Jumlah Ikan Yang Perlu Dimakan Ibu Hamil Agar Memiliki Anak Yang Cerdas dan Sehat


Banyak pakar kesehatan menyarankan agar wanita hamil mengkonsumi banyak ikan. Dalam ikan terdapat kandungan gizi yang baik untuk kesehatan ibu dan janin. Ikan juga kerap dikaitkan dengan kecerdasan anak di kemudian hari. Memakan ikan berarti mengkonsumsi protein tinggi, vitamin dan mineral, dan asam lemak omega-3. Beberapa ikan bahkan mengandung vitamin D.

Food and Drug Administrastion Amerika Serikat merekomendasikan wanita hamil untuk mengkonsumsi banyak ikan, tapi tidak merekomendasikan jumlah minimumnya. Pasalnya, di AS banyak wanita hamil yang tidak mau mengkonsumsi ikan dan kerang karena khawatir kandungan merkuri di dalamnya. Oleh karena itu, FDA kini menyarankan asupan minimum bagi wanita hamil, yaitu setidaknya makan 0,2-0,3 kilogram. Jumlah itu setara dua-tiga porsi per minggu dari berbagai ikan yang rendah merkuri untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

Namun, ada beberapa jenis ikan yang harus dihindari karena mengandung merkuri tinggi, antara lain: hiu, ikan todak, dan king mackarel. Wanita hamil juga dianjurkan tidak mengonsumsi tuna putih lebih dari enam ons per minggu. FDA juga menyarankan orang-orang untuk waspada terhadap ikan yang ditangkap dari sungai dan danau yang mungkin tercemar, yakni dengan membatasi makan 6 ounce atau setara 226,8 gram seminggu. FDA merekomendasikan wanita hamil dan anak-anak untuk tidak mengkonsumsi daging ikan mentah agar mereka terlindungi dari mikroba yang ada di dalamnya.

Kandungan minyak hati ikan atau cod liver oil (CLO) baik bagi perkembangan otak anak. Selain baik bagi tumbuh kembang otak, CLO–yang mengandung Vitamin A, D, dan DHA–juga memberikan nutrisi untuk indera pengelihatan serta kesehatan tulang dan kulit. Ahli gizi dr Saptawati Bardosono mengatakan makanan yang mengandung CLO memiliki asam lemak sehat. “Selain itu, mata ikan kaya omega 3,” katanya dalam dialog bersama Titin Hartini, Direktorat Bina Gizi Kementerian Kesehatan, dan Dr Andyda Meliala, pakar pendidikan anak dari Resourceful Parenting Indonesia, di FX Sudirman pada awal Juni 2014.

Menurut dr Saptawati, COD juga merupakan asam lemak esensial bagi tubuh anak. “Jenis asam lemak ini punya khasiat untuk membantu perkembangan otak dan menjadi stimulan positif dalam menguatkan daya ingat,” katanya. Ia meyakini asupan CLO bisa menyeimbangkan gizi pada anak, sehingga anak bisa cerdas dan tangguh. “Kalau kelebihan gizi, anak akan tumbuh dengan kelebihan berat bedan (obesitas), diabetes, stroke, dan masih banyak lagi. Untuk itu, gizi yang pas sangat penting untuk diperhatikan,” ujarnya.

Titin Hartini mengakui selama ini masyarakat Indonesia belum bisa menyediakan kebutuhan makanan yang cukup gizi bagi anak. Untuk itu, pemerintah memiliki program pemberian suplemen vitamin A dua kali setahun untuk anak Indonesia. Adapun Dr Andyda Meliala mengatakan peran orang tua sangat besar untuk memenuhi gizi anaknya. “Anak yang dibacakan cerita saat tidur akan menangkap beribu-ribu kosakata baru yang akan menambah kecerdasan kognitifnya. Anak itu akan lebih menonjol daripada anak yang tidak pernah dibacakan cerita sejak kecil,” tutur Andyda.

Andyda menerapkan teori plastisitas otak, kecerdasan majemuk, dan ilmu parenting terkini yang mendukung perkembangan kedua anaknya. Dia mengembangkan metode sederhana dengan melatih kecerdasan yang penuh keriangan dan kasih sayang. Andyda percaya teori 10.000 jam (the rule of 10.000 hours) dalam membangun prestasi anak, “Saya sudah mempraktekkannya kepada kedua anak saya: Timothy dan Jeremy,” katanya.

Timothy telah tumbuh menjadi pianis yang berprestasi di tingkat internasional dan berkesempatan untuk tampil resital di Carnegie Hall, New York. Timothy juga sangat berprestasi secara akademik. Pada 2014, Timothy menjadi satu-satunya anak Indonesia yang diterima di University of Pennsylvania–salah satu dari sepuluh universitas terbaik di Amerika Serikat). Adapun Jeremy menunjukkan banyak prestasi, mempunyai kecerdasan akademis yang membanggakan, selalu haus membaca, dan pesepak bola berbakat yang mewakili sekolahnya di Coca Cola League. Dia juga sudah pernah tampil untuk resital piano di Carnegie Hall, New York.

Ibu hamil terkadang takut mengkonsumi ikan karena khawatir kandungan merkuri pada ikan dapat menyebabkan anak jadi hiperaktif. Namun, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) di Amerika Serikat justru merekomendasikan ibu hamil, wanita menyusui, dan anak-anak agar lebih banyak mengkonsumsi ikan, tentu yang rendah merkuri. “Selama bertahun-tahun, banyak wanita yang membatasi konsumsi ikan selama kehamilan. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa membatasi dan menghapus konsumsi ikan selama kehamilan justru akan membuat anak kehilangan nutrisi,” kata Kepala FDA Stephen Ostroff dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan TIMES, Selasa, 10 Juni 2014. Kurangnya nutrisi justru bisa berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan anak serta kesehatan secara umum.

FDA menyarankan wanita dan anak-anak mengkonsumsi setidaknya 8 hingga 12 ons ikan rendah merkuri, seperti udang, salmon, nila, dan lele, setiap pekan. Jika kebutuhan itu tercukupi, perkembangan janin dan pertumbuhan anak ketika ia sudah lahir akan sangat terbantu. Meskipun FDA menganjurkan untuk mengkonsumsi ikan, tapi ada jenis-jenis hewan laut yang dilarang selama kehamilan berlangsung. Ikan yang mengandung banyak merkuri seperti makarel, hiu, dan lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi dulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s