4 Faktor Penentu Keharmonisan Rumah Tangga


Setelah menikah lebih dari lima tahun, kita semakin paham kalau antara pria dan perempuan memiliki kebutuhan seksual yang berbeda. Kesimpulan ini juga diambil setelah mendengar dan melihat berbagi cerita dari teman-teman dekat.

Contoh mudahnya begini, ketika seorang istri saat ditanyakan bagaimana perasaannya bila mengetahui kalau dirinya tidak akan bisa berhubungan seks lagi dengan suaminya, hampir semuanya akan mengatakan tidak apa-apa, dan menganggap persoalan seks tidak terlalu penting tetapi bila ditanya bisa hidup sederhana tanpa belanja semua wanita akan bilang tidak mampu. Berbeda bila pertanyaan tersebut diajukan pada seorang pria. Mungkin kalau diibaratkan, oral seks bagi sebagian kaum pria merupakan kebutuhan utama layaknya makanan sedangkan hidup sederhana dan belanja tidak begitu penting.

Nggak percaya? Mungkin kondisi ini bisa dilihat dari banyaknya kaum pria yang nggak tahan untuk bisa hidup sendiri tanpa didampingi seorang istri. Sedangkan pihak perempuan, sebaliknya apalagi bila sudah mampu bekerja dan menghasilkan uang yang cukup banyak . Memang, sih, kondisi seperti ini nggak bisa dipukul rata, tapi memang rata-rata kondisi seperti inilah yang terjadi di lingkungan.

Dalam hal ini, dijelaskan kalau perbedaan tersebut karena adanya hormon testoteron pada pria yang menggairahkannya secara seksual. Seorang suami akan sangat frustrasi bila saat ia meminta berhubungan badan, namun istrinya tidak bersedia karena terlalu lelah sama frustrasinya bila sang istri memperoleh uang belanja yang sedikit dari suami.

Meskipun begitu, perlu doingatkan kalau hubungan seksual lebih dari pada sebuah kegiatan fisik yang mempersatukan pasangan suami-istri. Namun, juga merupakan refleksi dari keseluruhan hubungan perkawinan yaitu seks dan uang. Dari sini akan terlihat permasalahan klasik sepanjang zaman.

Jadi sebenarnya yang sering jadi pemicu masalah, bukan karena istri atau suami tidak bisa memuaskan kebutuhan seksual dan nafsu belanja pasangannya tetapi karena adanya gap komunikasi yang kurang baik di antara mereka yang akhirnya mengurangi kenikmatan hubungan seks.

Ada empat faktor penentu yang perlu dikembangkan dalam keharmonisan setiap pasangan yang harus kita perhatikan. Ingin tahu apa saja faktor-faktor penentu kepuasan seks suami-istri tersebut?

Setiap pasangan bisa menyisihkan waktu beberapa jam sehari untuk bercakap-cakap dengan pasangan dan menanyakan aktivitasnya hari itu. Melalui percakapan, pasangan akan merasa dirinya tetap diperhatikan sehingga kebutuhannya untuk didengarkan telah terpenuhi. Di saat itu Anda perlu meninggalkan segala persoalan kantor, telepon, televisi dan dengarkanlah dengan cermat apa yang dikatakan pasangan Anda. Hubungan akrab akan membantu tercapainya seks yang istimewa.

Perempuan merupakan kaum yang lebih mementingkan perasaan dan kebahagiaan materi. Sering wanita lebih terbawa emosi dalam menanggapi sesuatu apabila tidak memiliki cukup uang. Sebagai pasangan suami-istri, seharusnya tetap mempertahankan apa yang sering dilakukan sewaktu pacaran misalnya memberikan bunga karena semua wanita suka diberikan materi meskipun bukan peristiwa istimewa mengatakan Saya sayang kamu atau memuji pasangan akan kecantikannya dan kesuksesannya dalam melakukan sesuatu. Namun, bukan berarti kaum pria pun tidak memerlukan pujian, lho. Biar bagaimana pun, semakin banyak sepasang suami-istri berbicara dengan melibatkan emosi yang mendalam otomatis menjadikan hubungan seksual mereka semakin kaya dan memuaskan serta menjadi romantis.

Yang dimaksud dari hubungan fisik yang akrab di sini seperti menyentuh, membelai, mencium pasangan, sentuhan, tubuh akan mengeluarkan bahan kimia, endorphin, yang memberikan efek menyenangkan dan menyembuhkan baik yang disentuh maupun yang menyentuh. Sentuhan bagi sepasang suami istri merupakan ungkapan cintanya bagi pasangan. Penelitian telah menunjukkan anak-anak, binatang, orang sakit menunjukkan perkembangan yang lebih pesat bila dengan teratur disentuh, dibelai. Sentuhlah pasangan anda minimal 8-10 kali sehari, Anda akan merasakan kedekatan satu sama lain

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s