎Platform Dock (LPD). Nah, kapal perang SSV adalah kapal hasil pengembangan dari kapal LPD yang telah dimodifikasi. “Kita mengadopsi desainnya, dan kita tujukan ke Filipina, kita mengakomodir kepentingan Filipina,” tutur Kepala Humas PAL Bayu Witjaksono, saat dihubungi Jumat (23/1/2015).

Kapal perang SSV memiliki panjang 123 meter, lebih pendek dibanding kapal LPD yang mencapai 125 meter. ‎Meski begitu, kapasitas penumpang SSV jauh lebih banyak dari kapal LPD. “Daya angkut pasukan 500 dan 123 crew, jadi total 621 orang. Kalau yang LPD itu cuma 560 orang,” tambahnya. Kapal yang dipesan Filipina sebanyak 2 unit ini dilengkapi dengan mobile hospital, di mana bisa mengakomodir evakuasi korban musibah atau perang secara langsung dan segera. Selain itu, di kapalUS$ 45 juta ini terdapat tempat parkir untuk tank, truk mobil perang, hingga helikopter.

“Juga dilengkapi senjata, tapi kami belum bisa sebutkan (jenisnya),” tuturnya. Karena digunakan untuk keperluan pertahanan atau perang, kapal ini juga didesain kuat dalam segala medan.Untuk pertama kalinya, Indonesia bakal mengekspor kapal perang buatan dalam negeri. Dalam sebuah tender pengadaan kapal perang oleh pemerintah Filipina, Indonesia mengalahkan ‘guru’-nya, Korea Selatan.

BUMN perkapalan, PT PAL (Persero), telah memenangkan tender pesanan kapal dari Kementerian Pertahanan Filipina. Filipina memesan dua kapal perang berjenis strategic sealift vessel-1 (SSV). Dalam proses tender, PAL yang sekaligus mewakili Indonesia harus berkompetisi dengan 8 negara lain. “Kita bersaing dan memang dari 8 negara lain, salah satunya Korea Selatan,” tutur Direktur Utama PAL, Firmansyah saat dihubungi, Jumat (23/1/2015).

Mengalahkan Korea Selatan dalam proses tender, itu bisa dikatakan prestasi yang ‎memukau. Karena negara tersebut dikenal sebagai salah satu negara produsen kapal hingga jet untuk perang. Kapal perang SSV tersebut adalah hasil modifikasi dan pengembangan dari ‎ kapal landing platform dock (LPD) yang sudah diproduksi dan diserahkan ke TNI AL pada 2011 silam. Kapal LPD tersebut kini sudah beroperasi bernama KRI Banda Aceh dan KRI Banjarmasin.

Yang menarik, Korea Selatan bisa disebut sebagai ‘guru’ bagi PAL‎. Karena kapal LPD diproduksi karena kerjasama antara PAL dan Korea Selatan. “Korea itu guru kami bisa disebut, yang landing platform dock itu dibangun di PAL dan disupervisi oleh Korea,” tutur Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono. Kini, PAL sudah mulai memproduksi kapal perang SSV yang diterima Filipina. Dua unit kapal pengembangan dari LPD tersebut ditargetkan akan selesai‎ dalam tempo 24 bulan atau dua tahun.

“Walaupun Korea guru kami, tapi kami yang menang tender,” kata Bayu.Produsen kapal asal Surabayam Jawa Timur PT PAL sedang memenuhi pesanan 2 unit kapal perang dari Kementerian Pertahanan Filipina. Kapal perang yang diproduksi ini, 40% komponennya masih diimpor, namun dikerjakan oleh para ahli lokal.

Kepala Humas PT PAL, Bayu Witjaksono menuturkan, ‎beberapa komponen yang masih diimpor adalah komponen seperti mesin kapal perang, karena belum ada industri di dalam negeri yang mampu memproduksinya. “Misalnya mesin kapal itu Indonesia belum bisa membuat, raw material seperti plat (baja) ada yang dari China, tergantung materialnya,” tutur Bayu, Jumat (23/1/2015).

Kapal perang yang dipesan Filipina adalah kapal perang berjenis strategic sealift vessel-1 (SSV) sepanjang 123 meter dan berkapasitas 621 penumpang. Komponen yang masih diimpor untuk kebutuhan produksi kapal tersebut diperkirakan mencapai 40%. “Sekitar 40%-50%‎ yang diimpor. Karena kan kalau kapal itu kan menggunakan marine used, sehingga mareka mensyaratkan material yang menempel di kapal itu, harus menggunakan itu. Indonesia belum sepenuhnya (bisa memproduksi),” tambah dia.

Meski begitu, Indonesia perlu berbangga, karena pesanan dari Filipina telah mengukir sejarah, karena pertama kalinya kapal perang buatan Indonesia bisa diekspor. Selain itu, PT PAL pada tender pesanan kapal perang itu pun mengalahkan 8 negara lain, termasuk Korea Selatan yang merupakan ‘guru’ dari PT PAL‎ dalam hal produksi kapal selam.

“Dikerjakan oleh ahli dari PT PAL sendiri,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s