Indonesia Juara 5 Penyakit Diabetes Terbanyak Di Dunia


Diabetes melitus adalah penyakit yang sering didengar masyarakat. Saking seringnya, banyak yang mengabaikan penyakit ini. “Hari ini, 9,1 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes,” ujar Profesor Nam Cho, Ketua International Diabetes Federation untuk kawasan Asia Pasifik (IDF-WPR), dalam pernyataan untuk disiarkan pada peringatan Hari Diabetes Dunia, saban 14 November.

Besaran angka tersebut, kata Nam dalam penjelasan sehari sebelumnya, menempatkan Indonesia dalam posisi kelima dunia. “Naik dua peringkat dari tahun lalu,” katanya dalam diskusi di Hotel JW Marriot, Kamis, 13 November 2014. Hanya dalam satu tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia melonjak 500 ribu orang. Diperkirakan pada 2035 nanti, ada sekitar 14,1 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes.

Lonjakan angka ini jelas akan membebani anggaran kesehatan. Pakar kesehatan masyarakat, Profesor Hasbullah Tabrany, mengatakan pembiayaan akan habis untuk membayar penyakit-penyakit yang menyertai diabetes. “Yang paling banyak adalah gagal ginjal,” ujar dosen di Universitas Indonesia ini.

Mereka yang gagal ginjal setidaknya butuh Rp 125 juta setahun per orang. Kalau dihitung 5 persen saja dari total penderita diabetes gagal ginjal dan perlu cuci darah, setidaknya butuh Rp 15 triliun per tahun untuk membiayai mereka. Nilainya nyaris sepertiga anggaran untuk Kementerian Kesehatan yang tahun ini mendapat Rp 47,4 triliun.

Menurut Hasbullah, diabetes banyak diabaikan masyarakat karena dianggap sebagai bagian takdir. “Ini penyakit juga tanpa gejala yang menyakitkan di awal kemunculan,” ujarnya. Dengan demikian, saat sudah komplikasi baru sadar bahwa mengganggu semua organ. Biaya tak hanya akan mendera penderita, tapi juga keluarga dan lingkungan. Yang sayangnya, Indonesia belum ada kajian tentang potensi kerugian biaya akibat diabetes.

Penyakit-penyakit akibat pengubahan gaya hidup kini mengancam masyarakat Indonesia. Salah satunya, diabetes. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar melanda sekitar 6,9 persen masyarakat Indonesia. “70 persen tidak tahu mereka terkena diabetes,” kata Ketua Persatuan Diebetes Indonesia Sidhartawan Soegondo dalam acara Global Diebetes Forum di Hotel Sheraton Bali, Sabtu 18 Januari 2014.

Riset kesehatan 2007 menunjukkan bahwa terdapat 5,7 persen penderita diabetes militus dari total populasi. Dari angka tersebut ditemukan bahwa hanya 1,2 persen yang mengaku mereka menderita diabetes. “Sisanya 4,5 persen tidak merasa, tapi ketika dites gula ternyata mereka positif,” kata Sidhartawan. Saat ini, berdasarkan peta dari International Diabetes Forum, di Indonesia ada 8,5 juta penderita diabetes militus. Naik dari 2012 angkanya berada di kisaran 7,1 juta jiwa. Dan sayangnya banyak yang tidak terdeteksi.

“Karena diabetes itu tidak ada gejalanya,” kata dia. Sidhartawan mengatakan, gejala awal diabetes yang diajarkan di ilmu kedokteran adalah banyak makan, banyak minum dan banyak kencing. Tiga kondisi yang orang tentu tidak akan ke dokter. “Kalau susah kencing, baru orang ke dokter, tapi kalau banyak makan dan minum, tapi tidak merasa sakit, orang tidak akan ke dokter,” ujar dia.

Padahal dengan mengetahui gejala awal, intervensi bisa dilakukan lebih dini. Tapi kalau sudah ketahuan, Sidhartawan melanjutkan, tidak akan bisa disembuhkan hanya bisa dicegah komplikasi terhadap penyakit yang menyertainya seperti penyakit kardiovaskuler, gagal ginjal hingga stroke. Presiden International Diabetes Forum Saukhat M Sadikot mengatakan situasi yang sama juga terjadi di dunia. “Sekitar 50 persen penderita diabetes tidak sadar kalau mereka terkena,” ujar dia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s