Mahasiswa Universitas Trisakti Ciptakan Bahan Bakar Dari Solar Campur Air Agar Hemat


Jika pemerintah berupaya membatasi solar, Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti dari Program Studi Teknik Mesin justru berhasil membuat inovasi untuk penghematan solar dengan menciptakan bahan bakar pengganti yang mereka beri nama Solar Air. Solar Air memiliki bahan utama solar sebanyak 70 persen, ditambah bahan zat adiktif 20 persen dan air 10 persen. Solar Air, diklaim berkekuatan sama dengan solar biasa dan dapat menghemat penggunaan solar hingga 10 persen.

Wakil Dekan Universitas Trisakti Dr Ing AC Arya mengatakan inovasi solar air yang merupakan hasil kerja dan inovasi, serta hasil pengembangan mahasiswanya merupakan terobosan baru yang sangat membanggakan pihaknya. Menurut Arya ditengah kisruh subsidi BBM dan kelangkaan bahan bakar solar yang ramai dibicarakan, mahasiswa Trisakti langsung berinovasi untuk menghemat penggunaan solar dengan menciptakan solar air ini.

“Seluruh jajaran Universitas Trisakti sangat Bangga dengan kerja keras yang dilakukan oleh para mahasiswa dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti, Program Studi Teknik Mesin,” kata Arya, Senin (11/8/2014). Karenanya, kata dia, pihaknya akan mendukung penuh inovasi ini, dan berharap akan bermanfaat bagi masyarakat luas, setelah nanti ditawarkan pembuatannya secara massal kepada pemerintah maupun swasta.

“Jelas bahwa inovasi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas terutama pengguna solar, diantaranya adalah nelayan,” kata Arya. Menurut Arya, solar air dicoba di kapal cepat dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu, yang dimulai padA Minggu (10/8/2014) dan akan berakhir dalam 5 hari ke depan. “Hasil ujicoba untuk sementara ini sangat memuaskan,” katanya.

Ketua Panitia Uji Coba Bahan Bakar Solar Air, Dimas Airlangga, yang merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti yang ikut berperan dalam inovasi solar air ini berharap inovasi solar air ini menjadi salah satu solusi, permasalahan BBM di Indonesia.

“Kami akan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu ini dengan bahan bakar solar air ini dimana perjalanan sampai 5 hari. Sampai saat ini hasilnya sangat memuaskan setelah beberapa pulau kami kelilingi,” katanya, Senin (11/8/2014).

Menurut Dimas, jika ujicoba dengan mengelilingi 69 pulau di Kepulauan Seribu selama lima hari berhasil, barulah solar air akan ditawarkan untuk digunakan oleh masyarakat umum, dan nelayan secara khusus. Dimas menjelakan Solar Air yang terdiri dari 70 persen solar, 20 persen bahan adiktif dan 10 persen air, sangat aman bagi lingkungan dan tidak memiliki efek merusak.

“Solar air ini termasuk bio solar yang sangat aman bagi lingkungan, sekaligus tidak akan merusak mesin,” ujar Dimas. Ia mengatakan inovasi dan uji coba solar air ini juga akan dipersembahkan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang 69 pada 17 Agustus 2014 mendatang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s