Ikan Pari Setan Mampu Menyelam Hingga Kedalaman 2 Kilometer


Pari setan Cile (Mobula tarapacana) kerap terlihat berenang di permukaan perairan hangat. Namun studi yang dikerjakan ilmuwan dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) menemukan ikan tersebut adalah penyelam yang tangguh dan sanggup menyelam hingga kedalaman 2 kilometer. Simon Thorrold, ahli biologi dari WHOI, mengatakan sedikit sekali yang diketahui manusia tentang ikan pari itu. “Kami mengira ikan itu hanya melakukan perjalanan jauh secara horizontal. Kami tak tahu mereka bisa menyelam hingga sedalam itu,” kata Thorrold.

Tak banyak binatang laut yang sanggup menyelam sejauh itu. Gajah laut bisa menyelam hingga 2,3 kilometer. Beberapa spesies paus juga dikenal sebagai penyelam ulung. Rekor penyelaman terdalam dipegang oleh paus paruh Cuvier, yakni sejauh 3 kilometer selama 137,5 menit. Dalam laporan yang dimuat jurnal Nature Communications, 1 Juli 2014, peneliti melacak ikan pari itu dengan memasang penanda yang terhubung dengan transmisi satelit. Ada 15 ikan pari setan yang dipasangi penanda di Samudra Atlantik utara pada 2011 dan 2012.

Penanda yang didesain untuk melekat pada hewan itu selama sembilan bulan mencatat temperatur, kedalaman, dan tingkat pencahayaan di dalam air. Ketika data terlepas dan mengapung ke permukaan, mereka mengirimkan data itu melalui sistem satelit ARGO ke komputer pengolah di darat. “Data itu memberikan gambaran tiga dimensi tentang pergerakan ikan-ikan dan kondisi habitat mereka serta rekaman perjalanannya,” ujar Thorrold.

Pari setan yang lebarnya bisa mencapai empat meter itu dikenal sebagai petualang di lautan. Hewan itu tercatat pernah bermigrasi sejauh 3.800 kilometer. Data yang terekam menunjukkan mereka bisa menyelam dengan kecepatan 21 kilometer per jam hingga kedalaman 2 kilometer. Kemampuan fisik ikan itu tergolong luar biasa, mengingat suhu air di kedalaman itu kurang dari 4 derajat Celsius.

Kecepatan menyelam itu juga menakjubkan, karena ikan pari dikenal sebagai hewan dengan daya apung negatif. Artinya, mereka tak perlu susah payah berenang jika ingin menuju tempat yang lebih dalam. Thorrold menduga ikan pari berenang cepat untuk menjaga tubuhnya tetap hangat saat berada di dalam air yang dingin.

Ikan pari setan menyelam dengan cepat dan kembali ke permukaan dengan gerakan yang lebih lambat. Durasi menyelam mereka 60-90 menit. Namun ada kalanya mereka menyelam lalu berada di kedalaman sekitar 1.000 meter selama sebelas jam sebelum bergerak naik. Kekayaan laut Indonesia seperti tidak ada habisnya. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan perairan Nusantara menjadi rumah bagi separuh dari 500 jenis ikan pari.

Ikan pari adalah spesies hewan bertulang lunak. Ikan yang penampilannya seperti layang-layang itu berkerabat dengan hiu dan chimaera. Mereka dapat ditemui mulai perairan Selat Sunda sampai kawasan Segitiga Terumbu Karang Dunia–yang di Indonesia meliputi perairan di timur Kalimantan, Sulawesi, Laut Banda, sampai Papua.

Kekayaan keanekaragaman hayati tersebut diperkaya lewat temuan LIPI. Irma Shita Arlyza, peneliti bioteknologi kelautan dan genetika molekuler dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, menemukan spesies baru pari macan yang diberi nama Himantura tutul. Temuan ini menambah banyak jenis pari macan, yang terdiri atas Himantura leoparda, Himantura uarnak, dan Himantura undulata.

Pari tutul kecil ditemukan di empat lokasi berbeda, yaitu di Laut Jawa, perairan utara Bali, perairan selatan Jawa, dan Selat Sunda. Pari tutul kecil bisa tumbuh dengan lebar mencapai 1,5 meter. Ikan ini baru bisa menghasilkan anak pada usia 5-10 tahun dengan jumlah yang sedikit. Irma sengaja memilih nama “tutul” untuk menekankan nuansa lokal. “Supaya Indonesia juga dikenal dunia,” kata Irma, Kamis, 3 April 2014.

Meski belum masuk status hewan terancam, keberadaan pari tutul kecil bisa terdesak oleh penangkapan yang berlebihan. Saat ini baru spesies ikan pari manta yang masuk daftar hewan dilindungi. Menurut Irma, ikan pari masih bisa dimanfaatkan tapi harus diawasi dengan ketat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s