Rompi Anti Kanker Berhasil Dibuat Di Indonesia


Teknologi memindai suatu obyek tak tembus cahaya ke dalam empat dimensi (4D)–ruang tiga dimensi(3D) ditambah satu dimensi waktu yang disebut electrical capacitance volume tomography (ECVT)–telah siap digunakan untuk bidang kesehatan. Sayang, teknologi yang ditemukan dan dikembangkan oleh lembaga riset CTECH Labs Edwar Teknologi pimpinan Dr Warsito P. Taruno sejak puluhan tahun lalu ini terganjal izin edar dari Kementerian Kesehatan.

“Padahal syarat untuk mendapatkan izin edar Kementerian Kesehatan sudah cukup,” kata Warsito dalam seminar ECVT di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu pekan lalu. Jika izin edar keluar, menurut dia, alat kesehatan ini bisa digunakan di mana-mana dan bisa memangkas biaya kesehatan. “Cost-nya akan sangat murah, jauh lebih aman karena pemakaiannya menggunakan gelombang yang lebih rendah,” katanya.

Kementerian Kesehatan berwenang mengeluarkan izin edar. Menurut Warsito, alat kesehatan harus bisa lulus uji klinis ethical clearance. “Saat ini kami baru mendapatkan ethical clearance untuk mencoba secara terbatas,” ucapnya.

ECVT yaitu teknologi pemindaian yang dikembangkan oleh Warsito. Teknologi ini bisa memindai suatu obyek tak tembus cahaya ke dalam 4D. Menurut Warsito, dengan penggunaan teknologi ini secara real time, perubahan dari waktu ke waktu suatu obyek 3D bisa dianalisis untuk berbagai keperluan. “Teknologi ini telah digunakan untuk keperluan energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga nanoteknologi dan antariksa,” kata Warsito.

Dalam pengembangannya, teknologi ECVT sudah diakui, bahkan dipakai oleh lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA), Exxon Mobil, BP Oil, Shell, Conoco Phillips, Dow Chemical, Mitsubishi Chemical, dan Departemen Energi AS (Morgantown National Laboratory).

Warsito mengembangkan temuannya tersebut pada alat pemindai sekaligus alat terapi kanker di Indonesia. Alat yang telah berhasil dikembangkan adalah rompi untuk kanker payudara dan helm atau topi pendeteksi kanker otak. Alat yang berbasis teknologi ECVT itu terdiri atas empat perangkat, yakni brain activity scanner, breast activity scanner, brain cancer electro capacitive therapy, dan breast cancer electro capacitive therapy.

Untuk mengenalkan alat kesehatan itu, Warsito bekerja sama dengan Masyarakat Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI) dengan melibatkan sejumlah peneliti di Indonesia dalam bentuk seminar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s