Pasangan Cermat dan Teliti Memegang Peran Penting dalan Keberhasilan Karir


Suami dan istri yang cermat dan teliti dan membantu mengurusi rumah tangga demi kepuasan pasangannya berhubungan dengan keberhasian pekerjaan, promosi dan pendapatan di masa mendatang, menurut para peneliti. “Orang yang Anda nikahi dan banyak menghabiskan waktu bersama Anda… bisa memengaruhi Anda di domain berbeda,” kata Joshua Jackson kepada Reuters Health dalam sebuah percakapan telepon.

Jackson, seorang peneliti di Washington University di St. Louis, ikut menulis studinya bersama Brittany Solomon, mahasiswa lulusan Washington University. “Dengan siapa Anda menjalin hubungan bisa memengaruhi sifat Anda di tempat kerja – walaupun mereka tidak ada di sana,” katanya.

Walaupun beberapa studi sebelumnya menemukan bahwa kehidupan di rumah bisa memengaruhi kehidupan di tempat kerja dan pasangan bisa memengaruhi kepuasan kerja, Jackson dan Solomon mengatakan hanya sedikit yang diketahui soal apakah sifat pasangan berhubungan dengan kesuksesan dalam pekerjaan. Untuk studinya, yang dijadwalkan akan dipublikasi di junal Psychological Science, para peneliti menggunakan informasi dari Household Income dan Labour Dynamics dalam survei Australia dari 2005 sampai 2009.

Secara spesifik, mereka mengamati 4.544 individu heteroseksual dewasa yang sudah menikah dengan kisaran usia 19 sampai 89 tahun.

Para peserta menjalani serangkaian tes psikologis pada 2005 yang menilai lima pengukuran (Big 5 Personality Test) sifat: keterbukaan, ekstraversi, keramahan, gangguan syaraf dan kecermatan.

Selama empat tahun setelahnya, para peneliti menelusuri performa kerja pasangan yang bekerja dengan menggunakan survei tahunan yang didesain untuk mengukur kesuksesan kerja. Para peserta melaporkan pendapat mereka mengenai kepuasan kerja, kenaikan gaji dan kemungkinan dipromosikan. Para peneliti menemukan bahwa pekerja yang skornya paling tinggi dalam ukuran kesuksesan kerja cenderung memiliki pasangan yang kecermatannya tinggi dan yang terendah dimiliki oleh pasangan yang cerewet alias ekstrovert

Hubungannya sama antara pria dan wanita. Itu juga terbukti untuk pasangan yang memiliki salah satu atau dua-duanya memiliki penghasilan, walaupun kecermatan pasangannya memiliki dampak lebih besar terhadap pendapatan pasangan ketika mereka sendiri tidak bekerja. Para peneliti mengidentifikasi tiga cara yang dilakukan pasangan yang cermat untuk membantu suami atau istrinya di tempat kerja.

Misalnya, kata Jackson, pasangan cermat atau teliti memiliki sifat bekerja keras, efisien dan mampu menyelesaikan beberapa tugas rumah tangga di rumah dan tanggung jawab lainnya di luar pekerjaan pasangan mereka. Sedangkan pasangan yang cerewet atau esktrovert justru lebih sering memerintah dan membujuk pasangan untuk melakukan keingingan mereka sendiri hingga menambah beban stress.

“Dan hasilnya Anda memiliki lebih banyak waktu atau energi mental dan Anda bisa menggunakannya untuk istirahat dari hari yang melelahkan di tempat kerja,” katanya, menambahkan bahwa beberapa orang bisa menggunakan waktu tersebut untuk melakukan lebih banyak pekerjaan. “Tapi idenya adalah Anda tidak akan terhalang oleh tanggung jawab ekstra di luar pekerjaan,” katanya.

Kemungkinan lainnya adalah pekerja mengikuti sifat baik pasangannya, kata Jackson. Kemungkinan lainnya orang-orang yang pasangannya cermat cenderung memiliki hubungan yang lebih baik selama hidup mereka, tambahnya. Jackson mengatakan bahwa lebih banyak upaya diperlukan untuk bisa mengetahui dengan pasti hal apa yang menghubungkannya.

Hasilnya mengonfirmasi nasihat dari orang tua bahwa lebih baik menikah dengan seseorang yang cermat daripada orang yang cantik, kata Dr. Emanuel Maidenberg kepada Reuters Health dalam sebuah percakapan telepon. Maidenberg, yang tidak terlibat dengan studinya, adalah direktur Cognitive Behavior Therapy Clinic di University of California, Los Angeles. Dia yakin seseorang mengikuti perilaku pasangannya merupakan adalah hal yang ada di balik hubungannya.

“Kita cenderung mengikuti perilaku, jadi jika saya memiliki hubungan dengan seseorang dan terutama jika saya menghormati orang tersebut, maka kemungkinan saya akan mulai melakukan hal-hal dengan cara yang mirip dengan apa yang mereka lakukan,” katanya. Maidenberg menambahkan bahwa itu menjadi sebuah proses mengembangkan kebiasaan baru yang fungsional, membantu dan produktif.

“Sepertinya ini adalah sesuatu yang terjadi sebagai efek samping dari sebuah hubungan akrab dan intim,” katanya. “Anda mulai melakukan hal-hal yang entah untuk memuji pasangan Anda atau mengikuti perilaku mereka dan inilah bagaimana kita membentuk kebiasaan yang sepertinya sering muncul saat kita berada di lingkungan pekerjaan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s